Coba Sebutkan Rukun Umroh Secara Berurutan

Coba sebutkan rukun umroh secara berurutan akan menjadi sebuah pembahasan kali ini yang akan disampaikan. Dikarenakan, pertanyaan tersebut sering kali terjadi didalam mata pelajaran untuk anak sekolah maupun mahasiswa yang sedang menimba ilmu. Akan tetapi, pertanyaan itu juga ternyata ada pada sebuah forum maupun media sosial di internet yang sedang mencari pengetahuan tentang agama islam terutama persoalan haji dan umroh. Maka dari itu, dengan pertanyaan yang menjadikan judul akan sampaikan dibawah ini sebagai bahan rekomendasi.

Sebutkan Rukun Umroh

Sebutkan rukun umroh merupakan suatu pertanyaan yang wajib diketahui bagi umat islam yang menjadi salah satu urutan didalam pelaksaakan kegiatan ibadah yang harus dikerjakan oleh jamaah dengan tertib dan tepat. Yang mana, rukun tersebut adalah bagian dari ketentuan syariat islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para umatnya ketika sedang menjalankan ibadah umroh pada masa itu. Dimana, banyak sekali para jamaah yang telah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah umroh dari seluruh dunia. Sehingga tak heran apabila Masjidil Haram tidak pernah sepi dari umat islam yang sedang melakukan ibadah.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 158:

    ٱللَّهَ فَإِنَّ خَيْرًا تَطَوَّعَ وَمَن ۚبِهِمَا يَطَّوَّفَ أَن عَلَيْهِ جُنَاحَ فَلَا ٱعْتَمَرَ أَوِ ٱلْبَيْتَ حَجَّ فَمَنْ ۖٱللَّهِ شَعَآئِرِ مِن ٱلْمَرْوَةَوَٱلصَّفَا إِنَّ

                                                                                                                                                            عَلِيمٌ شَاكِرٌ

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya’ā`irillāh, fa man ḥajjal-baita awi’tamara fa lā junāḥa ‘alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa’a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm

Artinya: “Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

Coba Sebutkan Rukun Umroh

Berikut ini, coba sebutkan rukun umroh yang wajib diketahui oleh umat islam dari awal sampai akhir, yaitu:

Niat Ihram

Rukun umroh pertama yang bisa para jamaah laksanakan harus membaca niat ihram sebelum berangkat memasuki pintu Masjidil Haram. Para jamaah umroh diwajibkan memakai pakaian ihram tanpa ada jahitan. Cara pakai kain ihram untuk jamaah laki-laki sendiri yaitu menutup bagian pundak sebelah kiri menyilang ke pinggang kanan dan menutup bagian bawah. Sedangkan untuk jamaah perempuan menutup seluruh tubuh terkecuali wajah dan telepak tangan. Cara seperti ini tak lain sesuai dengan ketentuan syariat islam yang wajib dikerjakan oleh umat islam disaat ibadah umroh.

Setelah menyelesaikan menggunakan pakaian ihram, maka langkah berikutnya adalah membaca niat umroh dan mengambil miqat yang sudah ditentukan. Biasanya para jamaah umroh Indonesia pada saat mau mengambil miqat tepat di Dzul Hulaifah, Bir Ali dan Tan’im. Apabila jamaah telah melakukan niat ihram untuk umroh maka harus meninggalkan segala larangan yang telah ditentukan supaya proses pelaksanaan umroh berjalan lancar dan semoga menjadi umroh yang mabrur.

Tawaf

Dalam melaksanakan kegiatan ibadah tawaf di Baitullah menjadi sebuah rukun umroh sesuai tuntutan dikerjakan bagi para jamaah selama waktu tawaf ditentukan. Dimana, jamaah akan melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran. Tiga putaran awal dilakukan lari kecil dan pada putaran keempat, lima, enam sampai ketujuh harus berjalan santai dengan tertib.

Para jamaah umroh tentuya harus tepat dalam menjalankan ibadah tawaf. Dimana, posisi titik awal harus sejajar dengan hajar aswad dan berjalan searah jarum jam serta posisi Ka’bah berada disebelah kiri dari jamaah itu sendiri. Kemudian, selama mengelilingi Ka’bah, jamaah bisa membacakan doa-doa tertentu selama melaksanakan tawaf. Apabila proses pelaksanaan kegiatan tawaf telah selesai, maka dilanjutkan dengan berdoa dan juga shalat dibelakang maqam Ibrahim sebelum melanjutnya kegiatan berikutnya yaitu mempersiapkan perjalanan menuju bukit shafa untuk mengerjakan ibadah sa’i.

Sa’i

Adapun, rukun umroh untuk ketiga yaitu menunaikan ibadah sa’i dari bukit shafa ke marwah bersama para rombongan dan pembimbing yang selalu membantu menuntun untuk mengerjakan kegiatan ibadah sa’i. Para jamaah akan melaksanakan ibadah sa’I dimulai dari bukit shafa ke bukit marwah sebanyak tujuh kali putaran yang dilakukan dengan cara lari kecil. Setiap ketika telah sampai pada yamani, jamaah bisa berdoa kepada Allah SWT dengan menghadap ke Ka’bah. Selama proses ibadah sa’i, hindari berbincang dengan yang lain atau melakukan aktivitas lainnya.

Tahallul

Setelah menyelesaikan ibadah tawaf dan sa’i bersama para jamaah dari satu rombongan, maka rukun umroh adalah bagian keempat yaitu tahallul. Dimana, para jamaah akan melakukan kegiatan potong rambut sebagai tanda bahwa mereka telah menyelesaikan ibadah umroh. Cara potong rambut untuk jamaah laki-laki bisa setengahnya dan digundul, sedangkan potong rambut bagi jamaah perempuan hanya beberapa helai saja.

Tertib

Kesimpulan dalam mengerjakan ibadah umroh tentu harus tertib dikarenakan termasuk bagian dari rukun umroh harus rapih tidak semberawut. Ini maksudnya adalah jamaah harus melaksanakan kegiatan umroh sesuai urutan jangan sampai terlewatkan. Selain itu, proses dalam pelaksanaan umroh harus tenang dan tidak bedesak-desak atau mengganggu orang lain yang sedang beribadah.

 

Nah, itulah pembahasan coba sebutkan rukun umroh secara berurutan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Bagaimaana Tata Cara Ibadah Umroh? Penjelasan Anjuran Nabi Muhammad SAW

Apakah Anda sedang mempersiapkan untuk pergi ibadah umroh? Jika Anda saat ini memiliki rencana untuk berangkat ke tanah suci dalam rangkah melaksanakan ibadah umroh, maka Anda harus pelajari pedoman tata cara didalam pelaksanakan umroh itu sendiri. Supaya apa yang dikerjakan semua kegiatan ibadahnya dapat diterima oleh Allah SWT. Bagi, Anda yang tidak punya waktu untuk membeli buku doa umroh, maka kalian bisa membaca artikel ini. Yuk, simak pembahasan bagaimana tata cara ibadah umroh? Penjelasan anjuran Nabi Muhammad SAW.

Tata Cara Ibadah Umroh

Tata cara ibadah umroh merupakan salah satu bagian dari proses pelaksanaan didalam kegiatan umroh yang wajib dikerjakan oleh jamaah di tanah suci. Tatacara ini tentunya sangat penting yang harus Anda ketahui agar lebih mudah dalam pelaksanaannya. Maka tak heran jika para jamaah yang sudah hapal betul tentang tatacaranya mereka dapat melakukan kegiatan ibadah umroh dengan lancar. Pelaksanaan ibadah umroh dapat ditentukan sesuai rukun-rukun sebagaimana mestinya. Dalam menjalankan ibadah umroh, semua jamaah harus dalam keadaan suci jangan melakukan larangan yang telah ditentukan. Tujuan apa? Agar ibadah umroh yang telah disedakan menjadi sah dan semoga menjadi umroh yang mabrur.

Disamping itu, jamaah harus menunaikan kewajiban umroh mulai dari awal yaitu ihram sampai yang terakhir melaksanakan tahallul. Para pembimbing umroh dapat membantu para jamaah menjalankan kewajiban ibadah dengan cara mengukit rangkain-rangkain kegiatan, seperti ihram sampai tahallul.

Banyak sekali sunnah umroh yang dapat jamaah lakukan untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT di Baitullah pada saat melaksanakan ibadah umroh. Memperbanyak amalan Sunnah tentu Allah SWT akan memberikan pahala yang tak terhingga kepada hamba-Nya. Apalagi berdoa atau beribadah di tanah suci sangat mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Maka dari itu, dengan adanya haji dan umroh tentu umat islam bisa berbondong-bondong melaksanakan kedua ibadah tersebut.

Selama di masjidil haram tentu banyak amalan Sunnah yang bisa jamaah kerjakan supaya ibadah umroh lebih sempurna dan mendapatkan ridha Allah SWT. Disamping itu, tentu menjadikan sebuah moment yang sangat berharga dikarenakan entah kapan lagi bisa beribadah di tanah suci.

Tata Cara Ibadah Umroh Sesuai Anjuran

Ada beberapa urutan dalam melaksanakan ibadah umroh yang harus dijalankan oleh jamaah. Beriku ini, adalah tata cara ibadah umroh sesuai anjuran, yaitu:

Keadaan Suci

Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang pertama adalah keadaan suci. Ini artinya adalah sebelum waktu menjalankan kegiatan umroh, jamah harus mandi terlebih dahulu. Bersih dari hadas besar dan kecil maupun junub tujuannya adalah supaya seluruh anggota badan harus dalam keadaa bersih alis suci.

Memakai Pakian Ihram Beserta Niat

Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang kedua adalah memakai pakaian ihram beserta niat. Setelah bersih keadaan suci, jamaah harus menggunakan pakaian ihram yang tidak dijahit. Dimana, jamaah laki-laki memakai 2 pakaian ihram dengan cara rida (menutup bagian pundak kiri secara menyilang) dan cara idhtiba menutup bagian bawah.

Sedangkan jamaah wanita memakai pakaian ihma harus menutup seluruh tubuh tanpa terkecuali wajah dan telapak tangan.

Membaca Talbiyah

Setelah membaca niat di miqat, Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang kedua adalah membaca talbiyah. Maksudnya adalah jamaah bisa membaca talbiyah pada saat akan menjalankan ibadah umroh ke Baitullah.

Adapapun do’a bacaan talbiyah ini, yaitu:

Memasuki Masjidil Haram

Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang keempat adalah memasuki masjidil haram. Setelah membaca talbiyah selama perjalanan menuju Baitullah, jamaah harus membaca doa masjid terlebih dahulu.

Kemudian, apabila kondisi sangat kondusip, jamaah harus mendekati, mengusap serta mencium hajar aswad sambil berdoa.

Melaksanakan Tawaf

Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang kelima adalah melaksanakan tawaf. Setelah menciup batu hajar aswad, jamaah melanjutkan melaksanakan tawaf sebanyak 7 putaran. Dalam melaksanakan ibadah tawaf, jamaah disunnahkan untuk jalan cepat selama 3 putaran dan jalan lambat selama 4 putaran.

Melasanakan Shalat di Depan Makam Nabi Ibrahim

Melaksanakan shalat di depan makam nabi Ibrahim merupakan salah satu Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang dijalankan bagi umat muslim. Para jamaah umroh melaksanakan shalat 2 rakaat dengan membaca surat Al-Kafirun di rakaat pertama. Sedangkan rakaat kedua membaca surat Al-Ikhas.

Minum Air Zam-ZAM

Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang ketujuh adalah minum air zam-zam sambil istirahat. Setelah kita melaksanakan tawaf, jamaah bisa beristirahat sebentar sambil minum air zam-zam yang ada di area Masjidil Haram. Pada saat mau minum air zam-zam jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Semoga Allah SWT mengabulkan do’a kita semua.

Menjalankan Sa’i

Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang kedelapan adalah menjalankan sa’i. Setelah melaksanakan tawaf, jamaah akan melanjutkan kegiatan umroh berikutnya yaitu sa’i. Dimana, jamaah umroh akan melaksanakan sa’i dengan berjalan dari bukit marwah ke marwah sebanyak tujuh putaran.

Adapun do’a bacaan Shafa dan Marwah adalah:

Melaksanakan Tahallul

Tata cara ibadah umroh sesuai anjuran yang kesembilan adalah melaksanakan tahallul. Ini merupakan salah satu kegiatan ibadah umroh yang terakhir dengan melaksanakan potong atau mencukur rambut. Beberapa pendapat mengatakan bahwa mencukur rambut minimal tiga helai. Atau bisa juda potong rambut secara gundul.

Jadi, itulah pembahasan bagaimana tata cara ibadah umroh? Penjelasan anjuran Nabi Muhammad SAW yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

 

 

Bacaan Doa Niat Thawaf Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Thawaf adalah salah satu rukun yang wajib dijalankan oleh para jamaah ketika sedang melaksanakan ibadah haji dan umroh. Secara umum, thawaf merupakan kegiatan ibadah dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. 3 putaran pertama para jamaah bergerak jalan lari kecil kemudian sisanya jalan biasa. Lantas, bagaimana bacaan niat dalam thawaf? Yuk, simak pembahasan bacaan doa niat thawaf bahasa arab, latin dan artinya secara lengkap yang bisa dipelajari oleh umat islam.

Niat Thawaf

Pelaksanaan niat thawaf haji maupun umroh dari awal sampai akhir harus diawali sejajar dengan Hajar Aswad. Dimana, para jamaah akan memulai mengerjakan thawaf berjalan searah jarum jam sambil membacakan do’a-do’a yang telah ditentukan. Biasanya terdapat sebuah lampu hijau yang menyala sebuah tanda persiapan menjalankan thawaf. Sehingga para jamaah harus mempersiapkan diri untuk kegiatan ibadah thawaf bersama rombongannya.

Bacaan Doa Niat Thawaf

Berikut ini, bacaan doa niat thawaf haji ataupun umroh yang wajib dibacakan oleh para jamaah pada saat berada di dalam Baitullah, yaitu:

Allaahumma innii nawaitu thawaafa baitikal mu’azhzhami sab’ata asyawaathin fayassirhu lii wa taqabbalhu minnii bismillaahi Allahu Akbaru Allahu Akbaru wa lillaahil hamdu.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku niat tawaf di rumah-Mu yang agung dengan tujuh kali putaran. Maka mudahkanlah untukku dan terimalah tawaf itu dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.

Bacaan Doa Thawaf

Setelah membaca bacaan doa niat thawaf, langkah berikutnya adalah membaca bacaan thawaf. Sebagai berikut bacaan doa thawaf dari setiap putaran, diantaranya:

Putaran Pertama

Bacaan doa thawaf pada putaran pertama yaitu:

Subahaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu allahu akbar. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi. Wash shalaatu wassalaamu’alaa rasuulillaaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma iimaanan bika wa tashdiqan bikitaabika wa wafaa’an bi’aadhika wattibaa’an li sunnati nabiyyika muhammadin shallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘aafiya wal mu’aafatan daaimata fid diini wad dunyaa wal aakhirati wal fauza bil jannati wannajaata minan naari

Artinya: Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah, Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Shalawat dan salam semoga tetap tersanjungkan kepada Rasulullah SAW. Ya Allah, karena iman kepada-MU dan pembenaran terhadap kitab-Mu, juga menunaikan janji-Mu dan mengikuti sumpah nabi-Mu, Mumammad SAW. Ya Allah, aku bermohon kepada-MU ampunan, kesehatan perlindungan dari segala penyakit yang tetap baik dalam agama, dunia, dan akhirat serta keberuntungan dengan surga juga selamat dari neraka.

Putaran Kedua

Adapun, bacaan doa thawaf di putaran kedua yang patut jamaah bacakan, yaitu:

Allahumma innaa haadzal baita baituka wal haraama haraamuka wal amna amnuka wal ‘abda ‘abduka wa anaa ‘abduka wabnu ‘abdika wa haadzaa maqaamu ‘aidza bika minannaari faharrim luhuumanaa wa basyaranaa ‘alannaari. Allahumma habbib ilainal iimaana wa zayyinhu fii quluubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaanaa waj’alnaa minar raasyidiina. ALlahumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibaadaka. Allahummarzuqnal jannata bighairi hisaabin.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Ka’bah ini adalah rumah-Mu, tanah yang mulia di sekitarnya adalah tanah-Mu, negeri yang aman ini adalah negeri-Mu, hamba ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dan tempat ini adalah tempat para hamba berlindung kepada-Mu dari siksa api neraka. Haramkanlah daging dan kulit kami dari jilatan api neraka. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan biarkanlah keimanan itu menghiasi hati kami. Tanamkanlah kebencian terhadap perbuatan kufur, fasik, dan durhaka kepada-Mu, dan masukkanlah kami ke dalam golongan hamba-Mu yang mendapat petunjuk. Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari Engkau kelak membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, anugerahkanlah surga kepadaku tanpa melalui perhitungan.

Putaran Ketiga

Putaran ketiga, bacaan doa thawaf adalah:

Allahumma inni a’udzubika minasysyakki wasysyirki wasysyiqaaqi wannifaaqi wa suu’il akhlaaqi wa suu’il manzhari wal munqalabi fil maali wal ahli wal waladi. Allahumma innii as’aluka ridhaaka wal jannata wa a’udzubika min shkathika wannaar. Allahumma innii a’udzubika min fitnatil qabri wa a’udzubika min fitnatil mahyaa wal mamaati.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keraguan syirik, bantah-bantahan, kemunafikan, akhlak yang buruk, dan penampilan serta kondisi kembali yang buruk, dalam hubungannya dengan harta benda, keluarga, dan anak-anak. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga. Aku juga berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan siksa api neraka. Ya Allah, aku berlnidung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan derita kematian.

Putaran Keempat

Selanjutnya, bacaan doa thawaf untuk putaran keempat yaitu:

Allahummaj’alnii hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran wa dzanban maghfuura wa ‘amalan shaalihan maqbuulan wa tijaaratan lan tabuura. Ya ‘aalima maa fish shuduuri akhrijnii minazh zhulumaati ilannuri. ALlahumma inni as ‘aluka mujibaati rahmatika wa ‘azaa’imi maghfiratika wassalaaamata min kulli itsmin wal ghaniimata min kulli birrin wal fauza bil jannati wannajaata minannaari. Rabbi qanni’nii bimaa razaqtanii wa baariklii fiimaa ‘athaitanii wakhluf ‘alaynaa kulla ghaibatin minka bikhairin.

Artinya: Ya Allah, karuniakanlah kepada kami haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal saleh yang diterima, dan usaha yang tidak mengalami kerugian. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui segala yang terkandung dalam sanubari, keluarkanlah aku dari kegelapan menuju cahaya yang terang bendenrang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala urusan yang mendatangkan kasih sayang-Mu dan keteguhan ampunan-Mu, selamat dari segala desa dan beruntung karena memperoleh surga dan terhindar dari siksa api neraka. Ya Tuhanku, puaskanlah aku dengan anugerah yang telah Engkau berikan dan berkatilah untukku semua yang Engkau anugerahkan anugerahkan kepadaku dan gantilah segala yang terlepas dari pandanganku dengan kebaikan yang berasal dari sisi-Mu.

Putaran Kelima

Berikutnya, bacaan doa thawaf khusus putaran kelima yang harus dibaca, yaitu:

Allahumma azhillanii tahta zhilli ‘arsyika yauma laa zhilla illaa zhilluka walaa baqiya illaa wajhuka wa asqini min haudhi nabiyyika muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama syurbatan haniii’atan marii’atan laa azah’u ba’dahaa abadan. Allahumma innii as’aluka min khairi maa sa’alaka minhu nabiyyiuka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa a’uudzubika min syarri maa ‘aadzaka minhu nabiyyuka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma innii as’alukal jannata wa na’iimahaa wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amalim wa a’udzubika minannaari wa maa yuqaarribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amalain.

Artinya: Ya Allah, lindungilah aku di bawah naungan singgasana-Mu pada hari ketika tak ada naungan selain naungan-Mu dan tidak ada yang kekal kecuali Dzat-Mu. Berikanlah aku minuman dari telaga Nabi-Mu, Muhammad SAW dengan minuman yang lezat, segar, dan nyaman, yang sesudah itu aku tidak akan merasa kehausan selamanya. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-Mu, Muhammad SAW dan keburukan yang dimintakan perlindungan kepada-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga serta kenikmatannya dan apa saja yang dapat mendekatkan aku kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan, dan aku juga berlindung kepada-Mu dari api neraka serta apa saya yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan maupun perbuatan.

Putaran Keenam

Di putaran keenam, jamaah bisa membacakan bacaan doa thawaf sebagai berikut:

Allahuma innaa laka ‘alayya huquuqan katsiratan fiima bainii wa bainaka wa huquuqan katsiran fiiimaa bainii wa baina khalqika. Allahumma maa kaana laka minhaa faghfirhu lii wa maa kaana likhalqika fatahammalhu ‘annii wa aghninii bihalaalila ‘an haraamika wa bithaa’atika ‘an ma’shiyyatika wa bidadhlika ‘amman siwaaka yaa waasi’al maghfirati. Allahumma inna baitaka ‘azhiimun wa wajhaka kariimun wa anta yaa allahumma haliimun kariimun ‘azhiimun tuhibbul ‘afwa fa’fu’annii.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau mempunyai banyak sekali hak dalam hubunganku dengan-Mu dan dengan makhluk-Mu. Ya Allah, apa yang menjadi hak-Mu kepadaku maka ampunilah diriku dan apa saja yang menjadi hak-Mu kepada makhluk-Mu maka tangguhkanlah dariku. Cukupkanlah aku dengan rezeki dari sisi-Mu yang halal, terhindar dari kemaksiatan, dan dengan anugerah-Mu aku terhindar dari harapan terhadap selain Engkau, wahai Zat yang Maha Pengampun. Ya Allah, sesungguhnya rumah-Mu (Ka’bah) ini sangat agung, Zat-Mu pun Maha Mulia, Engkau penyabar, Maha Pemurah, dan Maha Agung, serta sangat suka memberi ampunan, maafkan dan ampunilah aku.

Putaran Ketujuh

Terakhir, bacaan doa thawaf pada waktu putaran ketujuh, yaitu:

Allhumma innii as’aluka iimaanan kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan waasi’an wa qalban khaasyi’an wa lisaaanan dzaakiran wa halaalan thayyiban wa taubatan nashuuhan wa taubatan qablal mauti wa maghfiratan wa rahmatan ba’dal mauti wal ‘afwa ‘indal hisaabi wal fauza bil jannati wannajaata minannaari birahmatika yaa ‘aziizu bishshaalihin.

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rezeki yang luas, hati yang khusuk, lisan yang selalu berzikir mengagungkan nama-Mu, rezeki yang halal dan baik, taubat yang diterima, taubat sebelum mati, ampunan pada saat diadakan perhitungan amal, keberuntungan memperoleh surga, rahmat dan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Ya Allah, berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah aku ke dalam hamba-hamba-Mu yang saleh.

Nah, itulah pembahasan bacaan doa niat thawaf bahasa arab, latin dan artinya dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Bacaan Doa Niat Haji Dan Umroh Bahasa Arab dan Artinya Lengkap

Mencari pedoman tentang haji maupun umroh kini sangat mudah didapatkan. Banyak sekali buku-buku pembahasan umroh dan haji yang telah tersebar diberbagai toko, sehingga umat muslim bisa membeli dengan mudah. Akan tetapi, jika Anda saat ini sedang mencari bacaan niat dalam berhaji atau umroh maka Anda bisa membacanya dibawah ini. Yuk, simak pembahasan bacaan doa niat haji dan umroh bahasa arab dan artinya lengkap.

Niat Haji dan Umroh

Niat haji dan umroh adalah sebuah tata cara beribadah kepada Allah SWT yang menjadi hal penting sesuai ketentuan. Dimana, haji adalah kewajiban ibadah yang harus dilaksanakan oleh umat muslim yang sudah mampu dalam menjalankan rukun islam yang kelima. Sedangkan umroh adalah kegiatan ibadah di Baitulah dengan melaksanakan rukun-rukun yang telah ditentukan.

Adapun, rukun haji dan umroh yang patuh diketahui oleh umat muslim, yaitu: niat ihram, wukuf di padang arafah, tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’I mengelilingi bukit shafa ke marwah dan tahalull yaitu mencukur rambut.

Bacaan Doa Niat Haji Dan Umroh

Berikut ini, bacaan doa niat haji dan umroh dengan lengkap bahasa arab, latin dan artinya, yaitu:

Haji

Bacaan niat haji yang wajib dibacakan, adalah:

                                                                                       بحَجًَةِ لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ تَعَالَى لِلهِ بِهِ وَأَحْرَمْتُ الْحَجَّ نَوَيْتُ

nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.

Artinya; Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji.

Umroh

Bacaan Niat Umroh yang bisa dibaca oleh para jamaah yaitu:

                                                                                               بعُمْرَة اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ تَعَالَى لِلهِ بِهَا وَأَحْرَمْتُ العُمْرَةَ نَوَيْتُ

nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma ‘umratan.

Artinya; Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berumrah.

Lainnya

Adapun bacaan niat haji qiran, yaitu:

                                                                                                               تَعَالَى لِلهِ بِهاَ وَأَحْرَمْتُ والعُمْرَةَ الْحَجَّ نَوَيْتُ

nawaitul hajja wal ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala

Artinya; Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah Swt.

Penjelasan Haji Dan Umroh

Pembahasan tentang ibadah haji dan umroh tentu telah tersedia dan dijelaskan dalam Al-Quran maupun hadist. Berikut ini, penjelasan haji dan umroh, yaitu:

Penjelasan Haji

Penjelasan haji yang Allah SWT perintahkan kepada umat islam didalam Al-quran surah Al-Imran ayat 97

Allah SWT telah berfirman didalam surat Ali’Imran ayat 97:

   فَاِنَّ كَفَرَ وَمَنْ ۗسَبِيْلًا اِلَيْهِ اسْتَطَاعَ مَنِ الْبَيْتِ حِجُّ النَّاسِ عَلَى وَلِلّٰهِ ۗاٰمِنًا كَانَ دَخَلَهٗ وَمَنْ ەۚاِبْرٰهِيْمَ مَّقَامُ بَيِّنٰتٌ اٰيٰتٌۢ فِيْهِ

                                                                                                                                               الْعٰلَمِيْنَ عَنِ غَنِيٌّ اللّٰهَ

Artinya: Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di anatara) kewajiban manusia terhadap Allah SWT adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji maka ketahuilah bahwa Allah maka kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

Penjelasan Umroh

Adapun, penjelasan umroh yang dalam Al-quran surah Al-baqarah ayat 158:

 ٱللَّهَ فَإِنَّ خَيْرًا تَطَوَّعَ مَن وَ ۚبِهِمَا يَطَّوَّفَ أَن عَلَيْهِ جُنَاحَ فَلَا ٱعْتَمَرَ أَوِ ٱلْبَيْتَ حَجَّ فَمَنْ ۖٱللَّهِ شَعَآئِرِ مِن ٱلْمَرْوَةَ وَ ٱلصَّفَا إِنَّ

                                                                                                                                                            عَلِيمٌ شَاكِرٌ

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya’ā`irillāh, fa man ḥajjal-baita awi’tamara fa lā junāḥa ‘alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa’a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm

Artinya: “Sesungguhnya Shafaa dan Marwa merupakan sebagian syi’ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumroh, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui”.

Selain itu, surah Al-baqarah ayat 196:

Adapun, penjelasan tentang haji dan juga umroh yang telah dijelaskan dalam Al-quran surat Al-baqarah ayat 196.

الْهَدْيُ يَبْلُغَ حَتّٰى رُءُوْسَكُمْ تَحْلِقُوْا وَلَا الْهَدْيِۚ مِنَ اسْتَيْسَرَ فَمَا اُحْصِرْتُمْ فَاِنْ ۗلِلّٰهِ وَالْعُمْرَةَ الْحَجَّ وَاَتِمُّوا

ۗاَمِنْتُمْ فَاِذَآ ۚ نُسُكٍ صَدَقَةٍ اَوْ مٍ صِيَ  مِّنْ فَفِدْيَةٌ رَّأْسِهٖ مِّنْ اَذًى بِهٖٓ اَوْ مَّرِيْضًا مِنْكُمْ كَانَ فَمَنْ ۗ مَحِلَّهٗ

اِذَا وَسَبْعَةٍ الْحَجِّ فِى اَيَّامٍ ثَلٰثَةِ فَصِيَامُ يَجِدْ لَّمْ فَمَنْ الْهَدْيِۚ مِنَ اسْتَيْسَرَ فَمَا الْحَجِّ اِلَى بِالْعُمْرَةِ تَمَتَّعَ فَمَنْ

اللّٰهَ اَنَّ وَاعْلَمُوْٓ اللّٰهَ وَاتَّقُوا ۗالْحَرَامِ الْمَسْجِدِ حَاضِرِى اَهْلُهٗ يَكُنْ لَّمْ لِمَنْ لِكَ ذٰۗكَامِلَةٌ عَشَرَةٌ تِلْكَ ۗرَجَعْتُمْ

ࣖ الْعِقَابِ شَدِيْدُ

Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuhmu), maka (sembelihlah) hewan yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hewan sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka di wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umroh sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hewan yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar masjidil haram,. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.

Sedangkan hadist Hadits tersebut adalah:

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Nah, itulah pembahasan bacaan niat haji dan umroh secara lengkap yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

 

Bacaan Doa Berangkat Umroh Supaya Pelaksanaannya Berjalan Lancar

Setiap kali kita mau melakukan sesuatu tentu harus dibarengi dengan doa, seperti ketika memiliki suatu rencana pergi ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah umroh maka harus disertai doa sebelum Anda melakukan pemberangkatan. Tujuannya seperti agar proses pelaksanaan umroh dari awal sampai akhir dan berjalan dengan lancar. Banyak sekali buku pedoman tentang haji maupun umroh yang tersedia berbagai toko buku sebagai ilmu pengetahuan agama yang harus dipelajari agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Yuk, simak pembahasan bacaan doa berangkat umroh supaya pelaksanaannya berjalan lancar.

Doa Berangkat Umroh

Doa berangkat umroh merupakan salah satu bacaan permohonan kepada Allah SWT untuk mendapat perlindungan ketika ingin menunaikan ibadah umroh di tanah suci. Doa umroh ini tentunya sangat penting harus dipelajari dan juga dihapalkan dikarenakan kita sebagai hamba yang bisa berserah diri kepada Allah SWT agar semua doa dikabulkan. Oleh karena itu, setiap jamaah yang mau berangkat ke Baitullah biasanya sering mengadakan acara walimatus safar untuk berdoa agar diberi keselamatan dan kelancaran selama ibadah umroh.

Dalam menunaikan ibadah umroh memang menjadikan sebuah anugrah yang paling banyak dinanti bagi umat islam. Dimana, ketika seseorang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan umroh maka rasanya sangat bahagia. Bahkan, keluarga maupun para tetangga pun sering membaca doa untuk orang yang umroh dengan tujuan supaya diberi keselamatan, diterima oleh Allah SWT dan perjalanan ibadah umrohnya berjalan lancar.

Bacaan Doa Berangkat Umroh

Merangkum dari berbagai macam sumber, terdapat sebuah bacaan doa berangkat umroh yang dapat dibacakan oleh jamaah sebelum melakukan perjalanan pergi ke Baitullah. Selain membaca doa, jamaah dianjurkan untuk shalat Sunnah 2 rakaat sebelum meninggalkan rumah.

Doa Setelah Shalat Sunnah

Bacaan doa berangkat umroh tentunya menjadi hal penting yang harus dibacakan. Berikut ini, doa setelah shalat Sunnah 2 rakaat, yaitu:

   إِنَّا اللَّهُمَّ وَعَاهَةٍ، آفَةٍ كُلِّ مِنْ وَإِيَّاهُمْ احْفَظْنَا حَابِوَالأَصْوَالوَلَدِ وَالمَالِ الأَهْلِ فِي الخَلِيفَة وَأَنْتَ السَّفَرِ صَاحِبُ أَنْتَ اللَّهُمَّ

       وَأَنْ السَفَرَ عَلَيْنَا وَتُهّوِّنَ الأَرْضَ لَنَا تَطْوَى أِنَّ نَسْأَلُكَ إِنَّا اللَّهُمَّ مَاتَرْضَى، العَمَلِ وَمِنَ وَالتَّقْوَى البِرَّ هَذَمَسِيرِنَا فِي نَسْأَلُكَ

     إِنَّا اللَّهُمَّ وَسَلَّمَ، عَلَيهِ اللهُ صَلَّى مُحَمَّدٍ نَبِيِّكَ قَبْرِ وَزِيَارَةَ بَيتِكَ حَجَّ وَتُبَلِّغْنَا وَالمَالِ وَالدِّينِ الْبَدَنِ سَلَامَةَ سَفَرِنَا فِي تَرْزُقْنَا

 جِوَارِكَ فِي وَإِيَّاهُمْ اجْعَلْنَا اللَّهُمَّ وَالأصْحَابِ، وَالوَلَدِ وَالمَالِ الأَهْلِ فِي النَّظَرِ وَسُوءِ المُنْقَلِبِ وَكآبَةِ السَفَرِ عَثَاِء مِنْ نّعُوذُبِكَ

                                                                                              عَافِيَتِكَ مِنْ بِنَاوَبِ مَا وَلَاتُغَيِّرْ نِعْمَتَكَ وَإِيَّاهُمْ وَلَاتُسَلِّبْنَا

Artinya: “ Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan, dan Engkau adalah pengawas dalam menjaga keluarga, harta, anak, dan teman-teman. Selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon pada-Mu kebaikan, ketakwaan dan amal baik yang engkau ridhai. Ya Allah, dekatkan dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, harta serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-Mu dan menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad Saw. Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, cuaca yang menyedihakan dan pemandangan yang buruk dalam keluarga, harta, anak dan teman. Ya Allah jadikanlah kami dan mereka dalam penjagaanmu, jangan cabut dari kami dan mereka nikmat dan kesehatan.”

Doa Sebelum Berangkat Umroh

Adapun, doa berangkat umroh yang lainnya ketika mau persiapan pergi meninggalkan rumah. inilah doa sebelum sebelum berangkat umroh,:

         أَوْ أُظْلِمَ أَوْ أَظْلَمَ أَوْ أُزِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ ضِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَنْ بِكَ أَعُوْذُ رَبِّ بِاللهِ إِلَّا قُوَّةَ وَلاَ حَوْلَ وَلَا اللهِ عَلَي تَوَكَّلْتُ اللهِ بِسْمِ

  أَجْهَلَ سخطك اتقاء خرجت بل مسعة ولا رياء ولا بطرا ولا أخرج شرا لا نياللهم عَلَيّ يُجْهَلَ أَوْ أَجْهَلَ

                                              لقائك إلوشوقا نبيك سنة واتباع فرضك وقضاء مرضاتك وابتغاء

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah wa la haula wa la quwwata illa billahi. Rabbi a’udzubika an udlilla au udlilla au azilla au uzilla au adhlama au udhlima au ajhala au yujhila ‘alayya. Allahumma inni la ahraja syirron, wa la bathuran, wa la riya’an, wa la masa’ah bal harajtu ittiqo’i sakhothuka, wa ibtighoi mardlotika, wa qodloi fardlotika, wa ittiba’i sunnati nabiyyuka, wa syauqon ila liqoika.

Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan yang menyesatkan, dari tergelincir dan yang digelincirkan, dari perbuatan dzalim dan didzalimi atau mengganggu dan diganggu. Ya Allah aku keluar bukan untuk kejelekan tidak pula terburu-buru, tidak karena riya dan pamer, tapi aku keluar untuk menjauhi amarah-Mu dan mengharap keridhaan-Mu, dan untuk menunaikan Engkau wajibkan, dan mengikuti sunah nabi-Mu, dan karena kerinduan ingin bertemu dengan-Mu”

Nah, itulah pembahasan bacaan doa berangkat umroh supaya pelaksanaannya berjalan lancar yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Bacaan Doa Berangkat Haji dan Umroh Bahasa Arab dan Artinya

Banyak sekali kumpulan doa-doa tentang haji maupun umroh yang telah tersedia berabgai toko buku maupun internet sebagai pengetahuan tentang pendidikan agama islam. Dimana, umat muslim wajib belajar agama islam sejak dini agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Begitupun ketika sudah baligh atau dewasa belajar agama memang sangat penting. Apalagi, jika Anda ingin berangkat pergi haji atau umroh tentunya harus bisa hapal doa-doa yang telah ditentukan. Berikut ini, pembahasan bacaan doa berangkat haji dan umroh bahasa arab dan artinya.

Doa Berangkat Haji dan Umroh

Doa berangkat haji dan umroh merupakan salah satu bacaan permohonan kepada Allah SWT untuk mendapat perlindungan ketika ingin menunaikan kedua ibadah tersebut di tanah suci. Doa umroh ini tentunya sangat penting harus dipelajari dan juga dihapalkan dikarenakan kita sebagai hamba yang bisa berserah diri kepada Allah SWT agar semua doa dikabulkan. Oleh karena itu, setiap jamaah yang mau berangkat ke Baitullah biasanya sering mengadakan acara walimatus safar untuk berdoa agar diberi keselamatan dan kelancaran selama ibadah haji maupun umroh.

Dalam menunaikan ibadah haji dan juga umroh memang menjadi sebuah anugrah yang paling banyak dinanti bagi umat islam. Dimana, ketika seseorang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan umroh maka rasanya sangat bahagia. Bahkan, keluarga maupun para tetangga pun sering membaca doa untuk orang yang haji dan umroh dengan tujuan supaya diberi keselamatan, diterima oleh Allah SWT dan perjalanan ibadah umrohnya berjalan lancar.

Bacaan Doa Berangkat Haji dan Umroh

Merangkum dari berbagai macam sumber, terdapat sebuah bacaan doa berangkat haji dan umroh yang dapat dibacakan oleh jamaah sebelum melakukan perjalanan pergi ke Baitullah. Selain membaca doa, jamaah dianjurkan untuk shalat Sunnah 2 rakaat sebelum meninggalkan rumah.

Doa Setelah Shalat Sunnah

Bacaan doa berangkat haji dan umroh tentunya menjadi hal penting yang harus dibacakan. Berikut ini, doa setelah shalat Sunnah 2 rakaat, yaitu:

   إِنَّا اللَّهُمَّ وَعَاهَةٍ، آفَةٍ كُلِّ مِنْ وَإِيَّاهُمْ احْفَظْنَا حَابِوَالأَصْوَالوَلَدِ وَالمَالِ الأَهْلِ فِي الخَلِيفَة وَأَنْتَ السَّفَرِ صَاحِبُ أَنْتَ اللَّهُمَّ

       وَأَنْ السَفَرَ عَلَيْنَا وَتُهّوِّنَ الأَرْضَ لَنَا تَطْوَى أِنَّ نَسْأَلُكَ إِنَّا اللَّهُمَّ مَاتَرْضَى، العَمَلِ وَمِنَ وَالتَّقْوَى البِرَّ هَذَمَسِيرِنَا فِي نَسْأَلُكَ

     إِنَّا اللَّهُمَّ وَسَلَّمَ، عَلَيهِ اللهُ صَلَّى مُحَمَّدٍ نَبِيِّكَ قَبْرِ وَزِيَارَةَ بَيتِكَ حَجَّ وَتُبَلِّغْنَا وَالمَالِ وَالدِّينِ الْبَدَنِ سَلَامَةَ سَفَرِنَا فِي تَرْزُقْنَا

 جِوَارِكَ فِي وَإِيَّاهُمْ اجْعَلْنَا اللَّهُمَّ وَالأصْحَابِ، وَالوَلَدِ وَالمَالِ الأَهْلِ فِي النَّظَرِ وَسُوءِ المُنْقَلِبِ وَكآبَةِ السَفَرِ عَثَاِء مِنْ نّعُوذُبِكَ

                                                                                              عَافِيَتِكَ مِنْ بِنَاوَبِ مَا وَلَاتُغَيِّرْ نِعْمَتَكَ وَإِيَّاهُمْ وَلَاتُسَلِّبْنَا

Artinya: “ Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan, dan Engkau adalah pengawas dalam menjaga keluarga, harta, anak, dan teman-teman. Selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon pada-Mu kebaikan, ketakwaan dan amal baik yang engkau ridhai. Ya Allah, dekatkan dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, harta serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-Mu dan menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad Saw. Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, cuaca yang menyedihakan dan pemandangan yang buruk dalam keluarga, harta, anak dan teman. Ya Allah jadikanlah kami dan mereka dalam penjagaanmu, jangan cabut dari kami dan mereka nikmat dan kesehatan.”

Doa Sebelum Berangkat Umroh

Adapun, doa berangkat haji dan umroh yang lainnya ketika mau persiapan pergi meninggalkan rumah. inilah doa sebelum sebelum berangkat umroh,:

         أَوْ أُظْلِمَ أَوْ أَظْلَمَ أَوْ أُزِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ ضِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَنْ بِكَ أَعُوْذُ رَبِّ بِاللهِ إِلَّا قُوَّةَ وَلاَ حَوْلَ وَلَا اللهِ عَلَي تَوَكَّلْتُ اللهِ بِسْمِ

  أَجْهَلَ سخطك اتقاء خرجت بل مسعة ولا رياء ولا بطرا ولا أخرج شرا لا نياللهم عَلَيّ يُجْهَلَ أَوْ أَجْهَلَ

                                              لقائك إلوشوقا نبيك سنة واتباع فرضك وقضاء مرضاتك وابتغاء

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah wa la haula wa la quwwata illa billahi. Rabbi a’udzubika an udlilla au udlilla au azilla au uzilla au adhlama au udhlima au ajhala au yujhila ‘alayya. Allahumma inni la ahraja syirron, wa la bathuran, wa la riya’an, wa la masa’ah bal harajtu ittiqo’i sakhothuka, wa ibtighoi mardlotika, wa qodloi fardlotika, wa ittiba’i sunnati nabiyyuka, wa syauqon ila liqoika.

Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan yang menyesatkan, dari tergelincir dan yang digelincirkan, dari perbuatan dzalim dan didzalimi atau mengganggu dan diganggu. Ya Allah aku keluar bukan untuk kejelekan tidak pula terburu-buru, tidak karena riya dan pamer, tapi aku keluar untuk menjauhi amarah-Mu dan mengharap keridhaan-Mu, dan untuk menunaikan Engkau wajibkan, dan mengikuti sunah nabi-Mu, dan karena kerinduan ingin bertemu dengan-Mu”

Nah, itulah pembahasan bacaan doa berangkat haji dan umroh bahasa arab dan artinya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Bacaan Doa Agar Bisa Umroh Secepatnya Tahun Ini

Siapa yang tidak mau umroh, semua orang pasti ingin umroh. Namun, terlepas dari itu, melaksanakan umroh tentu harus memenuhi persyaratannya. Dimana, salah satu syarat agar bisa berangkat umroh yaitu mampu dalam finansial dan juga fisiknya. Bagi umat muslim yang kurang mampu tentu tidak takut ngga bisa berangkat haji dikarenakan semua hanya milik Allah SWT. Maka jika Allah SWT bekehendak tentu semuanya pasti terjadi bisa menunaikan ibadah umroh. Penasaran? Yuk, simak pembahasan bacaan doa agar bisa umroh secepatnya tahun ini.

Doa Agar Bisa Umroh

Doa agar bisa umroh merupakan salah satu bacaan terbaik yang bisa dibacakan oleh umat islam apabila ingin berangkat umroh secepatnya. Banyak sekali kumpulan doa-doa umroh yang telah tersedia di toko buku maupun internet agar bisa dipelajari oleh umat muslim. Maka tak heran jika ada beberapa situs tentang haji dan umroh memiliki banyak pengunjung setiap harinya. Hal ini tentu menandakan bahwa umat islam masih mencari informasi tentang umroh sebagai pengetahuan didalam ilmu agama. Selain itu, kemungkinan besar para jamaah yang mau berangkat umroh selalu mencari doa-doa umroh.

Dalam mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan ibadah umroh kini sangat mudah dilakukan. Dimana, pesawat penerbangan menuju kota Makkah kondisinya sangat lancar. Maka para jamaah akan lebih nyaman dana man selama perjalanan menuju Masjidil Haram. Walaupun, proses pemberangkatan ke Makkah membutuhkan waktu yang cukup lumayan lama, tetapi semua itu dapat terbayarkan dengan menjalankan semua kegiatan umroh atau melihat Ka’bah secara langsung.

Bacaan Doa Agar Bisa Umroh

Berikut ini, bacaan doa agar bisa umroh yang bisa diamalkan oleh umat muslim, yaitu:

                                                                                                                   وَرَسُوْلِكَ عَظَّمِالْمُبَيْتِكَ زِيَارَةَ ارْزُقْنَا اللّٰهُمَّ

                                                                                                         الْحَالِ بِاَحْسَنِ عَامِ كُلِّ وَفِي الْعَامِ هٰذَا فِي الْمُكَرَّمِ

                                                                                                              الرَّاحِمِيْنَ اَرْحَمَ يَا رَحِيْمُ يَا رَحْمٰنُ يَا كَرِيْمُ يَا

Allahummrzuqnaa ziyaarota baitikal muaddzom warosuulikal,

Mukarrom, fii haadzal aam, wafii kulli aam bi ahsanil haal,

Ya Kariim, Ya Rohmaan, Ya Rahiim, Ya Arhamar Roohimiin.

Artinya: “Ya Allah berikan kami rizki agar bisa mengunjungi RumahMu yang Agung, dan RasulMu yang mulia, di tahun ini dan di setiap tahun dengan keadaan yang paling baik, Wahai Dzat yang Maha Pengasih  dan Wahai Dzat yang Maha Penyayang. Wahai Sebaik-baik Dzat yang Memberikan Kasih Sayang.”

Doa seperti diatas memiliki keutamaan yang sangat baik dan bisa amalkan kapan saja. Semoga dengan berdoa kepada Allah SWT, semoga hajat dan cita-cita dapat terkabul. Disamping itu, jangan lupa Anda harus ikhtiar bekerja keras mengumpulkan uang untuk mempersiapkan pendafartaran dan juga bekal selama menunaikan ibadah umroh.

Doa Dimudahkan ke Baitullah

Selain bacaan doa agar bisa umroh diatas, ada beberapa doa lainnya yang bisa diamalkan bagi umat muslim. Berikut ini, doa dimudahkan ke baitullah, yaitu:

                                                                                                                            الشَّرِيْفَيْنِ رَمَيْنِالْحَزِيَارَةَ رْزُقْنَا اللّٰهُمَّ

Allahummar Zuqna Ziyaarotal Haromain AsSyarifain

Artinya: “Ya Allah berikan kami rizki untuk bisa mengunjungi dua tanah haram yang mulia keduanya.”

Bagi Anda yang ingin berangkat umroh tetapi belum memiliki finansial untuk bekalnya, maka anda tidak perlu sedih. Anda harus terus berusaha dan berdoa agar Allah SWT mengabulkan semua doa apa yang Anda harapkan.

Doa Berangkat Umroh

Setelah membahas soal doa agar bisa umroh, selanjutnya kita juga harus hafal doa lainnya, seperti doa berangkat umroh:

         أَوْ أُظْلِمَ أَوْ أَظْلَمَ أَوْ أُزِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ ضِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَنْ بِكَ أَعُوْذُ رَبِّ بِاللهِ إِلَّا قُوَّةَ وَلاَ حَوْلَ وَلَا اللهِ عَلَي تَوَكَّلْتُ اللهِ بِسْمِ

  أَجْهَلَ سخطك اتقاء خرجت بل مسعة ولا رياء ولا بطرا ولا أخرج شرا لا نياللهم عَلَيّ يُجْهَلَ أَوْ أَجْهَلَ

                                              لقائك إلوشوقا نبيك سنة واتباع فرضك وقضاء مرضاتك وابتغاء

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah wa la haula wa la quwwata illa billahi. Rabbi a’udzubika an udlilla au udlilla au azilla au uzilla au adhlama au udhlima au ajhala au yujhila ‘alayya. Allahumma inni la ahraja syirron, wa la bathuran, wa la riya’an, wa la masa’ah bal harajtu ittiqo’i sakhothuka, wa ibtighoi mardlotika, wa qodloi fardlotika, wa ittiba’i sunnati nabiyyuka, wa syauqon ila liqoika.

Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan yang menyesatkan, dari tergelincir dan yang digelincirkan, dari perbuatan dzalim dan didzalimi atau mengganggu dan diganggu. Ya Allah aku keluar bukan untuk kejelekan tidak pula terburu-buru, tidak karena riya dan pamer, tapi aku keluar untuk menjauhi amarah-Mu dan mengharap keridhaan-Mu, dan untuk menunaikan Engkau wajibkan, dan mengikuti sunah nabi-Mu, dan karena kerinduan ingin bertemu dengan-Mu”

Nah, itulah pembahasan bacaan doa agar bisa umroh secepatnya tahun ini yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Apa Saja Syarat Wajib Haji dan Umroh? Ini Penjelasannya Secara Lengkap

Masjidil Haram memang kerap dijadikan sebagai tempat ibadah melaksanakan rukun islam ke lima yang dikerjakan oleh umat islam di seluruh dunia. Setiap tahun, Masjidil Haram tak lepas dari keramaian para jamaah dari berbagai negara yang sedang melaksanakan haji. Begitun pun hari-hari biasa, banyak juga jamaah yang sedang melaksanakan ibadah umroh. Nah, bagi Anda yang memiliki rencana untuk pergi ke baitullah untuk mengerjakan kedua ibadah tersebut maka harus paham wajib dan sahnya terlebih dahulu. Yuk, simak pembahasan apa saja syarat wajib haji dan umroh? ini penjelasannya secara lengkap.

Syarat Wajib Haji dan Umroh

Syarat wajib haji dan umroh merupakan salah satu ketentuan islam yang wajib ditaati oleh umat islam dalam menjalankan ibadah di Masjidil Haram. Kedua ibadah tersebut tentunya telah banyak dikerjakan oleh umat muslim dikarenakan sebuah kewajibkan dari Allah SWT. Maka tak heran jika haji maupun umrah telah menjadi satu satu ibadah yang paling utama. Dimana, banyak sekali umat muslim dari seluruh dunia telah menjalankan haji dan umrah yang merupakan ibadah dengan mengikuti beragam kegiatan sesuai dengan rangkaian yang telah ditentukan didalam rukun islam itu sendiri.

Untuk mengunjungi Masjidil Haram sendiri kini sangat mudah dilalui. Pasalnya, akses penerbangan dalam pemberangkatan ibadah haji maupun rumah dapat berjalan dengan lancar. Sehingga para jamaah akan lebih aman dan nyaman selama perjalan menuju Makkah. Walaupun, proses pemberangkatan membutuhkan waktu tidak sebentar dan harus melakukan menyiapkan persyaratan perjalanan yang wajib dimiliki oleh para jamaah, seperti paspor dan sebagainya.

Apa Saja Syarat Wajib Haji dan Umroh

Berikut ini, apa saja syarat wajib haji dan umroh yang harus dilaksanakan bagi umat islam untuk beribadah kepada Allah SWT, diantaranya:

Beragama Islam

Syarat wajib haji dan umroh pertama yang bisa dikerjakan oleh umat beragama islam. Dimana, orang yang memeluk agama islam bisa beribadah di tanah suci dengan mengerjakan berbagai macam kegiatan ibadah sesuai tuntutannya, selain daripada rukun islam itu sendiri.

Telah Baligh

Umat islam yang telah baligh boleh mengerjakan ibadah tawaf maupun sai di baitullah. Karena itu bagian dari syarat wajib haji dan umroh yang patut diketahui. Ciri-ciri orang yang sudah baligh, dimana seorang laki-laki yang sudah mimpi basah, sedangkan perempuan telah haid. Akan tetapi, ketika para orangtua membawa anaknya dibawah umur ikut ibadah haji maka tetap sah namun tidak termasuk pada bagian dari rukun islam.

Berakal Sehat

Adapun, syarat wajib haji dan umroh selanjutnya adalah berakal sehat. Bagi umat muslim yang berakal sehat tidak mengalami gangguan jiwa boleh melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dan juga bisa ikut kegiatan rangkaian kedua ibadah tersebut.

Merdeka

Syarat wajib haji dan umroh selain daripada berakal sehat yaitu merdeka. Adanya syarat satu ini karena pada jaman dahulu masih banyak orang yang dijadikan perbudak oleh para tuannya untuk dikerjakan sebagai seperti pembantu. Namun, apabila orang perbudak telah dimerdekakan, maka bisa dibolehkan ibadah di tanah suci.

Mampu

Umat islam yang sudah mampu dalam finansial maupun fisik maka diwajibkan mengerjakan haji ataupun umroh. Karena itu merupakan syarat wajib haji dan umroh yang menjadi ketentuannya. Maksud dari pada finansial disini adalah bekal untuk keluarga yang ditinggalkan dan juga perjalanan selama akan mengerjakan kedua ibadah tersebut.

Mahram

Bagi wanita yang beraga islam ketika ingin berangkat ibadah umroh maupun haji, maka harus didamping oleh mahramnya. Mengapa? Sebab, syarat wajib haji dan umroh untuk perempuan yaitu didamping oleh mahram, seperti suami, anak, kakak mapun adik kandung atau bahkan orangtuanya. Namun, apabila tidak ada mahram, maka boleh ditemani oleh sahabat perempuannya.

Sah Syarat Haji dan Umroh

Selain daripada wajib, umat islam yang ingin beribadah di Baitullah ketika umroh maupun haji tentu harus mengetahui pedoman didalam kegiatan daripada ibadah itu sendiri. Berikut ini, sah syarat haji dan umroh, diantaranya:

Tempat

Tempat untuk melaksanakan kegiatan ibadah haji dan umroh berada di Tanah Suci. Beberapa rangkain kegiatan yang harus dikerjakan, diantaranya:

Tawaf di Masjidil Haram dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran

Melaksanakan ibadah sa’I dari bukit shafa ke marwah

Wukuf di Padang Arafah

Melempar Jumroh di Jamarat

Mabit di Muzdalifah dan Mina

Tahalul untuk mencukur rambut di Makkah

Waktu

Adapun, waktu melaksanakan ibadah haji dan umroh tentu sangat berbeda. Dimana, waktu khusus bagi haji tentu tidak sembarangan dan harus tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah yang sering disebut dengan miqat zamani. Sedangkan waktu untuk umroh bisa dikerjakan sepanjang tahun. Akan tetapi, waktu umroh paling bagus adalah di bulan Ramadhan.

Ketika ada salah satu jamaah perempuan memiliki udzur saat melaksakan ibadah haji maupun umrah dikarenakan mensturasi maka mereka boleh tidak melanjutkan kegiatan tawaf setelah mensturasi itu selesai.

Nah, itulah pembahasan apa saja syarat wajib haji dan umroh? ini penjelasannya secara lengkap dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Apa Bedanya Umroh dan Haji? Penjelasan Secara Hukum, Rukun dan Waktu

Mengutip banyaknya pertanyaan, apa perbedaan antara ibadah haji dan umroh? Jawabanya hampir sama dengan judul yang disampaikan “apa bedanya umroh dan haji? Penjelasan secara hukum, rukun dan waktu pelaksanan”. Setiap menjalankan ibadah haji maupun umroh tentu masing-masing memiliki ketentuan yang berbeda dalam pelaksanaannya. Dimana, kegiatan ibadah ini menjadi landasan berdoa dan rasa cinta kepada Allah SWT yang menjadi kewajiban umat islam harus mengerjakannya supaya berjalan dengan lancar.

Apa Bedanya Umroh dan Haji

Secara umum, haji dan umrah adalah melaksanakan ibadah kepada Allah SWT bagi umat muslim hanya bisa kerjakan di Baitullah. Umat islam di seluruh dunia yang sudah mampu dalam finansial maupun fisik lebih tentu dapat berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan haji ataupun umroh. Yang mana, haji adalah salah satu rukun islam ke lima wajib dikerjakan oleh seluruh umat islam yang sesuai dengan ketentuannya. Lantas, apa bedanya umroh dana haji?

Dalam menjalankan ibadah umroh maupun haji tentu terdapat beberapa perbedaan dalam pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukannya. Sehingga jamaah dapat mengetahui doa-doa apa saja yang harus dibacakan ketika melaksanakan umroh atau haji.

Jelaskan Apa Bedanya Umroh dan Haji

Walaupun pelaksanaannya sama, namun hukumnya berbeda. Berikut ini, jelaskan apa bedanya umroh dan haji yang patut diketahui, diantaranya:

Hukum

Apa bedanya umroh dan haji yang pertama adalah dari segi hukum. Dimana, rukun islam yang ke-5 adalah haji. Ini adalah kewajiban bagi umat islam yang sudah mampu harus menunaikan ibadah rukun islam terserbut.

Allah SWT telah berfirman didalam surat Ali’Imran ayat 97:

إِلَيْهِ سْتَطَاعَٱمَنِ لْبَيْتِ ٱحِجُّ لنَّاسِٱعَلَى وَلِلَّهِ  ۗءَامِنًا كَانَ دَخَلَهُ وَمَن ۖإِبْرَٰهِيمَ مَّقَامُ بَيِّنَٰتٌ ءَايَٰتٌۢ بَفِيهِ

عَٰلَمِينَٱعَنِ غَنِىٌّ للَّهَٱفَإِنَّ كَفَرَ وَمَن ۚسَبِيلًا

Artinya: ”Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dia (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke kesana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Selain Al-quran, penjelasan tentang ibadah haji juga terdapat dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad menyatakan bahwa pelaksanaan ibadah haji dapat dilaksanakan satu tahun sekali. Namun, ketika mau berangkat ibadah haji kembali maka hukumnya Sunnah. Sedangkan hukum dalam menunaikan umroh memang terdapat pendapat yang berbeda dari para ulama. Jadi, hukum umroh menjadi perbedaan dengan hukum pelaksanaan haji.

Adapun, penjelasan tentang haji dan juga umroh yang telah dijelaskan dalam Al-quran surat Al-baqarah ayat 196.

الْهَدْيُ يَبْلُغَ حَتّٰى رُءُوْسَكُمْ تَحْلِقُوْا وَلَا الْهَدْيِۚ مِنَ اسْتَيْسَرَ فَمَا اُحْصِرْتُمْ فَاِنْ ۗلِلّٰهِ وَالْعُمْرَةَ الْحَجَّ وَاَتِمُّوا

ۗاَمِنْتُمْ فَاِذَآ ۚ نُسُكٍ صَدَقَةٍ اَوْ مٍ صِيَ  مِّنْ فَفِدْيَةٌ رَّأْسِهٖ مِّنْ اَذًى بِهٖٓ اَوْ مَّرِيْضًا مِنْكُمْ كَانَ فَمَنْ ۗ مَحِلَّهٗ

اِذَا وَسَبْعَةٍ الْحَجِّ فِى اَيَّامٍ ثَلٰثَةِ فَصِيَامُ يَجِدْ لَّمْ فَمَنْ الْهَدْيِۚ مِنَ اسْتَيْسَرَ فَمَا الْحَجِّ اِلَى بِالْعُمْرَةِ تَمَتَّعَ فَمَنْ

اللّٰهَ اَنَّ وَاعْلَمُوْٓ اللّٰهَ وَاتَّقُوا ۗالْحَرَامِ الْمَسْجِدِ حَاضِرِى اَهْلُهٗ يَكُنْ لَّمْ لِمَنْ لِكَ ذٰۗكَامِلَةٌ عَشَرَةٌ تِلْكَ ۗرَجَعْتُمْ

ࣖ الْعِقَابِ شَدِيْدُ

Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuhmu), maka (sembelihlah) hewan yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hewan sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka di wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umroh sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hewan yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar masjidil haram,. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.

Rukun

Selain hukum, apa bedanya umroh dan haji berikutnya didalam kegiatan yang akan dapat dilakukannya yaitu rukun, seperti:

Haji

Rukun haji, diantaranya:

Ihram

Wukuf

Tawaf

Sa’i

Tahallul

Tertib

Umroh

Sedangkan rukun umroh, yaitu:

Ihram

Tawaf

Sa’i

Tahallul

Jadi, para jamaah ketika ingin ibadah umroh maka tidak akan melaksanakan kegiatan wukuf di arafah dikarenakan tidak ada didalam rukunnya. Sedangkan ibadah haji, tentu jamaah harus mengerjakan wukuf dengan melakukan beragam kegiatan yang sudah ditentukan.

Waktu Pelaksanaan

Adapun, apa bedanya umroh dan haji berikutnya adalah waktu pelaksanaan. Dimana, mengerjakan haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan dzulhijjah atau lebih dikenal sering disebut bulan haji atau hari raya idul adha. Jadi, pelaksanaan haji hanya bisa ditunaikan setahun sekali yang sesuai dengan syara.

Sedangkan waktu pelaksanaan umroh tidak ada batasannya. Semua umat muslim yang mampu dan fisik kuat bisa melaksanakan umroh kapan saja. Kekuatan fisik menjadi hal penting disaat mengerjakan haji maupun umroh. Yang mana, proses pelaksanaan haji tentu membutuhkan waktu sangat panjang dari pada umroh. Hal ini jamaah harus siap kondisi fisiknya agar dapat mengerjakan semua kegiatan ibadah dari awal sampai akhir dan menjadi haji atau umroh yang mambrur.

Nah, itulah pembahasan apa bedanya umroh dan haji? Penjelasan secara hukum, rukun dan waktu yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

10 Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah Yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Umroh sering disebut kunjungan perjalanan berziarah ke tanah suci yang ditandai dengan melakukan beberapa kegiatan ibadah seperti haji. Maka dari itu, tak heran apabila umroh sering disebut haji kecil. Yuk, simak pembahasan 10 tata cara umroh sesuai Sunnah yang dianjurkan rasulullah SAW secara lengkap.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa umroh itu merupakan bagian rangkaian ibadah yang diwajibkan kepada umat muslim. Pelaksanaan ibadah umroh dapat ditentukan sesuai rukun-rukun sebagaimana mestinya. Dalam menjalankan ibadah umroh, semua jamaah harus dalam keadaan suci jangan melakukan larangan yang telah ditentukan. Tujuan apa? Agar ibadah umroh yang telah disedakan menjadi sah dan semoga menjadi umroh yang mabrur.

Disamping itu, harus menunaikan kewajiban umroh mulai dari awal yaitu ihram sampai yang terakhir melaksanakan tahallul. Para pembimbing umroh dapat membantu para jamaah menjalankan kewajiban ibadah dengan cara mengukit rangkain-rangkain kegiatan, seperti ihram sampai tahallul.

Perbedaan umroh dan haji dapat ditentukan dari segi waktu pelaksanaan, tidak ada wakuf, dan juga tempat pelaksanaannya.

Banyak sekali sunnah umroh yang dapat jamaah lakukan untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT di Baitullah pada saat melaksanakan ibadah umroh. Memperbanyak amalan Sunnah tentu Allah SWT akan memberikan pahala yang tak terhingga kepada hamba-Nya. Apalagi berdoa atau beribadah di tanah suci sangat mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Maka dari itu, dengan adanya haji dan umroh tentu umat islam bisa berbondong-bondong melaksanakan kedua ibadah tersebut.

Selama di masjidil haram tentu banyak amalan Sunnah yang bisa jamaah kerjakan supaya ibadah umroh lebih sempurna dan mendapatkan ridha Allah SWT. Disamping itu, tentu menjadikan sebuah moment yang sangat berharga dikarenakan entah kapan lagi bisa beribadah di tanah suci.

Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

Ada beberapa urutan dalam melaksanakan ibadah umroh yang harus dijalankan oleh jamaah. Beriku ini, adalah tata cara umroh sesuai Sunnah, yaitu:

Keadaan Suci

Tata cara umroh sesuai Sunnah yang pertama adalah keadaan suci. Ini artinya adalah sebelum waktu menjalankan kegiatan umroh, jamah harus mandi terlebih dahulu. Bersih dari hadas besar dan kecil maupun junub tujuannya adalah supaya seluruh anggota badan harus dalam keadaa bersih alis suci.

Memakai Pakian Ihram Beserta Niat

Tata cara umroh sesuai Sunnah yang kedua adalah memakai pakaian ihram beserta niat. Setelah bersih keadaan suci, jamaah harus menggunakan pakaian ihram yang tidak dijahit. Dimana, jamaah laki-laki memakai 2 pakaian ihram dengan cara rida (menutup bagian pundak kiri secara menyilang) dan cara idhtiba menutup bagian bawah.

Sedangkan jamaah wanita memakai pakaian ihma harus menutup seluruh tubuh tanpa terkecuali wajah dan telapak tangan.

Membaca Talbiyah

Setelah membaca niat di miqat, tata cara umroh sesuai Sunnah yang kedua adalah membaca talbiyah. Maksudnya adalah jamaah bisa membaca talbiyah pada saat akan menjalankan ibadah umroh ke Baitullah.

Adapapun do’a bacaan talbiyah ini, yaitu:

Memasuki Masjidil Haram

Tata cara umroh sesuai Sunnah yang keempat adalah memasuki masjidil haram. Setelah membaca talbiyah selama perjalanan menuju Baitullah, jamaah harus membaca doa masjid terlebih dahulu.

Kemudian, apabila kondisi sangat kondusip, jamaah harus mendekati, mengusap serta mencium hajar aswad sambil berdoa.

Melaksanakan Tawaf

Tata cara umroh sesuai sunnah yang kelima adalah melaksanakan tawaf. Setelah menciup batu hajar aswad, jamaah melanjutkan melaksanakan tawaf sebanyak 7 putaran. Dalam melaksanakan ibadah tawaf, jamaah disunnahkan untuk jalan cepat selama 3 putaran dan jalan lambat selama 4 putaran.

Melasanakan Shalat di Depan Makam Nabi Ibrahim

Melaksanakan shalat di depan makam nabi Ibrahim merupakan salah satu tata cara umroh sesuai sunnah yang dijalankan bagi umat muslim. Para jamaah umroh melaksanakan shalat 2 rakaat dengan membaca surat Al-Kafirun di rakaat pertama. Sedangkan rakaat kedua membaca surat Al-Ikhas.

Minum Air Zam-ZAM

Tata cara umroh sesuai sunnah yang ketujuh adalah minum air zam-zam sambil istirahat. Setelah kita melaksanakan tawaf, jamaah bisa beristirahat sebentar sambil minum air zam-zam yang ada di area Masjidil Haram. Pada saat mau minum air zam-zam jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Semoga Allah SWT mengabulkan do’a kita semua.

Menjalankan Sa’i

Tata cara umroh sesuai sunnah yang kedelapan adalah menjalankan sa’i. Setelah melaksanakan tawaf, jamaah akan melanjutkan kegiatan umroh berikutnya yaitu sa’i. Dimana, jamaah umroh akan melaksanakan sa’i dengan berjalan dari bukit marwah ke marwah sebanyak tujuh putaran.

Adapun do’a bacaan Shafa dan Marwah adalah:

Melaksanakan Tahallul

Tata cara umroh sesuai sunnah yang kesembilan adalah melaksanakan tahallul. Ini merupakan salah satu kegiatan ibadah umroh yang terakhir dengan melaksanakan potong atau mencukur rambut. Beberapa pendapat mengatakan bahwa mencukur rambut minimal tiga helai. Atau bisa juda potong rambut secara gundul.

Jadi, itulah pembahasan tata cara umroh sesuai sunnah yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.