Didalam melakukan tayamum dapat membantu untuk mengerjakan sholat ketika tidak mendapatkan air yang bersih. Ketika anda ingin melakukan wudhu tetapi tidak menemukan air bersih maka bisa dilakukan dengan cara bertayamum. Lantas, bagaimana pelaksanaan dalam melakukan tayamum tersebut? Yuk, simak pembahasan tata cara melakukan tayamum dengan benar beserta bacaan doa niatnya.

Baca Juga: Niat Tayamum Orang Sakit, Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Cara Melakukan Tayamum

Cara Melakukan Tayamum

Cara melakukan tayamum menjadikan proses dalam membersihkan diri dari hadats kecil maupun najis yang dilakukan dengan tanah atau debu. Hal ini tentunya umat muslim dapat mengerjakan ibadah sholat atas kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT apabila tidak mendapatkan air bersih.

Beberapa ketentuan yang boleh melakukan tayamum diantaranya seorang muslim yang sedang sakit atau berada dalam perjalanan jauh ketika mau mengerjakan sholat. Disamping itu, tentu umat muslim dapat beribadah kepada Allah SWT dan tidak akan meninggalkan sholat wajib.

Tata Cara Melakukan Tayamum

Tata Cara Melakukan tayamum Dengan Benar Beserta Bacaan Doa Niatnya

Berikut ini, tata cara melakukan tayamum dengan benar yang bisa anda lakukan baik di kereta, kapal, bus dan tembok, yaitu:

Siapkan Debu

Tata cara melakukan tayamum yang pertama adalah siapkan debu. Anda bisa menyiapakn debu yang bersih baik dari tembok atau lainnya.

Menghadap Kiblat

Tata cara melakukan tayamum setelah menyiapkan tanah debu yaitu menghadap kiblat sambil mengucapkan basmalah dan meletekan kedua telapak tangan pada jendela atau lainnya dengan posisi semua jari tangan dirapatkan.

Membaca Niat

Tata cara melakukan tayamum ketika sudah mendapatkan debu yang bersih adalah membaca niat, kemudian usapkan kedua telapak tangan tersebut ke seluruh wajah secara merata sambil membaca niat tayamum.

Mengusap Tangan Kanan dan Kiri

Tata cara melakukan tayamum habis membaca niat dan mengusap wajah dilanjutkan meletakan kedua telapak tangan kebagian tempat lainnya untuk mengambil debu yang bersih. Lalu, usapkan ke bagian tangan kanan dan kiri.

Mengusap Jari-Jari

Tata cara melakukan tayamum yang terakhir adalah mengusap jari-jari dengan mempertemukan kedua telapak tangan dan diakhiri dengan membaca doa.

Baca Juga: Bacaan Niat Tayamum Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Doa Setelah Selesai Tayamum

Bacaan Doa Setelah Selesai Tayamum

Adapun, lafadz bacaan doa setelah selesai tayamum yang dapat dibacakan setelah hafal cara melakukan tayamum, yaitu:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ

الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Latin: “Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alni minat tawwaabiina, waj’alni minal mutatohhirina, waj’alni min ‘ibaadikas sholihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika astagfiruka wa atuubu ilaika”.

Artinya: “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.”

Ketentuan Cara Melakukan Tayamum

Beberapa ketentuan cara melakukan tayamum yang harus diketahui bagi umat muslim, yaitu:

Sulit menemukan air

Ketentuan cara melakukan tayamum yang pertama adalah ketika sulit menemukan air pada saat musim tidak hujan alias kemarau. Selain itu, orang yang dapat melakukan tayamum ketika berada dalam perjalanan yang sangat jauh dan tidak mendapatkan sumber air. Kemudian, seseorang yang dalam keadaan sakit dapat melakukan tayamum apabila tidak kuat dengan air. Begitupun, pada saat berada didalam sebuah gunung dengan udara yang sangat sejuk dan tidak mendapatkan sumber air.

Debu Suci

Debu suci merupakan bagian dari ketentuan cara melakukan tayamum. Artinya, ketika seseorang ingin sholat dan tidak ada sumber air, maka boleh dilakukan tayamum dengan tanah debu yang bersih dari najis atau terkena campuran kotoran hewan maupun lainnya. Selain itu, tidak boleh menggunakan tanah bersih yang sudah dipakai kemudian digunakan kembali. Hindari penggunaan tanah debu yang masih dalam keadaan basah ataupun terkena campuran bahan kimia lainnya.

Dilakukan pada Waktu Sholat

Adapun, ketentuan cara melakukan  tayaman hanya boleh dilakukan pada waktu sholat saja. Apabila anda ingin mengerjakan tayamum untuk membersihkan dari dari kotoran maupun najis maka kondisi seperti ini tidak dianjurkan. Terkecuali apabila kondisi pada saat itu keadaannya tidak memungkinan dalam melakukan hal tertentu.

Tayamum untuk Satu Kali Sholat Fardhu

Ketentuan cara melakukan tayamum boleh dilakukan tayamum untuk satu kali sholat fardhu. Artinya, pada saat anda telah melakukan tayamum untuk mengerjakan sholat. Maka ketika untuk mengerjakan sholat lainnya, harus dilakukan tayamum lagi apabila masih tidak mendapatkan air.

Paham Rukun Tayamum

Ketentuan cara melakukan tayamum yang terakhir adalah harus paham rukun tayamum itu sendiri. Dimana, rukun tayamum terdapat 6 perkara, yaitu membaca niat, mengusap wajah, mengusap kedua tangan dan tertib. Rukun tayamum tersebut tentu sangat berbeda dengan rukun wudhu yang sebagaimana mesti dilakukannya.

Nah, itulah pembahasan tata cara melakukan tayamum dengan benar beserta bacaan doa niatnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Doa Sebelum Tayamum Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

 

Selain Masjid Nabawi, di Madinah terdapat pula sebuah masjid yang didirikan atau dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Dimana, masjid tersebut diberi nama Masjid Quba. Mungkin jamaah yang sudah berangkat umroh maupun haji pasti pernah berkunjung ke masjid tersebut. Arsitektur bangunan masjid yang sangat megah dan elegan membuat pengunjung menjadi takjub. Penasaran dengan Masjid Quba? Yuk, simak pembahasan sejarah masjid Quba Madinah, keutamaan dan keistimewaannya yang memiliki banyak pahala ketika beribadah di masjid tersebut.

Sejarah masjid Quba adalah masjid tertua di dunia didalam sejarah perkembangan islam yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 622 M setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah. Hal yang harus ketahui dari Masjid Quba dan Madinah yaitu ketika Rasulullah SAW melakukan hijrah perjalanan dari Mekkah ke Madinah dengan menunggani unta kemudian berhenti tiba-tiba. Lalu, Nabi Muhammad SAW membangun masjid di pemukiman tersebut untuk tempat beribadah kepada Allah SWT.

Hingga sampai sekarang masjid quba masih ada dan selalu dimanfaatkan oleh umat muslim untuk tempat beribadah. Jadi, Masjid Quba ini dibangun di Madinah tepatnya berada di kawasan selatan dari Masjid Nabawi. Masjis tersebut terjadi mengalami renovasi demi keutuhan dan tetap selalu bertahan. Beberapa zaman yang telah menerovasi masjid quba, seperti pada zaman Umar bin Abdul Aziz, Ustman bin Affan, hingga masa sultan Abdul Majid II Daulah Utsmaniyah.

Masjid Quba Madinah

Masjid Quba Madinah

Masjid quba Madinah menjadi pembahasan kali ini. Yang dimaksud dengan arti quba adalah sebuah perkampungan yang berada di kota Madinah, Arab Saudi. Nama lain dari masjid quba sering disebut juga dengan masjid Kubah paling terkenal setelah Masjid Nabawi yang dibangun atau didirikan masih pertama oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Alasan dinamakan Masjid Quba dikarenakan Rasulullah SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah beristirahat di perkampungan Quba atau lebih dikenal pemukiman Bani Amru bin Auf dan didirikan diatas tanah sekitar 1.200 meter persegi. Jadi, pemilik Masjid Quba adalah keluarga dari Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amru bin Auf.

Ukuran luas Masjid Quba berkisar 135.000 meter persegi dilengkapi 3 pintu utama yang sangat besar dan 16 pintu tambahan terdiri dari dua lantai serta luas utama ruang shalat sekitar 5.035 meter persegi. Masjid Quba tentu tidak sama dengan Masjid Nabawi dengan memiliki riwayat sejarah yang berbeda. Namun, Masjid Quba dan Masjid Nabawi itu sama didirikan atau dibangun oleh Nabi Muhammad SAW pada masa itu.

Sejarah Masjid Quba Madinah

Sejarah Masjid Quba Madinah, Keutamaan dan Keistimewaannya

Sejarah Masjid Quba Madinah dalam beberapa riwayat Nabi Muhammad SAW membangun Masjid Quba pertama di Madinah. Lokasi atau letak masjid quba sendiri berada di kawasan perkampungan Quba atau sekitar 6 km ke kota Madinah. Allah SAW memerintahkan Rasulullah SAW untuk segera pindah ke Madinah untuk menghindari kezoliman dari kaum kafir quraisy. Kemudian, Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, namun selama perjalanan tiba-tiba unta yang ditungganginya berhenti. Setelah itu, Rasulullah SAW membangun sebuah masjid yang diberinama Masjid Quba pada tanggal 8 Rabiul Awal tahun 622 Masehi sebagai tempat beribadah.

Sebelum tiba di Madinah, sebetulnya Nabi Muhammad SAW pernah bersinggah di berbagai tempat disaat perjalanan, seperti Gua Jabal Tsur yang menjadi tempat persembunyian bersama Abu Bakar dikala kaum kafir quraisy melakukan pengejaran. Kemudian, melanjutkan perjalanan kembali hingga sampai di Madinah tepatnya pemukiman Quba. Disini, Rasulullah SAW tinggal selama 4 hari, lalu bangun Masjid atas dasar ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Allah SWT telah berfirman dalam At-Taubah ayat 108:

Artinya: “Sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah : 108).

Keistimewaan dan Keutamaan Masjid Quba Madinah

Keistimewaan dan Keutamaan Masjid Quba Madinah

Banyak sekali keutamaan shalat di Masjid Quba yang akan didapatkan oleh umat islam ketika telah melaksanakannya. Berikut ini, keistimewan dan keutamaan masjid quba Madinah, yaitu:

Mendapat Pahala

Keistimewaan dan keutamaan masjid Quba Madinah adalah akan mendapatkan pahala seperti ganjaran melaksanakan ibadah umroh. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi:

“Barang siapa yang bersuci dari rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba, lalu shalat dua rakaat maka baginya pahala sebagaimana ganjaran umrah.” (HR Tirmidzi).

Jadi, ketika jamaah sedang melaksanakan ibadah haji dan umroh bisa menyempatkan datang ke Masjid Quba untuk melaksanakan shalat 2 rakaat sebagaimana Rasulullah SAW telah melakukan hal tersebut pada masa itu. Dengan demikin, keutamaan masjid quba tentu memiliki banyak manfaat bagi umat islam agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Nah, itulah pembahasan sejarah masjid quba Madinah, keutamaan dan keistimewaannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.