Bulan Dzulhijjah menjadi bulan yang penuh dengan makna. Dimana, umat islam akan merayakan hari lebaran Idul Adha, menyembelih hewan qurban dan ibadah haji pada bulan Dzulhijjah. Disamping itu, terdapat pula anjuran puasa sunnah yang dapat dilaksanakan oleh umat muslim pada bulan Dzulhijjah tersebut, diantaranya puasa tarwiyah dan arafah. Lantas, apa saja fadilah dan keistimewaan melakukan puasa tersebut? Yuk, simak pembahasan 5 keutamaan puada dzulhijjah dan waktu pelaksanaannya.

Baca Juga: 6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha Sesuai Sunnah

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Sebelum membahas keutamaan puasa dzulhijjah, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang bulan Dzulhijjah, umat islam yang mendapat panggilan Allah SWT untuk berhaji, maka meraka akan melaksanakan ibadah haji di Baitullah. Sedangkan, umat muslim yang belum mendapatkan panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji, mereka akan merayakan lebaran Idul Adha di negara masing-masing. Selain itu, melaksanakan penyembelih hewan qurban bagi umat muslim yang memiliki niat dengan ikhlas.

Ada tiga puasa sunnah yang dapat dikerjakan pada bulan dzulhijjah, diantaranya puasa sunnah pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah, puasa tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dan diakhiri merayakan hari lebaran membaca takbir dan melaksanakan sholat idul adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.

5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah

5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Waktu Pelaksanaannya

Berikut ini, beberapa fadilah atau keutamaan puasa dzulhijjah yang akan didapatkan bagi orang yang menjalankannya, yaitu:

Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Keutamaan puasa dzulhijjah yang pertama adalah akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Apabila seorang muslim mengamalkan puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah tersebut, maka Allah SWT akan memberika ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits, :

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi)

Diampuni Dosa-Dosanya

Selain pahala, keutamaan puasa dzulhijjah bagi orang yang mengerjakan puasa sunnah arafah pada tangal 9 Dzulhijjah, maka akan diampuni dosa-dosanya selama dua tahun. Hal ini tentu sangat manfaat sekali bagi umat muslim yang menjalankannya.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist, :

Artinya, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Menurut beberapa sumber menyatakan bahwa hari arafah menjadi hari yang paling baik, dimana Allah SWT akan membebaskan hamba_nya dari api neraka.

Menahan Hawa Nafsu

Adapun, keutamaan puasa dzulhijjah yang berikutnya adalah dapat menjaga hawa nafsu yang dapat menimbulkan amarah maupun perilaku kurang baik. Dimana, seorang muslim yang sedang berpuasa, maka syaitan tidak akan mudah masuk kedalam tubuh orang tersebut karena terhalang oleh amalan puasa sunnah yang sedang dikerjakan.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا

فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا

إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا –

أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Latin : Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya.”

Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Keutamaan puasa dzulhijjah merupakan salah satu amalan ibadah sunnah yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim tentu harus mengikuti sunnah Rasulullah SAW tersebut.

Selain itu, mencari jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT selain menunaikan segala perintah-Nya dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

Baca Juga: 10 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bacaan Doa Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Niat Puasa Dzulhijjah

Niat Puasa Dzulhijjah

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat puasa dzulhijjah yang dapat dibaca setelah mengetahui segala keutamaan puasa dzulhijjah tersebut, yaitu:

Puasa Sunnah Tanggal 1 Sampai 7 Dzulhijjah

Bacaan doa niat puasa sunnah tanggal 1 sampai 7 dzulhijjah,:

Latin: “Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”

Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah

Bacaan doa niat puasa tarwiyah tanggal 8 dzulhijjah,:

Latin: “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Puasa Arafah Tanggal 8 Dzulhijjah

Bacaan doa niat puasa arafah tanggal 9 dzulhijjah,:

Latin: “Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”

Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah

Waktu pelaksanaan puasa dzuhijjah dilakukan pada tangal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Sedangkan, melakukan puasa sunnah tarwiyah dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Selain tiu, terdapat pula, puasa sunnah yang dapat dikerjakan, diantaranya puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh dan puasa daud. Akan tetapi, ada beberapa hari yang tidak boleh mengerjakan puasa yaitu mengerjakan puasa pada hari raya idul adha dan hari tasyrik yaitu dari tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Nah, itulah pembahasan 5 keutamaan puasa dzulhijjah dan waktu pelaksanaannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 8 Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa 100 % Ampuh

 

Pada bulan Dzulhijjah terdapat dua amalan puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim untuk dikerjakan. Nama kedua puasa sunnah bulan Dzulhijjah tersebut yaitu puasa tariyah dan puasa arafah. Waktu puasa tarwih dan arafah tentu sangat berbeda, tetapi sama-sama memiliki banyak keistimewaan yang akan didapatkan. Apa saja? Yuk, simak pembahasan 10 keutamaan puasa tarwiyah, bacaan doa niat bahasa arab, latin dan artinya.

Baa Juga: Bacaan Niat Puasa 1 Muharram Lengkap Bahasa Arab, Latin Beserta Artinya

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Sebelum membahas keutamaan puasa tarwiyah, sebagai umat muslim tentu harus pahami tentang puasa tersebut. Puasa tarwiyah adalah puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim yang harus dilaksanakan sebagai amal ibadah. Waktu pelaksanaan puasa tarwiyah dikerjakan atau dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah sebelum memasuki lebaran idul adha.

Imam Syafi’I menegaskan dalam buku kitabnya, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat-Nya untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah tarwiyah dan arafah pada tanggal 8 sampai 9 Dzulhijjah agar dapat ganjaran dari Allah SWT.

10 Keutamaan Puasa Tarwiyah

10 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bacaan Doa Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini, beberapa manfaat, keistimewaan, fadilah dan keutamaan puasa tarwiyah bagi umat muslim yang menjalankan, yaitu:

Amal Ibadah Yang Dicintai Allah SWT

Keutamaan puasa tarwiyah bagian pertama merupakan bagian dari amal ibadah yang dicintahi Allah SWT. Semua umat muslim tentu ingin dicintai oleh Allah SWT. Dengan begitu, kita harus melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nnya. Selain itu, mengamalkan amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist:

Artinya : “Tiada hari di mana amal sholeh, lebih dicintai Allah selain hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).’ Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi puasa satu tahun.”

Ibarat Puasa Setahun Penuh

Selain menjadi amal ibadah, keutamaan puasa tarwiyah yang selanjutnya yaitu ibarah puasa setahun penuh. Artinya, ketika seorang muslim melaksanakan ibadah puasa sunnah tarwiyah, maka mereka sedang menjalankan ibadah puasa seperti puasa satu tahun.

Penjelasannya keutamaan ini terdapat dalam sebuah hadist , Rasulullah SAW:

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti sebulan. Dan untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun,” (HR. Ali Al-Muhairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Menahan Hawa Nafsu

Adapun, keutamaan puasa tarwiyah yang berikutnya adalah dapat menjaga hawa nafsu yang dapat menimbulkan amarah maupun perilaku kurang baik. Dimana, seorang muslim yang sedang berpuasa, maka syaitan tidak akan mudah masuk kedalam tubuh orang tersebut karena terhalang oleh amalan puasa sunnah yang sedang dikerjakan.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا

فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا

إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا –

أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Latin : Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya.”

Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Keutamaan puasa tarwiyah merupakan salah satu amalan ibadah sunnah yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim tentu harus mengikuti sunnah Rasulullah SAW tersebut.

Selain itu, mencari jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT selain menunaikan segala perintah-Nya dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

Baca Juga: 10 Keutamaan Puasa Asyura yang Perlu Diketahui

Niat Puasa Tarwiyah

Niat Puasa Tarwiyah

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat puasa tarwiyah yang dapat dibacakan, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin : “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa”.

Artinya : Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah taalaa.

Setiap mengerjakan ibadah wajib maupun sunnah tentu harus disertai dengan niat. Salah satunya yaitu mengerjakan puasa sunnah tarwiyah pada bulan Dzulhijjah.

Nah, itulah pembahasan 10 keutamaan puasa tarwiyah, bacaan doa niat bahasa arab, latin dan artinya yang dapa kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Keutamaan Puasa Rajab Tanggal 1 Hingga 10 Bulan Rajab

 

Selesai menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan dilanjutkan merayakan hari kemenangan lebaran idul fitri. Kemudian, umat muslim dianjurkan untuk mengerjakan puasa di awal bulan syawal dilaksanakan sebanyak 1 minggu secara berurutan. Lantas, bagaimana jika menunaikan ibadah puasa syawal dengan tidak berurutan? Yuk, simak pembahasan bolehkah puasa syawal tidak berurutan? Mari kita simak pembahasannya.

Hukum melaksanakan puasa syawal adalah sunnah bagi umat islam yang tidak mempunyai tanggungan puasa wajib seperti puasa nazar maupun qadha puasa Ramadhan. Akan tetapi, bagi umat muslim yang memiliki tanggungan puasa wajib bulan Ramadhan karena sedang sakit maupun lainnya, maka hukum puasa syawal tersebut menjadi makruh.

Puasa syawal dapat dikerjakan selama 1 minggu secara berturut-turut dimulai 3 hari setelah hari lebaran idul fitri. Dengan demikian, orang yang menjalankan ibadah puasa sunnah syawal akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

Baca Juga: Bacaan Sholat Idul Fitri Saat Takbir 7 Kali Beserta Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan?

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan Mari Kita Simak Pembahasannya

Sebelum membahas pertanyaan tentang bolehkah puasa syawal tidak berurutan, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh umat islam. Dimana, puasa syawal sendiri merupakan salah satu puasa sunnah yang dapat dikerjakan pada awal bulan syawal selama 1 minggu secara berturut-turut.

Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan puasa syawal yang akan didapatkan bagi umat muslim yang telah menjalankannya sebagai penyempurna puasa wajib. Secara umum, puasa sunnah syawal dilakukan selam 7 hari berturut-turut. Akan tetapi, ketika seseorang mengerjakan puasa syawal tidak berurutan maka tetap akan mendapatkan keutamaan dan keistimewaannya.

Niat Puasa Syawal

Niat Puasa Syawal

Berikut ini, lafadz bacaan doa niat puasa syawal yang dapat dibacakan ketika ingin menjalankannya dan sudah mengetahui jawaban dari bolehkah puasa syawal tidak berurutan, yaitu:

Latin: “Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Keutamaan Puasa Syawal

Keutamaan Puasa Syawal

Sebagai berikut, beberapa keistimewaan dan keutamaan puasa syawal bagi orang yang melaksanakan dan sudah tahu pengetahuan tentang bolehkah puasa syawal tidak berurutan, diantaranya:

Mendekatkan Diri kepada Allah

Keutamaan puasa syawal yang pertama adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dimana, umat islam dianjurkan menunaikan ibadah puasa sunnah syawal selama 1 minggu berturut-turut agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah SWT. Apalagi, seseorang yang mengerjakan puasa maka bau mulut akan lebih harus dibandingkan minyak kasturi.

Bolehkah puasa syawal tidak berurutan masih menjadi pertanyaan bagi umat muslim yang masih belajar tentang agama islam. Adapun, hadits yang menjelaskan keutamaan puasa syawal seperti mendekatkan diri kepada Allah SWT, yaitu:

“Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu).” Kemudian, Rasulullah melanjutkan, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Tata Cara Sholat Ied Fitri Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Memperoleh Pahala yang Berlipat

Memperoleh pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT termasuk salah satu bagian dari keutamaan puasa syawal. Dimana, umat muslim yang melaksanakan puasa sunnah syawal selama 1 minggu secara berurutan maka Allah SWT akan memberikan pahala yang lebih banyak. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang menjelaskan pahala yang didapatkan bagi umat muslim yang melakukan puasa syawal,:

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idulfitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal).” (HR. Ibnu Majah).

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Selain bolehkah puasa syawal tidak berurutan, keutamaan puasa syawal yang berikutnya adalah dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dimana, selama menjalankan ibadah puasa, tentu seseorang itu akan menahan rasa lapar. Sehingga, sel yang ada didalam tubuh dapat memproduksi sel darah putih yang baru dengan memiliki manfaat mencegah terjadinya infeksi.

Menurut sebuah penelitian menyatakan bahwa sistem kekebalan tubuh yang meningkat akibat puasa dapat menghasilkan regenerasi sel darah putih yang menyeluruh didalam sistem kekebalan tersebut. Sehingga, kondisi seperti itu dapat menghindari dan melindungi serangan bakteri maupun virus yang akan masuk.

Mendapatkan Pahala Seperti Puasa Setahun

Adapun, keutamaan puasa syawal selanjutnya yaitu akan mendapatkan pahala seperti puasa setahun. Walaupun, bolehkah puasa syawal tidak berurutan, tetap Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda bagi orang yang menjalankan puasa sunnah syawal seperti puasa 12 bulan penu.

Rasulullah telah bersabda dalam sebuah hadits,:

“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama enam hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim)

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Seperti yang telah sampaikan diatas bolehkah puasa syawal tidak berurutan, keutamaan puasa syawal yang akan didapatkan yaitu menjaga kesehatan pencernaan. Dimana, setelah merayakan hari lebaran atau kemenangan idul fitri, tentu umat islam akan mengkonsumsi makanan yang sangat lezat bersama keluarga. Hal itu, tentu membuat sistem pencernaan terkadang bisa terganggu akibat kelebihan suatu makanan yang telah dikonsumsi.

Maka dari itu, dengan menunaikan ibadah puasa syawal dapat membantu menjaga kesehatan didalam sistem pencernaannya.

Nah, itulah pembahasan bolehkah puasa syawal tidak berurutan? Mari kita simak pembahasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Mandi Sholat Idul Fitri Dalam Bahasa Arab Beserta Tata Caranya