Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang sering dipertanyakan oleh umat muslim melalui sebuah plafrom maupun lainnya perihal hukum ngupil atau ngorek hidung dan terlinga saat puasa. Hal ini tentu sangat berarti bagi umat muslim yang sedang belajar tentang agama islam khususnya hukum dalam ibadah puasa. Seperti halnya apakah ngupil saat puasa dapat membatalkan puasa? Ini penjelasannya.

Baca Juga: Apakah Berbohong saat Berpuasa Mengakibatkan Puasa? Ini Penjelasannya

Ngupil Saat Puasa

Ngupil Saat Puasa

Sebelum membahas tentang hukum ngupil saat puasa, ada beberapa hal yang membatalkan puasa harus dihindari. Salah satu contoh yang dapat membatalkan puasa, selain makan dan minum tak lain memasukan sesuatu kedalam lubang tubuh, seperti mulut, hidung dan lubang lainnya.

Melakukan kebiasaan ngupil secara sadar memang hal umum terjadi. Namun, dengan melakukan ngupil saat puasa apakah bisa membatalkan puasanya? Mengetahui jawaban yang benar tentu lebih berarti bagi umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa agar lebih maksimal dan puasanya diterima oleh Allah SWT.

Hukum Ngupil Saat Puasa

Apakah Ngupil Saat Puasa Dapat Membatalkan Puasa Ini Penjelasannya

Perihal mengenai hukum ngupil saat puasa memang belum menemukan dalil yang menjelaskan hal itu dapat menyebabkan batal puasa. Melansir dari berbagai sumber juga belum melihat adanya dalil yang membahas hukum ngupil saat puasa itu sendiri. Akan tetapi, hukum yang membatalkan puasa memang sudah ada dalilnya, seperti makan dan minum siang hari, memasukan sesuatu kedalam lubang tubuh secara disengaja.

Seseorang yang sedang melaksanakan ibadah puasa wajib maupun sunnah akan batal puasanya ketika adanya benda yang masuk kedalam tubuh melalui lubang tertentu. Didalam fiqh, terdapat kata jauf yang memiliki arti adalah bagian tubuh dengan memiliki pangkal yang dapat masuk kedalam tubuh. Salah satu contoh bagian tubuh yang termasuk jauh, yaitu telinga, mulut, hidung. Dimana, didalam lubang jauh terdapat batasan yang dapat membatalkan puasa. Jadi, ketika benda yang masuk kedalam jauf lewat batas, maka puasa yang dijalaninya menjadi batal.

Jadi, ngupil saat puasa tidak dipastikan menjadi batal tetapi tergantung dari situasi dan kondisi apa yang terjadi. Misal, ketika seseorang ingin membuang kotoran dalam hidup dengan air, tiba-tiba airnya itu masuk kedalam hidung hingga sampai kedalam tenggorokan, maka kondisi seperti puasanya menjadi batal. Namun, bila membersihkan hidung dengan air tetapi tidak sampai masuk kedalam hidung, maka puasanya tetap saja.

Baca Juga: Bolehkah Donor Darah Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Hal Yang Membatalkan Puasa

Hal Yang Membatalkan Puasa

Berikut ini, beberapa hal yang membatalkan puasa Ramadhan maupun sunnah setelah mengetahui jawaban daripada hukum ngupil saat puasa, yaitu:

Makan dan Minum Secara Sengaja

Hal yang membatalkan puasa yang pertama adalah makan dan minum secara sengaja di siang hari. Ini tentu sudah pasti sangat jelas dapat membatalkan puasa ketika seseorang mengkonsumsi makanan dan minuman pada siang hari.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-quran surah Al-Baqarah ayat 187,:

وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ

Artinya: Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

Muntah

Hal yang membatalkan puasa berikutnya adalah muntah secara tiba-tiba atau disengaja dalam keadaan cairan muntah tertelan kembali masuk kedalam tenggorokan. Walaupun, ngupil saat puasa bisa terjadi bakal batal puasa, muntah pun juga sama dapat membatalkan puasa apabila cairan muntahan tersebut masuk kedalam tubuh.

Berhubungan Suami Istri

Adapun, hal yang membatalkan puasa selanjutnya yaitu berhubungan suami istri pada siang hari. Jika seorang suami meminta istrinya untuk melalukan hubungan badan diwaktu siang hari dalam keadaan puasa Ramadhan, maka mereka secara otomatis puasanya menjadi batal. Selain itu, mereka juga harus membayar denda dengan berpuasa selama 2 bulan berturut-turut. Bila tidak sanggup berpuasa, maka bisa diganti dengan memberikan makanan kepada 60 orang fakir miskin dengan takaran 60 ons.

Keluar Air Mani (sperma)

Hal yang membatalkan puasa selain berhubungan suami istri yaitu keluar air mani (sperma). Bila, ada seorang laki-laki yang keluar air mani akibat bersentukan dengan kulit lawan jenis saat berpuasa, maka puasa yang sedang dijalaninya menjadi batal. Oleh karena itu, selama mengerjakan ibadah puasa tentu harus menghindari hal bersentukan kulit dengan lawan jenis supaya tidak menimbulkan syahwat.

Haid atau Nifas

Ngupil saat puasa maupun hal yang membatalkan puasa lainnya yaitu haid atau nifas. Jika seorang wanita mengalami keluar darah dari vagina saat berpuasa, maka puasa yang dijalaninya menjadi batal. Hal itu, tentu harus membayarnya dengan cara puasa qodho di bulan berikutnya.

Nah, itulah pembahasan apakah ngupil saat puasa dapat membatalkan puasa? Ini penjelasannyab yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 5 Hakikat Puasa Yang Wajib Diketahui Bagi Umat Muslim

 

Menunaikan puasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat islam atas perintah Allah SWT dalam melaksanakan rukun islam yang ketiga. Selain menahan rasa lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari, banyak sekali hakikat didalam melakukan puasa. Apa saja? Yuk, simak pembahasan 5 hakikat puasa yang wajib diketahui bagi umat muslim yang akan menjalaninya.

Baca Juga: 7 Keutamaan Puasa Tasua 2023 Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Hakikat Puasa

Hakikat Puasa

Melaksanakan puasa Ramadhan maupun sunnah dapat dipastikan adanya hakikat puasa yang harus di ketahui oleh umat islam yang menjadi bagian dari syarat dalam berpuasa. Apabila kita sudah tahu arti hakikat puasa maka menunaikan ibadah puasa yang akan dikerjakannya dapat dilakukan secara ikhlas tanpa ingin dipuji orang lain.

Dengan begitu tentu, umat muslim akan selalu menjaga dan mentaati segala rukun dan sunnah puasa yang dapat dikerjakan agar mendapat pahala dari Allah SWT.

5 Hakikat Puasa

5 Hakikat Puasa Yang Wajib Diketahui Bagi Umat Muslim

Berikut ini, beberapa hakikat puasa yang harus diketahui oleh umat muslim, diantaranya:

Bertaqwa Kepada Allah SWT

Hakikat puasa bagi orang yang menjalankan yang pertama adalah bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan hakikat puasa ini telah dijelaskan dalam Al-quran surah Al-Baqarah ayat 183,:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Penjelasan ayat diatas banyak memiliki kandungan makna didalam kewajiban menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Artinya, hakikat puasa bagi orang yang beriman untuk melaksanakan puasa Ramadhan hanya tertaqwa kepada Allah SWT.

Akhlak Mulia

Melansir dari berbagai sumber menyatakan bahwa hakikat puasa selain bertaqwa kepada Allah SWT tak lain yaitu membentuk akhlak mulia. Dimana, seorang muslim yang sedang menjalankan puasa berarti mereka sedang belajar mencegah melakukan perbuatan kurang baik, seperti perilaku tidak sopan, suka berbohong dan sebagainya.

Sehingga, ketika puasa penuh dengan ketenangan, berperilaku baik dan lainnya, maka Allah SWT akan menerima puasanya. Dengan begitu, kita sebagai umat islam sudah waktunya untuk selalu menjaga lisan, berperilaku baik dan mengerjakan kewajiban serta amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Menjadi Ahli Berpuasa

Adapun, hakikat puasa bagi orang yang menjalankan bisa dikatakan mereka menjadi ahli berpuasa dan mengikuti anjuran Rasulullah SAW. Seorang muslim ahli berpuasa tentunya akan diberikan tempat khusus di sruga dengan penuh kedamaian dan kesegaran oleh Allah SWT. Bahkan, pintu surga bagi ahli puasa tidak akan dimasuki oleh orang yang bukan ahlinya.

Dengan demikian, jika kita ingin masuk surga maka harus menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Kemudian, menguti jejak Rasulullah SAW dengan mengamalkan sebagai macam amalan sunnah yang telah dicontohkannya.

Menjaga lisan dan perbuatan

Hakikat puasa yang selanjutnya untuk selalu menjaga lisan dan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, seperti memfitnah, berdusta, perkataan keji, mengumpat, provokasi dan sebagainya. Hal ini tentu dapat terhindar dari kebencian Allah SWT maupun orang lain.

Umat islam dianjurkan untuk tidak berbicara yang kurang bermanfaat selamat bulan puasa Ramadhan satu bulan penuh. Alangkah baiknya mengerjakan kegiatan ibadah yang bermanfaat, seperti membaca Al-quran, dzikir, bersedekah dan sebagainya. Dengan demikian, tentu kita dapat terhindar dari suatu yang bisa membatalkan puasa.

Baca Juga: 8 Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan Beserta Amalannya

Pahala Puasa Ramadhan

pahala puasa ramadhan, Hakikat Puasa

Selain itu, hakikat puasa yang berikutnya adalah berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan agar dapat pahala puasa Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist,:

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasanan didalam hadist tersebut seorang umat muslim yang telah mengerjakan amalam kebaikan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda hingga 700 kali lipat. Sedangkan, pahala orang yang telah berpuasa tentu bisa mendapatkan pahala yang tak terhingga. Mengapa? Karena, selama bulan puasa umat muslim telah berusaha meniggalkan segala hal yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah di Lathaif Al-Ma’arif mengatakan,

“Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.”

Nah, itulah pembahasan 5 hakikat puasa yang wajib diketahui bagi umat muslim yang akan menjalaninya dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Puasa Muharram dan Bacaan Niat yang Wajib Diketahui Umat Muslim

 

Melaksanakan puasa Muharram tentu secara ikhlas tentu akan mendapatkan fadilah yang sangat tidak disangka-sangka. Dimana, Muharram menjadi bulan penting bagi umat muslim yang menjadi sebagai pergantian tahun baru islam dan juga hijrahnya Baginda Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah di kota suci. Lantas, apa keistimewaan puasa di bulan Muharram? Mari kita, pembahasan 10 keutamaan puasa Muharram dan bacaan niat yang wajib diketahui umat muslim.

Baca Juga: Niat Puasa 9 Muharram 2023 Beserta Keutamaannya

Keutamaan Puasa Muharram

Keutamaan Puasa Muharram

Sebelum membahas keutamaan puasa muharram, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang puasa asyura tersebut. Dimana, puasa asyura adalah ibadah puasa sunnah yang dapat dilaksanakan pada bulan Muharram tepatnya dilakukan tanggal 10 Muharram. Asal mula awal adanya puasa asyura terjadi pada jaman Nabi Musa As ketika mendapatkan rasa syukur atas pertolongan Allah SWT dari serangan musuh yang dihadapinya.

Pada saat itu, Nabi Musa As mendapatkan mujikat atas izin Allah SWT bisa membelah lautan hingga selamat dapat menyebrangi lautan tersebut bersama para umat bani israil dari kejaran firaun. Hal ini, membuat firaun terhanyut tenggelam dalam lautan.

Ketika semasa jaman Baginda Nabi Muhammad SAW, puasa asyura ini diamalkan menjadi puasa sunnah dan puasa wajib adalah puasa Ramadhan.

Apalagi dalam beberapa bulan kedepan, akan memasuki bulan Muharram 1445 H atau tahun 2023. Nah, tentu kita sebagai umat muslim tentu bisa memanfaatkan waktu bulan tersebut untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah asyura.

10 Keutamaan puasa Muharram

10 Keutamaan Puasa Muharram dan Bacaan Niat yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Berikut ini, 10 keutamaan puasa muharram atau puasa asyura yang akan didapatkan bagi orang yang telah menjalankannya, yaitu:

Penghapusan Dosa Selama Satu Tahun

Keutamaan puasa muharram yang pertama adalah penghapusan dosa selama satu tahun. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits mengatakan bahwa keistimewaan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa sunnah asyura yaitu akan terhapus dosa selama satu tahun. Dengan demikian, tentu kita sebagai umat muslim tentu harus memanfaatkan bulan Muharram menjalankan ibadah puasa sunnah.

Apabila seorang muslim mengerjakan puasa asyura dengan khusu dimulai dari niat hingga buka puasa serta melakukan berbagai macam amalan ibadah lainnya, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Puasa Utama

Puasa utama selain puasa wajib pada bulan Ramadhan adalah puasa asyura. Ini menjadikan keutamaan puasa muharram yang telah disampaikan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits. Begitupun didalam al-quran terdapat pembahasan bahwa bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan paling mulia selain dari Ramadhan.

Dengan begitu, ketika mengerjalan amal ibadah wajib maupun sunnah pada bulan Muharram, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran dan memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan. Sehingga, puasa asyura sangat penting dalam hidup bagi umat islam.

Sunnah Rasulullah SAW

Adapun, keutamaan puasa muharram adalah sunnah Rasulullah SAW. Dimana, Rasulullah SAW pada masa hidupnya sering menunaikan ibadah puasa sunnah asyura sebagai bentuk teladan terhadap Nabi Musa As dan mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT.

Selain menjalankan ibadah puasa sunnah, selama bulan Muharram kita bisa melakukan ibadah lainnya seperti bersedekah kepada anak yatim, mencegah perbuatan kurang baik, memotong kuku, makan riba dan sebagainya. Semakin banyak kita melakukan ibadah wajib dan sunnah sebagai penyempurna, maka semakin banyak pula keistimewaan yang akan didapatkan.

Baca Juga: Kapan Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha 2023, Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Lebih Dekat Kepada Allah SWT

Keutamaan puasa muharram yang selanjutnya adalah lebih dekat kepada Allah SWT. Yang mana, selama menjalankan puasa sunnah tentu kita akan menahan rasa lapar, haus menjaga hawa nafsu dan lainnya yang bisa menimbulkan batal puasa. Maka, dengan begitu kita akan terus ingat kepada Allah SWT agar dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, agar kita dapat terjaga dari perilaku kurang baik dalam hidup, maka kita harus berbuat baik dengan mengerjakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya. Kemudian, selalu mengamalkan amalan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Ganjaran Pahala

Selain dekat dengan Allah SWT, keutamaan puasa muharram yaitu mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Penjelasan ganjaran pahala ini telah disampaikan dalam Al-quran maupun hadits sebagai bentuk anjuran bagi umat muslim untuk selalu menunaikan ibadah puasa wajib maupun sunnah.

Selain mengamalkan puasa pada bulan Muharram, kita harus memberi sedekah kepada anak yatim agar pahala yang akan didapatkan berlipat ganda yang menjadi tabungan untuk diakhirat nanti. Selain itu, bisa mengerjakan puas tasu’a pada tanggal 9 Muharram.

Niat Puasa Asyura

Niat Puasa Asyura

Sebagai berikut, lafadz bacaan doa niat puasa asyura yang dapat dibacakan ketika mengetahui semua keutamaan puasa muharram, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitu Shouma Asyura-a Lillahi Ta’ala”.

Artinya: “ Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’ala “.

Nah, itulah pembahasan 10 keutamaan puasa Muharram dan bacaan niat yang wajib diketahui umat muslim yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 7 Keutamaan Puasa Tasua 2023 Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

 

Membaca niat dalam menunaikan puasa tentu sangat dianjurkan. Seperti halnya akan melaksanakan ibadah puasa sunnah tasua pada tanggal 9 Muharram. Hal ini tentu puasa tasua yang lagi dilakukan akan lebih afdhal. Lantas, apa saja fadilah dan keistimewaan melaksanakan puasa tasua tersebut? Mari kita simak pembahasan 7 keutamaan puasa tasua 2023 beserta bacaan niat bahasa arab, latin dan artinya.

Baca Juga: Tata Cara Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal Hukumnya 2023, Beserta Bacaan Niat

Keutamaan Puasa Tasua

Keutamaan Puasa Tasua

Keutamaan puasa tasua adalah ibadah puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim untuk menjalankannya. Waktu pelaksanaan puasa tasua dikerjakan pada bulan Muharram atau tepatnya dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram 1445 H atau tahun 2023. Dimana, Muharram merupakan salah satu bulan yang paling mulia bagi umat muslim untuk melaksanakan amalan-amalan wajib dan sunnah agar mendapat ganjaran dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist riyawat Imam Muslim, :

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah – Muharam. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim).

Selain tasua, ada beberapa puasa sunnah yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram, seperti puasa asyura pada tanggal 10 Muharram.

7 Keutamaan Puasa Tasua

7 Keutamaan Puasa Tasua 2023 Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Sebagai berikut, fadilah atau keutamaan puasa tasua dilaksanakan pada tanggal 9 muharram yang akan didapatkan bagi umat muslim yang menjalankan, diantaranya:

Awal Tahun Hijriah

Keutamaan puasa tasua yang pertama merupakan sebagai awal tahun hijriah. Dimana, bulan Muharram menjadi awal pergantian tahun baru hijriah. Hal ini sangat baik diawali dengan melakukan puasa sunnah yang menjadi amal paling mulia.

Penghapusan Dosa Selama Satu Tahun

Keutamaan puasa tasua yang pertama adalah penghapusan dosa selama satu tahun. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits mengatakan bahwa keistimewaan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa sunnah asyura yaitu akan terhapus dosa selama satu tahun. Dengan demikian, tentu kita sebagai umat muslim tentu harus memanfaatkan bulan Muharram menjalankan ibadah puasa sunnah.

Apabila seorang muslim mengerjakan puasa asyura dengan khusu dimulai dari niat hingga buka puasa serta melakukan berbagai macam amalan ibadah lainnya, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Puasa Utama

Puasa utama selain puasa wajib pada bulan Ramadhan adalah puasa asyura. Ini menjadikan keutamaan puasa tasua yang telah disampaikan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits. Begitupun didalam al-quran terdapat pembahasan bahwa bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan paling mulia selain dari Ramadhan.

Dengan begitu, ketika mengerjalan amal ibadah wajib maupun sunnah pada bulan Muharram, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran dan memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan. Sehingga, puasa asyura sangat penting dalam hidup bagi umat islam.

Sunnah Rasulullah SAW

Adapun, keutamaan puasa tasua adalah sunnah Rasulullah SAW. Dimana, Rasulullah SAW pada masa hidupnya sering menunaikan ibadah puasa sunnah asyura sebagai bentuk teladan terhadap Nabi Musa As dan mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT.

Selain menjalankan ibadah puasa sunnah, selama bulan Muharram kita bisa melakukan ibadah lainnya seperti bersedekah kepada anak yatim, mencegah perbuatan kurang baik, memotong kuku, makan riba dan sebagainya. Semakin banyak kita melakukan ibadah wajib dan sunnah sebagai penyempurna, maka semakin banyak pula keistimewaan yang akan didapatkan.

Baca Juga: Kapan Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha 2023, Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Lebih Dekat Kepada Allah SWT

Keutamaan puasa tasua yang selanjutnya adalah lebih dekat kepada Allah SWT. Yang mana, selama menjalankan puasa sunnah tentu kita akan menahan rasa lapar, haus menjaga hawa nafsu dan lainnya yang bisa menimbulkan batal puasa. Maka, dengan begitu kita akan terus ingat kepada Allah SWT agar dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, agar kita dapat terjaga dari perilaku kurang baik dalam hidup, maka kita harus berbuat baik dengan mengerjakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya. Kemudian, selalu mengamalkan amalan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Ganjaran Pahala

Selain dekat dengan Allah SWT, keutamaan puasa tasua yaitu mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Penjelasan ganjaran pahala ini telah disampaikan dalam Al-quran maupun hadits sebagai bentuk anjuran bagi umat muslim untuk selalu menunaikan ibadah puasa wajib maupun sunnah.

Selain mengamalkan puasa pada bulan Muharram, kita harus memberi sedekah kepada anak yatim agar pahala yang akan didapatkan berlipat ganda yang menjadi tabungan untuk diakhirat nanti. Selain itu, bisa mengerjakan puas tasu’a pada tanggal 9 Muharram.

Niat Puasa Tasua

Niat Puasa Tasua

Berikut ini, lafadz doa bacaan niat puasa tasua yang dapat dibacakan, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitu shauma Taasuu’aa-a lillaahi ta’aalaa

Artinya: Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’ala.

Nah, itulah pembahasan 7 keutamaan puasa tasua 2023 beserta bacaan niat bahasa arab, latin dan artinya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Puasa Bulan Syaban 2023 dan Keutamaannya

 

Selama menjalankan ibadah puasa tentu kita akan melakukan sosial dalam kehidupan sehari-hari baik lingkungan keluarga, tetangga maupun tempat kerja. Ketika kita sedang ngobrol ataupun ditanya oleh seseorang saat berpuasa tentu harus dijawab dengan jujur agar tidak membatalkan puasa. Dengan itu, bagaimana jika menjawabnya secara berbohong apakah berdosa? Yuk, simak pembahasan apakah berbohong saat berpuasa mengakibatkan puasa? Ini penjelasannya.

Baca Juga: Tata Cara Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal Hukumnya 2023, Beserta Bacaan Niat

Berbohong Saat Berpuasa Mengakibatkan

Berbohong Saat Berpuasa Mengakibatkan

Sebelum membahas berbohong saat berpuasa mengakibatkan, Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan 1444H atau bulan maret 2023. Umat muslim di seluruh dunia akan mempersiapkan diri dalam segala hal apapun agar dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh. Disamping itu, dapat mengerjakan amalan sunnah lainnya, seperti melaksanakn sholat tarawih, witir, tadarus membaca Al-quran, sahur dan sebagainya.

Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan tentu kita harus menghindari hal-hal yang membatalkan puasa agar mendapatkan keutamaan dari Allah SWT. Selain itu, kita tidak perlu membayar denda kafaroh bisa telah menyelesaikan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh tersebut. Disamping itu, tentu kita harus mengajarkan pada anak-anak tentang kewajiban puasa Ramadhan sejak dini supaya terbiasa menjalankan puasa Ramadhan.

Banyak sekali amalan ibadah yang dapat dikerjakan selama bulan Ramadhan penuh agar mendapat pahala yang tak terhingga. Dimana, ketika kita menjalankan ibadah puasa, tentu akan akan menahan dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum disiang hari, dan menghindari godaan-godaan yang akan datang.

Kerugian Berbohong Saat Berpuasa

Apakah Berbohong saat Berpuasa Mengakibatkan Puasa Ini Penjelasannya

Kerugian berbohong saat berpuasa mengakibatkan dibenci oleh Allah SWT dan juga manusia diseluruh dunia. Yang mana, orangtua telah mengajarkan anaknya tidak berbohong sejak dini agar ketika sudah besar tidak akan melakukan sikap tersebut. Namun, sangat berbeda dengan memiliki sifat jujur tentu akan dicintai oleh Allah SWT dan juga manusia. Maka dari itu, tentu kita harus menjaga ucapakan yang tidak memiliki fakta yang sebenarnya alias berbohong.

Jadi, ketika ada sebuah pertanyaan apakah berbohong saat berpuasa mengakibatkan batal? Jawabannya tentu tidak akan membatalkan puasa melaikan dibenci oleh Allah SAW. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari,:

Artinya: “orang yang tidak menjauhi perkataan dusta dan mengamalkan dustanya, maka tidak akan ada hajat bagi Allah untuk menilai puasanya selama seharian”.

Dengan penjelasan diatas tentu sangat jelas sekali bahwa Allah SAW sangat membenci atau tidak suka kepada hamba-Nya yang suka berbicara berbohong pada saat sedang berpuasa maupun tidak. Yang mana, berbohong merupakan salah satu sifat atau perbuatan dusta yang harus dihindari agar tidak mendapatkan kebencian oleh Allah SWT.

Berbohong saat berpuasa mengakibatkan dibenci semua orang. Mengapa? Karena orang berdusta merupakan salah satu larangan yang harus dihindari pada saat sedang melaksanakan ibadah puasa, baik wajib maupun sunnah. Dengan demikian, kita sebagai umat muslim mari kita sama-sama belajar dalam menghindari kedua sifat tersebut yang berlebihan.

Baca Juga: Kapan Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha 2023, Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Hindari Berbohong saat Berpuasa

Menghindari berbohong saat berpuasa mengakibatkan timbul sifat kurang baik dikemudian hari. Yang mana, selama menjalankan ibadah puasa tentu kita harus menjauh dari gibah muapun berkata bohong agar hidup lebih tenang dan tidak menimbulkan kurangnya pahala yang didapatkan. Bagaimana tidak, bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah.

Datangnya bulan Ramadhan tentu umat muslim akan berlomba-lomba melakukan kebaikan dalam bersedekah, membaca al-quran, menunaikan puasa Ramadhan, melaksanakan shalat limat waktu dan sebagainya. Terkadang, berkata berbohong saat berpuasa mengakibatkan batalnya puasa apabila telah melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Sehingga, puasa Ramadhan yang telah dijalani tentu tidak mendapatkan nilai yang baik.

Selain berbohong, umat islam dianjurkan tidak melakukan sifatnya perbuatan kurang baik, seperti nipu, memfitnah, berkata kasar, membuat gaduh, mencaci maki dan juga melakukan segala perbuatan yang sangat tercela.

Alasan Berbohong Saat Berpuasa

Alasan Berbohong Saat Berpuasa

Berikut ini, beberapa alasan berbohong saat berpuasa mengakibatkan terbiasa akan melakukan bohong dikemudian hari, diantaranya:

  • Jauh dari pendidikan agama
  • Tidak takut pada Allah SWT
  • Ingin mendapatkan kebahagian yang akan diperoleh
  • Memiliki rasa takut pada seseorang hingga akhirnya jadi terbiasa
  • Hasil didikan dari orang yang berada disekitar
  • Faktor lingkungan yang mempengaruhi sifat
  • Ingin dihargai oleh orang lain
  • Ingin memenangkan diri sendiri
  • Mendapatkan kepercayaan dari orang lain
  • Kurang didikan agama
  • Dll

Dengan mengendalikan hawa nafsu selama bulan Ramadhan tentu dapat mencegah berbohong saat berpuasa mengakibatkan dusta. Selain itu, kita harus berpikir positif jangan terbawa hasutan orang lain yang dapat menimbulkan rasa benci terhadap orang lain maupun mengeluarkan emosional yang sangat meluap.

Dengan begitu, tentu kita sangat menyayangkan puasa yang sedang dijalani tidak akan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Nah, itulah pembahasan apakah berbohong saat berpuasa mengakibatkan puasa? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Puasa Bulan Syaban 2023 dan Keutamaannya

 

Selain melaksanakan ibadah hari dan merayakan hari lebaran idul adha beserta penyembelih hewan qurban, umat muslim anjurkan mengerjakan puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah. Yang mana, puasa Dzulhijjah memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan yang akan didapatkan ketika mengerjakannya. Lantas, kapan puasa Dzhulhijjah 2023 di kerjakan? Yuk, simak pembahasan kapan puasa sebelum hari raya idul adha 2023, baacan niat puasa tarwiyah dan arafah.

Baca Juga: 6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha Sesuai Sunnah

Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha

Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha

Ada beberapa anjuran melaksanakan puasa sebelum hari raya idul adha 2023 yang harus dikerjakan oleh umat muslim diseluruh dunia. Salah satu puasa sunnah yang dapat dikerjakan sebelum memasuki waktu hari raya idul adha adalah puasa dzhulhijjah dikerjakan dari mulai tanggal 1 hingga 7 dzhulhijjah, puasa tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzhulhijjah dan yang terakhir puasa arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah 2023 dan diakhiri merayakan hari lebaran membaca takbir dan melaksanakan sholat idul adha pada tanggal 10 Dzulhijjah

Di bulan Dzhulhijjah terdapat banyak amalan sunnah yang bisa dilaksanakan untuk penambah amal bekal diakhirat nanti. Yang mana, keutamaan puasa bulan Dzulhijjah 10 hari pertama memiliki dampak yang sangat baik bagi orang yang menjalankannya.

Umat islam yang mendapat panggilan Allah SWT untuk berhaji, maka meraka akan melaksanakan ibadah haji di Baitullah. Sedangkan, umat muslim yang belum mendapatkan panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji, mereka akan merayakan lebaran Idul Adha di negara masing-masing. Selain itu, melaksanakan penyembelih hewan qurban bagi umat muslim yang memiliki niat dengan ikhlas.

Niat Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha

Niat Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha

Berikut ini, bacaan niat puasa sebelum hari raya idul adha yang dapat dibacakan bagi orang yang akan menjalankannya, yaitu:

Puasa Dzulhijjah

Lafadz doa bacaan niat puasa sebelum hari raya idul adha atau puasa dzulhijjah yang dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 7 dzulhijjah, yaitu:

Latin: “Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”

Puasa Tarwiyah

Lafadz doa bacaan niat puasa sebelum hari raya idul adha untuk melaksanakan puasa tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, yaitu:

Latin: “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Puasa Arafah

Adapun, lafadz doa bacaan niat puasa sebelum hari raya idul adha dalam melaksanakan puasa arafah tanggal 9 dzulhijjah,:

Latin: “Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: 10 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bacaan Doa Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Keutamaan Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha

Berikut ini, beberapa keutamaan puasa sebelum hari raya idul adha bagi orang yang menjalankan puasa sunnah bulan Dzuhijjah, puasa tarwiyah dan puasa arafah, yaitu:

Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Keutamaan puasa sebelum hari raya idul adha yang pertama adalah akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Apabila seorang muslim mengamalkan puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah tersebut, maka Allah SWT akan memberika ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits, :

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi)

Diampuni Dosa-Dosanya

Selain pahala, keutamaan puasa sebelum hari raya idul adha bagi orang yang mengerjakan puasa sunnah arafah pada tangal 9 Dzulhijjah, maka akan diampuni dosa-dosanya selama dua tahun. Hal ini tentu sangat manfaat sekali bagi umat muslim yang menjalankannya.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist, :

Artinya, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Menahan Hawa Nafsu

Adapun, keutamaan puasa sebelum hari raya idul adha yang berikutnya adalah dapat menjaga hawa nafsu yang dapat menimbulkan amarah maupun perilaku kurang baik. Dimana, seorang muslim yang sedang berpuasa, maka syaitan tidak akan mudah masuk kedalam tubuh orang tersebut karena terhalang oleh amalan puasa sunnah yang sedang dikerjakan.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا

فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا

إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا –

أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Keutamaan puasa sebelum hari raya idul adha merupakan salah satu amalan ibadah sunnah yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim tentu harus mengikuti sunnah Rasulullah SAW tersebut.

Selain itu, mencari jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT selain menunaikan segala perintah-Nya dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

Nah, itulah pembahasan kapan puasa sebelum hari raya idul adha 2023, baacan niat puasa tarwiyah dan arafah yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Puasa Bulan Dzulhijjah 10 Hari Pertama Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

 

Banyak sekali umat islam yang sedang belajar tentang agama islam didalam persoalan puasa sunnah yang dilakukan pada bulan syawal. Maka dari itu, tentu pembahasan kali ini sangat membantu bagi umat muslim yang sedang mencari tahu pelaksanaan puasa syawal tersebut. Penasaran? Simak, pembahasan tata cara puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya 2023, beserta bacaan niat.

Baca Juga: Niat Puasa Setelah Idul Fitri 6 Hari Bahasa Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya 2023

Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal Hukumnya

Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal Hukumnya

Melaksanakan puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya adalah sunnah bagi umat islam yang tidak mempunyai tanggungan puasa wajib seperti puasa nazar maupun qadha puasa Ramadhan. Akan tetapi, bagi umat muslim yang memiliki tanggungan puasa wajib bulan Ramadhan karena sedang sakit maupun lainnya, maka hukum puasa syawal tersebut menjadi makruh.

Puasa syawal dapat dikerjakan selama 6 hari secara berturut-turut dimulai 3 hari setelah hari lebaran idul fitri. Dengan demikian, orang yang menjalankan ibadah puasa sunnah syawal akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang menjelaskan anjuran melaksanakan ibadah puasa sunnah bulan syawal selama 6 hari,:

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim).

Menunaikan ibadah puasa sunnah di bulan syawal memiliki keutamaan yang sangat besar, seperti akan mendapatkan ganjaran pahala yang berlimpah bagi orang yang menjalankannya. Dengan keistimewaan puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya sunnah tentu menjadi amal untuk bekal diakhirat nanti.

Tata Cara Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal

Tata Cara Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal Hukumnya 2023, Beserta Bacaan Niat

Berikut ini, tata cara puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya sunnah atau puasa syawal, yaitu:

Membaca Niat

Tata cara puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya adalah sunnah yang pertama membaca niat puasa selama 6 hari. Didalam sebuah hadist telah dijelaskan tentang puasa syawal, :

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164). Dari hadis tersebut, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.” (Syarhul Mumti’, 6: 464).

Dikerjakan Secara Berurutan

Selain niat, tata cara puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya sunnah itu harus dikerjakan secara berurutan. Akan tetapi, bila dilaksanakan tidak berurutan maka harus membaca niatnya secara terpisah walaupun paling utama dianjurkan harus berurutan.

Dengan begitu, umat islam yang menjalankan puasa sunnah 6 hari pada bulan syawal ini akan mendapat pahala untuk bekal diakhirat nanti.

Diutamakan untuk Mengganti Utang Puasa Ramadhan

Adapun, tata cara puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya yaitu sunnah tentu harus diutamakan untuk mengganti utang puasa Ramadhan terlebih dahulu dibandingkan mengerjakan puasa syawal. Mengapa? Karena mengqodho puasa Ramadhan sangat diwajibkan bagi umat muslim untuk membayar daripada melaksanakan puasa lainnya.

Ketika, selesai mengerjakan puasa qodho, maka boleh dilanjutkan melaksanakan puasa syawal selama 6 hari berurut-turut.

Niat Puasa 6 Hari pada Bulan Syawal

Niat Puasa 6 Hari pada Bulan Syawal

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat puasa 6 hari pada bulan syawal atau lebih dikenal sering disebut puasa syawal dan mengetahui puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya sunnah, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis syawwâli lillâhi ta’âlâ”.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal di esok hari karena Allah SWT.”

Baca Juga: Inilah Ayat Tentang Ramadhan 2023 Anjuran Menunaikan Ibadah Puasa Dalam Al-Quran

Keutamaan Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal

Adapun, ada beberapa keutamaan puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya sunnah, yaitu:

Mendekatkan Diri kepada Allah

Keutamaan puasa 6 hari pada bulan syawal yang pertama adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dimana, umat islam dianjurkan menunaikan ibadah puasa sunnah syawal selama 6 hari berturut-turut agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah SWT. Apalagi, seseorang yang mengerjakan puasa maka bau mulut akan lebih harus dibandingkan minyak kasturi.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist tentang keutamaan puasa syawal, :

Artinya: “Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu).” Kemudian, Rasulullah melanjutkan, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi.” (HR. Muslim).

Memperoleh Pahala yang Berlipat

Memperoleh pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT termasuk salah satu bagian dari keutamaan puasa 6 hari pada bulan syawal. Dimana, umat muslim yang melaksanakan puasa sunnah syawal selama 1 minggu secara berurutan maka Allah SWT akan memberikan pahala yang lebih banyak. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang menjelaskan pahala yang didapatkan bagi umat muslim yang melakukan puasa syawal,:

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idulfitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal).” (HR. Ibnu Majah).

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Keutamaan puasa 6 hari pada bulan syawal yang berikutnya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dimana, selama menjalankan ibadah puasa, tentu seseorang itu akan menahan rasa lapar. Sehingga, sel yang ada didalam tubuh dapat memproduksi sel darah putih yang baru dengan memiliki manfaat mencegah terjadinya infeksi.

Nah, itulah pembahasan tata cara puasa 6 hari pada bulan syawal hukumnya 2023, beserta bacaan niat yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Hukum Berhubungan di Bulan Ramadhan, Suami Istri Wajib Tahu

 

Melaksanakan puasa Ramadhan 2023 terdapat beberapa larangan atau hal yang dapat membatalkan puasa. Selain daripada makan dan minum, ada yang tidak boleh melakukan sesuatu disiang hari bulan Ramadhan bagi umat muslim yang sudah berumah tangga. Salah satu larangan tidak boleh dilakukan selama bulan puasa pada siang hari yaitu berhubungan suami istri. Lantas, bagaimana hukumnya bila suami istri melakukan hubungan disiang hari? Yuk simak pembahasan hukum berhubungan di bulan Ramadhan 2023, suami istri wajib tahu.

Baca Juga: 10 Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadhan 2023

Berhubungan di Bulan Ramadhan

Berhubungan di Bulan Ramadhan

Umat islam tentu harus mentaati segala perintah dan menjauhi larangan dari Allah SWT. Salah satu perintah Allah SWT bagi umat muslim selain melaksanakan sholat 5 waktu yaitu menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Dengan begitu, umat islam yang sudah memiliki status suami istri tentu tidak boleh berhubungan di bulan Ramadhan tepatnya pada siang hari agar tidak membatalkan puasa.

Selama menjalakan ibadah puasa Ramadhan, terkadang banyak sekali godaan-godaan yang sering bakal terjadi. Seperti halnya tak kuat menahan rasa haus dan lapar pada siang hari, emosional ketika sedang mengalami problem hingga suami sering minta berhubungan pada isti. Hal ini yang menyebabkan puasa Ramadhan yang sedang dikerjakan menjadi batal.

Lantas, bagaimana hukumnya jika seorang suami isti melakukan hubungan pada siang hari?

Baca Juga: Niat Puasa Setelah Idul Fitri 6 Hari Bahasa Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya 2023

Hukum Berhubungan di Bulan Ramadhan

Hukum Berhubungan di Bulan Ramadhan, Suami Istri Wajib Tahu

Berikut ini, hukum berhubungan di bulan Ramadhan bagi suami istri yang wajib diketahui, diantaranya:

Malam Hari

Hukum berhubungan di bulan Ramadhan bagi suami istri pada malam hari yaitu boleh. Jadi, apabila seorang suami meminta hubungan pada istrinya di malam tepat di bulan Ramadhan, maka hukumnya diperbolehkan.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 187,:

Artinya: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Pada saat ingin berhubungan di bulan Ramadhan tentu harus memiliki niat yang baik agar mendapatkan ridha dari Allah SWT. Dimana, berhubungan suami istri yang sudah sah (berumah tangga) merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan. Didalam Al-quran telah dijelaskan perihal berhubungan suami istri dalam surah Al-Baqarah ayat 223,:

Artinya: “Isteri-isterimu adalah tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah : 223).

Selain itu, Rasulullah SAW menganjurkan bagi umat-Nya yang sudah berumah tangga apabila memiliki keinginan untuk berhubungan suami istri harus membaca doa terlebih dahulu. Begitupun ketika anda ingin berhubungan di bulan Ramadhan, bisa membaca doa dibawah ini,:

لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَال : بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Artinya: “Seandainya salah seorang kalian ketika akan mendatangi istrinya (berjima’) mengucapkan : Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau berikan kami dari rizqi, seandainya ditakdirkan dari jima’ itu seorang anak, maka setan tidak bisa membahayakan anak itu selamanya.” (HR. Bukhari Muslim).

Siang Hari

Sedangkan, hukum berhubungan di bulan Ramadhan bagi suami istri yang telah melakukannya pada siang hari sebelum waktu maghrib, maka hukumnya haram dan dapat membatalkan puasa. Dengan begitu tentu, mereka harus membayar denda (kifarah ‘udhma) yang harus dilakukan dengan cara seperti dibawah ini,:

Memerdekakan Hamba Sahaya

Membayar denda bagi suami istri yang telah berhubungan di bulan Ramadhan pada siang hari yaitu harus memerdekakan hamba sahaya yang belum beriman dan tidak boleh orang lain. Namun, untuk membayar denda seperti ini dilakukan bagi umat islam pada jaman dahulu yang masih tersedia banyak perbudakan.

Puasa Selama 2 Bulan Berturut-turut

Bayar Denda, Berhubungan di Bulan Ramadhan

Apabila tidak mamu untuk memerdekakan hamba sahaya, membayar denda untuk suami isti yang telah melakukan dalam berhubungan di bulan Ramadhan yang kedua bisa dilakukan dengan puasa selama 2 bulan berturut-turut. Maka, ketika anda ingin melakukan hubungan suami istri pada bulan Ramadhan di siang hari, maka harus membayar denda dengan puasa selama 2 bulan secara berurutan.

Memberi Makan Pada 60 Orang Mislim

Ketika anda masih tidak mampu untuk puasa selama 2 bulan, maka untuk membayar denda ketika berhubungan di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan memberi makan pada 60 orang mislim dengan takaran 1 mud atau sepertiga liter. Ini merupakan langkah terakhir yang harus dilakukan bagi umat islam yang berhubungan di bulan Ramadhan dengan memberikan makanan kepada 60 orang miskin degan ukuran 60ons.

Rasulullah SAW telah menjelaskan tentang membayar denda bagi umat-Nya yang sudah berumah tangga dan melakukan hubungan suami istri di siang hari pada bulan Ramadhan,:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ، وَقَعْتُ عَلَى أَهْلِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: أَعْتِقْ رَقَبَةً قَالَ: لَيْسَ لِي، قَالَ:

فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ: لاَ أَسْتَطِيعُ، قَالَ: فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا

Artinya: “Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lantas berkata, “Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, “Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan.” Dijawab oleh laki-laki itu, “Aku tidak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut.” Dijawab lagi oleh laki-laki itu, “Aku tak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin,” (HR al-Bukhari).

Nah, itulah pembahasan hukum berhubungan di bulan Ramadhan 2023, suami istri wajib tahu yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Inilah Ayat Tentang Ramadhan 2023 Anjuran Menunaikan Ibadah Puasa Dalam Al-Quran

 

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan paling mulia. Bagaimana, tidak bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan penuh dengan ampunan. Umat muslim akan menunaikan ibadah puasa wajib selama 1 bulan penuh. Selain itu, akan melaksanakan berbagai macam amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadhan, seperti sholat tarawih dan sholat witir. Disamping itu pula, umat muslim akan melaksanakan ibadah sahur. Lantas, apakah ada dalil atau penjelasan tentang ibadah puasa di bulan Ramadhan? Yuk, simak pembahasan inilah ayat tentang Ramadhan 2023 anjuran menunaikan ibadah puasa dalam Al-quran.

Baca Juga: 10 Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadhan 2023

Ayat Tentang Ramadhan

Ayat Tentang Ramadhan

Beberapa hari lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan 1444H yang akan dilaksanakan pada bulan maret 2023 sebelum membahas ayat tentang ramadhan. Umat islam akan melaksanakan kewajiban menunaikan rukun islam yang ketiga yaitu melakukan ibadah puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh. Dimana, puasa Ramadhan merupakan salah satu perintah Allah SWT yang wajib dikerjakan bagi umat muslim. Apabila seorang muslim melanggar atau tidak melakukan puasa Ramadhan maka hukumnya berdosa.

Dalam sebuah hadist telah dijelaskan tentang kewajiban melaksanakan puasa Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda,:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

Artinya: Seluruh amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali puasa. Sebab pahala puasa adalah untukKu. Dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makannya karenaKu,” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: 6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha Sesuai Sunnah

6 Ayat Tentang Ramadhan

Inilah Ayat Tentang Ramadhan 2023 Anjuran Menunaikan Ibadah Puasa Dalam Al-Quran

Berikut ini, beberapa ayat tentang Ramadhan atau kewajiban melaksanakan ibadah puasa Ramadhan bagi umat islam didalam Al-quran, diantaranya:

Surah Al-Baqarah ayat 183

Ayat tentang Ramadhan bagi umat muslim harus melaksanakan puasa Ramadhan agar mendapat fadilah atau keistimewaan dan keutamaannya yaitu surah Al-Baqarah ayat 183, :

Pada ayat ini dijelaskan tentang perintah berpuasa di bulan Ramadan bagi muslim sekaligus menjelaskan ganjaran yang diberikan bagi pelakunya. Berikut bacaannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Surah Al-Baqarah ayat 184

Surah Al-Baqarah ayat 183 sampai 184, Ayat Tentang Ramadhan

Surah Al-Baqarah ayat 184 termasuk salah satu ayat tentang Ramadhan. Dimana, umat islam diwajibkan menunaikan puasa Ramadhan 1 bulan penuh,:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ

لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Surah Al-Baqarah Ayat 185

Adapun, ayat tentang Ramadhan dalam al-quran telah dijelaskan perihal kewajibkan menunaikan puasa Ramadhan, yaitu surah Al-Baqarah ayat 185,:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ

أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Surah Al-Baqarah ayat 187

Ayat tentang Ramadhan yang selanjutnya telah dibahas dalam al-quran yaitu surah Al-baqarah ayat 187,:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا

مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي

الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.”

Lainnya

Ayat tentang Ramadhan menjalankan puasa wajib yang lainnya, yaitu:

  • Surah Maryam ayat 26
  • Surah Al Mujadalah ayat 4

Nah, itulah pembahasan inilah ayat tentang Ramadhan 2023 anjuran menunaikan ibadah puasa dalam Al-quran yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Puasa Setelah Idul Fitri 6 Hari Bahasa Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya 2023

 

Menjalankan ibadah puasa tentu harus disertai dengan niat. Seperti halnya kita akan melaksanakan ibadah puasa sunnah tasua pada tanggal 9 Muharram. Hal ini tentu puasa tasua yang lagi dilakukan akan lebih afdhal. Lantas, bagaimana bacaan niat dalam melaksanakan puasa tasua tersebut? Mari kita simak pembahasan niat puasa 9 Muharram 2023 beserta keutamaannya.

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Waktu Pelaksanaannya

Puasa 9 Muharram

Niat Puasa 9 Muharram

Puasa 9 Muharram atau lebih dikenal sering disebut puasa tasua adalah ibadah puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim untuk menjalankannya. Waktu pelaksanaan puasa 9 Muharram 1445 H atau tahun 2023 dilakukan pada bulan Muharram. Dimana, Muharram merupakan salah satu bulan yang paling mulia bagi umat muslim untuk melaksanakan amalan-amalan wajib dan sunnah agar mendapat ganjaran dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist riyawat Imam Muslim, :

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah – Muharam. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim).

Selain tasua, ada beberapa puasa sunnah yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram, seperti puasa asyura pada tanggal 10 Muharram.

Niat Puasa 9 Muharram

Niat Puasa 9 Muharram 2023 Beserta Keutamaannya

Berikut ini, lafadz doa bacaan niat puasa 9 Muharram atau puasa tasu’a yang dapat dibacakan, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitu shauma Taasuu’aa-a lillaahi ta’aalaa

Artinya: Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’ala.

Baca Juga: Niat Puasa Bulan Dzulhijjah 10 Hari Pertama Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Keutamaan Puasa 9 Muharram

Keutamaan Puasa 9 Muharram

Sebagai berikut, keistimewaan, fadilah atau keutamaan puasa 9 muharram yang akan didapatkan bagi umat muslim yang menjalankan, diantaranya:

Awal Tahun Hijriah

Keutamaan puasa 9 Muharram yang pertama merupakan sebagai awal tahun hijriah. Dimana, bulan Muharram menjadi awal pergantian tahun baru hijriah. Hal ini sangat baik diawali dengan melakukan puasa sunnah yang menjadi amal paling mulia.

Penghapusan Dosa Selama Satu Tahun

Keutamaan puasa 9 muharram yang pertama adalah penghapusan dosa selama satu tahun. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits mengatakan bahwa keistimewaan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa sunnah asyura yaitu akan terhapus dosa selama satu tahun. Dengan demikian, tentu kita sebagai umat muslim tentu harus memanfaatkan bulan Muharram menjalankan ibadah puasa sunnah.

Apabila seorang muslim mengerjakan puasa asyura dengan khusu dimulai dari niat hingga buka puasa serta melakukan berbagai macam amalan ibadah lainnya, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Puasa Utama

Puasa utama selain puasa wajib pada bulan Ramadhan adalah puasa asyura. Ini menjadikan keutamaan puasa 9 muharram yang telah disampaikan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits. Begitupun didalam al-quran terdapat pembahasan bahwa bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan paling mulia selain dari Ramadhan.

Dengan begitu, ketika mengerjalan amal ibadah wajib maupun sunnah pada bulan Muharram, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran dan memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan. Sehingga, puasa asyura sangat penting dalam hidup bagi umat islam.

Sunnah Rasulullah SAW

Adapun, keutamaan puasa 9 muharram adalah sunnah Rasulullah SAW. Dimana, Rasulullah SAW pada masa hidupnya sering menunaikan ibadah puasa sunnah asyura sebagai bentuk teladan terhadap Nabi Musa As dan mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT.

Selain menjalankan ibadah puasa sunnah, selama bulan Muharram kita bisa melakukan ibadah lainnya seperti bersedekah kepada anak yatim, mencegah perbuatan kurang baik, memotong kuku, makan riba dan sebagainya. Semakin banyak kita melakukan ibadah wajib dan sunnah sebagai penyempurna, maka semakin banyak pula keistimewaan yang akan didapatkan.

Lebih Dekat Kepada Allah SWT

Keutamaan puasa 9 muharram yang selanjutnya adalah lebih dekat kepada Allah SWT. Yang mana, selama menjalankan puasa sunnah tentu kita akan menahan rasa lapar, haus menjaga hawa nafsu dan lainnya yang bisa menimbulkan batal puasa. Maka, dengan begitu kita akan terus ingat kepada Allah SWT agar dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, agar kita dapat terjaga dari perilaku kurang baik dalam hidup, maka kita harus berbuat baik dengan mengerjakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya. Kemudian, selalu mengamalkan amalan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Ganjaran Pahala

Selain dekat dengan Allah SWT, keutamaan puasa 9 muharram yaitu mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Penjelasan ganjaran pahala ini telah disampaikan dalam Al-quran maupun hadits sebagai bentuk anjuran bagi umat muslim untuk selalu menunaikan ibadah puasa wajib maupun sunnah.

Selain mengamalkan puasa pada bulan Muharram, kita harus memberi sedekah kepada anak yatim agar pahala yang akan didapatkan berlipat ganda yang menjadi tabungan untuk diakhirat nanti. Selain itu, bisa mengerjakan puas tasu’a pada tanggal 9 Muharram.

Nah, itulah pembahasan niat puasa 9 Muharram 2023 beserta keutamaannya dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan 10 Muharram, Menjalankan Puasa Asyura 2023 Beserta Bacaan Niatnya