Menjalankan ibadah puasa sunnah tentu memiliki banyak keutamaan, fadilah dan keistimewaan yang akan didapatkan. Salah satu puasa sunnah yang mempunyai keutamaan sangat bagus adalah puasa asyura. Waktu pelaksanaan puasa asyura dilakukan atau dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Lantas, apa saja fadilah yang akan didapatkan ketika melaksanakan puasa asyura? Yuk, mari simak pembahasan 10 keutamaan 10 muharram, menjalankan puasa asyura 2023 beserta bacaan niatnya.

Baca Juga: 10 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bacaan Doa Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Keutamaan 10 Muharram

Keutamaan 10 Muharram

Sebelum membahas keutamaan 10 muharram, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang puasa asyura tersebut. Dimana, puasa asyura adalah ibadah puasa sunnah yang dapat dilaksanakan pada bulan Muharram tepatnya dilakukan tanggal 10 Muharram. Asal mula awal adanya puasa asyura terjadi pada jaman Nabi Musa As ketika mendapatkan rasa syukur atas pertolongan Allah SWT dari serangan musuh yang dihadapinya.

Pada saat itu, Nabi Musa As mendapatkan mujikat atas izin Allah SWT bisa membelah lautan hingga selamat dapat menyebrangi lautan tersebut bersama para umat bani israil dari kejaran firaun. Hal ini, membuat firaun terhanyut tenggelam dalam lautan.

Ketika semasa jaman Baginda Nabi Muhammad SAW, puasa asyura ini diamalkan menjadi puasa sunnah dan puasa wajib adalah puasa Ramadhan.

Apalagi dalam beberapa bulan kedepan, akan memasuki bulan Muharram 1445 H atau tahun 2023. Nah, tentu kita sebagai umat muslim tentu bisa memanfaatkan waktu bulan tersebut untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah asyura.

10 Keutamaan 10 Muharram

10 Keutamaan 10 Muharram, Menjalankan Puasa Asyura 2023 Beserta Bacaan Niatnya

Berikut ini, 10 keutamaan 10 muharram atau puasa asyura yang akan didapatkan bagi orang yang telah menjalankannya, yaitu:

Penghapusan Dosa Selama Satu Tahun

Keutamaan 10 muharram yang pertama adalah penghapusan dosa selama satu tahun. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits mengatakan bahwa keistimewaan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa sunnah asyura yaitu akan terhapus dosa selama satu tahun. Dengan demikian, tentu kita sebagai umat muslim tentu harus memanfaatkan bulan Muharram menjalankan ibadah puasa sunnah.

Apabila seorang muslim mengerjakan puasa asyura dengan khusu dimulai dari niat hingga buka puasa serta melakukan berbagai macam amalan ibadah lainnya, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Puasa Utama

Puasa utama selain puasa wajib pada bulan Ramadhan adalah puasa asyura. Ini menjadikan keutamaan 10 muharram yang telah disampaikan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits. Begitupun didalam al-quran terdapat pembahasan bahwa bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan paling mulia selain dari Ramadhan.

Dengan begitu, ketika mengerjalan amal ibadah wajib maupun sunnah pada bulan Muharram, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran dan memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan. Sehingga, puasa asyura sangat penting dalam hidup bagi umat islam.

Sunnah Rasulullah SAW

Adapun, keutamaan 10 muharram adalah sunnah Rasulullah SAW. Dimana, Rasulullah SAW pada masa hidupnya sering menunaikan ibadah puasa sunnah asyura sebagai bentuk teladan terhadap Nabi Musa As dan mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT.

Selain menjalankan ibadah puasa sunnah, selama bulan Muharram kita bisa melakukan ibadah lainnya seperti bersedekah kepada anak yatim, mencegah perbuatan kurang baik, memotong kuku, makan riba dan sebagainya. Semakin banyak kita melakukan ibadah wajib dan sunnah sebagai penyempurna, maka semakin banyak pula keistimewaan yang akan didapatkan.

Lebih Dekat Kepada Allah SWT

Keutamaan 10 muharram yang selanjutnya adalah lebih dekat kepada Allah SWT. Yang mana, selama menjalankan puasa sunnah tentu kita akan menahan rasa lapar, haus menjaga hawa nafsu dan lainnya yang bisa menimbulkan batal puasa. Maka, dengan begitu kita akan terus ingat kepada Allah SWT agar dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, agar kita dapat terjaga dari perilaku kurang baik dalam hidup, maka kita harus berbuat baik dengan mengerjakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya. Kemudian, selalu mengamalkan amalan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Ganjaran Pahala

Selain dekat dengan Allah SWT, keutamaan 10 muharram yaitu mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Penjelasan ganjaran pahala ini telah disampaikan dalam Al-quran maupun hadits sebagai bentuk anjuran bagi umat muslim untuk selalu menunaikan ibadah puasa wajib maupun sunnah.

Selain mengamalkan puasa pada bulan Muharram, kita harus memberi sedekah kepada anak yatim agar pahala yang akan didapatkan berlipat ganda yang menjadi tabungan untuk diakhirat nanti. Selain itu, bisa mengerjakan puas tasu’a pada tanggal 9 Muharram.

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Waktu Pelaksanaannya

Niat Puasa Asyura

Niat Puasa Asyura
Niat Puasa Asyura

Sebagai berikut, lafadz bacaan doa niat puasa asyura ketika dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan telah mengetahui segala keutamaan 10 muharram, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitu Shouma Asyura-a Lillahi Ta’ala”.

Artinya: “ Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’ala “.

Nah, itulah pembahasan 10 keutamaan 10 muharram, menjalankan puasa asyura 2023 beserta bacaan niatnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Puasa Bulan Dzulhijjah 10 Hari Pertama Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

 

Menjaga kebersihan diri secara rutin seperti memotong kuku merupakan salah satu ccara terbaik yang harus dilakukan. Dimana, dengan melakukan memotong kuku sangat membantu untuk membersihkan kotoran didalam sela-sela kuku agar tidak menimbulkan penyakit. Dimana, jaringan tangan kanan sering digunakan untuk memasukan makanan kedalam mulut. Hal itu, tentu harus menjaga kuku supaya tidak membawa kotoran yang masuk. Lantas, bagaimana ketika memotong kuku pada saat berpuasa? Yuk, simak pembahasan hukum memotong kuku saat puasa yang wajib diketahui bagi umat muslim.

Baca Juga: Niat Puasa Bulan Dzulhijjah 10 Hari Pertama Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Memotong Kuku saat Puasa

Memotong Kuku saat Puasa

Sebelum membahas memotong kuku saat puasa, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang suatu kebersihan diri. Yang mana, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat-Nya untuk selalu menjaga dan memelihara diri dengan kebersihan seperti membersihkan kuku. Waktu memotong kuku tentu bisa dilakukan kapan dan dimana saja pada saat kondisi kukunya sudah panjang.

Akan tetapi, dengan banyaknya sebuah pertanyaan diberbagai plafrom maupun lainnya yang memberi pertanyaan” bolehkan memotong kuku saat puasa”, Apa hukum memotong kuku saat puasa Ramadhan. Tentu dengan adaya pertanyaan tersebut akan menjadi sebuah pengetahuan bagi umat islam yang sedang belajar agama islam atau yang belum tahu hukum memotong kuku tersebut.

Kemudian, sebagai umat islam tentu anda harus pahami didalam cara memotong kuku yang baik dan benar sesuai anjuran Rasulullah SAW. Walaupun terlihat sangat mudah, tetapi hal tersebut tentunya harus diperhatikan suapaya kita mendapatkan kebiasaan dan manfaat dalam memotong kuku tersebut.

Hukum Memotong Kuku saat Puasa

Hukum Memotong Kuku Saat Puasa Yang Wajib Diketahui Bagi Umat Muslim

Hukum memotong kuku saat puasa sangat diperbolehkan. Ketika seoran muslim memotong kuku saat puasa Ramadhan, maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa. Beberapa hadist yang menjelaskan memotong kuku termasukbagian sunnah yang harus dilakukan. Tujuannya untuk membersihkan diri yang ada didalam sela-sela kuku.

Bahkan, Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits menjelaskan tentang memotong kuku, :

“Lima hal termasuk (sunah) fitrah, yaitu; mencukur rambut kemaluan, khitan, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku”

Rasulullah SAW selalu menjaga diri dengan membersihkan tubuh dengan mandi. Selain itu, Baginda Nabi Muhammad SAW juga rajin memotong kuku dan bulu lainnya ketika sudah tumbuh panjang. Manfaat memotong kuku ini dapat membersihkan kotoran yang menempel didalam selalu kuku agar tidak masuk pada mulut ketika makan.

Baca Juga: Niat Puasa Setelah Idul Fitri 6 Hari Bahasa Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya 2023

Hal yang Membatalkan Puasa

Hal yang Membatalkan Puasa

Berikut ini, beberapa hal yang membatalkan puasa setelah mengetahui hukum memotong kuku saat puasa, diantaranya:

Makan dan Minum

Memotong kuku saat puasa tentu sangat diperbolehkan. Akan tetapi, hal yang membatalkan puasa sering terjadi adalah makan dan minum. Bila seorang muslim sengaja mengkonsumsi makanan ataupun minuman pada waktu puasa, maka puasanya menjadi batal.

Oleh sebab itu, tentu kita harus menahan diri dari hawa nafsu seperti tidak makan saat sedang puasa agar tidak menjadi batal. Ketika mengerjakan puasa Ramadhan dan senagaja makan karena lapar, maka hukumnya berdosa dan puasanya menjadi batal.

Memasukan Obat Pada Dubur atau Qubul

Selain memotong kuku saat puasa, ada beberapa hal yang membatalkan puasa ketika melakukan sesuatu. Seperti contoh bisa seorang muslim sedang mengalami penyakit ambien dan dibawa ke rumah sakit dan dipasang kateter urine.

Dengan kondisi tersebut, maka puasa yang sedang dilajaninya menjadi batal. Apakah berdosa? Tentu saja tidak. Karena kondisi ini sedang dalam pengobatan yang harus ditangani lebih cepat agar mendapat penanganan dengan mudah supaya cepat sembuh.

Muntah

Adapun, hal yang membatalkan puasa selanjutnya adalah muntah. Walaupun, memotong kuku saat puasa tidak membatalkan, tetapi muntah secara disengaja dan tertelan lagi maka dapat membatalkan puasa.

Sedangkan, muntah secara tidak sejaga maka tidak akan berdosa dan tidak membatalkan puasa. Dan tetap sah menjalankan ibadah puasa. Dengan begitu, tentu kita harus berhati-hati pada saat sedang berpuasa untuk menjaga diri agar tidak menimbulkan muntah.

Hubungan Suami Istri

Hal yang membatalkan puasa lainnya yaitu hubungan suami istri. Apabila seseorang yang telah berumah tangga melakukan hubungan suami istri disiang hari saat berpuasa, maka dapat membatalkan puasa. Jadi, memotong kuku saat puasa tidak membatalkan puasa. Akan tetapi, melakukan hubungan suami istri dapat membatalkan puasa

Selain itu, hal yang membatalkan puasa lainnya, yaitu onani secara disengaja, nifas, haid, murtad pada saat menunaikan ibadah puasa, dan masih banyak lagi yang dapat membatalkan puasa ketika sedang melaksanakan ibadah puasa wajib maupun sunnah.

Tata Cara Memotong Kuku

Berikut ini, langkah tata cara memotong kuku sesuai sunnah nabi dan mengetahui hukumnya dalam memotong kuku saat puasa, yaitu:

  • Rasulullah SAW memberi contoh dalam tata cara memotong kuku dengan benar yaitu harus diawali dari jari telunjuk tangan kanan, kemudian dilanjutnya pada jari tengah, jari manis, jari kelingking hingga sampai ibu jari.
  • Sedangkan, cara memotong kuku tangan kiri diawali dari jari jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, dan berakhir pada ibu jari tangan kiri.

Nah, itulah pembahasan hukum memotong kuku saat puasa yang wajib diketahui bagi umat muslim yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bolehkah Puasa Hari Jumat? Bagaimana Hukumnya

 

Didalam ajaran islam tidak puasa Ramadhan saja yang harus dikerjakan oleh umat islam. Tetapi, banyak sekali puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim untuk dikerjakan. Selain itu, ada juga puasa yang tidak boleh dikerjakan karena hukumnya haram, seperti puasa di hari raya idul fitri dan idul adha, puasa hari tasyrik dan lainnya. Lantas, bagaimana jika mengerjakan puasa di hari jumat? Penasaran? Mari kita simak pembahasan bolehkah puasa hari jumat? Bagaimana hukumnya 2023.

Baca Juga: Inilah Hari yg Diharamkan Puasa Dalam Ajaran Islam

Puasa Hari Jumat

Puasa Hari Jumat

Melansir dari berbagai sumber menyatakan bahwa hari jumat merupakan hari raya bagi umat muslim. Melaksanakan ibadah puasa hari jumat hukumnya makruh apabila sebelum atau setelahnya tidak terjadi melakukan puasa. Penjelasan hukum puasa hari jumat ini merujuk pada sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,:

Artinya “Janganlah kalian puasa hari Jumat melainkan puasa sebelum atau sesudahnya.” (HR Bukhari).

Hukum makruh didalam islam memiliki arti yang berarti bila dikerjakan tidak mendapatkan pahala dan bisa ditinggalkan tidak masalah. Maksudnya seseorang dianjurkan untuk tidak melakukan sesuatu yang ngga ada manfaatnya. Seperti halnya melakukan merokok itu hukumnya makruh.

Hukum Puasa Hari Jumat

Bolehkah Puasa Hari Jumat Bagaimana Hukumnya

Jalaluddin As-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaishil Jum’ah menjelaskan hukum puasa hari jumat secara rinci, yaitu:

“Pendapat yang paling shahih menurut madzhab kami dan ini termasuk pendapat jumhur ulama bahwa puasa hari Jumat makruh kalau tidak puasa sebelum dan sesudahnya. Sebagian pendapat mengatakan tidak makruh kecuali bagi orang yang terhalang ibadahnya lantaran puasa dan tubuhnya lemah.”

Penjelasan diatas berarti hukum melaksanakan puasa hari jumat adalah makruh bila tidak dikerjakan sebelum dan sesudanya. Namun, disetiap kalangan ulama memiliki berbagai macam pendapat dalam hal tersebut. Seperti larangan menjalankan ibadah puasa hari jumat dan sabtu. Alasan larangan puasa hari jumat diantaranya, karena hari raya, agar pelaksanaan ibadah jumat lebih afdhal, dan juga perbedaan dengan kaum yahudi.

Pada jaman Baginda Nabi Muhammad SAW, orang Yahudi selalu melaksanakan puasa hari sabtu. Maka dari itu, umat islam tidak dianjurkan mengerjakan puasa pada hari jumat tersebut. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW telah bersabda,:

Artinya: “Janganlah khususkan malam Jumat dengan shalat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam-malam lainnya. Janganlah pula khususkan hari Jumat dengan puasa tertentu yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya kecuali jika ada puasa yang dilakukan karena sebab ketika itu.” (HR Muslim).

Baca Juga: Niat Puasa Bulan Dzulhijjah 10 Hari Pertama Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Pandangan Ulama Perihal Puasa Hari Jumat

Pandangan Ulama Perihal Puasa Hari Jumat

Berikut ini, beberapa pandangan ulama perihal puasa hari jumat, yaitu:

Imam Nawawi Rahimahullah

Pandangan ulama perihal puasa hari jumat menurut imam Nawawi Rahimahullah mengatakan bahwa:

“Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jumat secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jumat, maka tidaklah makruh.” (Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin Rahimahullah

Sedangkan, menurut syaikh Muhammad nin Sholih Al ‘Utsaimin Rahimahullah perihal puasa hari jumat mengatakan bahwa:

“Jika seseorang berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian bukan maksud untuk pengkhususan karena hari tersebut adalah hari Jumat namun karena itu adalah waktu longgarnya saat itu, maka pendapat yang tepat, itu masih dibolehkan.” (Syarhul Mumthi’).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di Rahimahullah

Adapun, pandangan ulama perihal puasa hari jumat menurut Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di Rahimahullah, yaitu:

“Larangan mengkhususkan puasa pada hari Jumat dimaksudkan karena sebagian orang menyangka ada keutamaan disunnahkannya puasa pada hari tersebut. Dijelaskan di sini bahwa puasa pada hari Jumat itu dilarang. Sebagaimana berpuasa pada hari Id juga terlarang dan hari Jumat juga adalah hari Id pekanan.

Penjelasan keterangan tersebut alasan tidak boleh puasa hari jumat yaitu supaya umat islam dalam melaksanakan ibadah dengan khusu dengan oenuh hikmah. Selain itu, atau bisa melaksanakan puasa ketika bertepatan dengan puasa sunnah tertentu, seperti puasa daud, puasa ayaamul bidh, puasa tarwiyah maupun arafah.

Adapun, penjelasan hukum puasa hari jumat menjadi makruh seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadistdari Juwairiyah bint Al-Harits;

“Rasulullah SAW pernah menemuinya pada hari Jum’at dan ia dalam keadaan berpuasa, lalu beliau bersabda: ‘Apakah engkau berpuasa kemarin?’ ‘Tidak,’ jawabnya. ‘Apakah engkau ingin berpuasa besok?’ tanya beliau lagi. ‘Tidak,’ jawabnya lagi. ‘Batalkanlah puasamu’ kata Rasulullah SAW.” (HR Bukhari).

Didalam keterangan hadits tersebut menurut para ulama menjelaskan bahwa hukum melaksanakan ibadah puasa sunnah hari jumat menjadi makruh. Akan tetapi, bisa menjalankan puasa sunnah pada hari jumat tidak makruh apabila didahului puasa sunnah hari kamis dan sabtu. Selain itu, bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa arafah, auasa Ayyamul Bidh dan puasa dawud

Nah, itulah pembahasan bolehkan puasa hari jumat? Bagaimana hukumnya 2023 yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Puasa Setelah Idul Fitri 6 Hari Bahasa Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya 2023

 

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang ada didalam ajaran islam. Dimana, bulan Dzulhijjah menjadi bulan pelaksanaan ibadah haji bagi umat muslim yang akan menjalankannya. Selain itu, bulan Dzulhijjah bulan untuk merayakan hari lebaran idul adha dan hari penyembelih hewan qurban serta mengamalkan ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Lantas, bagaimana bacaan niat puasa sunnah pada bulan dzulhijjah tersebut? Yuk, simak pembahasan niat puasa bulan dzulhijjah 10 hari pertama bahasa arab, latin dan artinya.

Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa 100 % Ampuh

Puasa Bulan Dzulhijjah

Puasa Bulan Dzulhijjah

Sebelum membahas puasa bulan dzulhijjah, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang bulan Dzulhijjah, umat islam yang mendapat panggilan Allah SWT untuk berhaji, maka meraka akan melaksanakan ibadah haji di Baitullah. Sedangkan, umat muslim yang belum mendapatkan panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji, mereka akan merayakan lebaran Idul Adha di negara masing-masing. Selain itu, melaksanakan penyembelih hewan qurban bagi umat muslim yang memiliki niat dengan ikhlas.

Ada tiga puasa sunnah yang dapat dikerjakan pada bulan dzulhijjah 10 hari pertama, diantaranya puasa sunnah pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah, puasa tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dan diakhiri merayakan hari lebaran membaca takbir dan melaksanakan sholat idul adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Bacaan Niat Puasa Bulan Dzulhijjah

Niat Puasa Bulan Dzulhijjah 10 Hari Pertama Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Berikut ini, lafadz doa bacaan niat puasa bulan dzulhijjah 10 hari pertama, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin : “Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinya : “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

Waktu Pelaksanaan Puasa Bulan Dzulhijjah

Waktu pelaksanaan puasa bulan dzuhijjah dilakukan pada tangal 1 hingga 7 Dzulhijjah atau 10 hari pertama. Sedangkan, melakukan puasa sunnah tarwiyah dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Selain tiu, terdapat pula, puasa sunnah yang dapat dikerjakan, diantaranya puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh dan puasa daud. Akan tetapi, ada beberapa hari yang tidak boleh mengerjakan puasa yaitu mengerjakan puasa pada hari raya idul adha dan hari tasyrik yaitu dari tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Waktu Pelaksanaannya

Keutamaan Puasa Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Bulan Dzulhijjah

Berikut ini, beberapa fadilah atau keutamaan puasa bulan dzulhijjah yang akan didapatkan bagi orang yang menjalankannya, yaitu:

Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Keutamaan puasa bulan dzulhijjah yang pertama adalah akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Apabila seorang muslim mengamalkan puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah tersebut, maka Allah SWT akan memberika ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits, :

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi)

Diampuni Dosa-Dosanya

Selain pahala, keutamaan puasa bulan dzulhijjah bagi orang yang mengerjakan puasa sunnah arafah pada tangal 9 Dzulhijjah, maka akan diampuni dosa-dosanya selama dua tahun. Hal ini tentu sangat manfaat sekali bagi umat muslim yang menjalankannya.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist, :

Artinya, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Menurut beberapa sumber menyatakan bahwa hari arafah menjadi hari yang paling baik, dimana Allah SWT akan membebaskan hamba_nya dari api neraka.

Menahan Hawa Nafsu

Adapun, keutamaan puasa bulan dzulhijjah yang berikutnya adalah dapat menjaga hawa nafsu yang dapat menimbulkan amarah maupun perilaku kurang baik. Dimana, seorang muslim yang sedang berpuasa, maka syaitan tidak akan mudah masuk kedalam tubuh orang tersebut karena terhalang oleh amalan puasa sunnah yang sedang dikerjakan.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا

فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا

إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا –

أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Latin : Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya.”

Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Keutamaan puasa bulan dzulhijjah merupakan salah satu amalan ibadah sunnah yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim tentu harus mengikuti sunnah Rasulullah SAW tersebut.

Selain itu, mencari jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT selain menunaikan segala perintah-Nya dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

Nah, itulah pembahasan niat puasa bulan dzulhijjah 10 hari pertama bahasa arab, latin dan artinya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Inilah Hari yg Diharamkan Puasa Dalam Ajaran Islam

 

Hari yg Diharamkan Puasa – Rukun islam yang ketiga adalah puasa. Umat islam diwajibkan menunaikan ibadah puasa wajib pada bulan Ramadhan. Apabila seorang muslim meninggalkan atau tidak melaksanakan puasa Ramadhan maka hukumnya berdosa. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim harus menunaikan ibadah puasa Ramadhan atas perinta Allah SWT. Namun, ada beberapa puasa sunnah yang tidak boleh dilakukan pada hari tertentu. Bila seseorang mengerjakan puasa sunnah pada hari tersebut maka hukumnya berdosa. Lantas, hari apa saja yang diharamkan untuk melakukan puasa? Yuk, simak pembahasan inilah hari yg diharamkan puasa dalam ajaran islam.

Baca Juga: 10 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bacaan Doa Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Hari yg Diharamkan Puasa

Hari yg Diharamkan Puasa

Sebelum membahas hari yg diharamkan puasa, ada beberapa hal yang harus diketahui tenang puasa itu sendiri. Puasa adalah menahan diri dari sesuatu yang dapat membatalkan puasa dari dengan waktu yang telah ditentukan. Selain puasa wajib, terdapat pula puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk melaksanakannya.

Akan tetapi, dalam menjalankan ibadah puasa sunnah tentu ada hari-hari tertentu yang tidak boleh di laksanakan mengerjakan puasa tersebut. Dengan begitu, tentu sebagai umat muslim harus pahami hari apa saja yang tidak boleh melaksanakan ibadah puasa sunnah.

Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa 100 % Ampuh

Waktu Hari yg Diharamkan Puasa

Inilah Hari yg Diharamkan Puasa Dalam Ajaran Islam

Berikut ini, waktu hari yg diharamkan puasa didalam ajaran islam, diantaranya:

Hari Raya Idul Fitri

Hari yang diharamkan puasa yang pertama adalah dilaksanakan pada hari raya idul fitri. Umat muslim dilarang menjalankan ibadah puasa saat idul fitri. Dimana, hari idul fitri merupakan salah satu momen hari kemenangan bagi umat muslim setelah menyelesaikan puasa Ramadhan satu bulan penuh.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits, :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Muslim).

Puasa Hari Raya Idul Adha

Selain idul fitri, hari yg diharamkan puasa selanjutnya adalah puasa hari raya idul adha. Umat muslim yang melaksanakan puasa pada hari raya qurban, maka hukumnya berdosa. Padahal, sebelum memasuki lebaran idul adha, terdapat beberapa puasa sunnah yang boleh diamalkan, seperti puasa dzulhijjah, puasa tarwiyah dan puasa arafah.

Dalam sebuah hadits telah dijelaskan larangan puasa di hari raya idul adha, Rasulullah SAW bersabda,:

Artinya: “Aku menyaksikan hari raya bersama Umar bin al Khattab, beliau berkata: ini adalah dua hari yang dilarang Rasulullah saw. untuk berpuasa, yakni hari berbukanya kalian dari puasa, dan hari lainnya kalian makan di dalamnya dari hewan sembelihan kalian.” (HR. Bukhari).

Hari Tasyrik

hari tasyrik, Hari yg Diharamkan Puasa

Adapun, hari yg diharamkan puasa berikutnya yaitu hari tasyrik. Dimana, umat muslim tidak boleh atau dilarang menjalankan ibadah puasa sunnah pada hari tasyrik. Ada 3 hari tasyrik yang tidak boleh untuk melaksanakan ibadah puasa, diantaranya pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,:

Artinya: “Janganlah kamu berpuasa pada hari ini karena ia merupakan hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.”

Puasa Hari Jumat

Hari yg diharamkan puasa lainnya adalah menjalankan puasa hari jumat. Secara umum, hari jumat yaitu hari yang penuh dengan berkah. Akan tetapi, ketika kita melaksanakan ibadah puasa sunnah yang bukan dari qodho, membayar kafaroh, maka berosa. Namun, sangat berbeda bila hari jumat itu bertepatan tanggal hari puasa sunnah seperti puasa syawal, puasa 1 ramadhan, puasa arafah ataupun tarwiyah.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist, :

Artinya: “Janganlah khususkan malam Jumat dengan sholat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam-malam lainnya. Janganlah pula khususkan hari Jumat dengan puasa tertentu yang tidak dilakukan pada hari-hari lainnya kecuali jika ada puasa yang dilakukan karena sebab ketika itu.” (HR. Muslim).

Puasa Hari Sabtu

Puasa hari sabtu termasuk salah satu hari yg diharamkan puasa. Mengapa? Karena, pada masa jaman Baginda Nabi Muhammad SAW, hari sabtu dijadikan sebagai rutinitas bagi orang yaitu. Maka dari itu, umat muslim dilarang melaksanakan puasa pada hari sabtu terkecuali menjalankan ibadah puasa wajib maupun lainnya.

Dalam sebuah hadist telah menjelaskan larangan puasa hari sabtu. Rasulullah SAW bersabda,:

Artinya: “Janganlah kalian berpuasa hari sabtu, kecuali untuk puasa yang Allah wajibkan. Jika kalian tidak memilliki makanan apapun selain kulit anggur atau batang kayu, hendaknya dia mengunyahnya.” (HR. Turmudzi ).

Lainnya

Hari yang diharamkan puasa yang lainnya, yaitu

  • Puasa Hari Syak
  • Puasa Sepanjang Tahun
  • Puasa Wanita Saat Haid atau Nifas
  • Puasa Orang Sakit yang Dikhawatirkan Meninggal Dunia
  • Dll

Nah, itulah pembahasan inilah hari yg diharamkan puasa dalam ajaran islam dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Waktu Pelaksanaannya

 

Bulan Dzulhijjah menjadi bulan yang penuh dengan makna. Dimana, umat islam akan merayakan hari lebaran Idul Adha, menyembelih hewan qurban dan ibadah haji pada bulan Dzulhijjah. Disamping itu, terdapat pula anjuran puasa sunnah yang dapat dilaksanakan oleh umat muslim pada bulan Dzulhijjah tersebut, diantaranya puasa tarwiyah dan arafah. Lantas, apa saja fadilah dan keistimewaan melakukan puasa tersebut? Yuk, simak pembahasan 5 keutamaan puada dzulhijjah dan waktu pelaksanaannya.

Baca Juga: 6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha Sesuai Sunnah

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Sebelum membahas keutamaan puasa dzulhijjah, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang bulan Dzulhijjah, umat islam yang mendapat panggilan Allah SWT untuk berhaji, maka meraka akan melaksanakan ibadah haji di Baitullah. Sedangkan, umat muslim yang belum mendapatkan panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji, mereka akan merayakan lebaran Idul Adha di negara masing-masing. Selain itu, melaksanakan penyembelih hewan qurban bagi umat muslim yang memiliki niat dengan ikhlas.

Ada tiga puasa sunnah yang dapat dikerjakan pada bulan dzulhijjah, diantaranya puasa sunnah pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah, puasa tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dan diakhiri merayakan hari lebaran membaca takbir dan melaksanakan sholat idul adha pada tanggal 10 Dzulhijjah.

5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah

5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Waktu Pelaksanaannya

Berikut ini, beberapa fadilah atau keutamaan puasa dzulhijjah yang akan didapatkan bagi orang yang menjalankannya, yaitu:

Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Keutamaan puasa dzulhijjah yang pertama adalah akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Apabila seorang muslim mengamalkan puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah tersebut, maka Allah SWT akan memberika ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits, :

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi)

Diampuni Dosa-Dosanya

Selain pahala, keutamaan puasa dzulhijjah bagi orang yang mengerjakan puasa sunnah arafah pada tangal 9 Dzulhijjah, maka akan diampuni dosa-dosanya selama dua tahun. Hal ini tentu sangat manfaat sekali bagi umat muslim yang menjalankannya.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist, :

Artinya, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Menurut beberapa sumber menyatakan bahwa hari arafah menjadi hari yang paling baik, dimana Allah SWT akan membebaskan hamba_nya dari api neraka.

Menahan Hawa Nafsu

Adapun, keutamaan puasa dzulhijjah yang berikutnya adalah dapat menjaga hawa nafsu yang dapat menimbulkan amarah maupun perilaku kurang baik. Dimana, seorang muslim yang sedang berpuasa, maka syaitan tidak akan mudah masuk kedalam tubuh orang tersebut karena terhalang oleh amalan puasa sunnah yang sedang dikerjakan.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا

فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا

إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا –

أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Latin : Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya.”

Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Keutamaan puasa dzulhijjah merupakan salah satu amalan ibadah sunnah yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim tentu harus mengikuti sunnah Rasulullah SAW tersebut.

Selain itu, mencari jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT selain menunaikan segala perintah-Nya dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

Baca Juga: 10 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bacaan Doa Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Niat Puasa Dzulhijjah

Niat Puasa Dzulhijjah

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat puasa dzulhijjah yang dapat dibaca setelah mengetahui segala keutamaan puasa dzulhijjah tersebut, yaitu:

Puasa Sunnah Tanggal 1 Sampai 7 Dzulhijjah

Bacaan doa niat puasa sunnah tanggal 1 sampai 7 dzulhijjah,:

Latin: “Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”

Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah

Bacaan doa niat puasa tarwiyah tanggal 8 dzulhijjah,:

Latin: “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Puasa Arafah Tanggal 8 Dzulhijjah

Bacaan doa niat puasa arafah tanggal 9 dzulhijjah,:

Latin: “Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala”.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”

Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah

Waktu pelaksanaan puasa dzuhijjah dilakukan pada tangal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Sedangkan, melakukan puasa sunnah tarwiyah dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Selain tiu, terdapat pula, puasa sunnah yang dapat dikerjakan, diantaranya puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh dan puasa daud. Akan tetapi, ada beberapa hari yang tidak boleh mengerjakan puasa yaitu mengerjakan puasa pada hari raya idul adha dan hari tasyrik yaitu dari tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Nah, itulah pembahasan 5 keutamaan puasa dzulhijjah dan waktu pelaksanaannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 8 Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa 100 % Ampuh

 

Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa – Mengalami cegukan saat puasa tentu sangat mengganggu sekali dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dimana, ketika terjadi cegukan maka tubuh merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri pada saat berhadapan dengan orang lain. Hal ini membuatkan kita akan melakukan sesuatu yang bisa dapat meredakan ketegangan tubuh. Dengan mengatasi cegukan ketika berpuasa tentu tidak bisa dilakukan dengan minum air dikarenakan bisa membatalkan puasa. Oleh karena itu, mengobati cegukan dapat dilakukan dengan berbagai hal. Penasaran? Yuk, simak pembahasan 8 cara menghilangkan cegukan saat puasa 100% ampuh.

Baca Juga: 10 Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadhan 2023

Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa

Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa

Sebelum membahas cara menghilangkan cegukan saat puasa, ada beberapa hal yang harus diketahuai ketika sedang berpuasa. Membaca niat puasa menjadi hal penting harus dibacakan agar lebih afdhal dalam menjalankan ibadah puasa, baik puasa wajib maupun sunnah. Selain itu, hindari konsumsi suatu makanan yang bisa menimbulkan cegukan dikemudian hari agar pelaksanaan puasa dapat berjalan lancar.

Disamping itu, tentu kita tidak melakukan aktivitas kerja yang memberatkan agar tidak menimbukan kecapean. Bila kita bekerja terus-menerus tanpa istirahat, maka tubuh akan merasa cape, lapar dan juga haus. Sehingga membuat kita akan berpikir ingin minum yang dapat membatalkan puasa.

Baa Juga: 6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha Sesuai Sunnah

8 Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa

8 Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa 100 % Ampuh

Berikut ini, langkah 8 cara menghilangkan cegukan saat puasa paling ampuh, yaitu:

Menahan Napas

Cara menghilangkan cegukan saat puasa yang pertama paling popular adalah menahan napas. Dimana, cara seperti ini sering dilakukan oleh semua orang dengan cara mengambil nafas dalam hidung dan tahan selama 15 detik. Kemudian, buang nafas secara perlahan-lahan dan dilakukan 4 kali.

Bila cara seperti itu tidak kunjung sembuh, maka bisa dilakukan kembali menahan nafas selama 1 menit dan lakukan secara terus menerus.

Bernapas Dalam Kantong Kertas

Mengobati atau mengatasi cegukan ketika sedang berpuasa bisa dilakukan berbagai macam hal tanpa minum air yang bisa menyebabkan batal. Cara menghilangkan cegukan saat puasa bisa menggunakan pola bernapas dalam kantong kerja yang sangat tebal.

Dimana, leher kantong kerja yang telah disiapkan tempelkan pada mulut dan hidup secara tertutup. Lalu, lakukan bernafas dalam kantong kertas tersebut dengan tujuan untuk menghirup karbondioksida yang dapat membantu meredakan kontraksi pada otot-otot diafragma tersebut. Hal ini sangat mudah dalam menghilangkan cegukan dengan cepat.

Duduk Memeluk Lutut

Adapun, cara menghilangkan cegukan saat puasa yang selanjutnya adalah duduk memeluk lutut. Proses seperti ini sangat membantu mengatasi dalam menghilangkan cegukan dengan cara posisi duduk dan kedua kaki ditekukan ke atas seperti lagi merengkuk.

Apabila anda telah melakukan hal tersebut, maka tahan selama 5 menit. Dimana, dengan melakukan posisi tersebut sangat membantu untuk meningkatkan tekanan pada otot diafragma, sehingga udara yang tersumbat akan keluar.

Memijat Area Ulu Hati

Cara menghilangkan cegukan saat puasa berikutnya yaitu memijat area ulu hati tanpa harus minum air agar tidak membatalkan puasa. Dimana, anda bisa mencoba melakukan pijatan pada ulu hati dengan ujung jari secara perlahan-lahan agar dapat meredakan tekanan pada otot-otot diafragma tersebut.

Sehingga, tekanan otot diafragma tersebut akan lebih rilek dan tidak terjadi cegukan kembali. Cobalah lakukan cara seperti itu selama 2 menit.

Memijat Telapak Tangan

Ada banyak cara menghilangkan cegukan saat puasa yang bisa anda lakukan. Salah satunya memijat telapak tangan dengan cara ditekan menggunakan jari tangan pada bagian jari telunjuk maupun ibu jari secara lembut.

Apabila telapak tangan ditekan merasakan rasa sakit, maka kemungkinan besar sistem saraf mengalami masalah. Oleh karena itu, anda bisa melakukan pijatan telapak tangan beberapa kali agar cegukan yang dialami cepat hilang.

Penyebab cegukan saat puasa

Sebagai berikut, beberapa penyebab cegukan saat puasa yang sering terjadi kontraksi, atau peregangan pada otot diafragma dan mengetahui cara menghilangkan cegukan saat puasa itu sendiri, diantaranya:

  • Makan Sahur Terlalu Berlebihan
  • Teralu Cepat Saat Makan Sahur
  • Konsumsi Minuman Bersoda Saat Sahur
  • Asam Lambung Naik
  • Banyak Menelan Udara

Apabila kondisi tersebut terjadi maka akan timbul reaksi pada tubuh, seperti menimbulkan gangguan pada syarat yang menghubungkan otak dengan diafragma.

Cara Mencegah Cegukan Saat Puasa

Cara Mencegah Cegukan Saat Puasa

Adapun, langkah-langkah dalam melakukan pengobatan cara mencegah cegukan saat puasa dan sudah tahu bagaimana cara menghilangkan cegukan saat puasa, yaitu:

  • Hindari konsumsi makan sahur secara berlebihan
  • Hindari makan sahur dengancepat
  • Kurangi konsumsi makanan yang pedas saat sahur
  • Hindari konsumsi minuman yang bersoda
  • Hindari merokok di waktu sahur
  • Jangan memikirkan sesuatu yang berlebihan hingga mengalami stress
  • Dll

Nah, itulah pembahasan cara menghilangkan cegukan saat puasa 100% ampuh yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bacaan Doa Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

 

Pada bulan Dzulhijjah terdapat dua amalan puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim untuk dikerjakan. Nama kedua puasa sunnah bulan Dzulhijjah tersebut yaitu puasa tariyah dan puasa arafah. Waktu puasa tarwih dan arafah tentu sangat berbeda, tetapi sama-sama memiliki banyak keistimewaan yang akan didapatkan. Apa saja? Yuk, simak pembahasan 10 keutamaan puasa tarwiyah, bacaan doa niat bahasa arab, latin dan artinya.

Baa Juga: Bacaan Niat Puasa 1 Muharram Lengkap Bahasa Arab, Latin Beserta Artinya

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Sebelum membahas keutamaan puasa tarwiyah, sebagai umat muslim tentu harus pahami tentang puasa tersebut. Puasa tarwiyah adalah puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim yang harus dilaksanakan sebagai amal ibadah. Waktu pelaksanaan puasa tarwiyah dikerjakan atau dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah sebelum memasuki lebaran idul adha.

Imam Syafi’I menegaskan dalam buku kitabnya, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat-Nya untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah tarwiyah dan arafah pada tanggal 8 sampai 9 Dzulhijjah agar dapat ganjaran dari Allah SWT.

10 Keutamaan Puasa Tarwiyah

10 Keutamaan Puasa Tarwiyah, Bacaan Doa Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini, beberapa manfaat, keistimewaan, fadilah dan keutamaan puasa tarwiyah bagi umat muslim yang menjalankan, yaitu:

Amal Ibadah Yang Dicintai Allah SWT

Keutamaan puasa tarwiyah bagian pertama merupakan bagian dari amal ibadah yang dicintahi Allah SWT. Semua umat muslim tentu ingin dicintai oleh Allah SWT. Dengan begitu, kita harus melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nnya. Selain itu, mengamalkan amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist:

Artinya : “Tiada hari di mana amal sholeh, lebih dicintai Allah selain hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).’ Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi puasa satu tahun.”

Ibarat Puasa Setahun Penuh

Selain menjadi amal ibadah, keutamaan puasa tarwiyah yang selanjutnya yaitu ibarah puasa setahun penuh. Artinya, ketika seorang muslim melaksanakan ibadah puasa sunnah tarwiyah, maka mereka sedang menjalankan ibadah puasa seperti puasa satu tahun.

Penjelasannya keutamaan ini terdapat dalam sebuah hadist , Rasulullah SAW:

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti sebulan. Dan untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun,” (HR. Ali Al-Muhairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Menahan Hawa Nafsu

Adapun, keutamaan puasa tarwiyah yang berikutnya adalah dapat menjaga hawa nafsu yang dapat menimbulkan amarah maupun perilaku kurang baik. Dimana, seorang muslim yang sedang berpuasa, maka syaitan tidak akan mudah masuk kedalam tubuh orang tersebut karena terhalang oleh amalan puasa sunnah yang sedang dikerjakan.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا

فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا

إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا –

أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Latin : Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya.”

Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Keutamaan puasa tarwiyah merupakan salah satu amalan ibadah sunnah yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim tentu harus mengikuti sunnah Rasulullah SAW tersebut.

Selain itu, mencari jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT selain menunaikan segala perintah-Nya dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.

Baca Juga: 10 Keutamaan Puasa Asyura yang Perlu Diketahui

Niat Puasa Tarwiyah

Niat Puasa Tarwiyah

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat puasa tarwiyah yang dapat dibacakan, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin : “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa”.

Artinya : Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah taalaa.

Setiap mengerjakan ibadah wajib maupun sunnah tentu harus disertai dengan niat. Salah satunya yaitu mengerjakan puasa sunnah tarwiyah pada bulan Dzulhijjah.

Nah, itulah pembahasan 10 keutamaan puasa tarwiyah, bacaan doa niat bahasa arab, latin dan artinya yang dapa kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Keutamaan Puasa Rajab Tanggal 1 Hingga 10 Bulan Rajab

 

Ketika kita mengerjakan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan, terkadang kita mendapatkan sesuatu yang menimbulkan kesedihan dan menangis. Salah satu contoh, apabila seseorang sedang mengerjakan puasa Ramadhan tiba-tiba ada pihak keluarga yang meninggal dunia. Hal itu, tentu akan menyebabkan keluar air mata alias menangis karena telah ditinggalkan oleh salah satu keluarganya. Dengan begitu, bagaimana hukum jika menangis saat puasa? Yuk, simak pembahasan apakah menangis membatalkan puasa Ramadhan? Ini penjelasannya.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa 1 Muharram Lengkap Bahasa Arab, Latin Beserta Artinya

Menangis Membatalkan Puasa

Menangis Membatalkan Puasa

Sebelum membahasa menangis membatalkan puasa, tentu sebagai umat muslim harus mengetahui segala hukum didalam puasa wajib tesrebut. Secara umum, memang menangis saat puasa Ramadhan tentu tidak akan membatalkan puasanya. Apalagi, jika seseorang menangis saat bulan puasa Ramadhan karena takut kepada Allah SWT tentu bisa mendapatkan ganjaran pahala.

Melansir dari berbagai sumber menyatakan bahwa menangis tidak menjadi bagian dari suatu hal yang dapat membatalkan puasa. Seperpti yang telah dijelaskan dalam sebuah kitab Matnu Abi Syuja’,:

والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء : ما وصل عمدا إلى الجوف أو الرأس والحقنة في أحد السبيلين والقيء عمدا والوطء عمدا في الفرج والإنزال عن

مباشرة والحيض والنفاس والجنون والإغماء كل اليوم والردة

Artinya: “Yang membatalkan puasa ada sepuluh hal, yakni sesuatu yang sampai pada rongga bagian dalam tubuh (jauf) atau kepala, mengobati dengan memasukkan sesuatu pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur), muntah secara sengaja, melakukan hubungan seksual secara sengaja pada alat kelamin, keluarnya mani sebab bersentuhan kulit, haid, nifas, gila, pingsan, dan murtad,”

Apakah Menangis Membatalkan Puasa Ramadhan?

Apakah Menangis Membatalkan Puasa Ramadhan Ini Penjelasannya

Menjawab pertanyaan apakah menangis membatalkan puasa Ramadhan, maka jawabannya tidak akan membatalkan puasa selama air mata yang mengalir tidak masuk maupun tertelan pada mulut. Hal ini tentunya tidak akan mengurangi juga pahalannya.

Hukum menangis saat puasa Ramadhan maupun lainnya yaiu makrud. Artinya boleh dilakukan maupun tidak dan tidak menimbulkan dosa. Dengan begitu, tentu kita sebagai umat muslim harus menjaga diri dari hawa nafsu agar tidak menimbulkan batal puasa.

Baca Juga: Keutamaan Puasa Rajab Tanggal 1 Hingga 10 Bulan Rajab

Hal yang Membatalkan Puasa

Hal yang Membatalkan Puasa

Berikut ini, beberapa hal yang membatalkan puasa, setelah mengetahui jawaban dari apakah menangis membatalkan puasa, yaitu:

Makan dan Minum Secara Sengaja

Menangis membatalkan puasa atau tidak tergantung dari suatu kondisi pada saat itu. Namun, hal yang membatalkan puasa pertama adalah makan dan minum secara senagaja. Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 187:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Artinya: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam,” (Al-Baqarah-187).

Haid dan Nifas

Hal yang membatalkan puasa yaitu haid dan nifas. Bila seorang wanita muslim mengalami haid pada bulan puasa Ramadhan, maka puasanya akan batal. Hal ini tentu sangat berbeda dengan menangis membatalkan puasa apabila air matanya tertelan.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits menjelaskan haid saat puasa, :

أَلَيْسَ إِذَا خَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ؟ قُلنَ : بَلَى : قَالَ : فَذَ لِكَ نُقْصَانُ دِيْنِهَا

Artinya: “Bukankah jika haid dia (wanita) tidak salat dan puasa ? Kami katakan : ‘Ya’, Beliau berkata : ‘Itulah (bukti) kurang agamanya,” (HR Muslim 79, dan 80 dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah).

Muntah dengan Sengaja

Adapun, hal yang membatalkan puasa dan menangis membatalkan puasa kita air matanya masuk ke mulit, yaitu muntah dengan sengaja. Ketika seserang dalam keadaan puasa, dan mengalami muntah dengan senagaja, maka puasanya menjadi batal. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits:

مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنِ اسْتَقَاءَ فَليَقْضِ

Artinya: “Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya untuk mengqadha’ puasanya, dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha’ puasanya.”

Berhubungan Suami Istri

Hal yang membatalkan puasa selanjutnya adalah berhubungan suami isti disiang hari. Hal ini tentu dapat menyebabkan membatalkan puasa. Oleh sebab itu, ketika ingin berhubungan suami istri pada bulan puasa, maka bisa dilakukan malam hari.

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا

مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ

Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu,” (QS. Al-Baqarah-187).

Nah, itulah pembahasan apakah menangis membatalkan puasa Ramadhan? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Puasa Asyura yang Perlu Diketahui

 

Memasuki bulan syaban merupakan salah satu bulan dengan memiliki banyak amalan yang dapat di kerjakan oleh umat muslim. Dimana, salah satu amalan yang dapat dilakukan pada bulan syaban adalah puasa. Pada bulan syaban, umat muslim akan berlomba-lomba memperbanyak amal dengan melakukan berbagai macam kegiatan ibadah sunnah seperti puasa. Lantas, berapa hari puasa nisfu syaban 2023? Ini penjelasannya.

Puasa nisfu syaban merupakan puasa sunnah yang dapat dilakukan pada bulan syaban sebelum masuk pada bulan suci Ramadhan. Waktu pelaksanaan puasa sunnah nisfu syaban dikerjakan terbilang hanya beberapa hari saja. Maka, umat muslim dapat melaksanakan ibadah puasa sunnah syaban sendiri atau bersama keluarga.

Berapa Hari Puasa Nisfu Syaban

Berapa Hari Puasa Nisfu Syaban 2023 Ini Penjelasannya

Sebelum membahas pertanyaan berapa hari puasa nisfu syaban, tak salahnya kita harus pahami dahulu tentang puasa syaban itu sendiri agar tidak salah dalam mengartikannya. Puasa nisfu syaban adalah puasa sunnah yang dapat dikerjakan bagi umat islam pada waktu bulan syaban sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Waktu pelaksanaan puasa sunnah nisfu syaban sendiri telah dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Harairah RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,” tidak boleh berpuasa jika sudah terlewat separuh dari bulan syaban”.

Dengan melihat keterangan tersebut berarti mengerjakan puasa nifsu syaban dilakukan banyak 15 hari selanjutnya tidak dilanjutkan menunaikan puasa syaban. Maka dari itu, menyangkut pertanyaan berapa hari puasa nisfu syaban maka jawabannya 15 hari. Jadi, jika di tahun 2023, maka waktu bulan puasa nisfu syaban dilakukan pada tanggal 1 sampai 15 syaban 1444H atau tanggal 21 febuari 2023 hingga 8 maret 2023.

Akan tetapi jika sebelumnya diluar bulan syaban memang sudah rutin mengerjakan puasa sunnah seperti senein kamis atau ayyamul bidh. Maka lewat dari pertengahan bulan syaban masih tetap bisa melaksanakan puasa sunnah rutin tersebut.

Penjelasan Puasa Nisfu Syaban

Penjelasan Puasa Nisfu Syaban

Berikut ini, beberapa penjelasan tentang pertanyaan yang sering disampaikan oleh umat muslim, yaitu:

Bolehkah Puasa Nisfu Syaban 1 Hari

Selain berapa hari puasa nisfu syaban, ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh umat islam didalam plafrom maupun lainnya menyangkut bolehkah puasa nisfu syaban 1 hari? Jika melihat dari hal tersebut, sebetulnya tidak ada penjelasan yang mengharuskan untuk puasa syaban 15 hari. Akan tetapi, jika kita mampu mengerjakan puasa sunnah nisfu syaban sebanyak 15 hari, maka boleh dilakukan.

Dengan begitu, bila kita tidak kuat melakukan puasa sunnah syaban 15 hari maka boleh dilakukan hanya 1 hari saja. Dengan catatan agar tidak menimbulkan masalah pada aktivitas sehari-hari yang dapat menguras tenaga lebih banyak.

Bolehkah Puasa Nisfu Syaban 3 Hari

Bolehkah puasa nisfu sayaban 3 hari? Maka jawabannya boleh bila kita hanya mampu melakukannya dengan waktu tersebut. Dimana, setiap mengerjakan puasa sunnah tentu akan mendapatkan pahala sebagai bekal kelak diakhirat nanti. Selain itu, memiliki banyak keutamaan berapa hari puasa nisfu syaban yang tidak bisa diperhitungkan.

Begitupun, puasa sunnah lainnya seperti puasa hari senin dan kamis. Maka, orang yang mengerjakan puasa sunnah tersebut maka Allah SWT akan memberikan ganjaran kepada umat muslim yang telah melakukannya.

Niat Puasa Nisfu Syaban

Niat Puasa Nisfu Syaban

Adapun, bacaan doa niat puasa nisfu syaban yang dapat dibacakan ketika sudah mengetahu berapa hari puasa nisfu syaban, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Sya‘bana lillahi ta‘ala

Artinya : “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban esok hari karena Allah SWT.”

Keutamaan Puasa Nisfu Syaban

Banyak sekali keutamaan puasa nisfu syaban yang harus diketahui oleh umat muslim apabila sudah tahu jawaban berapa hari puasa nisfu syaban itu sendiri. Karena, puasa sunnah syaban ini sudah tidak asing lagi ditelinga umat islam.

Bahkan, Rasulullah SAW bersabda didalam sebuah hadits:

وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya : “Puasa sunah yang keduabelas adalah puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah SAW terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat”

Penjelasan didalam hadits tersebut tentu sangat jelas bahwa puasa sunnah nisfu syaban ini memiliki banyak manfaat, keistimewaan dan juga keutamaan seperti mendapatkan syafat dari Rasulullah SAW kelak di hari kiamat.

Nah, itulah pembahasan berapa hari puasa nisfu syaban 2023? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan? Mari Kita Simak Pembahasannya