Anjuran dan menjalankan segala perintah ibadah sholat tentu sudah dijelaskan dalam Al-quran dan juga hadist. Banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan anjuran sholat bagi umat muslim atas perintah Allah SWT yang tidak boleh dilanggar. Apabila seseorang tidak mengerjakan sholat fardhu atau lebih dikenal sholat lima waktu maka mereka akan berdosa. Penasaran? Yuk, simak pembahasan hadits sholat tiang agama dan keutamaannya bagi yang mengamalkan.

Baca Juga: Sholat Subuh Kesiangan, Bagaimana Hukumnya

Sholat Tiang Agama

Hadits Sholat Tiang Agama dan Keutamaannya bagi yang Mengamalkan

Umat muslim diwajibkan untuk mengerjakan sholat lima waktu atas perinta Allah SWT. Melaksanakan ibadah sholat wajib maupun sunnah tentu memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan. Begitupun pada hari kiamat, sholat menjadi hal pertama yang dipertanyakan untuk dihisab. Seperti yang telah di sampaikan dalam sebuah hadits dari Anas RA,:

“Yang pertama kali akan dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, akan baik pula seluruh amalnya. Jika sholatnya rusak akan rusak pula seluruh amal perbuatannya.”

Jadi, dalam penjelasan hadits tersebut berarti sholat tiang agama yang patut untuk ditunaikan untuk umat islam selama hidup didunia.

Hadits Sholat Tiang Agama

Hadits Sholat Tiang Agama

Banyak sekali hadits sholat tiang agama yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW riwayat At-Tirmidzi dan ibu Majah,:

“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Selain itu, terdapat pula hadits sholat tiang agama lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, yaitu:

“Sholat adalah tiang agama, barang siapa mendirikannya, maka sungguh ia telah menegakkan agama (Islam) itu dan barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu.”

Sedangkan, hadits sholat tiang agama yang telah dijelaskan dari Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW telah bersabda:

“Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur? Ini Penjelasannya

Keutamaan Sholat

Keutamaan Sholat

Berikut ini, beberapa keutamaan sholat yang wajib diketahui oleh umat islam setelah memahami hadits sholat tiang agama, yaitu:

Obat Penyakit Hati

Keutamaan sholat yang pertama adalah obat penyakit hati. Mengerjakan sholat fardhu maupun sunnah akan mendapatkan pahala dan juga kenyamanan dalam hidupnya. Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Ahmad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dijadikan kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikanlah penyejuk hatiku melalui ibadah sholat.”

Maka dari itu, ketika anda sedang mengalami masalah dalam kehidupan yang menimbulkan sakit hati, maka segera bangkit untuk mengerjakan sholat sunnah. Disamping itu, jangan lupa tidak meninggalkan sholat lima waktu yang merupakan sholat wajib. Agar hati kita lebih tenang dan membuat hidup akan lebih aman dan nyaman.

Dapat Mendatangkan Banyak Kebaikan

Akan mendapatkan mendatangkan banyak kebaikan merupakan salah satu bagian dari keutamaan sholat yang telah dikerjakan. Sholat disini dapat tertuju pada shalat fardhu maupun sunnah yang lebih dianjurkan Rasulullah SAW. Bahkan penjelasan diatas telah disebutkan dalam sebuah hadits dari Abdullah Bin Umrah RA, bahwa Rasulullah SAW selalu mengingkatkan umatnya untuk selalu menjaga sholat,:

“Siapa saja yang menjaga sholat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan, siapa saja yang tidak menjaga sholat, dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama dengan Qarun, Firaun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad)

Mencegah dari Perbuatan Keji dan Munkar

Adapun, keutamaan sholat yang selanjutnya adalah dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Seperti yang telah dijelaskan dalam surah Al-Ankabut ayat 45:

Artinya: “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)

Nah, itulah pembahasan hadits sholat tiang agama dan keutamaannya bagi yang mengamalkan dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh, Berikut Bacaan dan Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

 

Sholat adalah tiang agama. Selain itu, sholat merupakan salah satu rukun islam yang ke 2 wajib atau harus ditunaikan bagi umat muslim. Dimana, umat islam diwajibkan untuk mengerjakan sholat lima waktu yang dapat dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan. Apabila, seseorang lupa belum sholat atau sedang dalam perjalanan, maka mereka bisa melaksanakan sholat dengan cara di jamak. Lantas, bagaimana cara menjamak sholat tersebut? Yuk, simak pembahasan sholat yang bisa di jamak, beserta niat dan tata caranya.

Baca Juga: Tata Cara Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar Karena Ketiduran

Sholat yang Bisa di Jamak

Sholat yang Bisa di Jamak

Sebelum membahas tentang sholat yang bisa di jamak, ada beberapa hal yang diketahui oleh umat muslim tentang sholat tersebut. Sholat jamak adalah pelaksanakan mengerjakan 2 sholat wajib yang dapat dilakukan dalam satu waktu tertentu. Sholat jamak terbagi menjadi 2 bagian, diantaranya jamak takdim dan jamak takhir.

Jadi, arti sholat yang bisa di jamak adalah menggabungkan antara kedua sholat yang jumlah rakaat itu dalam satu waktu. Dimana, dalam penggabungan kedua sholat tersebut tidak diselingi dengan bacaan dzikir melainkan melangsungkan mengerjakan sholat berikutnya. Umat islam dapat menggabungkan (jamak) shalat fardhu pada saat kondisi tertentu. Hal ini bertujuan untuk selalu tetap menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 286,

Artinya: “Allah tidak membebani satu jiwa kecuali sebatas kemampuannya”.

Sholat yang bisa di jamak diantaranya sholat dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Waktu pelaksanaan sholat jamak dilakukan ketika sedang bepergian jarak jauh yang dapat melewati waktu sholat tertentu.

Jenis Sholat Jamak

Sholat yang Bisa di Jamak, Beserta Niat dan Tata Caranya

Ada 2 jenis sholat jamak yang dapat dilakukan umat muslim pada waktu yang telah ditentukan, yaitu:

Jamak Taqdim

Sholat yang bisa di jamak taqdim dilaksanakan pada awal waktu sholat fardhu. Dimana, seseorang akan menggabungkan dua sholat fardhu dalam satu waktu. Adapun, contoh sholat yang bisa di jamak taqdim yaitu sholat dhuhur dan ashar dilakukan pada waktu dhuhur. Maka caranya harus mengerjakan sholat dhuhur terlebih dahulu sebanyak empat rakaat hingga diakhiri dengan salam. Kemudian dilanjutnya mengerjakan sholat ashar dilakukan sebanyak empat rakaat.

Sedangkan cara mengerjakan sholat jamak dan qashar, maka proses pelaksanaan sholat dilakukan secara ringkas sebanyak 2 rakaat terlebih dahulu sampai salam. Lalu, melanjutkan sholat kedua dengan jumah 2 rakaat juga.

Jamak Takhir

Sholat yang bisa di jamak takhir adalah menggabungkan dua sholat dengan waktu yang telah ditentukan pada waktu sholat fardhu. Contoh sholat jamak takhir dhuhur dan ashar dilakukan pada waktu ashar. Caranya pun sama, dimana anda harus mengerjakan sholat ashar terlebih dahulu sebanyak empat rakaat dan dilanjutkan mengerjakan sholat dhuhur sebanyak 4 rakaat. Begitupun dengan jamak dan qashar pelaksanannya pun sama meringkas dari jumlah rakaat.

Selain itu, contoh shalat jamak takhir maghrib dan isya dikerjakan pada waktu isya. Maka proses dalam pengerjaannya yaitu melaksanakan sholat isya sebanyak empat rakaat hingga salam dan dilanjutkan melakukan sholat maghrib 3 rakaat.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya Lengkap Bacaan Niatnya

Niat Sholat yang Bisa di Jamak Taqdim

Niat Sholat yang Bisa di Jamak Taqdim

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat sholat yang bisa di jamak taqdim, yaitu:

Niat Sholat Jamak Taqdim Dhuhur dan Ashar di Waktu Dhuhur

Latin: “ Ushollii fardlozh zhuhri araba rakaatin majmuuanmaalashri jama taqdiimin adaa-an lillahi ta’ala

Artinya, saya niat sholat fardhu dhuhur 4 rakaat yang dijama dengan Ashar, dengan jamak taqdim, fardu karena Allah Ta’ala.”

Ketika sholat dhuhur telah selesai, maka dilanjutkan mengejarkan sholat ashar.

Niat Sholat Jamak Taqdim Maghrib dan Isya di Waktu Maghrib

Latin: “ Ushollii fardlozh maghribi thalaatha rakaatin majmuuan maal isyaa jama tawdiimin adaan lillahi ta’ala”.

Artinya: “niat sholat maghrib 3 rakaat yang dijama dengan isyak, dengan jamak taqdim, fardu karena Allah Taaala.”

Setelah selesai salat maghrib, langsung dilanjut salat isya dengan bacaan niat:

Latin: “ Usholli fardlozh isyaa araba rakaatin majmuuan maal maghribi jama taqdiimin adaan lillahi ta’ala”.

Artinya: “niat sholat isya rakaat dijamak dengan Magrib, dengan jamak taqdim, fardhu karena Allah Taaala.”

Niat Sholat yang Bisa Di Jamak Takhir

Sedangkan, bacaan niat sholat yang bisa di jamak takhir, yaitu:

Niat Sholat Jamak Takhir Ashar dan Zuhur di waktu Ashar

Latin: “Ushollii fardlozh ashri araba rakaatin majmuuan bi ashri jama takhiirin lillahi ta’ala

Artinya: niat sholat fardhu dhuhur empat rakaat di jamak bersama ashar dengan jama takhir karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Latin: “ Ushollii fardlozh maghribi tsalaasa rakaatin majmuuan bi isyaa jama takhiirin lillahi ta’ala.

Artinya : “niat sholat fardlu Maghrib tiga rakaat dijama bersama Isya dengan jama takhir karena Allah Taala.”

Nah, itulah pembahasan sholat yang bisa di jamak, beserta niat dan tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Perbedaan Jamak dan Qashar, Lengkap Bacaan Doa Niatnya

 

Sholat isya merupakan salah satu shalat wajib yang memiliki waktu sangat panjang. Terkadang, banyak sekali orang yang mengerjakan sholat isya pada pertengahan malam akibat ada halangan tertentu. Hal ini membuat umat muslim yang awam sering memiliki pertanyaan persoalan tentang mengerjakan sholat isya ketika dilakukan pada pertengahan malam tersebut. Maka dari itu, pembahasan kali ini yaitu bolehkah sholat isya jam 3 pagi karena ketiduran? Ini penjelasannya.

Baca Juga: Sholat Sunnah Sebelum Subuh Dilakukan Sebelum Adzan atau Selepas Azan

Bolehkah Sholat Isya Jam 3 Pagi

Bolehkah Sholat Isya Jam 3 Pagi Karena Ketiduran Ini Penjelasannya

Menjawab pertanyaan seputar bolehkah sholat isya jam 3 pagi tentu harus didasari dengan pemahaman dalam batas waktu shalat isya tersebut. Sehingga, akan lebih mudah untuk menjawab persoalan perihal sholat isya yang dilakukan pada jam 3 pagi ini. Apalagi, banyak sekali buku-buku panduan sholat yang telah menyediakan pembahasan sholat isya secara lengkap yang dapat dipelajari bagi umat muslim.

Melansir dari buku fiqh menyatakan bahwa batas waktu pelaksanaan sholat isya dilakukan setelah akhir dari waktu maghrib sampai terbit fajar shodiq. Dimana, waktu fajar ini ketika sudah terlihat cahaya yang menyebar seluruh alam yang menjadi tanda akan masuknya waktu subuh.

Namun, beberapa pendapat dari para ulama batasan akhir sholat isya yaitu di sepertiga malam karena waktu mukhtar, bolehkah sholat isya jam 3 pagi. Di dalam sebuah hadist yang diriwiyatkan oleh Aisyah ra penjelasan batasan sholat isya,

“ Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW menunda sholat Isya hingga lewat tengah malam. Kemudian beliau keluar dan melakukan sholat. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya itu adalah waktunya, seandainya aku tidak memberatkan umatku.” (HR. Muslim).

Ketika seseorang yang melaksanakan sholat tahajud secara rutin, mungkin mereka sudah terbiasa selalu melakukan sholat isya di pertengahan malam demi bisa mengerjakan shalat tahajud. Jadi, pada saat seseorang ingin sholat tahajud, tiba-tiba dimalam hari ketiduran dan belum sholat isya, maka setelah waktu sepertiga malam mereka bangungmengerjakan sholat isya dan dilanjutkan shalat tahajud.

Bacaan Niat Sholat Isya

Bacaan Niat Sholat Isya

Setelah mengetahui jawaban bolehkah sholat isya jam 3 pagi, tentu anda harus hafal bacaan niat sholat isya,:

Sendiri

Bacaan niat sholat isya sendiri (munfarid) baik di rumah maupun masjid ketika telah memahami sebuah penjelasan bolehkah sholat isya jam 3 pagi:

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.

Latin: “Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lilaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardhu Isya sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Berjamaah

Sedangkan, bacaan niat sholat isya berjamaah baik jadi imam atau makmum, bolehkah sholat isya jam 3 pagi, yaitu:

Imam

Bacaan niat sholat isya jadi imam, bolehkah sholat isya jam 3 pagi, yaitu:

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَ

Latin: “Ushalliy fardhal-isyaa-I arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati adaa-an imaman lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Makmum

Adapun, bacaan niat sholat isya untuk makmum, bolehkah sholat isya jam 3 pagi, yaitu:

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalliy fardhal-isyaa-I arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati adaa-an ma’muman lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Jama Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya Berapa Rakaat

Tata Cara Sholat Isya

Tata Cara Sholat Tarawih

Setelah membaca pembahasan bolehkan sholat isya jam 3 pagi, tak salahnya kita sebagai umat muslim belajar juga tatacaranya. Sebagai berikut, tata cara sholat isya, yaitu:

Membaca niat seperti diatas

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي

مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud awal

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ

. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ

اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Berdiri kembali mengerjakaan rakaat ketiga dan keempat caranya sama seperti diatas, hingga

Tasyahud Akhir dengan membaca sama seperti di tasyahud pertama

Membaca Salam

Nah, itulah pembahasan bolehkan sholat isya jam 3 pagi karena ketiduran? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Sholat Qobliyah Isya dan Ba’diyah Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

 

Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal – Mengerjakan sholat 5 waktu atau lebih dikenal dengan sebutan sholat fardhu (wajib) merupakan salah satu kewajiban umat muslim yang harus ditegakan untuk menunaikan rukun islam yang kedua. Tentu ini wajib dikerjakan dalam lima waktu mulai dari subuh sampai isya. Akan tetapi, jika ada salah satu sholat fardhu yang tertinggal maka harus dilakukan menggantinya dengan cara di qodho. Bagaimana caranya? Yuk, simak pembahasan cara mengganti shalat yang tertinggal karena tidur atau perjalanan beserta doa niatnya.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Subuh dan Bacaan Niat Beserta Gambarnya

Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal Karena Tidur Atau Perjalanan

Cara mengganti shalat yang tertinggal merupakan salah satu cara untuk mengerjakan sholat fardhu yang terlewat waktunya. Dimana, dalam mengganti sholat tertinggal ini bisa dilakukan dengan cara sholat qodho. Ini merupakan mengerjakan sholat ketika waktu sholat tersebut telah berakhir.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

Artinya: ”Siapa yang terlupa shalat, maka lakukan shalat ketika ia ingat dan tidak ada tebusan kecuali melaksanakan shalat tersebut, dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” – HR Bukhari.

Masih banyak lagi hadist-hadist yang menjelaskan tentang shalat qodho atau cara mengganti shalat yang tertinggal agar dapat dikerjakan pada waktu tertentu.

Tata Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Tata Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Berikut ini, urutan tata cara mengganti shalat yang tertinggal atau lebih dikenal mengqodho, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ

وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ

بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surah dalam Al-quran

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca, cara mengganti shalat yang tertinggal:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali untuk mengerjakan rakaat berikutnya, hingga sampai…

Tasyahud Akhir

لتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا

عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى

آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا

وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Atau,

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Membaca Salam

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Dalam Bahasa Arab dan Artinya

Niat Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Niat Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal atau mengqodho, yaitu:

Dhuhur

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat dhuhur yaitu:

Latin: “Ushallii fardhazh-Dhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dhuhur sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”’

Ashar

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat ashar yaitu:

Latin: “Ushallii fardhal ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.

Maghrib

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat maghrib yaitu:

Latin: “Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga raka’at dengan menghadap kiblat, serta qodho karena allah ta’aalaa.”

Isya

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat isya yaitu:

Latin: “Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Isya’ sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

Subuh

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat subuh yaitu:

Latin: “Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati qodho’an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

Nah, itulah pembahasan cara mengganti shalat yang tertinggal karena tidur atau perjalanan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Sholat Dhuhur Bahasa Arab, Latin, Artinya dan Tata Cara Pelaksanaan

 

Didalam mengerjakan sholat terdapat beberapa rukun yang harus dilaksanakan. Dimana, rukun tersebut merupakan salah satu syarat sholat yang patut dilakukan agar sah. Apabila seseorang mengerjakan sholat tidak sesuai dengan rukunnya maka batal shalatnya. Penasaran? Yuk, simak pembahasan rukun shalat ada 17 apa aja? Coba sebutkan.

Sholat adalah tiang agama. Umat muslim yang telah memenuhi syarat rukun islam wajib menunaikan ibadah sholat 5 waktu, seperti mengerjakan sholat dhuhur. Dimana, sholat 5 waktu merupakan salah satu perintah Allah SWT kepada umat muslim yang wajib dikerjakan. Apabila salah satu sholat tersebut ditinggalkan maka mereka akan berdosa.

Disamping itu, kita sebagai umat muslim harus mengajak keluarga sesama muslim untuk menunaikan shalat fardu yang tidak boleh ditinggalkan.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Thaha ayat 132:

Artinya: “Perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa,” (Surat Thaha ayat 132).

Baca Juga: Cara Mengqodho Sholat Ashar Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Rukun Shalat Ada 17

Bacaan Niat Sholat, Rukun Shalat Ada 17 Apa Aja Coba Sebutkan

Berikut ini, rukun shalat ada 17 yang patut diketahui oleh umat muslim, diantaranya:

Niat

Rukun shalat ada 17 yang pertama adalah niat. Setiap melaksanakan ibadah sholat fardu maupun Sunnah tentu harus diawali dengan membaca niat. Karena, niat merupakan salah satu bagian bacaan awal untuk mengerjakan shalat yang lebih sempurna.

Takbiratul Ihram

Selain niat, rukun shalat ada 17 yang kedua yaitu takbiratul ihram. Pada saat anda ingin mengerjakan sholat maka akan dimuali dengan takbiratul ihram membaca Allahuakbar sambil mengangkat kedua tangan. Disini, tentu kalian harus fokus ibadah karena Allah SWT, jangan memikirkan hal-hal lain selain dari membaca doa sholat tersebut.

Berdiri Bagi yang Mampu

Adapun, rukun shalat ada 17 selain takbiratul ihram yaitu berdiri bagi yang mampu. Artinya, menunaikan ibadah sholat harus berdiri tegak untuk orang yang mampu dalam kondisi fisiknya. Apabila tidak mau berdiri, maka bisa dilakukan dengan duduk dan berbaring.

Lainnya

Rukun shalat ada 17 lainnya selain yang diatas, adalah:

  • Membaca Al-fatihah
  • Ruku
  • Ruku dengan tumaninah
  • Itidal
  • Itidal dengan tumaninal
  • Sujud
  • Sujud dua kali dengan tumaninah
  • Duduk diantara dua sujud
  • Tumaninah pada saat duduk
  • Tasyahid akhir dengan membaca doanya
  • Duduk diwaktu tasyahud                  
  • Shawalat nabi
  • Tertib

Bacaan Niat Sholat

Setelah mengetahui rukun shalat ada 17, maka sebagai umat muslim tentu harus hafal bacaan niat dalam sholat, seperti kita ingin membaca doa niat sholat dhuhur.

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لله تَعَالَى

Latin: “Usholli fardlon dhuhri arba’a rok’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillahi ta’aala

Artinya: ” Aku niat sholat fardu dhuhur empat rakaat, sambil menghadap qiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: 10 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Daripada Sendiri

Tata Cara Sholat

Begitupun dengan tata cara sholat ketika sudah memahami rukun shalat ada 17, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud awal

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Berdiri kembali mengerjakaan rakaat berikutnya. Caranya sama seperti diatas, hingga

Tasyahud Akhir dengan membaca sama seperti di tasyahud pertama

Membaca Salam

Nah, itulah pembahasan rukun shalat ada 17 apa aja? Coba sebutkan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Setelah Sholat Fardhu Latin, Dzikir dan Doa Lengkap

 

Setiap kali kita selesai mengerjakan sholat 5 waktu tentu banyak sekali bacaan dzikir dan doa yang harus kita bacakan sebagai amal bekal diakhirat nanti. Terkadang, kita sering langsung pergi setelah selesai mengerjakan sholat fardu. Padahal, disitu terdapat banyak amalan Sunnah yang bisa dikerjakan, seperti dzikir dan doa. Lantas, bagaimana bacaannya? Yuk, simak pembahasan bacaan setelah sholat fardhu latin, dzikir dan doa lengkap.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Jama Takhir Dhuhur dan Ashar Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Bacaan Setelah Sholat Fardhu

Bacaan Setelah Sholat Fardhu

Dengan adanya pembahasan bacaan setelah sholat fardhu tentu sangat membantu bagi umat muslim yang belum hafal bacaan dzikir dan doa tersebut. Sehingga, ketika sudah hafal maka dapat diamalkan dengan mudah dan tidak melakukan langsung pergi ketika selesai mengerjakan sholat 5 waktu.

Bagi kalian yang suka langsung pergi setelah habis mengerjakan sholat di masjid, mulai dari sekarang kalian jangan melakukan hal itu lagi. Dan kalian harus membaca dzikir dan doa terlebih dahulu apabila telah selesai mengerjakan sholat wajib. Sehingga, anda akan mendapat pahala yang berlipat atas apa yang telah diamalkannya.

Rangkaian Bacaan Setelah Sholat Fardhu

Bacaan Setelah Sholat Fardhu Latin, Dzikir dan Doa Lengkap

Berikut ini, beberapa rangkaian bacaan setelah sholat fardhu yang bisa kalian bacakan, diantaranya:

Membaca Istigfar

Bacaan setelah sholat fardhu yang pertama adalah dzikir membaca istigfar sebanyak 3 kali,

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: “Astaghfirullah Hal’adzim, Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih

Membaca Doa

Bacaan setelah sholat fardhu kedua yaitu membaca doa dibawah ini sebanyak 3 kali,

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Latin: “Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai’innqodiir

Doa Memuji Allah SWT

Adapun, bacaan setelah sholat fardhu selanjutnya adalah membaca doa memuji Allah SWT,

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

Latin: “Allahumma Angtassalam, Wamingkassalam, Wa Ilayka Ya’uudussalam Fakhayyina Rabbanaa Bissalaam Wa-Adkhilnaljannata Darossalaam Tabarokta Rabbanaa Wata’alayta Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam

Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir

Bacaan setelah sholat fardhu berikutnya adalah membaca tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing sebanyak 33 kli

Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

Latin: “Subhanallah

Kalimat Tahmid

الْحَمْدُلِلهِ

Latin: “Alhamdulillah

Kalimat Takbir

اللهُ اَكْبَرُ

Latin: “Allahu Akbar

Selanjut membaca istigfar, shalawat nabi dan tahlil, masing-masing dilakukan sebanyak 33 kali

Baca Juga: Cara Mengqodho Sholat Ashar Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Doa Setelah Sholat Fardhu

Doa Setelah Sholat Fardhu

Adapun, bacaan doa setelah sholat fardhu yang dapat dibacakan sesuai keinginan yang sedang kalian butuhkan, seperti contoh dibawah ini.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Latin: “Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Hamdayyu-waafii ni’amahuuwayukaafi’u maziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdu wa lakasy syukruka-maa yambaghiilijalaaliwajhika wa ‘azhiimisul-thaanik.”

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ

.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

 “Allaahumma shalliwasallim ’ala sayyidinaa muhammadiw wa ‘ala aali sayyidinaa muhammad shalaatan tun jihnaa bihatsa min jamii’il ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al hajaat. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamits sayyi’aat. Wa atarfa ‘unaabihaa ‘indaka ‘aladdarajaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati minjamii’il khairaatifil hayaati wa ba’dal mamaat. Innahu samii’un qariibum mujiibudda’awaat wayaa qaadhiyal hajaat

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ

وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

 Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wa aakhirah. Wa ‘aafiyatan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil’ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan ‘indalmaut wa maghfiratan ba’dal maut. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut wan najaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

 “Rabbanagh firlanaa dzunuubanaa wa liwaalidiinaa walimasyaayikhinaa wa limu’alli-miinaa wa liman lahuu haqqun ‘alainaa wa liman ahabba wa ahsana ilainaa wa likaaffatil mus limiin ajma’iin

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ’aliim, wa tub’alainaa innaka antat tawwabur rahiim

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiduunnyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa ban naar

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 Washallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihiwa shahbihiiwa sallam, wal hamdu lillaahirabbil ‘aalamiin

Nah, itulah pembahasan bacaan setelah sholat fardu latin, dzikir dan doa lengkap yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Daripada Sendiri