Waktu Dilarang Shalat – Shalat merupakan perintah Allah SWT kepada umat islam untuk mengerjakan rukun islam yang kedua tak boleh ditinggalkan. Begitupun, Rasulullah SAW telah menyampaikan bahwa sholat adalah tiang agama. Maka dari itu, barang siapa yang menunaikan ibadah sholat berarti mereka telah menegakkan agama islam. Namun, bagi siapa yang tidak mengerjakan sholat maka dia telah merobohkan islam. Tapi, dalam hal tersebut tentu ada waktu larangan dalam mengerjakan ibadah sholat. Penasaran? Mari kita simak pembahasan 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui.

Baca Juga: Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur? Ini Penjelasannya

Waktu Dilarang Shalat

Waktu Dilarang Shalat

Waktu dilarang shalat maksudnya kita tidak boleh mengerjakan sholat yang bukan pada waktunya terkecuali ingin melaksanakan sholat tertentu. Selain daripada rukun dan syarat sah sholat, terdapat pula waktu sholat yang patut diketahui agar tidak salah dalam menunaikan ibadah sholat tersebut. Yang mana, dalam islam sudah terdapat waktu sholat yang telah ditentukan supaya umat islam melakukan sholat wajib diawal waktu.

Salah satu contoh waktu sholat yang harus dilaksanakan, waktu subuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan juga isya. Begitupun dengan shola sunnah, seperti tahajud, dhuha, tarawih, shalat sunnah rawatib dan sebagainya.

Selain itu, hadist lain yang menjelaskan waktu laranganshalat dari Anas bin Malik,:

“ Barangsiapa lupa shalat atau tertidur darinya, maka kaffaratnya (tebusannya) ialah hendaknya ia mendirikan salat tersebut apabila ia mengingatnya (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadits lain dari Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh Bukhari,:

Rasulullah SAW bersabda: Orang-orang dari (kabilah) Abdul Qais telah menyibukkanku dari shalat dua rakaat tersebut setelah Zhuhur [HR. al-Bukhari].

5 Waktu Dilarang Shalat

5 Waktu Dilarang Shalat yang Harus Diketahui

Berikut ini, 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui supaya mendapakan pahala, yaitu:

  • Waktu dilarang shalat setelah subuh sampai terbit matahari
  • Waktu dilarang shalat dari terbit matahari sampai naik sekitar satu anak panah
  • Waktu dilarang shalat ketika matahari di atas kepala sampai waktu shalat Dzuhur
  • Waktu dilarang shalat pada saat matahari sudah berwarna kekuningan hingga terbenamnya matahari
  • Waktu setelah shalat Ashar sampai terbenamnya matahari.

Adapun, hadits yang melarang sholat pada waktu tertentu, diantaranya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak boleh shalat setelah subuh sampai matahari naik (sedikit), dan tidak boleh shalat setelah Ashar sampai matahari menghilang (tidak tampak/terbenam) (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu, penjelasan melarang shola di waktu lainnya, yaitu:

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani [diriwayatkan] ia berkata: Tiga waktu yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami untuk shalat dan menguburkan orang yang mati di kalangan kami pada waktu-waktu tersebut: Ketika matahari terbit sampai naik (sedikit), ketika matahari berada di kulminasi (titik tertinggi) sampai tergelincir, dan ketika matahari condong untuk terbenam sampai terbenam [HR. Muslim].

Baca Juga: Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh, Berikut Bacaan dan Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Dalil Membolehkan Sholat Pada Waktu Terlarang

Dalil Membolehkan Sholat Pada Waktu Terlarang

Sebagai berikut, dalil membolehkan sholat pada waktu terlarang setelah pahami pembahasan waktu dilarang shalat, yaitu:

Hadits dari Jubair bin Muth’im yang diriwayatkan oleh AT Tirmidzi,:

Rasulullah SAW telah bersabda: Hai Bani Abdu Manaf, janganlah kalian melarang seseorang tawaf di Ka’bah ini dan shalat waktu kapanpun ia berkehendak, baik malam atau siang [HR. para pengarang Sunan dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan at-Tirmidzi).

Dalil lainnya:

Hadits dari AbuHurairah yang diriwayatkan oleh Ibu Khuzaimah, yaitu:

Rasulullah SAW bersabda: kepada Bilal tatkala shalat Subuh: Hai Bilal ceritakan kepadaku amalan yang telah kamu kerjakan yang paling kamu harapkan manfaatnya di dalam Islam, karena sungguh akumendengar suara kedua sandalmu malam ini di hadapanku di dalam surga. Bilal menjawab: Wahai Rasulullah, saya tidak mengetahui amalan di dalam Islam yang lebih saya harapkan lebih dari bahwa saya tidak bersuci dengan sempurna baik pada waktu malam maupun siang melainkan saya shalat karenanya untuk Tuhanku seberapa banyak yang telah ditentukan untukku bershalat [HR. Ibnu Khuzaimah].

Keterangan didalam hadits ini menjelaskan bahwa umat muslim boleh melaksanakan shalat sunnah pada waktu tertentu yang telarang maupun tidak. Selain itu, untuk melaksanakan shalat jenazah yang tidak terlarang bisa dilakukan pada waktu tersebut. Maksud dari hadits tersebut menyatakan bahwa jika ada seseorang yang melakukan mengakhiri waktu pemakaman secara sengaja sampai waktu terlarang tersebut. Seperti melaksanakan sholat ashar hingga matahari sudah terbenam.

Dalil Larangan Sholat di 5 Waktu

Adapun, dalil larangan sholat di 5 waktu yang tidak boleh dilakukan ketika mengetahui waktu dilarang shalat, yaitu:

Hadist yang menjelaskan larangan sholat di 5 waktu, diantaranya:

“Barangsiapa lupa shalat atau tertidur darinya, maka kaffaratnya (tebusannya) ialah hendaknya ia mendirikan salat tersebut apabila ia mengingatnya (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Nah, itulah pembahasan pembahasan 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Hadits Sholat Tiang Agama dan Keutamaannya bagi yang Mengamalkan

 

Sebagai umat muslim tentu harus memahami atau mempelajari tentang rukum islam. Sebagaimana yang telah ketahui bahwa pada saat kita belajar agama islam sejak dini diajarkan oleh guru ngaji tentang rukun islam tersebut. Karena itu merupakan salah satu syarat menjadi umat islam yang harus dilakukan selama hidupnya. Lantas, apa saja rukum islam tersebut? Yuk, simak pembahasan shalat merupakan rukun islam yang ke? Ini jawabannya.

Baca Juga: Waktu Sholat Ashar Hari Ini Sampai Jam Berapa

Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke

Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke Ini Jawabannya

Shalat merupakan rukun islam yang ke 2 dari urutan rangkaian rukun tersebut. Dimana, rukun islam ada 5 perkara, yang pertama membaca syahadat, mendirikan shalat, puasa, menunaikan zakat, dan pergi haji. Penjelasan rukum islam ini telah telah tersampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Oleh karena itu, penting sekali kita sebagai umat muslim wajib mengerjakan sholat lima waktu yang harus ditunaikan atas perintah Allah SWT sebagai shalat merupakan rukun islam yang ke dua. Jangan sampai ditinggalkan karena akan berdosa dan pasti mendapatkan siksaan dari Allah SWT.

Rukun Islam Ada 5 Perkara

Rukun Islam Ada 5 Perkara

Berikut ini, rukun islam ada 5 perkara yang salah satunya shalat merupakan rukun islam yang ke dua, yaitu:

Syahadat

Rukun islam yang pertama yaitu membaca dua kalimat syahadat. Shalat merupakan rukun islam yang ke dua itu, bacaan kalimat syahadat bahasa arab, yaitu:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Latin “Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadarrasuulullahi“.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Shalat

Shalat merupakan rukun islam yang ke dua wajib dikerjakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Shalat lima waktu atau lebih dikenal dengan sebutan sholat fardhu (wajib) diantaranya:

  • Shalat subuh, dikerjakan sebelum terbit fajar dilakukan sebanyak 2 rakaat
  • Shalat Dzuhur, dikerjakan pada waktu siang hari dilakukan sebanyak 4 rakaat
  • Shalat Ashar, dikerjakan pada sore hari dilakukan sebanyak 4 raka’at.
  • Shalat Maghrib, dikerjakan pada matahari terbenam dilakukan sebanyak 3 rakaat
  • Shalat Isya, dikerjakan pada waktu malam hari yang telah ditentukan dengan jumah 4 rakaat

Puasa Ramadhan

Puasa, Rukun Islam yang ke

Adapun, rukun islam yang ketiga setelah mengetahui shalat merupakan rukun islam yang ke 2 adalah diwajibkan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Umat islam diwajibkan puasa di bulan Ramadhan full 1 bulan penuh untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Mengerjakan puasa Ramadhan tentu memiliki banyak hikmah dan keutamaan yang akan didapatkan. Selain itu, dapat melatih kesabaran, menjalin tali silaturahmi dan saling memberi sedekah dengan cara memberi makanan kepada saudara maupun tetangga yang kurang mampu.

Disamping itu, berpuasa di bulan Ramadhan dapat membantu menahan hawa nafsu dari rasa lapar atau amarah yang bisa menimbulkan dosa. Mengajarkan puasa bulan Ramadhan pada anak-anak sebagai bentuk untuk mengamalkan rukun islam yang ketiga ini. Mungkin, anak bisa belajar untuk puasa selama waktu sampai siang, sore hingga full. Dengan begitu, tentu anak tersebut akan terbiasa menunaikan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh.

Menunaikan Zakat

Rukun islam yang keempat adalah menunaikan zakat. Sebagai umat muslim diwajibkan mengeluarkan zakat untuk membersihkan harta, hati dan memahami shalat merupakan rukun islam yang ke dua. Tujuan menunaikan zakat ini tak lain memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain.

Beberapa jenis zakat dalam islam, yaitu:

Zakat Fitrah

Menunaikan zakat fitrah merupakan kewajiban umat muslim untuk mengeluarkan zakat sebanyak 2,5 kg beras yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Atau bisa diganti dengan uang yang sesuai ukuran beras 2,5 kg.

Zakat Mal

Zakat mal adalah salah satu zakat yang harus dikeluarkan bagi umat muslim dari penghasilan yang telah didapatkan atau hasil niaga. Jumlah zakat mal yang wajib dikeluarkan hampir sama dengan zakat fitrah yaitu 2,5 kg dari hasil perhasilan yang telah didapatkan.

Disini kita bisa mengajarkan pada anak-anak untuk belajar bagaimana cara mengeluarkan zakat fitrah maupun mal yang harus dikeluarkan sebagai bentuk amal yang harus dikerjakan suatu saat nanti ketika sudah besar.

Baca Juga: Bacaan Sholat Subuh dari Niat Sampai Salam Beserta Artinya

Pergi Haji

Rukun islam yang kelima adalah pergi haji bagi umat muslim yang sudah mampu. Seseorang yang telah mampu dalam segi finansial maupun fisik maka diwajibkan untuk menunaikan haji. Karena itu, hukum mengerjakan haji adalah wajib.

Allah SWT telah befirman dalam surah Ali-Imrah ayat: 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: “…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali-Imran: 97)

Dalam menunaikan ibadah haji ini dimana kita akan melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah di batullah seperti wukuf, tawaf, sa’i, tahallul dan sebagainya.

Nah, itulah pembahasan shalat merupakan rukun silam yang ke? Ini jawabannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Lirik Pujian Sebelum Sholat, Maghrib, Subuh dan Fardhu Lainnya