Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha – Selesai menjalankan ibadah puasa sunnah tarwiyah maupun arafah pada bulan haji atau lebih dikenal dengan sebutan bulan Dzulhijjah tentu umat muslim akan merayakan hari kemenangan yang disebut hari raya idul idha. Dihari raya lebaran ini, seluruh umat muslim di dunia akan menunaikan ibadah shalat sunnah idul adha dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan. Namun, sebelum mengerjakan sholat idul adha, ada beberapa amalan yang dapat diamalkan untuk mendapatkan kebaikan dari Allah SWT. Apa saja itu? Yuk, simak pembahasan 6 amalan sunnah sebelum shalat idul adha sesuai sunnah.

Baca Juga: Niat Sholat Idul Adha, Bacaan Arab, Latin dan Tata Caranya

Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha

Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha

Sebelum membahas sunnah sebelum shalat idul adha, umat muslim akan merasa bahagia dan juga senang ketika hari raya lebaran idul adha telah tiba. Waktu pelaksanakan sholat idul adha dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan dikerjakan dipagi hari. Seluruh umat islam akan menunaikan ibadah shalat sunnah idul adha secara serentak berjamaah di masjid maupun lapangan.

Setiap kali merayakan hari raya lebaran idul adha, umat muslim di seluruh dunia yang sedang merantau ke berbagai kota maupun negeri, tentu mereka akan melakukan mudik ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, sahabat dan lainnya. Selain itu, di hari lebaran idul adha ini akan menjadikan sebuah moment kebahagian bagi seseorang karena dihari tersebut menjadi hari paling istimewa berkumpulnya keluarga yang sangat menyenangkan.

Mengamalkan amalan sunnah sebelum shalat idul adha yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tentu dapat menjadikan sebuah pedoman agar kepribadian diri kita menjadi lebih baik setelah menyelesaikan ibadah puasa sunnah, menyembelih hewan quraba dan menunaikan ibadah haji.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaan Niat Jadi Imam dan Makmum

6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha

6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adh Sesuai Sunnah

Berikut ini, beberapa amalan sunnah sebelum shalat idul adha yang dapat diamalkan, diantaranya:

Perbanyak Mengucapkan Takbir

Amalan sunnah sebelum shalat idul adha yang pertama adalah memperbanyak mengucapkan takbir. Dimana, kita bisa mengucapkan takbir di malam takbiran hingga menjelang sebelum sholat idul adha baik dilakukan di rumah, masjid maupun lapangan.

Seperti yang telah ketahui bahwa setiap malam takbiran, banyak sekali umat muslim dari kalangan anak muda maupun kecil sering mengadakan acara pawai takbiran dilingkungan kampung bersama teman-temannya sambil membawa bedug.

Mandi Sebelum Sholat Idul Adha

Mandi sebelum sholat idul adha merupakan salah satu amalan sunnah sebelum shalat idul adha yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits,:

Artinya: “Dan dari Amdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, ‘Bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”  (HR. Ibnu Majah)

Sedangkan, bacaan niat mandi sholat idul adha yang dapat dibacakan yaitu “Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil adha lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat mandi sunah untuk Idul adha karena Allah ta’ala.”

Menggunakan Pakaian Terbaik

Menggunakan pakaian rapih, Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha

Adapun, amalan sunnah sebelum shalat idul adha selanjutnya adalah menggunakan pakaian terbaik, rapih, bersih dan tidak berantakan. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits:

“Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)

Selain itu, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata yang artinya:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Makan Terlebih Dahulu

Amalan sunnah sebelum sholat idul adha yang berikutnya adalah makan terlebih dahulu. Jadi, sebelum berangkat ke masjid atau lapangan untuk menunaikan sholat idul adha, sebaiknya anda makan terlebih dahulu. Adapun, hadist yang menjelaskan tentang amalan ini yaitu:

“Janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia sholat dulu.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad)

Saling Mengucapkan Selamat

Selain itu, amalan sunnah sebelum shalat idul adha lainnya adalah saling mengucapkan selamat hari raya lebaran kepada orangtua, keluarga, sahabat dan saudara lainnya. Seperti mengucapkan doa “Taqabbalallahu minna wa minkum” artinya semoga Allah menerima amalan kami dan kalian.

Maka dari itu, selama berada di masjid untuk mengerjakan sholat idul adha, tentu anda harus membaca takbir sebanyak-banyaknya dan tak lupa memba doa tersebut kepada sudara dan lainnya.

Mengambil Jalan Berbeda Saat Berangkat Maupun Pulang

Yang terakhir, amalan sunnah sebelum shalat idul adha adalah mengambil jalan berbeda saat berangkat maupun pulang. Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadist,:

“Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya).” (HR. Bukhari)

Nah, itulah pembahasan 6 amalan sunnah sebelum shalat idul adha sesuai sunnah dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

Baca Selanjutnya: 6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri yang Dianjurkan Sunnah Nabi

 

Setiap hari jumat, laki-laki yang beragama islam akan melaksanakan sholat jumat di masjid berjamaah. Dimana, pada saat menjelang waktu dhuhur, para jamaah ahli jumat akan bergegas ke masjid di dekat rumahnya untuk mempersiapkan menunaikan ibadah sholat jumat. Lantas, bagaimana dengan orang yang tidak pernah atau meninggalkan sholat jumat? Yuk, simak pembahasan shalat jumat hukumnya apa? Ini penjelasannya.

Penting sekali laki-laki muslim untuk mengerjakan ibadah sholat jumat. Dimana, sholat jumat tersebut memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan yang akan didapatkan bagi orang yang menjalankannya. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits yang menjelaskan kewajiban laki-laki umat untuk mengerjakan sholat jumat,:

“Sebaik-baiknya hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, masuk dan keluar dari surga dan hari kiamat hanya akan terjadi pada hari Jumat.” (HR. Muslim).

Lalu, apa hukumnya bagi orang yang mengerjakan sholat jumat? Dan bagaimana hukum bagi seseorang yang selalu meninggalkan sholat jumat secara berturut-turut? Mari kita bahas dibawah ini.

Baca Juga: 5 Keajaiban Sholat hajat 7 Hari Berturut-turut

Sholat Jumat Hukumnya

Shalat Jumat Hukumnya Apa Ini Penjelasannya

Dalam mengetahui pertanyaan sholat jumat hukumnya apa maka jawabannya adalah wajib bagi laki-laki yang beragama islam. Sedangkan, wanita beragama islam hanya bisa melaksanakan shalat dhuhur. Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Jumah ayat 9,:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk menunaikan sholat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumuah: 9).

Dalam al-quran terdapat pula pembahasan kewajiban ibadah sholat jumat yang harus dilaksanakan bagi laki-laki muslim. Selain itu, Baginda Nabi Muhammad SAW pun telah bersabda dalam sebuah hadits,:

“Sholat Jumat itu wajib bagi setiap muslim dengan berjamaah kecuali empat orang: budak, wanita, anak-anak atau orang yang sakit.” (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Baihaqi dan Hakim).

Syarat Sah Mendirikan Shalat Jumat

Syarat Sah Mendirikan Shalat Jumat

Berikut ini, beberapa syarat sah mendirikan sholat jumat yang harus diketahui bagi umat muslim dan memahami shalat jumat hukumnya, yaitu:

  • Sholat jumat dilaksanakan di masjid dekat rumah atau pemukiman penduduk
  • Jumlah mustauhtin minimal 40 orang
  • Dilaksanakan khutbah 2 kali
  • Beragama islam
  • Sudah baligh
  • Dll

Sedangkan mengerjakan sholat jumat di perusahaan maupun perkantoran hukumnya sah apabila telah memenuhi persyaratan. Selain itu, lokasinya jauh dari penduduk atau disekitar tempat tidak ada masjid yang menyelenggarakan shalat jumat. Terkecuali, apabila jika waktu pelaksanaan sholat jumat dalam satu tempat dilakukan secara bersamaan.

Hukum Meninggalkan Sholat Jumat

Hukum Meninggalkan Sholat Jumat

Adapun, hukum meninggalkan sholat jumat bagi seseorang yang tidak pernah sholat jumat sebanyak 3 kali berturut-turut maka berdosa. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh At-Turmudzi, At-Thabarani, Ad-Daruquthni.

من ترك الجمعة ثلاث مرات تهاونا بها طبع الله على قلبه

Artinya: “Siapa meninggalkan tiga kali shalat Jumat karena meremehkan, niscaya Allah menutup hatinya.”

Tidak hanya itu saja, terdapat sebuah hadist lainnya yang menyebutkan seseorang meninggalkan sholat Jumat hingga tiga kali berturut-turut dianggap sebagai orang lalai. Sebagaimana yang tertulis dalam hadist yang artinya,

“Barang siapa meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali karena menyepelekannya, maka Allah mengunci mata hatinya berhentilah orang-orang dari melalaikan shalat jumat, atau Allah mengunci mata hati mereka sehingga selamanya mereka menjadi orang yang lalai.” (H.R Muslim dan An-Nasai) (Al-Hasani: 1992: 64-65).

Baca Juga: Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke? Ini Jawabannya

Tata Cara Sholat Jumat

Tata Cara Sholat Jumat

Sebagai berikut, tata cara sholat jumat yang harus dipahami dan mengetahui shalat jumat hukumnya, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca doa iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ

اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah didalam alquran

Ruku dengan tumaninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal dengan tumaninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud dengan tumaninah

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat yang kedua, caranya seperti pada rakaat pertama hingga

Tasyahud Akhir

Salam

Nah, itulah pembahasan shalat jumat hukumnya apa? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Salat Jumat dari Awal sampai Akhir Beserta Bacaan Doa Niatnya

 

Waktu Dilarang Shalat – Shalat merupakan perintah Allah SWT kepada umat islam untuk mengerjakan rukun islam yang kedua tak boleh ditinggalkan. Begitupun, Rasulullah SAW telah menyampaikan bahwa sholat adalah tiang agama. Maka dari itu, barang siapa yang menunaikan ibadah sholat berarti mereka telah menegakkan agama islam. Namun, bagi siapa yang tidak mengerjakan sholat maka dia telah merobohkan islam. Tapi, dalam hal tersebut tentu ada waktu larangan dalam mengerjakan ibadah sholat. Penasaran? Mari kita simak pembahasan 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui.

Baca Juga: Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur? Ini Penjelasannya

Waktu Dilarang Shalat

Waktu Dilarang Shalat

Waktu dilarang shalat maksudnya kita tidak boleh mengerjakan sholat yang bukan pada waktunya terkecuali ingin melaksanakan sholat tertentu. Selain daripada rukun dan syarat sah sholat, terdapat pula waktu sholat yang patut diketahui agar tidak salah dalam menunaikan ibadah sholat tersebut. Yang mana, dalam islam sudah terdapat waktu sholat yang telah ditentukan supaya umat islam melakukan sholat wajib diawal waktu.

Salah satu contoh waktu sholat yang harus dilaksanakan, waktu subuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan juga isya. Begitupun dengan shola sunnah, seperti tahajud, dhuha, tarawih, shalat sunnah rawatib dan sebagainya.

Selain itu, hadist lain yang menjelaskan waktu laranganshalat dari Anas bin Malik,:

“ Barangsiapa lupa shalat atau tertidur darinya, maka kaffaratnya (tebusannya) ialah hendaknya ia mendirikan salat tersebut apabila ia mengingatnya (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadits lain dari Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh Bukhari,:

Rasulullah SAW bersabda: Orang-orang dari (kabilah) Abdul Qais telah menyibukkanku dari shalat dua rakaat tersebut setelah Zhuhur [HR. al-Bukhari].

5 Waktu Dilarang Shalat

5 Waktu Dilarang Shalat yang Harus Diketahui

Berikut ini, 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui supaya mendapakan pahala, yaitu:

  • Waktu dilarang shalat setelah subuh sampai terbit matahari
  • Waktu dilarang shalat dari terbit matahari sampai naik sekitar satu anak panah
  • Waktu dilarang shalat ketika matahari di atas kepala sampai waktu shalat Dzuhur
  • Waktu dilarang shalat pada saat matahari sudah berwarna kekuningan hingga terbenamnya matahari
  • Waktu setelah shalat Ashar sampai terbenamnya matahari.

Adapun, hadits yang melarang sholat pada waktu tertentu, diantaranya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak boleh shalat setelah subuh sampai matahari naik (sedikit), dan tidak boleh shalat setelah Ashar sampai matahari menghilang (tidak tampak/terbenam) (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu, penjelasan melarang shola di waktu lainnya, yaitu:

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani [diriwayatkan] ia berkata: Tiga waktu yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami untuk shalat dan menguburkan orang yang mati di kalangan kami pada waktu-waktu tersebut: Ketika matahari terbit sampai naik (sedikit), ketika matahari berada di kulminasi (titik tertinggi) sampai tergelincir, dan ketika matahari condong untuk terbenam sampai terbenam [HR. Muslim].

Baca Juga: Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh, Berikut Bacaan dan Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Dalil Membolehkan Sholat Pada Waktu Terlarang

Dalil Membolehkan Sholat Pada Waktu Terlarang

Sebagai berikut, dalil membolehkan sholat pada waktu terlarang setelah pahami pembahasan waktu dilarang shalat, yaitu:

Hadits dari Jubair bin Muth’im yang diriwayatkan oleh AT Tirmidzi,:

Rasulullah SAW telah bersabda: Hai Bani Abdu Manaf, janganlah kalian melarang seseorang tawaf di Ka’bah ini dan shalat waktu kapanpun ia berkehendak, baik malam atau siang [HR. para pengarang Sunan dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan at-Tirmidzi).

Dalil lainnya:

Hadits dari AbuHurairah yang diriwayatkan oleh Ibu Khuzaimah, yaitu:

Rasulullah SAW bersabda: kepada Bilal tatkala shalat Subuh: Hai Bilal ceritakan kepadaku amalan yang telah kamu kerjakan yang paling kamu harapkan manfaatnya di dalam Islam, karena sungguh akumendengar suara kedua sandalmu malam ini di hadapanku di dalam surga. Bilal menjawab: Wahai Rasulullah, saya tidak mengetahui amalan di dalam Islam yang lebih saya harapkan lebih dari bahwa saya tidak bersuci dengan sempurna baik pada waktu malam maupun siang melainkan saya shalat karenanya untuk Tuhanku seberapa banyak yang telah ditentukan untukku bershalat [HR. Ibnu Khuzaimah].

Keterangan didalam hadits ini menjelaskan bahwa umat muslim boleh melaksanakan shalat sunnah pada waktu tertentu yang telarang maupun tidak. Selain itu, untuk melaksanakan shalat jenazah yang tidak terlarang bisa dilakukan pada waktu tersebut. Maksud dari hadits tersebut menyatakan bahwa jika ada seseorang yang melakukan mengakhiri waktu pemakaman secara sengaja sampai waktu terlarang tersebut. Seperti melaksanakan sholat ashar hingga matahari sudah terbenam.

Dalil Larangan Sholat di 5 Waktu

Adapun, dalil larangan sholat di 5 waktu yang tidak boleh dilakukan ketika mengetahui waktu dilarang shalat, yaitu:

Hadist yang menjelaskan larangan sholat di 5 waktu, diantaranya:

“Barangsiapa lupa shalat atau tertidur darinya, maka kaffaratnya (tebusannya) ialah hendaknya ia mendirikan salat tersebut apabila ia mengingatnya (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Nah, itulah pembahasan pembahasan 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Hadits Sholat Tiang Agama dan Keutamaannya bagi yang Mengamalkan

 

Jawaban Shalat Istikharah – Sholat adalah tiang agama dan menjadikan suatu kewajiban yang harus dijalani oleh umat muslim untuk beribadah kepada Allah SWT. Menunaikan shalat merupakan salah satu perintah Allah SWT yang harus dikerjakan bagi mat muslim. Namun, disamping itu terdapat pula shalat sunnah yang bisa dilaksanakan untuk beribadah kepada Allah SWT dalam meminta petunjuk yang harus dipilih. Dimana, nama sholat tersebut adalah shalat istikharah. Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui petunjuk jawatab tersebut? Mari kita simak pembahasan cara mengetahui jawaban shalat istikharah disertai dengan tanda-tanda.

Baca Juga: Bacaan Sholat Tahajud Lengkap dari Awal Sampai Akhir

Jawaban Shalat Istikharah

Cara Mengetahui Jawaban Shalat Istikharah Disertai Dengan Tanda-Tanda

Jawaban shalat istikharah adalah salah satu petunjuk yang telah didapatkan dari Allah SWT pada saat mengambil keputusan dalam mengahadapi suatu persoalan yang harus dipilih. Sholat istikharah ini tentu sangat dianjurkan bagi umat muslim yang telah diajarkan oleh Baginda Rasululllah SAW semasa hidup dan dapat dilakukan oleh umat-Nya.

Anjuran mengerjakan shalat istikharah dapat membantu kita untuk mengetahui ciri-ciri maupun tanda jawaban shalat istikharah ketika sedang mengalami kebingungan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menentukan pilihan tertentu, seperti jodoh, karir, pindidikan dan sebagainya.

Dengan melaksanakan shalat istikharah ini tentu kita meminta pertolongan Allah SWT untuk mendapat jawaban shalat istikharah yang paling tepat. Sehingga kita tidak akan menyesal pada saat memberikan pilihan yang akan diputuskan. Oleh sebab itu, dalam melakukan shalat istikharah tentu kita harus ikhlas dan memiliki niat yang tulus agar Allah SWT akan memberikan jawaban shalat istikharah dengan tepat.

Selama menunaikan ibadah shalat istikharah biasanya orang akan berfikir bagaimana mengetahui dalam mendapatkan jawaban shalat istikharah tersebut. Dan apa saja ciri atau tanda-tanda dibalik jawaban yang akan didapatkan tersebut.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Istikhoroh yang Benar dan Mustajab

Tanda-Tanda Jawaban Shalat Istikharah

Tanda-Tanda Jawaban Shalat Istikharah

Beberapa ciri atau tanda-tanda jawaban shalat istikharah yang dapat diketahui ketika Allah SWT telah memberikan petunjuk tersebut. Dimana, kita bisa merasakan jawaban yang telah Allah berikan melalui berbagai macam tertentu yang tidak bisa kita ketahui. Walaupun, tidak ada dalil yang menjelaskan arti dari jawaban shalat istikharah, tetapi kita bisa merasakan petunjuk tersebut.

Sebagian orang mengatakan bahwa untuk mengetahui jawaban shalat istikharah itu bisa didapatkan lewat mimpi maupun ayat Al-Quran. Tetapi, kedua tanda tersebut tidak memiliki hadits dan juga dalil yang sangat kuat dengan kebenarannya.

Namun, menurut pandangan para ulama menyatakan bahwa jawaban shalat istikharah ini didapatkan lewat suatu keyakinan sendiri dalam mengambil keputusan untuk memilih salah satu diantara pilihan tersebut. Setelah mengerjakan shalat istikharah maka seseorang mulai mendapatkan pertimbangan dengan analisa yang kuat dalam menentukan pilihannya.

Oleh karena itu, sebelum menunaikan ibadah shalat istikharah, anda harus mempersiapkan informasi, data, analisis dan mempertimbangkan kerugian dan kelebihan disetiap pilihan yang sedang dituju. Maka dengan terkumpulnya data tersebut dapat memudahkan kita untuk menentukan dalam mengambil salah satu pilihan tersebut setelah melakukan shalat istikharah.

Disamping itu, tentu kita harus bertawakal kepada Allah SWT atas apa yang telah diberikan dalam suatu keputusan yang telah diambil. Karena, dengan shalat istkharah maka jawaban shalat istikharah ini yaitu keputusan paling tepat dan berada dalam ridho Allah SWT.

Mengenal Shalat Istikharah

Mengenal Shalat Istikharah

Setelah mengetahui penjelasan tanda maupun ciri jawaban shalat istikharah, umat islam tentu harus mengenal shalat istikharah lebih jauh dari segi pengertian maupun lainnya. Dimana, shalat istikharah adalah sholat sunnah yang dapat dikerjakan ketika sedang kebimbangan dalam mengambil keputusan paling tepat dari berbagai macam pilihan.

Shalat istikharah dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Waktu pelaksanaan shalat istikharah memang tidak ada anjuran waktu paling tepat. Namun, untuk mengerjakan sholat istikharah dapat dilakukan pada saat anda sedang mengalami masalah untuk menentukan pilihan terbaik. Adapun, bacaan shalat istikharah yang dapat dibacakan membaca suarah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah Al-ikhlas dirakaat ke dua.

Penjelasan Siapa yang Memilih

Ketika kita sudah memahami jawaban shalat istikharah, tentu kita harus mengetahui pula penjelasan atau dalil tentang anjuran menunaikan shalat istikharah tersebut. Dimana, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh bukhari, ahmad dan ashabussunan dari Jabir binAbdullah R.A menceritakan bahwa Baginda Rasulullah SAW telah menganjurkan shalat istikharah kepada umat-Nya dalam menentukan pilihan yang harus dipilih ketika pada saat mengalami persoalan.

Dimana, Rasulullah SAW selalu melakukan shalat dua rakaat selain shalat lima waktu dan dilanjutkan membaca doa memohon petunjuk dari Allah SWT. Maka didalam dalil tersebut terdapat doa yang telah dipanjatkan ketika sedang menghadapi masalah dan harus mengambil keputusan yang tepat.

Oleh karena itu, jawaban shalat istikharah dapat diketahui ketika sudah mengerjakan shalat istikharah dan juga mengumpulkan data secara lengkap. Sehingga, kita dapat memudahkan menentukan pilihan dengan diiringi ridha Allah SWT.

Nah, itulah pembahasan cara mengetahui jawaban shalat istikharah disertai dengan tanda-tanda yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Waktu yang Dilarang Untuk Shalat Istikharah, Bacaan Niat, Tata Cara dan Waktu Terbaik

 

Banyak sekali amalan shalat sunnah yang dapat dikerjakan sebagai tambahan amal ibadah untuk bekal kelak diakhirat nanti. Setiap kali mengerjakan shalat wajib dan sunnah maka Allah SWT akan memberi pahala yang tak terhingga. Disamping itu, mendapat perlindungan dan juga keberhan dalam kehidupan baik dari segi materi maupun lainnya. Lantas, apa saja shalat munfarid yang bisa dikerjakan? Mari kita simak pembahasan contoh shalat sunnah munfarid beserta tata caranya.

Baca Juga: Sholat yang Bisa di Jamak, Beserta Niat dan Tata Caranya

Shalat Sunnah Munfarid

Shalat Sunnah Munfarid

Shalat sunnah munfarid adalah sholat sunnah yang dikerjakan secara sendiri yang sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk penambal amal ibadah. Hukum mengerjakan shalat sunnah rawatib adalah sunnah muakkad. Apabila seseorang tidak mengerjakan shalat sunnah maka tidak berdosa. Akan tetapi, sholat sunnah tentu memiliki banyak keutamaan yang sangat luar biasa. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, :

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah salat fardu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, ‘Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan [salat] sunah?’ Jika memiliki amalan salat sunah, sempurnakan amalan salat fardu dengan amal salat sunahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardu lainnya seperti tadi,” (H.R. Ibnu Majah).

Contoh Shalat Sunnah Munfarid

Contoh Shalat Sunnah Munfarid Beserta Tata Caranya

Berikut ini, beberapa contoh shalat sunnah munfarid dilakukan sendiri atau bisas berjamaah, yaitu:

  • Idul Fitri
  • Idul Adha
  • Istisqa
  • Istikharah
  • Sholat Gerhana
  • Shalat rawatib
  • Shalat tahiyatul masjid
  • Tarawih
  • Witir
  • Dhuha
  • Tahajud
  • Shalat tasbih
  • Dll

Tata Cara Shalat Sunnah Munfarid

Tata Cara Shalat Sunnah Munfarid

Sebagai berikut, tata cara shalat sunnah munfarid mengerjakan salat rawatib yaitu:

  • Niat
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah pendek dalam Al-Quran
  • Rukuk tuma’ninah
  • I’tidal tuma’ninah
  • Sujud Pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali menunaikan rakaat kedua dilakukan sama seperti pada raakat pertama sampai,
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Baca Juga: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

Bacaan Niat Shalat Sunnah Munfarid

Bacaan Niat Shalat Sunnah Munfarid

Adapun, lafadz doa bacaan niat shalat sunnah munfarid pada saat menunaikan shalat rawatib, yaitu:

Qobliyah Subuh

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib qobliyah subuh atau sebelum subuh, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala“.

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Qobliyah Dhuhur

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib qobliyah dhuhur atau sebelum dhuhur, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sebelum Zuhur dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Ba’diyah Dhuhur

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib ba’diyah dhuhur atau sesudah dhuhur, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: “Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala”.

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sesudah Zuhur dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Qobliyah Maghrib

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib qobliyah maghrib atau sebelum maghrib, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala“.

Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah Magrib dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Ba’diyah Isya

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib ba’diyah isya atau sesudah isya, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala“,

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sesudah Isya dua rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

Lainnya

Bacaan niat shalat sunnah munfarid lainnya, seperti sholat istikharah dan shalat tahiyatul masjid, yaitu:

Bacaan niat shalat sunnah istikharah:

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

Latin: “Ushalli Sunnatal Istikharati Rak’ataini Lillahi Ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat salat istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat shalat sunnah tahiyatul masjid:

أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى

Latin: “Ushalli Tahiyyatal Masjid Rak’ataini Sunnatan Lillâhi Ta’ala.”

Artinya: “Saya berniat salat Tahiyatul Masjid dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Munfarid

Berikut ini, rincian jumlah rakaat shalat sunnah munfarid rawatib muakkad dan ghairu muakkad, yaitu:

  • Dua rakaat sebelum śalat Zuhur
  • Dua rakaat sesudah śalat Zuhur
  • Dua rakaat sesudah śalat Magrib
  • Dua rakaat sesudah śalat Isya
  • Dua rakaat sebelum śalat Subuh
  • Dua rakaat sebelum Zuhur, selain dua rakaat yang muakkadah
  • Dua rakaat sesudah Zuhur, selain dua rakaat yang muakkadah
  • Empat rakaat sebelum Asar
  • Dua rakaat sebelum Magrib

Mengerjakan shalat sunnah rawatib secara munfarid dapat dilakukan sama seperti sholat pada umumnya yang diakhiri dengan salam. Namun, perbedaannya dapat dilihat dari bacaan niat yang akan dibacakan.

Nah, itulah pembahasan contoh shalat sunnah munfarid beserta tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin dan Artinya

 

Selesai menjalankan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh, maka umat muslim akan mengadakan hari kemenangan yang disebut hari raya idul fitri. Dihari raya lebaran ini, seluruh umat muslim di dunia akan menunaikan ibadah shalat sunnah idul fitri yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan. Namun, sebelum mengerjakan sholat idul fitri, ada beberapa amalan yang dapat diamalkan untuk mendapatkan kebaikan dari Allah SWT. Apa saja itu? Yuk, simak pembahasan 6 amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang dianjurkan sunnah nabi.

Baca Juga: Bacaan Sholat Idul Fitri Saat Takbir 7 Kali Beserta Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

Sebelum membahas amalan sunnah sebelum shalat idul fitri, umat muslim akan merasa bahagia dan juga senang ketika hari raya lebaran idul fitri telah tiba. Waktu pelaksanakan sholat idul fitri dilakukan pada tanggal 1 syawal dan dikerjakan dipagi hari. Seluruh umat islam akan menunaikan ibadah shalat sunnah idul fitri secara serentak berjamaah di masjid maupun lapangan.

Setiap kali merayakan hari raya lebaran idul fitri, umat muslim di seluruh dunia yang sedang merantau ke berbagai kota maupun negeri, tentu mereka akan melakukan mudik ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, sahabat dan lainnya. Selain itu, di hari lebaran idul fitri ini akan menjadikan sebuah moment kebahagian bagi seseorang karena dihari tersebut menjadi hari paling istimewa berkumpulnya keluarga yang sangat menyenangkan.

Mengamalkan amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tentu dapat menjadikan sebuah pedoman agar kepribadian diri kita menjadi lebih baik setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh.

6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri yang Dianjurkan Sunnah Nabi

Berikut ini, 6 amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang dapat dilakukan, diantaranya:

Perbanyak Mengucapkan Takbir

Perbanyak Mengucapkan Takbir, Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

Amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang pertama adalah memperbanyak mengucapkan takbir. Dimana, kita bisa mengucapkan takbir di malam takbiran hingga menjelang sebelum sholat idul fitri baik dilakukan di rumah, masjid maupun lapangan.

Seperti yang telah ketahui bahwa setiap malam takbiran, banyak sekali umat muslim dari kalangan anak muda maupun kecil sering mengadakan acara pawai takbiran dilingkungan kampung bersama teman-temannya sambil membawa bedug.

Mandi Sebelum Sholat Idul Fitri

Mandi sebelum sholat idul fitri merupakan salah satu amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits,:

Artinya: “Dan dari Amdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, ‘Bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”  (HR. Ibnu Majah)

Sedangkan, bacaan niat mandi sholat idul fitri yang dapat dibacakan yaitu “Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat mandi sunah untuk Idul Fitri karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: Bacaan Niat Mandi Sholat Idul Fitri Dalam Bahasa Arab Beserta Tata Caranya

Menggunakan Pakaian Terbaik

Adapun, amalan sunnah sebelum shalat idul fitri selanjutnya adalah menggunakan pakaian terbaik, rapih, bersih dan tidak berantakan. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits:

“Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)

Selain itu, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata yang artinya:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Makan Terlebih Dahulu

Amalan sunnah sebelum sholat idul fitri yang berikutnya adalah makan terlebih dahulu. Jadi, sebelum berangkat ke masjid atau lapangan untuk menunaikan sholat idul fitri, sebaiknya anda makan terlebih dahulu. Adapun, hadist yang menjelaskan tentang amalan ini yaitu:

“Janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia sholat dulu.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad)

Saling Mengucapkan Selamat

Selain itu, amalan sunnah sebelum shalat idul fitri lainnya adalah saling mengucapkan selamat hari raya lebaran kepada orangtua, keluarga, sahabat dan saudara lainnya. Seperti mengucapkan doa “Taqabbalallahu minna wa minkum” artinya semoga Allah menerima amalan kami dan kalian.

Maka dari itu, selama berada di masjid untuk mengerjakan sholat idul fitri, tentu anda harus membaca takbir sebanyak-banyaknya dan tak lupa memba doa tersebut kepada sudara dan lainnya.

Mengambil Jalan Berbeda Saat Berangkat Maupun Pulang

Yang terakhir, amalan sunnah sebelum shalat idul fitri adalah mengambil jalan berbeda saat berangkat maupun pulang. Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadist,:

“Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya).” (HR. Bukhari)

Nah, itulah pembahasan 6 amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang dianjurkan sunnah nabi dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

Baca Selanjutnya: Bacaan Takbir 7x Sholat Idul fitri Wajib Diketahui Umat Islam

 

Dalam mengerjakan sholat sunnah witir baik setelah tahajud maupun tarawih tentu harus dilakukan dengan tertib agar mendapatkan manfaat yang tak terhingga. Shola witir dikerjakan sebanyak 3 rakaat dalam satu kali salam. Kemudian, harus disertai dengan niat dan juga tata cara pelaksanaannya harus fokus agar lebih afdhal. Lantas apa keutamaan dalam mengerjakan shalat witir tersebut? Penasaran? Yuk, simak pembahasan 10 keutamaan sholat witir sebelum tidur, beserta bacaan niat dan tata caranya.

Sholat witir adalah ibadah shalat Sunnah yang dianjutkan setelah menyelesaikan sholat Sunnah lainya pada malam hari. Dimana, umat islam dapat menunaikan sholat witir yang dilakukan ketika selesai sholat tarawih pada bulan Ramadhan alias bulan puasa maupun tahajub sebanyak 1 atau 3 rakaat. Waktu pelaksanaan sholat witir bisa dikerjakan habis isya, pertiga malam hingga mau menjelang waktu subuh.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat Sendiri Setelah Tahajud

Keutamaan Sholat Witir

Keutamaan Sholat Witir

Dalam melaksanakan shalat witir tentu memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Dimana, nia sholat witir menjadi awal ketika akan menunaikan shalat yang lebih afdhal. Sholat witir pada tarawih di bulan Ramadhan dapat dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri. Sedangkan, shalat witir pada tahajud bisa dilakukan sendiri pada waktu malam hari setelah tidur.

Rasulullah SAW telah bersabda didalam sebuah hadist,:

“Barang siapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena bacaan di akhir malam dihadiri (para Malaikat) dan hal itu adalah lebih utama,” (HR. Muslim).

Setiap bulan puasa (bulan Ramadhan) umat muslim akan melaksanakan shalat tawarih dan witir secara berjamaah di masjid maupun rumah pada waktu habis isya maupun pertengahan malam sebelum menjelang subuh. mengerjakan shalat witir dilakukan 1 atau 3 rakaat yang diawali dengan niat hingga diakhiri dengan salam.

10 Keutamaan Sholat Witir

10 Keutamaan Sholat Witir Sebelum Tidur, Beserta Bacaan Niat dan Tata Caranya

Berikut ini, 10 keutamaan sholat witir sebelum tidur maupun sesudah tidur setelah selesai mengerjakan sholat tarawih maupun tahajud, yaitu:

Tambahaan Sholat

Keutamaan sholat witir yang pertama adalah dapat dijadikan sebagai tambahan sholat. Dimana, umat muslim sangat dianjurkan mengerjakan shala sunnah sebelum tidur setelah sholat isya dan dilakukan sebelum sholat subuh. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits:

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan sholat, yaitu sholat Witir, maka sholat Witirlah kalian antara waktu sholat ‘Isya’ hingga sholat Subuh.” [HR. Ahmad]

نَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، فَحَافِظُوْا عَلَيْهَا، وَهِيَ اَلْوِتْرُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’al telah memberi kalian tambahan sholat, maka peliharalah dia, yaitu sholat Witir.”

Menyempurnakan Sholat Malam

Mengerjakan sholat witir dapat menyempurnakan sholat malam. Ini termasuk bagian dari keutamaan sholat witir yang dapat dilakukan sebelum atau sesudah tidur. Dimana, ketika seseorang mengerjakan sholat malam tanpa sholat witir, maka sholat qiyamul lailnya tidak sempurna.

Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadits dibawah ini:

جْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Artinya: “Jadikanlah akhir sholat kalian di malam hari dengan sholat Witir”

Dicintai Allah SWT

Adapun, keutamaan sholat witir yang selanjutnya adalah dicinta Allah SWT. Apabila ada seseorang rajin menunaikan sholat qiyamul lain dan dilanjutkan melakukan sholat witir, maka orang tersebut akan di cintai oleh Allah SWT. Maka dari itu, jika anda ingin dekat dan dicintai Allah SWT tentu harus rajin sholat lima waktu dan sholat malam

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadIts Rasulullah SAW berikut ini:

نَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan sholat Witir, maka sholat Witirlah, wahai para ahli Al-Quran.”

Lebih Baik dari Unta Merah

Keutamaan sholat witir berikutnya yaitu lebih baik dari unta merah. Artinya mengerjakan shalat sunnah witir memiliki nilai yang sangat besar dibandingan harga seekor unta merah. Ini sudah dijelaskan dalam sebuah hadits:

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَاشِدٍ الزَّوْفِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُرَّةَ الزَّوْفِيِّ

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ قَالَ أَبُو الْوَلِيدِ الْعَدَوِيُّ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ وَهِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

وَهِيَ الْوِتْرُ فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ

Telah menceritakan kepada Kami [Abul Walid Ath Thayalisi] dan [Qutaibah bin Sa’id] dari [Kharijah bin Hudzafah], Abu Al Walid Al Adawi berkata: Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam keluar menemui Kami dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah sholat yang dia lebih baik bagi kalian dari pada unta merah, yaitu sholat witir, dan telah menjadikannya berada di antara sholat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu dawud)

Dikabulkan Doanya

Selain lebih baik dari unta merah, keutamaan sholat witir yaitu dapat dikabulkan doanya yang telah dipanjatkan selama mengerjakan sholat witir. Dimana, waktu pelaksanaan sholat witir merupakan waktu paling tepat untuk memanjatkan doa agar dikabulkan. Anda bisa membaca doa apa saja sesuai apa yang dihafalkan ketika berdoa kepada Allah SWT.

Lainnya

Keutamaan sholat witir lainnya yang akan didapatkan bagi seseorang mengerjakannya, yaitu:

  • Disaksikan oleh para malaikat
  • Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
  • Diberi Petunjuk dan Kekuatan Allah SWT
  • Amalan Ahli Al-Qur’an
  • Diwasiatkan Dikerjakan Setiap Hari

Baca Juga: Tata Cara Sholat Witir Setelah Tahajud Beserta Bacaan Niatnya

Bacaan Niat Sholat Witir

Bacaan Niat Sholat Witir

Sebagai berikut, bacaan niat sholat witir dikerjakan sebanyak 3 rakaat satu kali salam setelah memahami keutamaan sholat witir, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Witir

Tata Cara Sholat Witir

Urutan tata cara sholat witir dilakukan banyak 3 rakaat dan mengetahui keutamaan sholat witir, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul Ihram اللهُ أكْبَرُ sambil mengangkat kedua tangan
  • Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam alquran.
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di Antara Dua Sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali mengerjakan rakaat kedua dan ketiga hingga sampai
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Nah, pembahasan 10 keutamaan sholat witir sebelum tidur, beserta bacaan niat dan tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Setelah Sholat Witir, Arab, Latin, Dzikir dan Doa Sesuai Sunnah

 

Shalat tasbih merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim. Dimana, sholat ini terdapat banyak bacaan tasbih disetiap pergerakan shalatnya. Shalat tasbih ini sering dilakukan oleh umat muslim di Indonesia pada waktu malam lailatul qadr di bulan Ramadhan. Ini adalah malam yang paling mulia dimana Allah SWT akan mengampuni segala dosa-dosa umatnya bagi yang menjalankan ibadah wajib dan sunnah. Penasaran? Yuk, simak pembahasan shalat tasbih NU, bacaan niat, waktu pelaksanaan dan tata caranya.

Baca Juga: Niat Sholat Istighosah dan Bacaan Doanya untuk Meminta Pertolongan Allah SWT

Shalat Tasbih NU

Shalat Tasbih NU, Bacaan Niat, Waktu Pelaksanaan dan Tata Caranya

Shalat tasbih NU adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada siang atau malam hari dilakukan sebanyak 4 rakaat. Dimana, Rasulullah SAW telah menyampaikan keutamaan shalat tasbih kepada pamannya yang bernama Abbas didalam sebuah hadits riwayat Abu Rafi’. Dalam berbagai buku kitab fiqh banyak sekali penjelasan-penjelasan tentang shalat tasbih. Bahkan para ulama syafi’iyah berpandang bahwa shalat tasbih ini adalah sunnah.

Keutamaan shalat tasbih NU tentu memiliki keistimewaan dan manfaat yang sangat besar. Bahkan dari berbagai macam kitab lain menyatakan bahwa Imam As-Subki pernah berkata:” tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama.

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang dan malam hari. Bagi beliau bila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam. Dalam kitab Al-Adzkâr-nya beliau menyatakan:

فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

Artinya: “Bila shalat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila di siang hari maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat).”

Bacaan Niat Shalat Tasbih

Bacaan Niat Shalat Tasbih

Berikut ini, lafadz doa bacaan niat shalat tasbih NU, yaitu:

Empat Rakaat Dengan Satu Kali Salam

Bacaan niat shalat tasbih NU sebanyak empat rakaat dengan satu kali salam,:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnat tasbīhi arba‘a rak‘ātin lillāhi ta‘ālā.”

Artinya, ” saya niat shalat sunah tasbih empat rakaat menghadap ke kiblat karena Allah Ta’ala.”

Empat Rakaat Dengan Dua Kali Salam

Bacaan niat shalat tasbih NU sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnat tasbīhi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.”

Artinya, “Saya niat shalat sunnah tasbih dua rakaat menghadap ke kiblat karena Allah SWT.”

Baca Juga: Sholat Sunnah Awwabin: Niat, Bacaan, dan Tata Caranya

Waktu Pelaksanaan Shalat Tasbih

Waktu Pelaksanaan Shalat Tasbih

Waktu pelaksanaan shalat tasbih NU bisa dilakukan atau dikerjakan pada siang atau malam hari yang tidak dilaksanakan pada waktu yang dilarang untuk shalat. Namun, hal yang paling baik mengerjakan shalat tasbih NU itu dilakukan pada malam hari sebanyak 4 rakaat dengan dua kali salam.

Begitupun pada siang hari, umat muslim boleh mengerjakan shalat tasbih ini sebanyak 2 rakaat satu kali salam dan dilanjutkan mengerjakan shalat  2 rakaat satu kali salam.

Tata Cara Shalat Tasbih

Tata Cara Shalat Tasbih

Sebagai berikut, urutan tata cara shalat tasbih NU, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran. Akan tetapi, sebelum menggerakan ruku’ dianjurkan membaca tasbih dengan kalimat “subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar” sebanyak 15 kali. Setelah itu baru melakukan ruku.
  • Ruku, sebelum melanjutkan gerakan I’tidal membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu, baru lanjut gerakan I’tidal
  • I’tidal. Pada saat itidal dan belum gerakan menuju sujud, harus membaca tasbih terlebih dahulu sebanyak 10 kali. Selanjutnya lanjut melakukan gerakan sujud.
  • Sujud. Begitupun saat sujud pertama sebelum menuju duduk harus membaca tasbih 10 kali dan dilanjut duduk.
  • Duduk di antara dua sujud. Sebelum dilanjutkan sujud kedua, pada saat duduh ini harus membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  • Sujud kedua. Membaca tasbih 10 kali sebelum melanjutkan rakaat kedua.
  • Berdiri kembali untuk melanjutkan rakaat kedua, caranya sama seperti rakaat pertama hingga
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Jadi, total membaca tasbih dalam  2 rakaat ini yang harus dibacakan sebanyak 75 kali. Disamping itu, setiap gerakan ruku dan lainnya harus dilakukan secara tuma’ninah dan fokus terhadap bacaan doa sholat yang wajib dibacakan.

Nah, itulah pembahasan shalat tasbih NU, bacaan niat, waktu pelaksanaan dan tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin dan Artinya

 

Mengerjakan shalat sunnah fajar tentu memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang akan didapatkan bagi seseorang yang telah menjalankannya. Dimana, setiap semua orang dapat mengerjakan shalat fajar dikarenakan rasa ngantuk yang menyelimutinya. Lantas, apa saja manfaat dan keistimewaan shalat sunnah fajat tersebut? Yuk, simak pembahasan 5 keutamaan shalat fajar, beserta bacaan niat dan tata caranya.

Baca Juga: 5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh Beserta Niatnya, Ibadah Sunnah yang Mulia

Keutamaan Shalat Fajar

Keutamaan Shalat Fajar

Keutamaan shalat fajar memilimi keistimewaan tersendiri. Dimana, waktu pelaksanaan shalat sunnah fajar ini dilakukan sebelum subuh sebanyak 2 rakaat. Shalat sunnah tersebut dalam istilah lain sering dikaitkan sebagai sholat sunnah qobliyah subuh. Dimana, umat islam dianjurkan untuk mengerjakan shalat fajar sebelum menunaikan shalat subuh.

Walaupun sebetulnya, mengerjakan shalat fajar tentu memiliki banyak keutamaan yang sangat baik dan juga lebih istimewa, seperti dimudahkan rezeki, mendapat pahala dan dibuatkan rumah di surga. Namun tak jarang banyak sekali orang yang mengatakan perbedaan sholat fajar dan juga shalat sunnah qobliyah subuh.

Shalat fajar dilaksanakan ketika sudah terjagi pergeseran waktu malam dan pagi hari. Sedangkan shalat qobliyah subuh dilakukan sebelum sholat subuh. secara umum, waktu fajar itu pada saat matahari akan terbi disisi timur terlihat cahaya kemerah-merahan dilangit.

Baca Juga: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

5 Keutamaan Shalat Fajar

5 Keutamaan Shalat Fajar, Beserta Bacaan Niat dan Tata Caranya

Beriktu ini, 5 keutamaan shalat Fajar yang memiliki banyak sekali keistimewaan, yaitu:

Mendapat Pahala dan Sangat Baik dari Dunia dan Seisinya

Keutamaan shalat fajar yang dapat diperoleh bagi orang yang melaksanakan, yaitu mendapat pahala dan sangat dari dunia dan seisinya. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Musim dan AT-Tirmidzi, yaitu:

“Dua rakaat (sebelum) fajar (salat Subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Ini maksudnya bagi umat islam yang selalu melaksanakan ibadah sholat Sunnah qobliyah subuh secara rutin tanpa putus. Selain itu, hadist lain yang memberikan penjelasan tentang keutamaan mengerjakan shalat qobliyah subuh, yaitu:

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada salat Isya dan salat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

Mengikuti teladan Rasulullah SAW termasuk salah satu keutamaan shalat fajar. Dimana, Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Sunnah ringan sebelum melaksanakan shalat wajib (shalat subuh).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga salat Subuh. Sebelum salat Subuh dimulai, beliau dahului dengan 2 rakaat ringan,” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

Menutup Kekurangan Shalat Wajib

Adapun, keutamaan shalat fajar yang didapatkan kepada orang yang menunaikan, yaitu dapat menutup kekurangan shalat. Dimana, kita sebagai hamba Allah pastinya memiliki banyak kesalahan yang sering dilakukan ketika sedang mengerjakan shalat lima waktu tersebut. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,:

Artinya “Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat.

Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu.

Lihatlah kalian pada sholat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna.

Namun, jika sholatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan sholat sunah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan sholat sunah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu Daud).

Balasan Rumah di Surga

Selain itu, keutamaan shalat fajar yaitu Allah akan memberi balasan rumah di surga. Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadits dari Ummu Habibah RA,:

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Seorang hamba yang muslim melakukan sholat sunah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan sholat-sholat tersebut.” (HR. Muslim).

Pahala Tak Terbatas

Pahala Tak Terbatas, Keutamaan Shalat Fajar

Selanjutnya, keutamaan shalat fajar berikutnya yaitu mendapatkan pahala tak terbatas. Jika seorang umat muslim tidak pernah meninggalkan shalat fajar secara rutin, maka Allah SWT akan memberikan pahala dengan jumlah yang tidak terbatas. Seperti Nabi Muhammad SAW telah pernah meninggalkan shalat sunnah sebelum subuh yang dilakukan sebanyak 2 rakaat.

“Aisyah RA berkata, “Nabi SAW tidaklah menjaga sholat sunnah yang lebih daripada menjaga sholat sunah dua rakaat sebelum subuh.” (HR Muslim).

Tata Cara Shalat Fajar

Tata Cara Shalat Fajar

Sebagai berikut, urutan tata ara shalat fajar secara singkat yang sesuai sunnah Rasulullah SAW, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca surah al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur’an
  • Rukuk
  • I`tidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua rakaat pertama
  • Berdiri dan mengulang urutan di atas sejak membaca Surah al-Fatihah hingga sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir
  • Mengucapkan salam, sambil menoleh ke kanan dan kiri

Nah, itulah pembahasan 5 keutamaan shalat fajar, beserta bacaan niat dan tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 7 Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib Muakkad dan Ghairu Muakkad, Qobliyah dan Ba’diyah

 

Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang didapatkan ketika menjalankan ibadah shalat sunnah yang dilakukan secara terus-menerus. Dimana, mengerjakan shalat sunnah menjadikan amal ibadah untuk bekal diakhirat nanti. Disamping itu, menunaikan sholat sunnah tentu akan mendapatkan perlindungan dan dilimpahkan rezeki yang secara tidak disangka-sangka oleh Oleh Allah SWT. Penasaran? Mari kita simak pembahasan 7 keutamaan shalat sunnah rawatib muakkad dan ghairu muakkad, qobliyah dan ba’diyah.

Baca Juga: Contoh Shalat Sunnah Ghairu Muakkad, Beserta Perbedaan Shalat Sunnah Muakkad

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Sebelum membahas keutamaan shalat sunnah rawatib, tentu kita sebagai umat muslim harus tahu jumlah rakaat dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib tersebut. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist. telah bersabda,

‏ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ ‏

“Jika seorang hamba Allah SWT salat 12 rakaat (sunah) setiap hari, sebelum dan setelah salat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga.” (HR Muslim).

Adapun, keutamaan yang mengerjakan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib dan tidak pernah ketinggalan sudah dijelaskan dalam sebuah hadist,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ

وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Tirmidzi).

Hukum mengerjakan shalat Sunnah rawatib adalah Sunnah muakkad. Artinya sangat baik dan dianjurkan bagi umat muslim untuk mengerjakannya. Bahkan salah satu imam hanafiyah berpendapat bahwa melaksanakan sholat Sunnah rawatib memiliki makna seperti wajib.

7 Keutamaan Shalat Sunah Rawatib

7 Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib Muakkad dan Ghairu Muakkad, Qobliyah dan Ba’diyah

Berikut ini, 7 keutamaan shalat sunnah rawatib yang akan didapatkan bagi seseorang yang menjalankan, shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad ( sholat qobliyah dan ba’diyah) yaitu:

Dijauhkan dari Siksa Api Neraka

Keutamaan shalat Sunnah rawatib yang pertama akan dijauhkan dari siksa api neraka. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,

“Barangsiapa yang senantiasa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, niscaya Allah mengharamkan dirinya dari api neraka.” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah).

Membangunkan Rumah di Surga

Selain mendapat pahala, keutamaan shalat Sunnah rawatib yaitu Allah SWT akan membangunkan rumah di surga. Dimana, ketika seseorang melaksanakan ibadah shalat Sunnah dengan rutin maka akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim mari sama-sama untuk mengerjakan sholat Sunnah rawatib sebagai bekal amal ibadah.

Mendapat Rahmat Yang Melimpah

Adapun, keutamaan shalat Sunnah rawajib yang akan diberikan oleh Allah SWT yaitu mendapat rahmat yang melimpah. Dimana, kata dari rahmat yang melimpah tersebut sangat beragam baik dari mendapat orang-orang yang baik disekitar hingga dalam bentuk rezeki.

Dijauhkan Dari Sifat Sombong dan Riya

Selanjutnya, keutamaan shalat Sunnah rawatib bagi orang yang melaksanakannya akan dijauhkan dari sifat sombong dan riya. Dimana, kita akan berserah diri kepada Allah SWT dengan bersujud didalam melaksanakan sholat untuk mendapat perlindungan dan menjauhkan dari sifat yang kurang baik dan menjadi orang yang sholeh dan sholehah.

Diangkat Derajatnya

Keutamaan shalat Sunnah rawatib akan mendapat ganjaran dengan diangkat derajatnya oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim,

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena tidaklah engkau bersujud pada-Nya dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan satu derajatmu dan menghapuskan satu kesalahanmu.” (HR. Muslim).

Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Rawatib

Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Rawatib

Sebagai berikut, jumlah rakaat shalat sunnah rawatib qobliyah dan ba’diyah dan hafal tentang keutamaan shalat sunnah rawatib, yaitu:

Muakkad

12 rakaat shalat Sunnah rawatib muakkad, diantaranya:

  • 2  rakaat sebelum salat subuh
  • 2 rakaat sebelum salat dzuhur
  • 2 rakaat sesudah salat dzuhur
  • 2 rakaat sesudah sholat maghrib
  • 2 rakaat sesudah sholat isya
  • 2 rakaat sebelum sholat subuh

Ghairu Muakkad

Selain 12 rakaat shalat Sunnah rawatib muakkad, terdapat pula yang ghairu muakkad, yaitu:

  • 4 atau 2 rakaat sebelum sholat ashar
  • 2 rakaat sebelum sholat maghrib
  • 2 rakaatsebelum sholat isya

Baca Juga: 5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh Beserta Niatnya, Ibadah Sunnah yang Mulia

Niat Shalat Sunah Rawatib

Adapun, lafadz doa bacaan niat sholat sunnah rawatib, seperti dibawah ini:

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “ushalli sunnatadh dhuhri kok’ataini ba’diyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sesudah dzuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib

Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib

Sedangkan, tata cara shalat sunnah rawatib dengan jumlah rakaat tertentu dan mendapatkan keutamaan shalat sunnah rawatib, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratur ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah didalam Al-Quran

Rukuk tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal tuma’ninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali menunaikan rakaat kedua dilakukan sama seperti pada raakat pertama sampai,

Tasyahud akhir

Salam

Nah, itulah pembahasan 7 keutamaan shalat sunnah rawatib muakkad dan ghairu muakkad, qobliyah dan ba’diyah yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya