Di musim kemarau yang berkepanjangan tentu dapat menimbulkan kebutuhan air pasti akan semakin berkurang. Hal ini membuat semua orang akan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, kita sebagai umat muslim disunnahkan bisa melaksanakan shalat istisqa untuk meminta hujan agar segera turun. Lantas, bagaimana cara mengerjakan sholat istisqa? Yuk, simak pembahasan tata cara shalat istisqa legkap bacaan niat arab, latin dan artinya.

Kekeringan tentu dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan baik manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Yang mana, air merupakan sumber kebutuhan yang sangat dibutuhkan bagi makhluk hidup didalam kehidupannya.

Seperti yang telah ketahui tata cara shalat istisqa, bahwa kekeringan air bisa menyebabkan pasokan air dari tanah akan hilang atau berkurang. Sehingga, tak heran jika masyarakat selalu membuat bendungan atau sumur dalam mengatasi kekeringan air disaat musim kemarau.

Kondisi kekeringan air, umat muslim sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT untuk segera turun hujan dengan cara melaksanakan shalat Sunnah istisqa. Cara melakukan atau mengerjakan tata cara shalat istisqa ini dapat dilakukan secara berjamaah baik di masjid maupun lapangan. Ini merupakan salah satu jalan terbaik dalam meminta hujan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Perbedaan Shalat Fajar dan Sholat Qobliyah Subuh, Beserta Bacaan Niatnya

Tata Cara Shalat Istisqa

Tata Cara Shalat Istisqa

Setiap mengerjakan ibadah wajib maupun Sunnah tentu harus diserta dengan niat dan tata cara. Seperti halnya kita akan mengerjakan shalat Sunnah maka harus membaca niat, seperti niat dan tata cara shalat istisqa. Cara pelaksanaan shalat istisqa tentu hampir sama seperti shalat idul fitri maupun idul adha. Akan tetapi, perbedaannya adalah terletak pada pembacaan takbir, khutbah dan lainnya.

Hukum shalat istisqa adalah sunnah muakkad. Ibadah Sunnah ini tentunya sangat dianjurkan ketika terjadi kekeringan air akibat kemarau yang berkepanjangan.

Allah SWT telah berfirman dalam surah HUD ayat 52,

Artinya: ” Wahai kaumku, mohon ampunlah kepada Tuhan kalian, kemudian taubatlah kalian kepada-Nya, pasti Dia akan menurunkan hujan yang sangat lebat atas kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan pada kekuatan kalian. Dan janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud: 52).

Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim tentunya harus hafal bacaan niat dan tata cara pelaksanaan agar lebih mudah ketika mengerjakannya. Selain itu, jangan lupa membaca doa-doa, istigfar dan juga memperbanyak sedekah.

Uruatan Tata Cara Shalat Istisqa

Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini, urutan tata cara shalat istiqa secara berjamaah dan disertai bacaan niat shalat istisqa, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul ihram

Membaca Takbir Sebanyak 7 Kali pada rakaat pertama

Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah pendek

Ruku dengan tumaninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca didalam tata cara shalat istisqa:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal dengan tumaninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud dengan tumaninah

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca dari tata cara shalat istisqa:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat yang kedua

Pada saat rakaat kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali dan dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah serta membaca surah dalam Al-Quran.

Ruku hingga sampai diakhir dengan

Salam

Setelah selesai mengerjakan shalat istisqa, dilanjutkan khutbah pertama dan membaca istigfar sebanyak Sembilan kali,

Latin: “Astaghfirullaahal ‘adhiimal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyumu wa atuubu ilaihi.

Artinya: ” Saya mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepada-Nya.”

Kemudian, melanjutkan khutbah kedua. Namun sebelumnya, membaca istigfar sebanyak tujuh kali serta harus penuh dengan keyakinan merendahkan diri kepada Allah SWT untuk meminta turun hujan. Setelah itu dilanjutkan membaca doa bersama.

Baca Juga: Bacaan Niat Tahiyatul Masjid Jumat Beserta Tata Caranya

Bacaan Niat Shalat Istisqa

Bacaan Niat Shalat Istisqa

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat shalat istisqa untuk imam dan makmum untuk meminta turun hujan dan memahami tata cara shalat istisqa:

Bacaan Lafal Niat Shalat Istisqa Bagi Imam

Latin: “Ushollii sunnatal istisqa’i rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa, allaahu akbar.”

Artinya: ” Saya berniat sholat sunnah Istisqo dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala. Allaahu Akbar.”

Bacaan Lafal Niat Shalat Istisqa Bagi Makmum

Latin” Ushollii sunnatal istisqa’i rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa, allaahu akbar.”

Bacaan Doa Setelah Shalat Istisqa

Bacaan Doa Setelah Shalat Istisqa

Bacaan doa setelah shalat istisqa yang bisa dibacakan ketika berdoa bersama dalam meminta hujan dan setelah hafal niat shalat istisqa, yaitu:

Latin: “Allaahummaj’al suqyaa rahmatin wa laa taj’alhaa suqyaa ‘adzaabin wa laa muhqin wa laa balaa’in wa laa hadamin wa laa gharaqin.”

Artinya: ” Wahai Allah, Jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat, janganlah Engkau jadikan sebagai siraman siksa, memusnahkan harta, bencana, menghancurkan dan menenggelamkan.”

Latin: “Allahumma inna bil ‘ibadi wal biladi wal baha-imi wal khalqi minal bala-i wal juhdi wad dhanki maa la nasyku illa ilaika.”

Artinya:“ Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu.”

Latin: “Allahumma ‘alath-thiroobi wal akaami wa manaabitisy-syajari wa buthuunil audiyati allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allaahumma asqinal ghoitsa wa laa taj’alnaa minal qoonithiina.”

Artinya:” Ya Allah, curahkanlah hujan di atas gundukan tanah, bukit-bukit, tempat tumbuh-tumbuhan pohon, dan pada waduk-waduk lembah. Ya Allah curahkanlah hujan di sekitar kami dan jangan di atas kami. Ya Allah, curahkanlah hujan pada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa.”

Nah, itulah pembahasan tata cara shalat istisqa legkap bacaan niat arab, latin dan artinya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Shalat Istisqa yang Benar Adalah, Beserta Tata Caranya

 

Shalat sunnah rawatib terbagi menjadi 2 bagian, diantaranya shalat sunnah muakkad dan juga shalat sunnah ghairu muakkad. Dalam kesempatan kali ini akan memberikan sedikit pembahasan contoh shalat sunnah ghairu muakkad, beserta perbedaan shalat sunnah muakkad yang menjadi pengetahuan bagi umat muslim.

Penjelasan shalat sunnah rawatib ini pernah dijelaskan dalam sebuah hadist dari ummu habibah ra,:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا

بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ

Artinya: “Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.”

Dengan apa yang disampaikan dalam sebuah hadist tersebut yang berarti terdapat sebuah keutamaan shalat sunnah rawatib yang akan didapatkan bagi umat muslim ketika dijalankan secara terus menerus selama hidupnya.

Baca Juga: Sholat Sunnah yang Dilakukan Sebelum Shalat Fardhu Disebut Sholat? Ini Penjelasannya

Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Shalat sunnah ghairu muakkad adalah ibadah sholat sunnah yang dapat dikerjakan dengan jumlah rakaat tertentu sebelum menunaikan shalat fardhu. Shalat yang dikerjakan sebelum sholat lima waktu adalah shalat qobliyah. Sedangkan shalat yang dikerjakan sesuah mengerjakan shalat wajib yaitu shalat ba’diyah.

Shalat sunnah rawatib baik muakkad maupun ghairu muakkad memiliki arti berbeda tetapi tujuannya sama beribadah kepada Allah SWT. Dimana, umat islam dapat mengerjakan shalat sunnah tersebut pada saat sebelum atau sesudah melaksanakan ibadah 5 waktu.

Jumlah rakaat dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib ini tentu sangat berbeda tergantung dari waktu pelaksanaannya, diantaranya:

  • 2 raka’at sebelum Shubuh
  • 4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Dhuhur
  • 4 raka’at atau 2 raka’at sesudah Dhuhur
  • 4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Ashar
  • 2 raka’at sebelum Magrib
  • 2 raka’at sesudah Magrib
  • 2 raka’at sebelum Isya’
  • 2 raka’at sesudah Isya’.

Total dari 22 rakaat shalat sunnah rawatib ini terdapat 10 rakaat shalat sunnah muakkad yang selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, membaca niat mengerjakan shalat sunnah rawatib dapat dibacakan dalam hati maupun diucapkan.

Jumah Rakaat Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Contoh Shalat Sunnah Ghairu Muakkad, Beserta Perbedaan Shalat Sunnah Muakkad

Berikut ini, beberapa jumah shalat sunnah ghairu muakkad yang dapat dilaksanakan bagi umat muslim untuk mengerjakannya.

  • 2 rakaat sebelum Sholat Zuhur
  • 2 rakaat sesudah Sholat Zuhur
  • 4 rakaat sebelum Sholat Ashar
  • 2 rakaat sebelum Sholat Magrib
  • 2 rakaat sebelum Sholat Isya

Adapun, hadist lain yang menjelaskan 12 rakaat shalat sunnah rawatib dan termasuk bagian dari shalat sunnah ghairu muakkad, yaitu:

Artinya “Barangsiapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dhuhur dan 4 raka’at sesudahnya maka Allah mengharamkan baginya api neraka”(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Artinya: “Allah mengasihi orang yang melakukakn shalat emapat raka’at sebelum shalat Ashar (HR Imam Ahmad,Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Huzaimah)

Shalat sunnah sebelum shalat ashar boleh dilakukan dua raka’at berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW,

“Di antara dua adzan(adzan dan iqamah) terdapat shalat”(HR Imam Bazzar)

Rasulullah SAW bersabda,“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Magrib,dua raka’at” (HR Imam Bukhari dan Muslim).

Sahabat Nabi SAW Sayyidina Anas RA berkata:

“Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Magrib”(HR Imam Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Shalat Sunnah Muakkad, Bacaan Niat, Tata Cara Lengkap Beserta Contohnya

Bacaan Niat Shalat Sunnah Rawatib

Bacaan Niat Shalat Sunnah Rawatib

Sebagai berikut, bacaan niat shalat sunnah rawatib muakkad maupun shalat sunnah ghairu muakkad, yaitu:

Qobliyah Subuh

Bacaan niat shalat sunnah rawatib qobliyah subuh (sebelum sholat subuh)

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah”

Qobliyah Dhuhur

Bacaan niat Sholat sunah rawatib qobliyah dhuhur (sebelum sholat Zuhur)

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum zuhur dua rakaat karena Allah”

Ba’diyah Dhuhur

Bacaan niat Sholat sunah rawatib ba’diyah dhuhur (sesudah sholat Zuhur)

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Zuhur dua rakaat karena Allah”

Qobliyah Ashar

Bacaan niat Sholat sunah rawatib qobliyah Asar (sebelum sholat Asar)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum asar dua rakaat karena Allah”

Qobliyah Maghrib

Bacaan niat Sholat rawatib qobliyah Magrib (sebelum sholat Magrib)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Magrib dua rakaat karena Allah”

Ba’diyah Maghrib

Bacaan niat Sholat sunah rawatib ba’diyah Magrib (sesudah sholat Magrib)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Magrib dua rakaat karena Allah”

Qobliyah Isya

Bacan niat Sholat rawatib qobliyah Isya’ (sebelum sholat Isya’)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Isya’ dua rakaat karena Allah”

Ba’diyah Isya

Bacaan niat Sholat rawatib ba’diyah Isya’ (sesudah sholat Isya’)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Isya’ dua rakaat karena Allah”

Nah, itulah pembahasan contoh shalat sunnah ghairu muakkad, beserta perbedaan shalat sunnah muakkad yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Dan Niat 2 Rakaat Sebelum Subuh Sesudah Adzan Dan Tata Caranya

 

Sebagai umat muslim tentu harus memahami atau mempelajari tentang rukum islam. Sebagaimana yang telah ketahui bahwa pada saat kita belajar agama islam sejak dini diajarkan oleh guru ngaji tentang rukun islam tersebut. Karena itu merupakan salah satu syarat menjadi umat islam yang harus dilakukan selama hidupnya. Lantas, apa saja rukum islam tersebut? Yuk, simak pembahasan shalat merupakan rukun islam yang ke? Ini jawabannya.

Baca Juga: Waktu Sholat Ashar Hari Ini Sampai Jam Berapa

Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke

Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke Ini Jawabannya

Shalat merupakan rukun islam yang ke 2 dari urutan rangkaian rukun tersebut. Dimana, rukun islam ada 5 perkara, yang pertama membaca syahadat, mendirikan shalat, puasa, menunaikan zakat, dan pergi haji. Penjelasan rukum islam ini telah telah tersampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Oleh karena itu, penting sekali kita sebagai umat muslim wajib mengerjakan sholat lima waktu yang harus ditunaikan atas perintah Allah SWT sebagai shalat merupakan rukun islam yang ke dua. Jangan sampai ditinggalkan karena akan berdosa dan pasti mendapatkan siksaan dari Allah SWT.

Rukun Islam Ada 5 Perkara

Rukun Islam Ada 5 Perkara

Berikut ini, rukun islam ada 5 perkara yang salah satunya shalat merupakan rukun islam yang ke dua, yaitu:

Syahadat

Rukun islam yang pertama yaitu membaca dua kalimat syahadat. Shalat merupakan rukun islam yang ke dua itu, bacaan kalimat syahadat bahasa arab, yaitu:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Latin “Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadarrasuulullahi“.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Shalat

Shalat merupakan rukun islam yang ke dua wajib dikerjakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Shalat lima waktu atau lebih dikenal dengan sebutan sholat fardhu (wajib) diantaranya:

  • Shalat subuh, dikerjakan sebelum terbit fajar dilakukan sebanyak 2 rakaat
  • Shalat Dzuhur, dikerjakan pada waktu siang hari dilakukan sebanyak 4 rakaat
  • Shalat Ashar, dikerjakan pada sore hari dilakukan sebanyak 4 raka’at.
  • Shalat Maghrib, dikerjakan pada matahari terbenam dilakukan sebanyak 3 rakaat
  • Shalat Isya, dikerjakan pada waktu malam hari yang telah ditentukan dengan jumah 4 rakaat

Puasa Ramadhan

Puasa, Rukun Islam yang ke

Adapun, rukun islam yang ketiga setelah mengetahui shalat merupakan rukun islam yang ke 2 adalah diwajibkan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Umat islam diwajibkan puasa di bulan Ramadhan full 1 bulan penuh untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Mengerjakan puasa Ramadhan tentu memiliki banyak hikmah dan keutamaan yang akan didapatkan. Selain itu, dapat melatih kesabaran, menjalin tali silaturahmi dan saling memberi sedekah dengan cara memberi makanan kepada saudara maupun tetangga yang kurang mampu.

Disamping itu, berpuasa di bulan Ramadhan dapat membantu menahan hawa nafsu dari rasa lapar atau amarah yang bisa menimbulkan dosa. Mengajarkan puasa bulan Ramadhan pada anak-anak sebagai bentuk untuk mengamalkan rukun islam yang ketiga ini. Mungkin, anak bisa belajar untuk puasa selama waktu sampai siang, sore hingga full. Dengan begitu, tentu anak tersebut akan terbiasa menunaikan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh.

Menunaikan Zakat

Rukun islam yang keempat adalah menunaikan zakat. Sebagai umat muslim diwajibkan mengeluarkan zakat untuk membersihkan harta, hati dan memahami shalat merupakan rukun islam yang ke dua. Tujuan menunaikan zakat ini tak lain memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain.

Beberapa jenis zakat dalam islam, yaitu:

Zakat Fitrah

Menunaikan zakat fitrah merupakan kewajiban umat muslim untuk mengeluarkan zakat sebanyak 2,5 kg beras yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Atau bisa diganti dengan uang yang sesuai ukuran beras 2,5 kg.

Zakat Mal

Zakat mal adalah salah satu zakat yang harus dikeluarkan bagi umat muslim dari penghasilan yang telah didapatkan atau hasil niaga. Jumlah zakat mal yang wajib dikeluarkan hampir sama dengan zakat fitrah yaitu 2,5 kg dari hasil perhasilan yang telah didapatkan.

Disini kita bisa mengajarkan pada anak-anak untuk belajar bagaimana cara mengeluarkan zakat fitrah maupun mal yang harus dikeluarkan sebagai bentuk amal yang harus dikerjakan suatu saat nanti ketika sudah besar.

Baca Juga: Bacaan Sholat Subuh dari Niat Sampai Salam Beserta Artinya

Pergi Haji

Rukun islam yang kelima adalah pergi haji bagi umat muslim yang sudah mampu. Seseorang yang telah mampu dalam segi finansial maupun fisik maka diwajibkan untuk menunaikan haji. Karena itu, hukum mengerjakan haji adalah wajib.

Allah SWT telah befirman dalam surah Ali-Imrah ayat: 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: “…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali-Imran: 97)

Dalam menunaikan ibadah haji ini dimana kita akan melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah di batullah seperti wukuf, tawaf, sa’i, tahallul dan sebagainya.

Nah, itulah pembahasan shalat merupakan rukun silam yang ke? Ini jawabannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Lirik Pujian Sebelum Sholat, Maghrib, Subuh dan Fardhu Lainnya

 

Pada saat terjadi gernaha bulan total maka umat muslim tentu dianjurkan mengerjakan shalat sunnah gerhana tersebut. Dimana, pendapat para ulamat menyatakan bahwa hukum shalat gerhana bulan yaitu sunnah muakkad alias sangat dianjurkan. Oleh karena itu, kita sebagai umat islam harus hafal bacaan shalat gerhana bulan baik niat maupun tata caranya. Penasaran? Yuk, simak pembahasan tata cara shalat gerhana bulan sendiri, lengkap beserta bacaan doa, niatnya.

Cara Shalat Gerhana Bulan

Cara Shalat Gerhana Bulan

Cara shalat gerhana bulan atau lebih dikenal sering disebut shalat khusuf memang hampir sama seperti shalat sunnah lainnya dilakukan sebanyak dua rakaat yang dapat dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Khusuful qamar atau gerhana bulan adalah salah satu terjadi ketika posisi bulan, matahari sejajar dengan bumi. Maka dengan begitu, umat muslim dapat mengerjakan shalat gerhana bulan ketika mengelami fenomenal tersebut.

Tujuan mengerjakan cara shalat gerhana bulan tak lain adalah mendekatkan diri atas kebesaran Allah SWT yang menjadi sebuah tanda keagungan-Nya agar manusia selalu mengingat bahwa hidup dunia hanya sementara. Dalam sebuah hadist sudah dijelaskan tentang gerhana bulan,:

حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيْد قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ قَالَ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عِلَاقَةِ قَالَ سَمِعْتُ الْمُغِيْرَةُ بْنِ شُعْبَةِ يَقُوْلُ اِنْكَسَفَتْ الشَّمْسُ يَوْمَ مَاتَ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ النَّاسُ اِنْكَسَفَتْ

لِمَوْتِ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَأَيَتَانِ مِنْ أَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُواهُمَا فَادْعُوا اللهِ

وَصَلّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidan berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah, dia berkata: “Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata, “Telah terjadi gerhana mahatari ketika wafatnya Ibrahim.”

Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Sesunggunya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, makan berdoalah kepada Allah SWT dan dirikan shalat hingga (matahari) kembali tampak.” (HR. Al-Bukhari).

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Sendiri, Lengkap Beserta Bacaan Doa, Niatnya

Berikut ini, tata cara shalat gerhana bulan yang dilakukan sebanyak 2 rakaat dan empat kali rukuk yang harus dilaksanakan, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul ihram, أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca doa iftitah

اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ

باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Latin: “Allahumma baa’id bainii khathayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaaya bil maa-I wats tsalji wal barad.”

Atau,

Latin: “Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila, inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin, inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.”

Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah al-quran lainnya

Ruku tumaninah dengan mambaca

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal dengan tuma’ninah

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Kemudian membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam al-quran

Ruku tumaninah dengan mambaca

I’tidal dengan tuma’ninah

Sujud dengan tuma’ninah

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Sujud kembali dengan membaca doa sujud

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Berdiri kembali untuk mengerjakan rakaat yang kedua. Gerakannya sama seperti rakaat pertama. Hingga sampai

Tasyahud akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ

اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Salam.

Bacaan Niat Shalat Gerhana Bulan

Bacaan Niat Shalat Gerhana Bulan

Adapun, bacaan niat shalat gerhana bulan setelah tau cara shalat gerhana bulan, yaitu:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatal khusuf rak’ataini imaman/makmuman lillahi ta’ala

Artinya: “Saya shalat suna gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Kapan Waktu Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan?

Shalat gerhana bulan atau shalat khusuf ini dapat dikerjakan sejak mulai terjadinya gerhana hingga selesai.Ketika terjadi gerhana bulan total, maka batas waktu menunaikan shalat gerhana adalah ketika bulan sudah muncul kembali. Apabila bulan sudah muncul, maka tidak disunahkan untuk mengqada shalat.

Nah, itulah pembahasan tata cara shalat gerhana bulan sendiri, lengkap beserta bacaan doa, niatnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Shalat Sunnah Rawatib Lebih Utama Dikerjakan Secara Sendiri atau Berjamaah

 

Nabi Muhammad SAW sering melaksanakan ibadah shalat sunnah di waktu sebelum sholat 5 waktu (sholat fardhu alias wajib). Dimana, sholat sunnah ini merupakan amal ibadah penambah pahala ketika dikerjakan dan bila ditinggalkan tidak apa-apa. Seperti halnya mengerjakan shalat sunnah muakkad atau ghoiru muakkad. Lantas bagaimana dengan sholat muakkad tersebut? Yuk, simak pembahasan shalat sunnah muakkad, bacaan niat, tata cara lengkap beserta contohnya.

Sholat sunnah muakkad adalah ibadah sholat sunnah dianjurkan bagi umat muslim untuk mengerjakan seperti halnya Rasulullah SAW melakukannya yang tidak pernah ditinggalkan. Oleh sebab itu, sebagai umat muslim tentu harus mengikuti jejak Rasulullah SAW disetiap mengerjakan amal ibadah sebagai bekal diakhirat nanti.

Baca Juga: 12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja? Coba Sebutkan

Shalat Sunnah Muakkad

Shalat Sunnah Muakkad, Bacaan Niat, Tata Cara Lengkap Beserta Contohnya

Shalat Sunnah muakkad adalah sholat Sunnah yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah selesai menunaikan ibadah shalat fardu yang lima waktu. Seperti yang telah sampaikan diatas, shalat Sunnah ini terdapat 2 sebutan dengan waktu pelaksanaan yang berbeda.

Hadist yang menjelaskan amalan shalat sunnah muakkad, yaitu:

وهو الذي يكون فعله مكملا ومتمما للواجبات الدينية كالأذان والإقامة والصلاة المفروضة في جماعة

Artinya, “Yaitu adalah Sunnah yang dilakukan untuk melengkapi dan menyempurnakan kewajiban agama seperti azan, iqamat, dan shalat fardhu berjamaah.”

ويدخل في هذا القسم أيضا، وما واظب النبي على فعله، ولم يتركه إلا مرّة او مرّتين للدلالة على أنه غير لازم وذلك مثل: المضمضة و الإستنشاق

في الوضوء وصلاة ركعتين قبل صلاة الفجر، ويسمّى هذا القسم بالسنة المؤكّدة أو سنة الهدى

Artinya, “Masuk juga dalam sunah muakkad, perkara yang dilestarikan oleh Nabi dan tidak ditinggalkan kecuali sekali dua kali untuk menunjukan bahwa amalan itu tidak wajib. Contohnya seperti kumur-kumur ketika berwudhu, menghirup air ketika wudhu, dan shalat dua rakaat sebelum subuh. Sunah ini dinamakan sunah muakkadah atau sunatul huda.”

Bacaan Niat Shalat Sunnah Muakkad

Berikut ini, bacaan shalat sunnah muakkad sebelum sholat subuh,:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatas shubhi rak’ataini lillahi ta’ala”.

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunah subuh 2 rakaat karena Allah SWT.”

Tata Cara Shalat Sunnah Muakkad

Tata Cara Shalat Sunnah Muakkad

Sebagai berikut, tata cara shalat sunnah muakkad, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratur ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah didalam Al-Quran

Rukuk tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal tuma’ninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali menunaikan rakaat kedua dilakukan sama seperti pada raakat pertama sampai,

Tasyahud akhir

Salam

Baca Juga: Perbedaan Shalat Fajar dan Sholat Qobliyah Subuh, Beserta Bacaan Niatnya

Contoh Ibadah Shalat Sunnah Muakkad

Contoh Ibadah Shalat Sunnah Muakkad

Melansir berbagai sumber menyatakan bahwa contoh ibadah shalat sunnah muakkad, yaitu:

Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Adapun, contoh ibadah shalat sunnah muakkad untuk menyempurnakan shalat fardu meliputi shalat sunnah rawatib muakkad,:

  • Dua rakaat sebelum melaksanakan sholat subuh (qabliyah)
  • Dua rakaat sebelum melaksanakan sholat dzuhur (qabliyah)
  • Dua rakaat sesudah melaksanakan sholat dzuhur (ba’diyah)
  • Dua rakaat sesudah melaksanakan sholat maghrib (ba’diyah)
  • Dua rakaat sesudah melaksanakan sholat isya (ba’diyah)

Shalat Sunnah Malam

Shalat sunnah malam merupakan salah satu ibadah shalat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan, yaitu:

  • Shalat Witir
  • Shalat Tahajud
  • Shalat Tarawih di bulan Ramadhan
  • Shalat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha

Shalat Tahiyatul Masjid

Selain itu, contoh ibadah shalat sunnah muakkad selanjutnya yaitu shalat tahiyatul masjid dilakukan pada saat pertama kali masuk masjid dilakukan sebanyak 2 rakaat.

Shalat Dhuha

Contoh shalat sunnah muakkad berikutnya adalah shalat dhuha yang dapat dilaksanakan pada waktu dhuha sebanyak 2 hingga 4 rakaat pada jam 8 sampai 10 pagi. Kemudian, dilanjutkan berdzikir, doa, dan membaca al-quran.

Ketentuan Melaksanakan Shalat Sunnah Muakkad

Adapun ketentuan melaksanakan shalat sunnah muakkad adalah sebagai berikut:

  • Dikerjakan tidak mendahului adzan dan iqomah, kecuali shalat sunnah rawatib muakkad.
  • Dilaksanakan sendirian (munfarid), kecuali salat dua hari raya
  • Diawali dengan niat sesuai dengan jenis salatnya
  • Dilaksanakan dua rakaat dengan satu salam
  • Melaksanakan salat sunnah di tempat yang berbeda dari salat wajib
  • Bacaan dilafalkan dengan berbisik

Nah, itulah pembahasan shalat sunnah muakkad, bacaan niat, tata cara lengkap beserta contohnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Sholat Sunnah yang Dilakukan Sebelum Shalat Fardhu Disebut Sholat? Ini Penjelasannya

 

Melaksanakan ibadah sholat Sunnah tahajud tentu ada waktu terbaik yang bisa dilakukan untuk bisa mendapatkan keutamaan dan manfaat dalam kehidupan dan akhirat. Dimina, shalat tahaju termasuk bagian dari ibadah yang penuh dengan makna. Lantas kapan waktu terbaik untuk mengerjakan shalat tahajud? Yuk, simak pembahasan waktu terbaik sholat tahajud jam berapa? Ini penjelasannya.

Baca Juga: Keutamaan Sholat Tahajud 40 Hari Berturut-turut

Waktu Terbaik Sholat Tahajud

Waktu Terbaik Sholat Tahajud Jam Berapa Ini Penjelasannya

Di dalam Al-quran terdapat sholat Sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim untuk dikerjakan. Salah satu shalat Sunnah yang tertulis dalam Al-Quran tersebut yaitu sholat tahajud. Waktu terbaik sholat tahajud tentu harus dilakukan pada pertengahan malam, yang membuat sebagian umat muslim sulit untuk mengerjakannya dikarenakan rasa ngantuk. Padahal, mengerjakan shalat tahajud tersebut tentu memiliki keutamaan yang sangat luar biasa seperti kita melaksanakan shalat dhuha.

Oleh karena itu, jika anda ingin melaksanakan shalat tahajud, maka anda bisa melakukannya pada waktu tertentu agar bisa mendapatkan kesempurnaan pahala. Jadi, menunaikan ibadah sholat Sunnah tahajud ini dikerjakan pada sepertiga malam terakhir

Inilah Waktu Terbaik Sholat Tahajud

Inilah Waktu Terbaik Sholat Tahajud

Berikut ini, waktu terbaik sholat tahajud yang pernah dilakukan Rasulullah SAW semasa hidupnya. Akan tetapi, untuk mengerjakan shalat tahajud tentu harus tidur terlebih dahulu, yaitu:

Sepertiga Malam Pertama

Waktu terbaik shola tahajud bisa dilakukan di sepertiga malam pertama yaitu setelah shalat isya sampai jam 22.00. Oleh karena itu, ketika anda ingin mengerjakan sholat tahajud tidak di tengah malam maka bisa dilaksanakan pada waktu tersebut.

Namun, harus ingat sebelum mengerjakan sholat tahajud, anda harus tidur terlebih dahulu. Misal, anda bangun jam 10 atau 11 malam, maka anda bisa langsung melaksanakan shalat tahajud tersebut setelah shalat isya.

Sepertiga Malam Kedua

Adapun, waktu terbaik sholat tahajud selanjutnya adalah dilakukan sepertiga malam kedua dari jam 11 hingga jam 1 malam. Waktu sepertiga malam kedua ini tentu sangat berat dikarenakan rasa ngantuk yang sudah menyulitkan tubuh untuk bergerak melaksanakan kegiatan ibadah.

Mengerjakan shalat tahajud tentu harus disertai dengan niat yang sungguh-sungguh supaya sholatnya lebih sempurna. Mungkin anda bisa memasang alarm untuk membangunkan tidur persiapan menjelang sholat tahajud. Kesungguhan niat ingin melaksanakan shalat tahajud tentu Allah SWT akan memberikan pahala yang lebih besar.

Sepertiga Malam Terakhir

Waktu terbaik sholat tahajud berikutnya yaitu seperti malam terakhir. Waktu ini bisa dilakukan pada jam 02 pagi hingga menjelang sebelum waktu sholat subuh. Sepertiga malam terakhir ini kita bisa berdoa mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memohon ampunan dari segala dosa yang telah dilakukan.

Ketiga waktu sepertiga malam tersebut merupakan salah satu waktu terbaik dalam melakukan sholat tahajud yang memiliki keistimewaan sangat luar biasanya. Jadi, anda bisa mengerjakan sholat tahajud pada waktu sepertiga kapan saja. Namun, yang paling bagusnya adalah di sepertiga malam terakhir hingga mau menjelang subuh.

Niat Sholat Tahajud

Niat Sholat Tahajud

Berikut ini, lafadz bacaan niat sholat tahajud di waktu terbaik sholat tahajud yang akan dilakukan,

Latin: “Usholli sunnatat tahajjud rak‘ataini lillaahi ta‘aala

Artinya: “Aku niat shalat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah SWT.”

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tahajud Agar Keinginan Terkabul Beserta Bacaan Niatnya

Tata Cara Sholat Tahajud

Tata Cara Sholat Tahajud

Adapun, tata cara sholat tahajud dengan beberapa rakaat yang dapat dilakukan di waktu terbaik sholat tahajud, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca doa Iftitah

Membaca Surat Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surat pendek dalam Al-Quran

Ruku’ tumaninah

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal tumaninah

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud tumaninah

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk diantara dua sujud

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau,

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua dan lakukan seperti rakaat pertama hingga,

Tasyahud akhir

Salam

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Mempelajari bacaan doa setelah sholat tahajud tentu sangat dibutuhkan oleh umat muslim agar mudah dalam menghafal. Dimana, bacaan doa tersebut pada waktu terbaik sholat tahajud, yaitu:

Latin: ”Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was saatu haq.”

Latin: “Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.”

Dan masih banyak lagi doa-doa yang bisa dipanjatkan oleh anda ketika selesai mengerjakan sholat tahajud. Misal, ketika anda sedang meminta petunjuk tentang jodoh, usaha dan masalah kehidupan, maka anda bisa berdoa di malam tahajud tersebut. Dan Allah SWT pasti akan mengabulkan doa-doa hambanya yang meminta pertolongan.

Nah, itulah pembahasan waktu terbaik sholat tahajud jam berapa? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Sholat Hajat Dulu atau Tahajud Dulu? Ini Jawabannya

 

Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan ditahun 2023. Dimana, seluruh umat islam akan menunaikan ibadah puasa dan mengerjakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan tersebut. Hal ini semua umat islam akan merasa bahagia dan senang menyambut bulan Ramadhan 2023 nanti. Lantas, apa hukumnya apabila mengerjakan sholat Sunnah tarawih? Yuk, simak pembahasan shalat tarawih hukumnya adalah, beserta keutamaannya.

Bulan Ramadhan menjadi identik sebagai ibadah puasa yang wajib dikerjakan bagi umat islam. Apabila seorang umat muslim tidak mampu untuk puasa di bulan Ramadhan karena udzur maka bisa diqodho pada bulan selanjutnya. Selain puasa, ibadah yang paling banyak dikerjakan pada bulan Ramadhan ini adalah mengerjakan sholat tarawih pada malam hari setelah isya.

Shalat tarawih hanya dapat dikerjakan pada bulan Ramadhan saja. Dibulan lain tidak ada sholat Sunnah ini melainkan hanya sholat tahajud. Seluruh umat muslim akan mengerjakan sholat tarawih 1 bulan Ramadhan penuh. Maka tak heran, jika setiap bulan puasa Ramadhan, banyak sekali orang yang pergi ke masjid untuk melaksakan shalat tarawih.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat Sendiri di Rumah

Shalat Tarawih Hukumnya

Shalat Tarawih Hukumnya adalah, Beserta Keutamaannya

Mengerjakan shalat tarawih hukumnya adalah Sunnah muakkad. Ini artinya sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk menunaikan ibadah shalat Sunnah tarawih di bulan Ramadhan.  Adapun, hadist yang bisa kita ketahui penjelasan shalat tarawih,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ

إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Dari Abi Hurairah radliyallahu ‘anh Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: ‘Barangsiapa yang melakukan ibadah (shalat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat” (HR Muslim).

Mengerjakan shalat tarawih paling utama dikerjakan secara berjamaah di masjid. Namun, apabila ada halangan maka bisa dilakukan dengan sendiri di rumah sebanyak 11 atau 23 rakaat.

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Setelah mengetahui pembahasan shalat tarawih hukumnya, umat muslim tentu harus hafal juga dalam bacaan niat shalat tarawih agar lebih sempurna pada saat pelaksanaannya.

Bacaan Niat Shalat Tarawih Berjamaah Jadi Imam

Shalat tarawih hukumnya Sunnah. Sedangkan, bacaan niat shalat tarawih berjamaah jadi imam, yaitu:

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā

Artinya,”Aku berniat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah SWT.”

Bacaan Niat Sholat Tarawih Berjamaah Jadi Makmum

Adapun, bacaan niat shalat tarawih berjamaah jadi makmum dan memahami jawaban shalat tarawih hukumnya, yaitu:

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā

Artinya, “Aku berniat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah SWT.”

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat dan Bacaan Niatnya

Tata Cara Sholat Tarawih

Tata Cara Sholat Tarawih

Jika anda sudah paham shalat tarawih hukumnya dan hafal bacaan niatnya, maka kita bisa mulai ikut berjamaah untuk melaksanakan shalat tarawih di masjid. Sebagai berikut, tata cara sholat tarawih:

Membaca niat

Takbiratul ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam al-quran

Rukuk

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga,

Tasyahud akhir,

Salam

Apabila shalat tarawih telah selesai dikerjakan, maka dilanjutkan dengan mengerjakan shalat witir sebanyak 3 rakaat baik satu kali salam dalam satu waktu atau dua kali salam dengan melaksanakan dua rakaat kemudian dilanjutkan satu rakaat terakhir.

Keutamaan Shalat Tarawih

Keutamaan Shalat Tarawih

Ada beberapa keutamaan shalat tarawih hukumnya yang dapat diketahui bagi umat muslim yang telah menjalankan shalat tarawih penuh di bulan Ramadhan, diantaranya:

  • Mendapat Pahala
  • Dibangunkan rumah di surge
  • Diberi Keselamatan di hari kiamat
  • Membangun kota didalam surge
  • Doa Mustajab
  • Mendapat Ganjaran dengan dijauhkan dari siksa kubur
  • Mendapat pahala selama 40 tahun
  • Diberi halan yang lurus di hari kiamat
  • Diangkat derajatnya
  • Dll

Nah, itulah pembahasan shalat tarawih hukumnya adalah, beserta keutamaannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Shalat Tarawih Adalah, Ini Jawabannya

 

Bagi umat muslim tentu akan menjalankan sholat 5 waktu yang tidak boleh ditinggalkan. Dimana, sholat merupakan tiang agama dan termasuk salah satu rukun islam yang kedua. Sehingga, umat islam wajib menunaikan ibadah sholat fardu tersebut. Lantas, bagaimana jika waktu sholat dhuhur telah habis, apa bisa mengerjakannya? Mari kita simak pembahasan tata cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar karena ketiduran beserta bacaan niatnya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengqadha Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar? Ini Penjelasannya

Cara Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Cara Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Sebelum membahas bagaimana cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar, tak salahnya kita harus pahami dari jamak tersebut. Melansir dari sebuah buku tentang tuntutan sholat lengkap, kita harus mengetahui arti dari sholat jama itu sendiri. Ini adalah salah satu cara pelaksanaan didalam mengerjakan dua sholat wajib dalam satu waktu.

Rasululah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,:

“Apabila berangkat dalam perjalanan sebelum tergelincirnya matahari maka beliau takhir kan sholat zuhur ke waktu Ashar, kemudia beliau turun berhenti untuk menjamak keduanya (Dzuhur dan Ashar), jika matahari telah tergelincir sebelum berangkat, maka beliau sholat Dzuhur dahulu kemudian baru beliau naik kendaraan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun, pelaksanaan dalam mengerjakan sholat jamak dhuhur dan ashar dilakukan hampir sama seperti sholat fardu umumnya. Akan tetapi, selesai mengerjakan shalat pertama maka dilanjutkan sholat kedua dengan jumlah rakaat sesuai sholat yang ditentukan didalam cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar.

Baca Juga: Tata Cara Mengqodho Sholat Maghrib di Waktu isya Beserta Bacaan Niatnya

Tata Cara Sholat Jamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Tata Cara Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar Karena Ketiduran

Berikut ini, tata cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar yang dapat kalian lakukan, yaitu:

Membaca niat seperti diatas

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي

مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud awal

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ

. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ

اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Berdiri kembali mengerjakaan rakaat ketiga dan keempat caranya sama seperti diatas, hingga

Tasyahud Akhir dengan membaca sama seperti di tasyahud pertama

Membaca Salam

Setelah itu, baru mengerjakan sholat ashar dilakukan sebanyak 4 rakaat. Tata cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar hampir sama seperti yang telah sampaikan diatas. Namun, yang membedakannya adalah membaca bacaan niat pada pelaksanaan sholat tersebut.

Bacaan Niat Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Bacaan Niat Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Setelah membaca pembahasan cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar, maka langkah selanjutnya anda harus hafal bacaan niatnya. Sebagai berikut, bacaan niat menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar,:

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

Latin: “Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’alaa.”

Artinya: “saya niat sholat fardhu Dhuhur 4 rakaat dijamak dengan Ashar, fardu menghadap ke kiblat karena Allah Ta’aala.”

Apabila telah selesai menunaikan ibadah sholat dhuhur, maka tinggal langsung mengerhakan shalat ashar, dengan berikut bacaannya.

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الظُّهْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

Latin: “Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya berniat sholat fardu Ashar 4 rakaat dijamak dengan Dzuhur, fardu menghadap ke kiblat karena Allah Ta’aala.”

Nah, itulah pembahasan tata cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar karena ketiduran yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Mengqodho Sholat Dzuhur di Waktu Ashar

 

Cara Mengqadha Shalat Dhuhur – Mendengar nama mengqodho sholat tentu sudak tidak asing lagi ditelinga kita. Pasalnya, ketika kita lupa belum melaksanakan sholat fardu dengan waktu yang telah habis. Maka kita akan melakukan sholat tersebut dengan cara diqodho. Lantas, bagaimana cara pelaksanaan sholat fardu di qodho untuk orang awan yang masih pemula? Bagi, anda yang belum tahu atau masih belajar tentang agama islam khusus belajar sholat, tentu pembahasan ini sangat membantu bagi anda yang sedang menimba ilmu agama. Yuk, simak pembahasan bagaimana cara mengqadha shalat dhuhur diwaktu ashar? Ini penjelasannya.

Baca Juga: Waktu Sholat Ashar Hari Ini Sampai Jam Berapa

Cara Mengqadha Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Bagaimana Cara Mengqadha Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar Ini Penjelasannya

Mengqadha shalat adalah salah satu mengganti sholat yang terlewat dari waktunya. Hukum mengqadha shalat fardu adalah wajib dilaksanakan, sebab sholat yang terlewat waktu belum gugur dalam kewajibannya. Cara mengqadha shalat ashar diwaktu ashar akan menjadi sebuah pembahasan didalam artikel ini.

Allah SWT selalu memberikan kemudahan kepada Hamba-Nya dalam melakukan ibadah wajib maupun Sunnah. Seperti halnya ketika seseorang lupa belum mengerjakan sholat wajib (fardu) tetapi waktunya sudah terlewat, maka Allah SWT memberi kemudahan bagi umat islam bisa melaksanakan sholat fardu tersebut dengan cara di qadha.

Tata Cara Mengqadha Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Tata Cara Mengqadha Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Dalam mengerjakan sholat fardu yang tertinggal dan ingin niat mengqadha, maka tata cara mengqadha sholat ashar sama seperti kita mengerjakan shalat fardu dengan waktu yang telah ditentukan. Misalkan kita lupa belum shalat ashar tetapi waktunya sudah habis. Maka, ketika kita ingat belum shalat, tentu harus cepat-cepat dikerjakan,:

Membaca niat seperti diatas

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي

مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surah dalam Al-quran

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud awal

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ

. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ

اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Berdiri kembali mengerjakaan rakaat ketiga dan keempat caranya sama seperti diatas, hingga

Tasyahud Akhir dengan membaca sama seperti di tasyahud pertama

Membaca Salam

Baca Juga: Bacaan Sholat Subuh dari Niat Sampai Salam Beserta Artinya

Bacan Niat Menqadha Sholat Dhuhur

Bacan Niat Menqadha Sholat Dhuhur

Setelah pembahasan tentang cara mengqadha shalat dhuhur diwaktu ashar, maka kita juga harus hafal bacaan niatnya supaya mengerjakan shalat qadha tersebut menjadi sah. Berikut ini, bacaan niat mengqadha shalat dhuhur, yaitu:

Bacaan Niat Mengqodho Sholat Dhuhur

Latin: “Ushallii fardhazh-Dhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dhuhur sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”’

Lainnya

Adapun, bacaan niat mengqadha shalat selain niat mengqadha shalat dhuhur, yaitu:

Bacaan Niat Mengqadha Sholat Ashar

Latin: “Ushallii fardhal ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.

Bacaan Niat Mengqodho Sholat Subuh

Latin: “Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati qodho’an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Mengqodho sholat Maghrib

Latin: “Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga raka’at dengan menghadap kiblat, serta qodho karena allah ta’aalaa.”

Bacaan Niat Mengqodho Sholat Isya

Latin: “Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Isya’ sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

Nah, itulah pembahasan bagaimana cara mengqadha shalat dhuhur diwaktu ashar? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Sholat Subuh dan Bacaan Niat Beserta Gambarnya

 

Mungkin anda pernah melihat jika seseorang sering melaksanakan sholat sebelum menunaikan sholat fardu. Atau bahkan anda juga pernah melihat orang yang sholat kembali setelah selesai mengerjakan sholat 5 waktu tersebut. Nah, itu mereka sedang mengerjakan sholat Sunnah rawatib. Penasaran? Yuk, simak pembahasan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib apa saja? Coba sebutkan.

12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib

12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib

Jika berbicara persoalan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib, tentu sebagai dari ada yang pernah belajar atau mengetahui hadist yang menjelaskan Sunnah rawatib tersebut. Rasulullah SAW telah bersabda,

‏ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ ‏

“Jika seorang hamba Allah SWT salat 12 rakaat (sunah) setiap hari, sebelum dan setelah salat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga.” (HR Muslim).

Adapun, keutamaan yang mengerjakan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib dan tidak pernah ketinggalan sudah dijelaskan dalam sebuah hadist,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ

بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Tirmidzi).

Hukum mengerjakan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib adalah Sunnah muakkad. Artinya sangat baik dan dianjurkan bagi umat muslim untuk mengerjakannya. Bahkan salah satu imam hanafiyah berpendapat bahwa melaksanakan sholat Sunnah rawatib memiliki makna seperti wajib.

Urutan 12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib

12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja Coba Sebutkan

Berikut ini, urutan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib, yaitu

Muakkad

12 rakaat shalat Sunnah rawatib muakkad, diantaranya:

  • 2  rakaat sebelum salat subuh
  • 2 rakaat sebelum salat dzuhur
  • 2 rakaat sesudah salat dzuhur
  • 2 rakaat sesudah sholat maghrib
  • 2 rakaat sesudah sholat isya
  • 2 rakaat sebelum sholat subuh

Ghairu Muakkad

Selain 12 rakaat shalat Sunnah rawatib muakkad, terdapat pula yang ghairu muakkad, yaitu:

  • 4 atau 2 rakaat sebelum sholat ashar
  • 2 rakaat sebelum sholat maghrib
  • 2 rakaatsebelum sholat isya

Niat Shalat Sunah Rawatib

Niat Shalat Sunah Rawatib

Setelah mengetahui 12 rakaat shalat Sunnah rawatib, maka anda harus hafal bacaan niat shalat Sunnah rawatib juga, Seperti contoh dibawah ini.

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “ushalli sunnatadh dhuhri kok’ataini ba’diyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sesudah dzuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Sunah Rawatib

Tata Cara Shalat Sunah Rawatib

Adapun, tata cara shalat Sunnah rawatib yang ada disetiap 12 rakaat shalat Sunnah rawatib, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratur ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah didalam Al-Quran

Rukuk tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal tuma’ninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali menunaikan rakaat kedua dilakukan sama seperti pada raakat pertama sampai,

Tasyahud akhir

Salam

Keutamaan Shalat Sunah Rawatib

Mengerjakan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib yang tak pernah putus, tentu akan memiliki banyak suatu manfaatnya. Dimana, keutamaan shalat Sunnah rawatib ini, yaitu:

Dijauhkan dari Siksa Api Neraka

Keutamaan shalat Sunnah rawatib yang pertama akan dijauhkan dari siksa api neraka. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,

“Barangsiapa yang senantiasa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, niscaya Allah mengharamkan dirinya dari api neraka.” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah).

Membangunkan Rumah di Surga

Selain mendapat pahala, keutamaan shalat Sunnah rawatib yaitu Allah SWT akan membangunkan rumah di surga. Dimana, ketika seseorang melaksanakan ibadah shalat Sunnah dengan rutin maka akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim mari sama-sama untuk mengerjakan sholat Sunnah rawatib sebagai bekal amal ibadah.

Mendapat Rahmat Yang Melimpah

Adapun, keutamaan shalat Sunnah rawajib yang akan diberikan oleh Allah SWT yaitu mendapat rahmat yang melimpah. Dimana, kata dari rahmat yang melimpah tersebut sangat beragam baik dari mendapat orang-orang yang baik disekitar hingga dalam bentuk rezeki.

Dijauhkan Dari Sifat Sombong dan Riya

Selanjutnya, keutamaan shalat Sunnah rawatib bagi orang yang melaksanakannya akan dijauhkan dari sifat sombong dan riya. Dimana, kita akan berserah diri kepada Allah SWT dengan bersujud didalam melaksanakan sholat untuk mendapat perlindungan dan menjauhkan dari sifat yang kurang baik dan menjadi orang yang sholeh dan sholehah.

Diangkat Derajatnya

Keutamaan shalat Sunnah rawatib akan mendapat ganjaran dengan diangkat derajatnya oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim,

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena tidaklah engkau bersujud pada-Nya dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan satu derajatmu dan menghapuskan satu kesalahanmu.” (HR. Muslim).

Nah, itulah pembahasan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib apa saja? Coba sebutkan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Macam-Macam Shalat Sunnah Rawatib Muakkad Contohnya