Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah yang dapat dilakukan ketika bulan puasa Ramadhan. Ini adalah sholat Sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk mengerjakannya di waktu malam hari setelah habis sholat isya full 1 bulan penuh. Mengerjakan shalat tarawih ini bisa dilakukan 11 rakaat atau 23 rakaat. Adapun, yang mengerjakan 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Yuk, simak pembahasan shalat tarawih 8 rakaat 4 salam, bacaan niat dan tata cara pelaksanaannya.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat dan Bacaan Niatnya

Shalat Tarawih 8 Rakaat

Shalat Tarawih 8 Rakaat 4 Salam, Bacaan Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Dalam melaksanakan ibadah shalat tarawih disetiap daerah tentu sangat berbeda, ada yang dilakukan 11 rakaat dan ada juga 23 rakaat. Jumlah tersebut sudah termasuk dengan witir. Hukum sholat tarawih adalah Sunnah muakkad. Jadi, sholat Sunnah tarawih ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat muslim untuk menyempurnakan segala amal ibadah selama 1 bulan puasa Ramadhan penuh. Jadi, 11 rakaat itu terdiri dari shalat tarawih 8 rakaat dan shalat witir 3 rakaat.

Waktu pelaksanaan shalat tarawih dilakukan setelah selesai shalat isya secara berjamaah di masjid. Akan tetapi, apabila terdapat halangan maka bisa dikerjakan secara sendiri di rumah. Di Indonesia sendiri, shalat tarawih dikerjakan sebanyak 23 rakaat. Namun, ada juga yang 11 rakaat yang terbagi shalat tarawih 8 rakaat dengan 4 kali salam atau 2 kali salam, kemudian dilanjutkan mengerjakan shalat witir sebanyak 3 rakaat

Bacaan Niat Shalat Tarawih 8 Rakaat

Bacaan Niat Shalat Tarawih 8 Rakaat

Adapun, bacaan niat shalat tarawih 8 rakaat dengan 4 kali salam yang dilakukang masing-masing 2 rakaat, yaitu:

Imam

Bacaan niat sholat tarawih 8 rakaat untuk imam yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: “ Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā

Artinya,”Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Makmum

Sedangkan bacaan niat sholat tarawih 8 rakaat untuk makmum, adalah:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Baca Juga: 10 Keutamaan Shalat Tarawih Adalah, Ini Jawabannya

Sendiri

Bacaan niat sholat tarawih 8 rakaaat secara sendiri, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.”

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini, karena Allah SWT.”

Tata Cara Shalat Tarawih 8 Rakaat

Tata Cara Shalat Tarawih 8 Rakaat

Sebagai berikut, tata cara sholat tarawih 8 rakaat berjamaah atau sendiri, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Doa Iftitah

Membaca Surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam al-quran

Rukuk

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga,

Tasyahud akhir,

Salam

Niat Sholat Witir

Setelah selesai melaksanakan shalat tarawih 8 rakaat, maka dilanjutkan mengerjakan sholat witir 3 rakaat. Berikut ini, bacaan niat sholat witir, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Sedangkan, tata cara sholat witir hampir sama dengan sholat lainnya yang diawali dengan niat, takbiratul ihram hingga diakhiri dengan salam. Setelah itu, anda dianjurkan membaca doa-doa setelah shalat tarawih baik dalam bahasa Indonesia maupun arab tergantung kebiasaan anda dalam berdoa.

Nah, itulah pembahasan shalat tarawih 8 rakaat 4 kali salam, bacaan niat dan tata cara pelaksanaannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Setelah Sholat Tarawih Subhanal Malikil Quddus

 

Masjid adalah tempat ibadah bagi umat muslim kepada Allah SWT. Dimana, semua umat muslim yang telah masuk masjid, mereka bisa melaksanakan beragam ibadah seperti shalat, berdoa, dzikir dan juga membaca al-quran. Disamping itu, tentu harus memakai pakaian yang bersih dan sangat dianjurkan untuk mengerjakan shalat 2 rakaat ketika pertama masuk masjid sebelum duduk. Lantas, bagaimana dengan bacaan niatnya? Yuk, simak pembahasan bacaan niat tahiyatul masjid jumat beserta tata caranya.

Baca Juga: Bacaan Sholat Subuh dari Niat Sampai Salam Beserta Artinya

Niat Tahiyatul Masjid

Niat Tahiyatul Masjid

Setiap pertama kali masuk masjid tentu kita sebagai umat muslim harus membiasakan diri mengerjakan shalat dan disertai niat tahiyatul masjid sebanyak 2 rakaat sebagai tambahan amal bekal diakhirat nanti. Setelah itu, kita bisa mengamalkan Sunnah lainnya seperti berdoa, dzikir dan membaca al-quran sebelum waktu menunaikan shalat 5 waktu.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah dalam sebuah penjelasan tentang shalat tahyiatul masjid tersebut,

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah salat dua rakaat sebelum duduk,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Apabila seseorang masuk masjid langsung duduk tanpa mengerjakan sholat dengan niat tahiyatul masjid maka akan hilang sholat Sunnah tersebut. Terkecuali kalau lupa, maka mereka bisa langsung berdiri untuk sholat tahiyatul masjid. Selain itu, jika sudah datang waktu iqamah untuk mengerjakan shalat 5 waktu secara berjamaah maka boleh tidak mengerjakan shalat tahiyatul masjid.

Adapun, bacaan doa dan dzikir yang bisa dibacakan setelah sholat tahiyatul masjid, diantaranya membaca Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim. Dilakukan sebanyak 3 kali. Tetapi harus ingat, setiap kali mau mengerjakan shalat maka harus disertai dengan niat.

Bacaan Niat Tahiyatul Masjid

Bacaan Niat Tahiyatul Masjid Jumat Beserta Tata Caranya

Berikut ini, bacaan niat tahiyatul masjid yang bisa dibacakan ketika mengerjakan shalat Sunnah tersebut, yaitu:

أُصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: “Ushallî tahiyatal masjidi rak’ataini sunnatan lillîhi ta’âla

Artinya, “Saya shalat Tahiyatul Masjid dua rakaat sunnah karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: Tata Cara Sholat Subuh dan Bacaan Niat Beserta Gambarnya

Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid

Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid

Hafal bacaan niat tahiyatul masjid, maka kita akan mudah melafadzkan niat tersebut pada saat mau mengerjakannya. Sebagai berikut, tata cara sholat tahiyatul masjid, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah didalam Al-Quran

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud Akhir dengan membaca sama seperti

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ .

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ

اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Membaca Salam

Bacaan Setelah Sholat Tahiyatul Masjid

Bacaan Setelah Sholat Tahiyatul Masjid

Disamping bacaan niat tahiyatul masjid, terdapat pula bacaan setelah sholat tahiyatul masjid yang bisa diamalkan, seperti berdzikir, Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim dan membaca doa sebisa mungkin baik dalam bahasa araba tau bahasa Indonesia.

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً

عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

 Latin: “Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wa aakhirah. Wa ‘aafiyatan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil’ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan ‘indalmaut wa maghfiratan ba’dal maut. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut wan najaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.”

رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

 Latin: “Rabbanagh firlanaa dzunuubanaa wa liwaalidiinaa walimasyaayikhinaa wa limu’alli-miinaa wa liman lahuu haqqun ‘alainaa wa liman ahabba wa ahsana ilainaa wa likaaffatil mus limiin ajma’iin

Nah, itulah pembahasan bacaan niat tahiyatul masjid jumat beserta tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Mandi Jumat Laki-Laki dan Tata Cara Pelaksanaannya

 

Dalam setiap mengerjakan salah satu sholat 5 waktu (sholat fardu) terdapat duduk anatra dua sujud yang dapat dilakukan sebagai rukun sholat. Dimana, ketika kita melaksanakan duduk anatra dua sujud ada bacaan yang harus dibacakan agar pengerjaan duduk anatra dua sujud tersebut tumaninah. Lantas, bagaimana doa dalam melakukan duduk antara dua sujud tersebut? Yuk, simak pembahasan bacaan sholat duduk antara dua sujud muhammadiyah dan NU dibawah ini.

Baca Juga: Bolehkah Sholat Isya Jam 3 Pagi Karena Ketiduran? Ini Penjelasannya

Bacaan Sholat Duduk Antara Dua Sujud

Bacaan Sholat Duduk Antara Dua Sujud Muhammadiyah dan NU

Bacaan sholat duduk antara dua sujud terdapat sebuah bacaan meminta ampunan, petunjuk dan diberi rezeki Allah SWT yang akan dibacakan. Seseorang yang akan melaksanakan shalat 5 waktu maupun Sunnah pastinya akan membaca bacaan disetiap gerakan, salah satunya adalah duduk antara dua sujud dengan berbagai macam versi. Walaupun, bacaannya sedikit berbeda tetapi tujuannya sama kepada Allah SWT.

Doa Bacaan Sholat Duduk Antara Dua Sujud

Doa Bacaan Sholat Duduk Antara Dua Sujud

Berikut ini, doa bacaan sholat duduk antara dua sujud versi muhammadiyah dan NU, yaitu:

Muhammadiyah

Bacaan sholat duduk antara dua sujud muhammadiyah, yaitu:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Latin: “ Allahumaghfirly warhamny wajburny wahdiny warzuqny.”

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belah kasihanilah aku, cukupilah aku, berilah petunjuk dan beri rezeki kepadaku”.

NU

Sedangkan, bacaan sholat duduk antara dua sujud versi NU, yaitu:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Posisi Duduk Antara Dua Sujud

Setelah membaca pembahasan bacaan sholat duduk antara dua sujud, tentu kita bisa mempraktekan bagaimana posisi duduk antara dua sujud yang harus dilakukan dengan benar yaitu posisi tangan berada diatas dekat lutut dan kaki kiri ditempatkan pada area bawah serta ujung kaki keluar bagian arah kanan. Bagian pangkal paha, seperti dua mata kaki di atas dua otot.

Setiap gerakan mengerjakan sholat tentu harus dilakukan secara tumaninah alias sungguh-sungguh dan fokus. Hindari menggerakan tubuh pada saat melaksanakan shalat yang diluar rangkaian gerakan sholat agar tidak batal shalatnya.

Baca Juga: Perbedaan Shalat Fajar dan Sholat Qobliyah Subuh, Beserta Bacaan Niatnya

Urutan Tata Cara Sholat

Urutan Tata Cara Sholat

Bacaan sholat duduk antara dua sujud tidak lepas dari doa memohon kepada Allah SWT. Adapun, urutan tata cara sholat 5 waktu maupun Sunnah yaitu:

Membaca niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ

اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membacara surah dalam A-l-Quran

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud awal

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ .

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ

اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Berdiri kembali mengerjakaan rakaat berikutnya, caranya sama seperti diatas, hingga

Tasyahud Akhir

Bacaan sholat tasyahud akhir yang dapat dibaca:

Latin: “At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.”

Atau

لتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ

أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى

مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Membaca Salam

Bacaan sholat yang terakhir adalah membaca salam menengok kearah kanan dan kiri masing-masing satu kali.

Nah, itulah pembahasan bacaan duduk anatra dua sujud muhammadiyah dan NU yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Setelah Sholat Tarawih Subhanal Malikil Quddus

 

Apakah anda mendapat tugas dari sekolah maupun kampus tentang cara sholat jenazah? Masih bingung tidak tahu cara mulainya? Atauh anda saat ini sedang mencari sumber pembahasan perihal sholat ghaib atau sholat jenazah? Nah, apabila pertanyaan tersebut ada di benak kalian, maka tidak perlu bingung dikarenakan kali ini akan membahas tata cara menyolatkan jenazah perempuan lengkap beserta bacaan niatnya.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan dan Laki-Laki

Tata Cara Menyolatkan Jenazah

Tata Cara Menyolatkan Jenazah

Memahami tata cara menyolatkan jenazah tentu harus dipelajari bagi umat muslim. Dimana, ketika kita sudah bisa atau hafal doa sholat jenazah, maka kalian bisa melakukan sholat jenazah ketika ada orang yang meninggal dunia baik dari keluarga maupun tetangga. Apalagi, mengerjakan sholat jenazah hukumnya adalah kifayah. Seperti yang telah ketahui bahwa menyolatkan jenazah dilakukan merupakan sebuah bentuk sesama umat islam yang telah meninggal mengahadap kepada Allah SWT.

Sholat jenazah adalah sholat untuk orang yang telah meninggal dunia khusus untuk beragama islam. Dimana, dalam menyolatkan jenazah merupakan salah satu kewajiban bagi umat islam yang masih hidup atas perintah Allah SW. Cara melakukan sholat jenazah tentu sangat berbeda dengan sholat fardhu alias shalat wajib 5 waktu. Dimana, untuk melaksanakan sholat jenazah tersebut tidak adanya rangkaian sujud sebagaimana pada sholat wajib.

Seperti yang yang telah ketahui bahwa, sholat jenazah diawali dengan membaca takbir sebanyak 4 kali hingga diakhiri dengn salam. Selain itu, perbedaan sholat jenazah laki-laki dan perempuan terletak pada niat dan posisi imam. Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim tentunya harus bisa menghafal dalam tata cara sholat jenazah tersebut.

Hukum melaksanakan sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Mengerjakan sholat jenazah dilakukan harus berjamaah bukan sendiri. Apabila seseorang yang telah meninggal dunia dan tidak di shalatkan oleh keluarga, tetangga maupun umat muslim lainnya, maka Allah SWT akan memberikan hukuman yang telah ditentukan. Maka dari itu, kita sebagai umat islam harus saling bergotong royong dan juga bahu membahu satu salam lain dalam syariat islam.

Baca Juga: Pada Pelaksanaan Sholat Jenazah Perempuan Posisi Imam Berdiri di Arah Sebelah Mana

Urutan Tata Cara Menyolatkan Jenazah

Tata Cara Menyolatkan Jenazah Perempuan Lengkap Beserta Bacaan Niatnya

Sebagai berikut, urutan tata cara menyolatkan jenazah perempuan secara lengkap, yaitu:

Takbir Pertama

Urutan tata cara sholat menyolatkan pada takbir pertama yaitu membaca surah Al-Fatihah. Namun, sebelum pembaca surah tersebut, dilakukan niat dan takbiratul ihram terlebih dahulu.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ

عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Takbir Kedua

Uruan tata cara menyolatkan jenazah di takbir kedua yaitu membaca shalawat Nabi, yaitu:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ

عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Takbir Ketiga

Sedangkan, urutan tata cara menyolatkan jenazah untuk takbir ketiga yaitu membaca doa jenazah perempuan,yaitu:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ

مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa Wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod, Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas, Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa, Wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”

Takbir Keempat

Selanjutnya, urutan tata menyolatkan sholat jenazah pada takbir keempat yaitu:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Latin: “Allohumma laa tahrimnaa ajrohaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa),”.

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin: “Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.”

Salam

Terkahir, urutan menyolatkan jenazah diakhiri dengan salam.

Bacaan Niat Sholat Jenazah

Bacaan Niat Sholat Jenazah

Setelah membaca pembahasan tata cara sholat jenazah, kalian harus hafal juga bacaan niatnya. Berikut ini, bacaan niat menyolatkan jenazah perempuan, yaitu:

صَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Lain: “Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

Artinya: “Saya niat salat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Nah, itulah pembahasan tata cara menyolatkan jenazah perempuan lengkap beserta bacaan niatnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tuliskan Bacaan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan Beserta Artinya

 

Di bulan puasa Ramadhan, seluruh umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa wajib dan juga sholat tarawih selama 1 bulan penuh. Waktu pelaksanaan sholat tarawih dilakukan pada malam hari setelah habis sholat isya sebanyak 11 rakaat atau 23 raakaat. Pada saat selesai mengerjakan shalat tarawih ada bacaan doa dan dzikir yang bisa diamalkan sebagai tambahan amal bekal diakhirat nanti. Penasaran? Yuk, simak pembahasan bacaan setelah sholat tarawih shubhanal malikil quddus.

Baca Juga: Tuliskan Bacaan Niat Sholat Witir 1 Rakaat dan 2 Rakaat

Bacaan Setelah Sholat Tarawih

Bacaan Setelah Sholat Tarawih Subhanal Malikil Quddus

Melaksanakan sholat tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid maupun di rumah bersama keluarga atau sendiri. Selesai mengerjakan sholat tersebut terdapat bacaan setelah sholat tarawih yang dapat diamalkan untuk memperkuat keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT serta berlomba-lombo dalam menebar kebaikan.

Penjelasan anjuran berdoa dan berzikir setelah selesai sholat tarawih terdapat keterangan dibawah ini,

يُسَنُّ أَنْ يَقُولَ بَعْدَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ وَأَنْ يَقُولَ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك

لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Artinya: “Seseorang dianjurkan setelah shalat witir membaca tiga kali, ‘Subhānal malikil quddūs,’ kemudian membaca, ‘Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika,

Doa dan Dzikir Bacaan Setelah Sholat Tarawih

Doa dan Dzikir Bacaan Setelah Sholat Tarawih

Berikut ini, doa dan dizkir bacaan setelah sholat tarawih yang bisa dibacakan,

Dzikir

Bacaan setelah sholat tarawih bisa diawali dengan berdzikir dengan kalimat seperti dibawah ini:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Latin: “Subhānal malikil quddūs.”

Artinya: “Mahasuci Tuhan yang kudus,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Latin: “Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.”

Artinya: “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: “Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘annī.”

Artinya, “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”

يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: “Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.”

Artinya, “Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.”

Doa

Bacaan setelah sholat tarawih yaitu membaca doa keselamatan dan permohoanan ampunan dan sebagainya:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Latin: “Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.”

Artinya, “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat dan Bacaan Niatnya

Bacaan Doa Setelah Witir

Bacaan Doa Setelah Witir

Selesai membaca bacaan setelah sholat tarawih, dilanjutkan mengerjakan sholat witir hingga sampai selesai. Kemudian, membaca bacaan doa setelah witir seperti dibawah ini.

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا

كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا

وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar,amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak.kami mohon kepada-Muampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesaama manusia. Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadaha kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semestra alam.”

Niat Sholat Tarawih

Niat Sholat Tarawih

Setelah membaca bacaan setelah sholat tarawih, bagi anda yang belum hafal doa niat sholat tarawih, maka anda bisa mengamalkan doanya dibawah ini.

Bacaan Niat Sholat Tarawih Berjamaah Jadi Imam

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā

Artinya,”Aku berniat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah SWT.”

Bacaan Niat Sholat Tarawih Berjamaah Jadi Makmum

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā

Artinya, “Aku berniat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah SWT.”

Nah, itulah pembahasan bacaan setelah sholat tarawih shubhanal malikil quddus yang dapat kami sampaikan,semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Shalat Tarawih Adalah, Ini Jawabannya

 

Perbedaan shalat fajar dan sholat qobliyah subuh, beserta bacaan niatnya akan menjadi pembahasan kali ini. Dimana, banyak sekali umat muslim yang sedang belajar agama islam sedang mencari soal atau jawaban dari perbedaan sholat fajar dan qobliyah subuh tersebut. Hal ini, dengan adanya pembahasan ini tentu sangat membantu saudara kita semua yang sedang mempelajari agama islam akan mendapat ilmu yang bermanfaat dan bisa mengamalkannya.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Qobliyah Subuh Dilakukan Setelah Adzan atau Sebelum Adzan

Perbedaan Shalat Fajar dan Sholat Qobliyah Subuh

Perbedaan Shalat Fajar dan Sholat Qobliyah Subuh, Beserta Bacaan Niatnya

Sebelum pembahasan perbedaan shalat fajar dan sholat qobliyah subuh, ada beberapa hal yang harus kita ketahui dalam kedua sholat tersebut. Sholat fajar adalah shalat Sunnah yang dikerjakan sebanyak 2 rakaat sebelum menunaikan shalat subuh. Hukum melaksanakan shalat fajar adalah Sunnah muakkad alias sangat dianjurkan.

Sholat qobliyah subuh adalah shalat Sunnah dilakukan sebelum shalat subuh sebanyak 2 rakaat. Berarti, kedua shalat Sunnah ini memiliki arti yang sama dan tidak ada perbedaan, hanya penyebut namanya saja yang berbeda.

Didalam ceramah UAS menyatakan bahwa memang tidak ada perbedaan shalat fajar dan sholat qobliyah subuh. Jadi, bagi umat muslim yang ingin mengerjakan kedua sholat tersebut, maka bisa menggunakan bacaan niat qabliyyata atau fajri. Waktu pelaksanaan shalat fahar dan sholat qobliyah subuh dilakukan sebelum sholat subuh.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist menjelaskan tenang shalat fajar,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: “Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim).

Bacaan Niat Sholat Fajar atau Qobliyah Subuh

Bacaan Niat Sholat Fajar atau Qobliyah Subuh

Setelah membaca pembahasan perbedaan shalat fajar dan sholat qobliyah subuh, maka dilanjutkan ke pembahasan berikutnya yaitu bacaan niat sholat fajar atau qobliyah subuh,:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatas shubhi rak’ataini lillahi ta’ala”.

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunah subuh 2 rakaat karena Allah SWT.”

Tata Cara Sholat Fajar atau Qobliyah Subuh

Tata Cara Sholat Fajar atau Qobliyah Subuh

Tata cara sholat fajar atau qobliyah subuh memang hampir sama dengan shalat wajib atau Sunnah lainnya. Tetapi, shalat qobliah ini bisa dilakukan dengan waktu yang lebih singkat dan membaca surah pendek. Selain itu, tidak ada perbedaan shalat fajar dan sholat qobliyah subuh:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua rakaat pertama
  • Berdiri dan mengerjakan rakaat kedua caranya sama seperti rakaat pertama hingga sujud kedua
  • Duduk tasyahud
  • Mengucapkan salam

Baca Juga: Macam-Macam Shalat Sunnah Rawatib Muakkad Contohnya

Doa Setelah Sholat  Fajar atau Qobliyah Subuh

Doa Setelah Sholat  Fajar atau Qobliyah Subuh

Setelah mengetahui perbedaan shalat fajar dan sholat qobliyah subuh serta bacaan niat dan tata cara pelaksanaannya, maka kita harus hafal doa setelah sholat fajar atau qobliyah subuh ini

Latin: “AllaaHumma rabba jibriila wa israafiila wa miikaa-iila wa muhammadin nabiyyi shallallaaHu ‘alaiHi wa sallama a’uudzubika minan naar.”

Artinya: “Ya Allah, Rabbnya Jibril, Israfil, Mikail dan Muhammad saw, saya mohon perlindungan-Mu dari siksa api neraka” 3x)

Keutamaan Sholat Fajar atau Qobliyah Subuh

Keutamaan Sholat Fajar atau Qobliyah Subuh

Mempelajari perbedaan shalat fajar dan sholat qobliyah subuh, ternyata banyak sekali keutamaan sholat fajar atau qobliya yang dilaksanakan sesudah adzan subuh hingga iqomah, yaitu:

Terselamatkan dari Siksa Api Nekara

Keutamaan sholat fajar atau qobliyah subuh yang pertama adalah akan terselamatkan dari siksa api neraka. Maka, apabila anda ingin mendapatkan pahala dan jauh dari siksa api neraka maka selalu rajin mengerjakan shalat Sunnah qobliyah subuh.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,

Artinya: “Siapa pun yang melakukan sholat sebelum matahari terbit dan sholat sebelum terbenamnya tidak akan masuk neraka.” (HR Muslim)

Penjelasan dari hadist tersebut yaitu orang yang rajin mengerjakan sholat fajar dan maghrib maka mereka akan terhindar dari siksa api neraka.

Malaikat akan Bersaksi

Malaikan akan bersaksi atau melihat seseorang yang sedang melaksanakan shalat qobliyah subuh atau shalat fajar secara rutin. Ini termasuk salah satu keutamaan sholat fajar atau qobliyah subuh yang akan didapatkan.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 78,

Artinya: “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya Sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS Al Isra: 78)

 Diberikan Perlindungan

Adapun, keutamaan sholat fajar atau qobliyah subuh selanjutnya akan diberikan perlindungan oleh Allah SWT dari segala apapun. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,

“Siapa pun yang Sholat Subuh, kemudian dia berada di bawah perlindungan Allah. Maka waspadalah, wahai putra atau putri Adam, bahwa Allah tidak memanggil kamu untuk mempertanggungjawabkan perlindungan-Nya karena alasan apa pun.” (HR Muslim)

“Barang siapa yang Sholat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahanam.” (HR Muslim Nomor 163)

Nilai Terbaik dari Dunia dan Isinya

Keutamaan shola fajar atau qobliya subuh berikutnya adalah mendapatkan pahala dengan nilai terbaik dari dunia dan isinya.

Nah, itulah pembahasan perbedaan shalat fajar dan sholat qobliyah subuh, beserta bacaan niatnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja? Coba Sebutkan

 

Idul fitri merupakan salah satu hari raya kemenangan bagi umat muslim. Waktu hari raya lebaran idul fitri menjadikan moment kebagian bagi umat islam bisa berkumpul silaturahmi untuk keluarga besar. Maka dari itu, ketika lebaran idul fitri telah tiba, maka umat muslim di Indonesia yang sedang bekerja di berbagai kota, mereka akan melakukan mudik pulang kampung untuk bertemu keluarganya. Disamping itu, pada hari raya idul fitri, umat islam akan melaksanakan shalat idul fitri di masjid maupun lapangan. Yuk, simak pembahasan bacaan niat mandi sholat idul fitri dalam bahasa arab beserta tata caranya.

Baca Juga: Tuliskan Bacaan Niat Sholat Witir 1 Rakaat dan 2 Rakaat

Niat Mandi Sholat Idul Fitri

Niat Mandi Sholat Idul Fitri

Sebelum membahas niat mandi sholat idul fitri, tentu kita sebagai umat islam harus pahami pengertian sholat idul fitri tersebut. Ini merupakan salah satu shalat Sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat islam untuk mengerjakan shalat idul fitri berjamaah. Waktu pelaksanaan sholat idul fitri sendiri dilakukan pada pagi hari dan dikerjakan sebanyak 2 rakaat dengan membaca 7 kali takbir dirakaat pertama dan 5 kali takbir di rakaat kedua.

Hukum sholat idul fitri adalah Sunnah muakkad. Ibadah shalat Sunnah ini sangat dianjurkan untuk menambah pahala, menghapus segala dosa-dosa dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Namun, sebelum pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat idul fitri, tentu jamaah wanita maupun laki-laki harus melakukan mandi terlebih dahulu.

Bacaan Niat Mandi Sholat Idul Fitri

Bacaan Niat Mandi Sholat Idul Fitri Dalam Bahasa Arab Beserta Tata Caranya

Berikut ini, bacaan niat mandi sholat idul fitri untuk laki-laki dan perempuan, yaitu:

Latin: “Nawaitul ghusla liyaumi ‘iedil Fithri sumbatan Lillaahi Ta’aalaa”.

Artinya: “Saya niat mandi pada hari Raya Idul Fitri Sunnah karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Mandi Sholat Idul Ftri

Tata Cara Mandi Sholat Idul Ftri

Apabila anda sudah hafal bacaan niat mandi sholat idul fitri, maka kalian bisa mencoba mempraktekan sendiri di rumah. Sebagai berikut, tata cara mandi sholat idul fitri, yaitu:

  • Membaca Niat sambil menyiram seluruh anggota tubuh dengan air mengalir
  • Mencuci kedua telapak tangan dan memasukkan jari-jari ke air
  • Membasuh pada kemaluan
  • Berwudhu
  • Menggosokan jari-jari pada kulit kepala dilakukan sebanyak 3 kali
  • Menggosok seluruh anggota badan mulai dari tangan, kali kepala dan sebagainya
  • Seluruh anggota tubuh harus dalam keadaan basah
  • anggota badan yakni tangan dan kaki dengan diawali bagian kanan terlebih dahulu.

Apabila telah selesai mandi, maka bisa melakukan wudhu untuk mempersiapkan diri pergi ke masjid dalam rangka mengerjakan sholat idul fitri secara berjamaah.

Allah telah berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 6,:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhilah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sauplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.  Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan meyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

Bacaan Niat Sholat Idul Fitri

Apabila anda sudah hafal bacaan niat mandi sholat idul fitri, maka kalian harus hafal juga bacaan niat sholat idul fitri bagi imam dan makmum,

Bacaan Niat Sholat Idul Fitri Jadi Imam

Bacaan niat sholat idul fitri bagi imam, setelah memahami niat mandi sholat idul fitri, yaitu:

Latin: “Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil fitri imaman lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat sholat sunah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”

Bacaan Niat Sholat Idul Fitri Jadi Makmum

Adapun, bacaan niat sholat idul fitri jadi makmum, setelah hafal niat mandi sholat idul fitri,:

Latin: “Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil fitri ma’mumam lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat sholat sunah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: Bacaan Sholat Idul Fitri Saat Takbir 7 Kali Beserta Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Setelah membaca bacaan niat mandi sholat idul fitri, maka langkah berikutnya yaitu tata caranya. Sebagai berikut, tata cara sholat idul fitri, yaitu:

Membaca Takbir Sebanyak 7 Kali. Setelah membaca niat, kemudian dilanjutkan membaca takbir sebanyak 7 kali. Dari setiap takbir dianjurkan membaca:

“Subhanallah wal hamdulillah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar”.

Membaca Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran

Ruku dengan tumaninah

Bacaan rukun didalam sholat yang dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal dengan tumaninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud dengan tumaninah

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat yang kedua

Pada saat rakaat kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali dan dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah serta membaca surah dalam Al-Quran.

Ruku hingga sampai diakhir

Tashyahud akhir

Salam.

Nah, itulah pembahasan bacaan niat mandi sholat idul fitri dalam bahasa arab beserta tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Sholat Ied Fitri Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

 

Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan ditahun 2023. Dimana, seluruh umat islam akan menunaikan ibadah puasa dan mengerjakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan tersebut. Hal ini semua umat islam akan merasa bahagia dan senang menyambut bulan Ramadhan 2023 nanti. Lantas, apa hukumnya apabila mengerjakan sholat Sunnah tarawih? Yuk, simak pembahasan shalat tarawih hukumnya adalah, beserta keutamaannya.

Bulan Ramadhan menjadi identik sebagai ibadah puasa yang wajib dikerjakan bagi umat islam. Apabila seorang umat muslim tidak mampu untuk puasa di bulan Ramadhan karena udzur maka bisa diqodho pada bulan selanjutnya. Selain puasa, ibadah yang paling banyak dikerjakan pada bulan Ramadhan ini adalah mengerjakan sholat tarawih pada malam hari setelah isya.

Shalat tarawih hanya dapat dikerjakan pada bulan Ramadhan saja. Dibulan lain tidak ada sholat Sunnah ini melainkan hanya sholat tahajud. Seluruh umat muslim akan mengerjakan sholat tarawih 1 bulan Ramadhan penuh. Maka tak heran, jika setiap bulan puasa Ramadhan, banyak sekali orang yang pergi ke masjid untuk melaksakan shalat tarawih.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat Sendiri di Rumah

Shalat Tarawih Hukumnya

Shalat Tarawih Hukumnya adalah, Beserta Keutamaannya

Mengerjakan shalat tarawih hukumnya adalah Sunnah muakkad. Ini artinya sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk menunaikan ibadah shalat Sunnah tarawih di bulan Ramadhan.  Adapun, hadist yang bisa kita ketahui penjelasan shalat tarawih,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ

إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Dari Abi Hurairah radliyallahu ‘anh Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: ‘Barangsiapa yang melakukan ibadah (shalat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat” (HR Muslim).

Mengerjakan shalat tarawih paling utama dikerjakan secara berjamaah di masjid. Namun, apabila ada halangan maka bisa dilakukan dengan sendiri di rumah sebanyak 11 atau 23 rakaat.

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Setelah mengetahui pembahasan shalat tarawih hukumnya, umat muslim tentu harus hafal juga dalam bacaan niat shalat tarawih agar lebih sempurna pada saat pelaksanaannya.

Bacaan Niat Shalat Tarawih Berjamaah Jadi Imam

Shalat tarawih hukumnya Sunnah. Sedangkan, bacaan niat shalat tarawih berjamaah jadi imam, yaitu:

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā

Artinya,”Aku berniat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah SWT.”

Bacaan Niat Sholat Tarawih Berjamaah Jadi Makmum

Adapun, bacaan niat shalat tarawih berjamaah jadi makmum dan memahami jawaban shalat tarawih hukumnya, yaitu:

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā

Artinya, “Aku berniat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah SWT.”

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat dan Bacaan Niatnya

Tata Cara Sholat Tarawih

Tata Cara Sholat Tarawih

Jika anda sudah paham shalat tarawih hukumnya dan hafal bacaan niatnya, maka kita bisa mulai ikut berjamaah untuk melaksanakan shalat tarawih di masjid. Sebagai berikut, tata cara sholat tarawih:

Membaca niat

Takbiratul ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam al-quran

Rukuk

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga,

Tasyahud akhir,

Salam

Apabila shalat tarawih telah selesai dikerjakan, maka dilanjutkan dengan mengerjakan shalat witir sebanyak 3 rakaat baik satu kali salam dalam satu waktu atau dua kali salam dengan melaksanakan dua rakaat kemudian dilanjutkan satu rakaat terakhir.

Keutamaan Shalat Tarawih

Keutamaan Shalat Tarawih

Ada beberapa keutamaan shalat tarawih hukumnya yang dapat diketahui bagi umat muslim yang telah menjalankan shalat tarawih penuh di bulan Ramadhan, diantaranya:

  • Mendapat Pahala
  • Dibangunkan rumah di surge
  • Diberi Keselamatan di hari kiamat
  • Membangun kota didalam surge
  • Doa Mustajab
  • Mendapat Ganjaran dengan dijauhkan dari siksa kubur
  • Mendapat pahala selama 40 tahun
  • Diberi halan yang lurus di hari kiamat
  • Diangkat derajatnya
  • Dll

Nah, itulah pembahasan shalat tarawih hukumnya adalah, beserta keutamaannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Shalat Tarawih Adalah, Ini Jawabannya

 

Bagi umat muslim tentu akan menjalankan sholat 5 waktu yang tidak boleh ditinggalkan. Dimana, sholat merupakan tiang agama dan termasuk salah satu rukun islam yang kedua. Sehingga, umat islam wajib menunaikan ibadah sholat fardu tersebut. Lantas, bagaimana jika waktu sholat dhuhur telah habis, apa bisa mengerjakannya? Mari kita simak pembahasan tata cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar karena ketiduran beserta bacaan niatnya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengqadha Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar? Ini Penjelasannya

Cara Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Cara Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Sebelum membahas bagaimana cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar, tak salahnya kita harus pahami dari jamak tersebut. Melansir dari sebuah buku tentang tuntutan sholat lengkap, kita harus mengetahui arti dari sholat jama itu sendiri. Ini adalah salah satu cara pelaksanaan didalam mengerjakan dua sholat wajib dalam satu waktu.

Rasululah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,:

“Apabila berangkat dalam perjalanan sebelum tergelincirnya matahari maka beliau takhir kan sholat zuhur ke waktu Ashar, kemudia beliau turun berhenti untuk menjamak keduanya (Dzuhur dan Ashar), jika matahari telah tergelincir sebelum berangkat, maka beliau sholat Dzuhur dahulu kemudian baru beliau naik kendaraan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun, pelaksanaan dalam mengerjakan sholat jamak dhuhur dan ashar dilakukan hampir sama seperti sholat fardu umumnya. Akan tetapi, selesai mengerjakan shalat pertama maka dilanjutkan sholat kedua dengan jumlah rakaat sesuai sholat yang ditentukan didalam cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar.

Baca Juga: Tata Cara Mengqodho Sholat Maghrib di Waktu isya Beserta Bacaan Niatnya

Tata Cara Sholat Jamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Tata Cara Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar Karena Ketiduran

Berikut ini, tata cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar yang dapat kalian lakukan, yaitu:

Membaca niat seperti diatas

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي

مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud awal

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ

. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ

اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Berdiri kembali mengerjakaan rakaat ketiga dan keempat caranya sama seperti diatas, hingga

Tasyahud Akhir dengan membaca sama seperti di tasyahud pertama

Membaca Salam

Setelah itu, baru mengerjakan sholat ashar dilakukan sebanyak 4 rakaat. Tata cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar hampir sama seperti yang telah sampaikan diatas. Namun, yang membedakannya adalah membaca bacaan niat pada pelaksanaan sholat tersebut.

Bacaan Niat Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Bacaan Niat Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar

Setelah membaca pembahasan cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar, maka langkah selanjutnya anda harus hafal bacaan niatnya. Sebagai berikut, bacaan niat menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar,:

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

Latin: “Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’alaa.”

Artinya: “saya niat sholat fardhu Dhuhur 4 rakaat dijamak dengan Ashar, fardu menghadap ke kiblat karena Allah Ta’aala.”

Apabila telah selesai menunaikan ibadah sholat dhuhur, maka tinggal langsung mengerhakan shalat ashar, dengan berikut bacaannya.

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الظُّهْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

Latin: “Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya berniat sholat fardu Ashar 4 rakaat dijamak dengan Dzuhur, fardu menghadap ke kiblat karena Allah Ta’aala.”

Nah, itulah pembahasan tata cara menjamak shalat dhuhur diwaktu ashar karena ketiduran yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Mengqodho Sholat Dzuhur di Waktu Ashar

 

Apakah Anda ingin sholat taubat tetapi tidak tahu bacaan niatnya? Nah, bagi anda yang saat ini sedang menacari buku bacaan tentang sholat wajib maupun Sunnah, maka anda bisa mempelajari di kepada ustadz yang ada di sekitar lingkungan anda. Begitupun dengan sholat taubat, anda juga bisa coba belajar bersama guru ngaji. Akan tetapi, jika kalian malu untuk belajarnya maka dalam kesempatan kali ini akan membahas bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua latin, arab dan artinya yang bisa membantu orang yang sedang membutuhkannya.

Bacaan Sholat Taubat Rakaat Pertama dan Kedua

Bacaan Sholat Taubat Rakaat Pertama dan Kedua

Melaksanakan sholat taubat merupakan salah satu cara kita meminta ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Dengan melakukan sholat taubat ini mampu untuk membersihkan diri dan bertaubat serta menjalani hidup baru kejalan yang diridhai Allah SWT.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwaatkan oleh Abu Bakar:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَتَوَضَّأُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِذَلِكَ الذَّنْبِ، إِلَّا غَفَرَ لَهُ

Artinya: “Tidaklah seorang muslim berbuat dosa kemudian dia berwudu dan melaksanakan salat dua rakaat kemudian memohon ampun kepada Allah Ta’ala atas dosa-dosanya, melainkan Allah pasti mengampuninya”.

Waktu pelaksanaan sholat taubat bisa dikerjakan kapan saja dengan melakukan sebanyak 2 rakaat. Jadi, ketika anda ingin bertaubat maka segera laksanakan shalat taubat untuk berserah diri kepada Allah SWT agar diberi ampunan dan ketabahan hati dan keimanan yang kuat untuk memperbaiki hidup menjadi yang lebih baik.

Urutan Bacaan Sholat Taubat Rakaat Pertama dan Kedua

Bacaan Sholat Taubat Rakaat Pertama dan Kedua Latin, Arab dan Artinya

Berikut ini, tata cara pelaksanaan urutan bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua yang bisa dilakukan, yaitu:

Membaca Niat

Sebelum melakukan bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua, maka kalian harus membaca niat terlebih dahulu. Bacaan niat sholat taubat, seperti dibawah ini.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَي

Latin: “Ushalli sunnatat taubati rok’ataini lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.”

Takbiratul Ihram

Bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua setelah niat yaitu takbiratul ihram dengan membaca ألله أكبر sambil mengangkat kedua tangan.

Doa Iftitah

Adapun, bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua setelah takbiratul ihram yaitu membaca doa ifitah, seperti dibawah ini.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَا

أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Latin: “Allahu Akbar Kabiira Walhamdu Lillahi Katsiran wa Subhaanallahi Bukratan wa Ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawati wal ardha haniifan wa maa ana min al-musyrikin. Inna Shalaati wa Nusukii wa Mahyaaya wa Mamaati lillahi rabbi al-‘aalamin. Laa Syariika Lahu wa bidzaalika umirtu wa anaa min al-muslimiin”.

Artinya: “Allah yang Maha Besar sebesar-besarnya, dan segala puji yang banyak hanya kepada Allah, dan maha Suci Allah baik di waktu pagi maupun petang. Sesungguhnya aku hadapkan diriku  kepada yang menciptakan seluruh langit dan bumi, dengan lurus mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim As. dan aku bukanlah termasuk kelompok orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan keyakinan itulah aku diperintahkan, dan saya termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang berserah diri.”

Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah doa ifititah, bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua berikutnya yaitu membaca surah Al-fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran. Apabila seseorang tidak membaca Al-Fatihah pada saat melaksanakan sholat, maka tidak sah sholatnya.

Oleh sebab itu, setiap kali ingin ngerjakan sholat 5 waktu maupun Sunnah, tentu diwajibkan membaca surah Al-Fatihah.

Ruku’

Bacaan sholat taubat rakaat pertama dan keluar habis membaca surah Al-Fatihah dan surah lainnya yaitu melakukan gerakan ruku dengan tumaninah’ sambil membaca doa ruku dibawah ini:

سُبْحَانَ رَبِّيْ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: ”Subhaana rabbiya al-‘azhiimi wa bi hamdihi” sebanyak 3 kali

Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan Maha Suci dengan segala puji kepada-Nya.”

I’tidal

Ketika selesai melakukan ruku maka dilanjutkan gerakan I’tidal yang menjadi bagian dari bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua. Bacaan doa I’tidal seperti dibawah ini.

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ … رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَالشُّكْرُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: “Sami’a Allahu liman hamidahu… Rabbana wa laka al-hamdu wa al-syukru hamdan katsiiran thoyyiban mubaarakan fiihi, mil’u ssamaawaati wa mil’u l-ardhi, wa mil’u maa bainahumaa wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du”.

Artinya: “Allah senantiasa mendengar kepada siapa yang memuji-Nya. Tuhanku, kepada Engkaulah segala pujian, segala kesyukuran, pujian yang banyak, baik, lagi berkah di dalamnya. Pujian dan kesyukuran itu memenuhi seluruh langit, seluruh bumi, diantara keduanya, dan memenuhi siapa saja yang Engkau kehendaki setelahnya.”

Sujud

Begitupun, bacaan doa sujud yang termasuk pada bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّيْ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin: “Subhaana Rabbiya al-A’laa wa bi hamdihi” sebanyak 3 kali

Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan Maha Suci

Duduk di antara dua sujud

Sedangkan, bacaan doa duduk diantara dua sujud didalam bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua,:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Latin: “Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, benarkanlah aku, angkatlah derajatku, karuniakanlah aku rezeki, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”

Sujud

Bacaan doa sujud ini hampir sama seperti di poin ketujuh dibacakan sebanyak 3 kali

Berdiri

Berdiri kembali untuk mengerjakan rakaat kedua, bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua sama, hingga

Tasyahud Akhir

Bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua mengerjakan tasyahud akhir sambil membaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ

إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَللهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا

إِبْرَاهِيمَ ، وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: “At-tahiyyaatu al-mubaarakaatu al-shalawaatu al-thoyyibaatu lillahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. As-Salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi as-shoolihin. Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa Asyhadu anna muhammadarrasuulullah. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidinaa Muhammad. Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad Kamaa shollayta ‘ala sayyidina Ibrahim. Wa Baarik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘ala sayyidinaa Ibrahim, wa ‘ala sayyidina Ibrahim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid”.

Artinya: “Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. Ya Allah aku sampai shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada Nabi Ibrahim As., serta kepada para keluarganya. Dan, berikanlah keberkahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarga. Sebagaimana, Engkau telah berkahi kepada junjungan kita Nabi Ibrahim, serta keberkahan yang dilimpahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Di seluruh alam raya ini, Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Kekal.

Salam

Bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua yang terakhir adalah membaca salam kearah kanan dan kiri.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Latin: “Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullahi wa Barakaatuhu

Arinya: Keselamatan senantiasa tercurah kepada kalian, juga rahmat Allah dan keberkahan-Nya.

Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat yang Disunnahkan

Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat yang Disunnahkan

Setelah selesai sholat taubat, beberapa bacaan setelah sholat taubat yang disunnahkan selain dari membaca dzikir, yaitu:

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إلَهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْه

Latin: “Astaghfirullahal ‘adzim alladzi lailaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi

اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عَهْدِكَ َوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ

بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: ”Allahumma Anta Robbi, laa ilaaha illa Anta, holaqtani wa ana abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarri maa shona’tu, abu’u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu’u laka bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta”.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا

وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا

Artinya : saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang senantiasa hidup dan mengawasi, saya memohon taubat kepada-Nya sebagaimana taubatnya hamba yang dholim yang berdosa tidak memiliki daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.

Dan masih banyak lagi doa-doa taubat yang bisa anda bacakan ketika selesai mengerjakan sholat taubat 2 rakaat.

Nah, itulah pembahasan bacaan sholat taubat rakaat pertama dan kedua latin, arab dan artinya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Mandi Taubat Nasuha dan Tata caranya