Pernahkah Anda melihat seseorang melaksanakan sholat 2 rakaat sebelum dan sesudah melakukan sholat fardu(wajib) seperti dzuhur, maghrib dan isya? Nah, bagi kalian yang sering melihat orang-orang yang melakukan hal tersebut, mereka sedang mengerjakan shalat Sunnah rawatib. Lantas, bagaimana tata cara dan niatnya? Mari kita simak pembahasan shalat Sunnah rawatib muakkad contohnya lebih berikut bacaan niat dan tata cara pelaksanaannya.

Shalat sunnah rawatib muakkad merupakan amalan ibadah sebagai penambah pahala dengan mengerjakan shalat Sunnah. Dimana, waktu pelaksanaan shalat Sunnah rawatib muakkad dikerjakan sebelum dan sesudah atau habis sholat fardhu. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan salat Sunnah rawatib ini selama masa hidupnya.

Ada 2 jenis salat Sunnah rawatib yang dianjurkan bagi umat islam untuk melaksanakannya, yaitu shalat sunnah rawatib muakkad dan ghaire muakkad. Artinya salat Sunnah rawatib muakkad dikerjakan sebelum melaksanakan sholat wajib. Sedangkan ba’diyah dilakukan setelah mengerjakan sholat wajib.

Baca Juga: Shalat Sunnah Rawatib Lebih Utama Dikerjakan Secara Sendiri atau Berjamaah

Shalat Sunah Rawatib Muakkad

Shalat Sunah Rawatib Muakkad

Shalat Sunnah rawatib muakkad adalah sholat Sunnah yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah selesai menunaikan ibadah shalat fardu yang lima waktu. Seperti yang telah sampaikan diatas, shalat Sunnah ini terdapat 2 sebutan dengan waktu pelaksanaan yang berbeda.

Anjuran melaksanakan shalat Sunnah rawatib terbagi menjadi 2 bagian, yaitu sholat Sunnah rawatib muakkad dan sholat Sunnah rawatib ghoiru muakkad.

Macam-Macam Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Macam-Macam Shalat Sunnah Rawatib Muakkad Contohnya

Shalat Sunnah rawatib muakkah adalah salat Sunnah dikerjakan atau dilakukan sebanyak 2 dan 4 rakaat sebelum memasuki sholat fardhu, yaitu:

  • 4 atau 2 rakaat sebelum sholat dzuhur
  • 4 atau 2 rakaat sesudah sholat dzuhur
  • 2 rakaat sesudah sholat maghrib
  • 2 rakaat sesudah sholat isya
  • 2 rakaat sebelum sholat subuh

Shalat Sunnah Rawatib Ghoiru Muakkad

Sedangkan, shalat Sunnah rawatib ghoiru muakkad dilakukan sebanyak 2 rakaat sesudah melaksanakan sholat fardhu, diantaranya:

  • 4 atau 2 rakaat sebelum sholat ashar
  • 2 rakaat sebelum sholat maghrib
  • 2 rakaatsebelum sholat isya

Shalat Sunnah rawatib ini hanya dilakukan lebih utama secara sendiri bukan berjamaah seperti sholat 5 waktu pada umumnya.

Baca Juga: Tata Cara Shalat Tahiyatul Masjid Dilaksanakan Secara? Ini Jawabannya

Niat Shalat Sunah Rawatib

Niat Shalat Sunah Rawatib

Membaca niat shalat Sunnah rawatib muakkad tentu sangat berbeda. Dimana, kalian menambahkan lafadz nama shalat tersebut dibagian akhir. Seperti contoh dibawah ini.

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “ushalli sunnatadh dhuhri kok’ataini ba’diyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sesudah dzuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Sunah Rawatib Muakkad

Tata Cara Shalat Sunah Rawatib Muakkad

Adapun, tata cara shalat Sunnah rawatib muakkad yang dapat dilakukan, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratur ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah didalam Al-Quran

Rukuk tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal tuma’ninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali menunaikan rakaat kedua dilakukan sama seperti pada raakat pertama sampai,

Tasyahud akhir

Salam

Keutamaan Shalat Sunah Rawatib

Banyak sekali manfaat dan keutamaan bila mengerjakan sholat Sunnah rawatib muakkad secara rutin. Dimana, keutamaan shalat Sunnah rawatib ini, yaitu:

Dijauhkan dari Siksa Api Neraka

Keutamaan shalat Sunnah rawatib yang pertama akan dijauhkan dari siksa api neraka. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,

“Barangsiapa yang senantiasa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, niscaya Allah mengharamkan dirinya dari api neraka.” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah).

Membangunkan Rumah di Surga

Selain mendapat pahala, keutamaan shalat Sunnah rawatib yaitu Allah SWT akan membangunkan rumah di surga. Dimana, ketika seseorang melaksanakan ibadah shalat Sunnah dengan rutin maka akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim mari sama-sama untuk mengerjakan sholat Sunnah rawatib sebagai bekal amal ibadah.

Mendapat Rahmat Yang Melimpah

Adapun, keutamaan shalat Sunnah rawajib yang akan diberikan oleh Allah SWT yaitu mendapat rahmat yang melimpah. Dimana, kata dari rahmat yang melimpah tersebut sangat beragam baik dari mendapat orang-orang yang baik disekitar hingga dalam bentuk rezeki.

Dijauhkan Dari Sifat Sombong dan Riya

Selanjutnya, keutamaan shalat Sunnah rawatib bagi orang yang melaksanakannya akan dijauhkan dari sifat sombong dan riya. Dimana, kita akan berserah diri kepada Allah SWT dengan bersujud didalam melaksanakan sholat untuk mendapat perlindungan dan menjauhkan dari sifat yang kurang baik dan menjadi orang yang sholeh dan sholehah.

Diangkat Derajatnya

Keutamaan shalat Sunnah rawatib akan mendapat ganjaran dengan diangkat derajatnya oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim,

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena tidaklah engkau bersujud pada-Nya dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan satu derajatmu dan menghapuskan satu kesalahanmu.” (HR. Muslim).

Nah, itulah pembahasan shalat Sunnah rawatib muakkad contohnya dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Rukun Shalat Ada 17 Apa Aja? Coba Sebutkan

 

Melaksanakan sholat Sunnah witir merupakan salah satu amalan paling baik untuk menyempurnakan sholat tarawih maupun tahajud agar semua doa yang diharapakan terkabulkan. Tetapi, menunaikan ibadah sholat ini harus disertai dengan niat dan pelaksanaannya. Penasaran? Yuk, simak pembahasan tata cara sholat witir setelah tahajud beserta bacaan niatnya.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat Sendiri Setelah Tahajud

Cara Sholat Witir

Cara Sholat Witir

Sebelum membahas bagaimana cara sholat witir yang benar, tak salahnya kita harus tahu juga informasi tentang shalat witir lainnya. Seperti bolehkah shalat witir di rumah sendiri? Jawabannya sholat witir boleh boleh dilakukan dirumah setelah selesai sholat tahajud.

Sholat witir adalah ibadah shalat Sunnah yang dianjutkan setelah menyelesaikan sholat Sunnah lainya pada malam hari. Dimana, umat islam dapat menunaikan sholat witir yang dilakukan ketika selesai sholat tarawih pada bulan Ramadhan alias bulan puasa maupun tahajub sebanyak 1 atau 3 rakaat. Waktu pelaksanaan cara sholat witir bisa dikerjakan habis isya, pertiga malam hingga mau menjelang waktu subuh.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menyatakan bahwa Aisyah RA pernah berkata:

“Dari setiap malam, Nabi Muhammad SAW pernah mengerjakan sholat witir pada permulaan malam, tengah malam, akhiran malam, dan berakhir pada waktu subuh,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat

Tata Cara Sholat Witir Setelah Tahajud Beserta Bacaan Niatnya

Setelah mengetahui cara sholat witir, kita sebagai umat islam tentu harus mempelajari bagaimana tata cara dalam mengerjakan shalat witir. Sebagai berikut, urutan tata cara sholat witir 3 rakaat sendiri satu kali salam, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratul Ihram اللهُ أكْبَرُ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam alquran.

Rukuk

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Itidal

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali mengerjakan rakaat kedua hingga sampai sujud kedua

Berdiri lagi melaksanakan rakaat ketiga hingga,

Tasyahud akhir

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Atau,

لتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ،

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ

جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Salam

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat dan Bacaan Niatnya

Bacaan Niat Sholat Witir

Bacaan Niat Sholat Witir

Setelah mengetahui cara sholat tahajud, tentu kalian harus hafal juga bacaan niatnya. Sebagai berikut, bacaan niat sholat witir, yaitu:

Niat Sholat Witir Tiga Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: “Usholli sunnatal witri tslatsa roka’aatin lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Witir Satu Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: “Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’aalaa

Artinya : Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Witir Dua Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: “Usholli sunnatal witri rok’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Bacaan Doa Setelah Sholat Witir

Bacaan Doa Setelah Sholat Witir

Selesai membaca cara sholat witir yang benar dan baik, kita bisa membaca doa-doa yang bisa dibacakan. Seperti bacaan doa setelah sholat witir dibawah ini:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Latin: “Subhaanal malikil qudduus

Artinya:”Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih.”

Kemudian, dilanjutkan dengan kalimat:

رَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Latin: “robbul-malaa-‘ikati warruuh

Artinya: yang memiliki makna “Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril.”

Dan masih banyak lagi doa-doa yang bisa kita panjatkan setelah selesai mengerjakan shalat witir sendiri maupun berjamaah.

Nah, itulah pembahasan pembahasan tata cara sholat witir setelah tahajud beserta bacaan niatnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Shalat Tarawih Adalah, Ini Jawabannya

 

Mandi jumat memang begitu tidak asing ditelinga kita. Akan tetapi, bagi orang awam masih banyak yang belum tahu tentang mandi tersebut. Begitupun, dengan niat dan tata cara pelaksanaanya yang harus dilakukan. Maka dari itu, bagi anda sedang mencari informasi pengetahuan tentang bacaan niat mandi jumat laki-laki dan tata cara pelaksanaannya dibawah ini.

Mandi sebelum berangkat pergi shalat jumat merupakan salah satu amalan Sunnah yang sangat lebih dianjurkan. Dimana, hari jumat menjadi hari paling mulai bagi umat muslim. Dimana, banyak sekali yang bisa dilakukan dalam mengerjakan ibadah wajib maupun Sunnah sebagai bekal amal diakhirat nanti,seperti niat mandi jumat.

Dalam sebuah hadist yang menjelaskan anjuran mandi jumat,

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

Artinya, “Hari ini (Jumat) adalah hari raya yang dijadikan Allah SWT untuk umat Islam. Siapa yang ingin melaksanakan salat Jumat, hendaklah mandi, memakai wangi-wangian kalau ada, dan menggosok gigi (siwak),” (HR Ibnu Majah)

Baca Juga: Bacaan Setelah Sholat Fardhu Latin, Dzikir dan Doa Lengkap

Niat Mandi Jumat

Niat Mandi Jumat

Sebelum membahas niat mandi jumat, kita sebagai umat muslim tentu harus mempelajari tentang ilmu pendidikan agama. Yang mana, banyak sekali pedoman amalan ibadah baik wajib maupun Sunnah yang harus dilakukan sebagai amal ibadah untuk bekal diakhirat. Selain itu, kita juga harus belajar tentang bacaan alquran dengan baik, doa-doa dalam melaksanakan shalat, dan masih banyak lagi ilmu agama islam yang harus kita pelajari.

Mandi jumat sangat dianjurkan bagi bagi laki-laki yang beragam islam ketika mau mengerjakan sholat jumat di masjid secara berjamaah. Tujuan mandi ini salah satunya adalah membersihkan diri dari hadas besar maupun kecil, dan membersihkan najis bila nemepel pada kulit. Sehingga, pelaksanakan sholat jumat akan lebih sempurna dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Sebagaimana hadis Rasulullah SAW:

مَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ النِّسَاءِ فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ لَمْ يَأْتِهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ

Artinya: “Barangsiapa dari laki-laki dan perempuan yang menghendaki Jumat, maka mandilah. Barangsiapa yang tidak berniat menghadiri Jumat, maka tidak ada anjuran mandi baginya”. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

ووقته (بعد فجر) أي من طلوع الفجر الصادق إلى صعوب الخطيب على المنبر أو إلى فراغ الصلاة وتقريبه من ذهابه إلى الجمعة

أفضل لأنه أفضى إلى المقصود من انتفاء الروائح الكريهة

Artinya, “Waktunya setelah salat subuh, maksudnya dari terbit fajar shadiq sampai khatib naik mimbar, atau setelah selesai salat dan mandi saat mau pergi salat Jumat lebih utama karena lebih dekat kepada tujuan, yaitu untuk menghilangkan bau yang tidak enak.”

Bacaan Niat Mandi Jumat

Bacaan Niat Mandi Jumat Laki-Laki dan Tata Cara Pelaksanaannya

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِحُضُوْرِ صَلاَةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitul Ghusla Lihudhuuri Sholaatil Jum’ati Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa

Artinya: Saya niat mandi untuk menghadiri salat Jumat sunah karena Allah Ta’ala.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Syuruq dan Doanya, Tata Cara Pelaksanaan dan Keutamaan

Tata Cara Mandi Jumat

Tata Cara Mandi Jumat

Setelah mengetahui bacaan niat mandi jumat, maka anda bisa mulai praktek dalam tata cara mandi jumat dibawah ini:

  • Basuk kedua tangan sebanyak 3 kali pada saat memasuki kamar mandi
  • Bersihkan seluruh tubuh untuk menghilangkan najis maupun kotoran
  • Membaca niat
  • Mengguyur seluruh anggota badan sebanyak 3 kali
  • Siram seluruh badan dengan air mengalir dan jangan lupa menggosoknya.
  • Gosok pada bagian rambut dengan air mengalir.
  • Waktu dan Tata Cara Mandi Salat Jumat
  • Waktu dan Tata Cara Mandi Salat Jumat

Tata Cara Sholat Jumat

Tata Cara Sholat Jumat

Setelah kita hafal bacaan niat mandi jumat dan telah mempraktekannya maka kita berangkat pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat jumat. Sebagai berikut, tata cara sholat jumat, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca do’a iftitah

Membaca Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah lain dalam alquran

Rukuk

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud pertama

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali mengerjakan rakaat kedua hingga

Tasyahud akhir

Salam

Nah, itulah pembahasan bacaan niat mandi jumat laki-laki dan tata cara pelaksanaannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Rukun Shalat Ada 17 Apa Aja? Coba Sebutkan

 

Didalam mengerjakan sholat terdapat beberapa rukun yang harus dilaksanakan. Dimana, rukun tersebut merupakan salah satu syarat sholat yang patut dilakukan agar sah. Apabila seseorang mengerjakan sholat tidak sesuai dengan rukunnya maka batal shalatnya. Penasaran? Yuk, simak pembahasan rukun shalat ada 17 apa aja? Coba sebutkan.

Sholat adalah tiang agama. Umat muslim yang telah memenuhi syarat rukun islam wajib menunaikan ibadah sholat 5 waktu, seperti mengerjakan sholat dhuhur. Dimana, sholat 5 waktu merupakan salah satu perintah Allah SWT kepada umat muslim yang wajib dikerjakan. Apabila salah satu sholat tersebut ditinggalkan maka mereka akan berdosa.

Disamping itu, kita sebagai umat muslim harus mengajak keluarga sesama muslim untuk menunaikan shalat fardu yang tidak boleh ditinggalkan.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Thaha ayat 132:

Artinya: “Perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa,” (Surat Thaha ayat 132).

Baca Juga: Cara Mengqodho Sholat Ashar Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Rukun Shalat Ada 17

Bacaan Niat Sholat, Rukun Shalat Ada 17 Apa Aja Coba Sebutkan

Berikut ini, rukun shalat ada 17 yang patut diketahui oleh umat muslim, diantaranya:

Niat

Rukun shalat ada 17 yang pertama adalah niat. Setiap melaksanakan ibadah sholat fardu maupun Sunnah tentu harus diawali dengan membaca niat. Karena, niat merupakan salah satu bagian bacaan awal untuk mengerjakan shalat yang lebih sempurna.

Takbiratul Ihram

Selain niat, rukun shalat ada 17 yang kedua yaitu takbiratul ihram. Pada saat anda ingin mengerjakan sholat maka akan dimuali dengan takbiratul ihram membaca Allahuakbar sambil mengangkat kedua tangan. Disini, tentu kalian harus fokus ibadah karena Allah SWT, jangan memikirkan hal-hal lain selain dari membaca doa sholat tersebut.

Berdiri Bagi yang Mampu

Adapun, rukun shalat ada 17 selain takbiratul ihram yaitu berdiri bagi yang mampu. Artinya, menunaikan ibadah sholat harus berdiri tegak untuk orang yang mampu dalam kondisi fisiknya. Apabila tidak mau berdiri, maka bisa dilakukan dengan duduk dan berbaring.

Lainnya

Rukun shalat ada 17 lainnya selain yang diatas, adalah:

  • Membaca Al-fatihah
  • Ruku
  • Ruku dengan tumaninah
  • Itidal
  • Itidal dengan tumaninal
  • Sujud
  • Sujud dua kali dengan tumaninah
  • Duduk diantara dua sujud
  • Tumaninah pada saat duduk
  • Tasyahid akhir dengan membaca doanya
  • Duduk diwaktu tasyahud                  
  • Shawalat nabi
  • Tertib

Bacaan Niat Sholat

Setelah mengetahui rukun shalat ada 17, maka sebagai umat muslim tentu harus hafal bacaan niat dalam sholat, seperti kita ingin membaca doa niat sholat dhuhur.

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لله تَعَالَى

Latin: “Usholli fardlon dhuhri arba’a rok’aataim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillahi ta’aala

Artinya: ” Aku niat sholat fardu dhuhur empat rakaat, sambil menghadap qiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: 10 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Daripada Sendiri

Tata Cara Sholat

Begitupun dengan tata cara sholat ketika sudah memahami rukun shalat ada 17, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud awal

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Berdiri kembali mengerjakaan rakaat berikutnya. Caranya sama seperti diatas, hingga

Tasyahud Akhir dengan membaca sama seperti di tasyahud pertama

Membaca Salam

Nah, itulah pembahasan rukun shalat ada 17 apa aja? Coba sebutkan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Setelah Sholat Fardhu Latin, Dzikir dan Doa Lengkap

 

Banyak sekali amalan ibadah Sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat muslim selain mengerjakan ibadah wajib. Salah satu amalan Sunnah yang bisa dilakukan adalah melaksanakan sholat syuruq pada waktu setelah matahari terbit. Lalu, bagaimana cara pelaksanaan dan niatnya? Yuk, simak pembahasan bacaan niat sholat syuruq dan doanya, tata ara pelaksanaan dan keutamaan.

Baca Juga: Bacaan Sholat Dhuha Lengkap Dengan Artinya

Niat Sholat Syuruq

Niat Sholat Syuruq

Sebelum membahas bacaan niat sholat syuruq tentu kita harus pahami daripada arti nama tersebut. Sholat syuruq adalah ibadah sholat Sunnah dilakukan sebanyak 2 rakaat yang dapat dikerjakan pada waktu setelah matahari terbit. Sedangkan, waktu akhir sholat syuruq berkisar menjelang siang hari tidak memanjang sampai menjelang waktu matahari tergelincir ke arah barat.

Penjelasan sholat syuruq tersebut telah dijelaskan dalam sebuah hadist,

كَانَ إِذَا أَشْرَقَتْ وَارْتَفَعَتْ قَامَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَإِذَا انْبَسَطَتِ الشَّمْسُ وَكَانَتْ فِي رُبُعِ النَّهَارِ مِنْ جَانِبِ الْمَشْرِقِ صَلَّى أَرْبَعًا (رواه الترمذي

والنسائي وابن ماجه من حديث علي)

Artinya: “Ketika matahari terbit dan mulai naik (satu atau dua tombak) maka Rasulullah SAW berdiri dan shalat dua rakaat; dan ketika matahari mulai menjulang tinggi dari arah timur dalam seperempat siang maka beliau shalat empat rakaat.” (HR at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah dari hadits Ali t).

Bacaan Niat Sholat Syuruq

Bacaan Niat Sholat Syuruq dan Doanya, Tata Cara Pelaksanaan dan Keutamaan

Berikut ini, bacaan niat sholat syuruq yang bisa dibacakaan pada saat pelaksanaannya, yaitu:

أصلى سنة الإشراق ركعتين لله تعالى

Latin: “Ushalli sunnatal isyraqi rak’ataini lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat shalat sunnah isyraq dua rakaat karena Allah.”

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Tata Cara Sholat Syuruq

Tata Cara Sholat Syuruq

Setelah hafal bacaan niat sholat syuruq atau isyraq, maka anda bisa mencoba mulai mempraktekannya. Sebagai berikut, tata cara sholat syuruq patut diketahui, diantaranya:

Membaca Niat

Takbiratul ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran

Rukukdengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal dengan tuma’ninah

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud dengan tuma’ninah

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Sujud kembali dengan membaca doa sujud

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Berdiri kembali untuk mengerjakan rakaat yang kedua. Gerakannya sama seperti rakaat pertama,hingga

Tasyahud akhir

Salam

Doa Setelah Sholat Syuruq

Doa Setelah Sholat Syuruq

Setelah memahami doa niat sholat syuruq dan tata caranya, maka kalian bisa membaca doa setelah sholat syuruq dibawah ini.

اَللّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ

وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ، وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا

غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ، بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَ

ا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ. 

Arab-latin: Allâhumma yâ nûrannûri bit thûr wa kitâbim masthûrin fî riqqim mansyûrin wal baitil ma’mur, as-aluka an tarzuqanî nûran astahdî bihi ilaika wa adullu bihi ‘alaika wa yashhabunî fi hayâtî wa ba’dal intiqâli min dhalâmi misykâtî, wa as-aluka bissyamsi wa dhuhâha wa nafsin wa mâ sawwâha, an taj’ala syamsa ma’rifatika musyriqatam bî lâ yahjubuhâ ghaimul auhâmi walâ ya’tarîhâ kusûful qamaril wâhidiyyati ‘indat tamâm, bal adim lahâl Isyraqa wad dhuhûra ‘alâ mamarril ayyâmi wad duhûr. Wa shallillâhumma ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin khâtamil anbiyâ-i wal mursalîn. Wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhummaghfir lanâ wa liwâlidîna wa li-ikhwâninâ fillâhi ahyâ-an wa amwâtan ajma’în.

Keutamaan Sholat Syuruq

Keutamaan Sholat Syuruq

Adapun, keumataan sholat syuruq dan hafal bacaan niat sholat syuruq yaitu akan mendapatkan pahala seperti pahala umroh dan haji. Akan tetapi, keutamaan ini apabila dikerjakan telah memenuhi segalah persyarat yaitu mengerjakan sholat subuh secara berjamaah di masjid dan mengamalkan dzikir sampai matahari terbit.

Salah satu hadist yang menjelaskan keutamaan sholat syuruq ini,

مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَةٍ تَامَةٍ تَامَةٍ (رواه الترمذي. حسن)

Artinya: “Siapa saja yang sholat subuh secara berjamaah, kemudian duduk dengan berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR at-Tirmidzi. Hadits Hasan).

Nah, itulah pembahasan bacaan niat sholat syuruq dan doanya, tata ara pelaksanaan dan keutamaan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Keutamaan Sholat Dhuha 2 Rakaat, Bacaan Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

 

Setiap kali kita selesai mengerjakan sholat 5 waktu tentu banyak sekali bacaan dzikir dan doa yang harus kita bacakan sebagai amal bekal diakhirat nanti. Terkadang, kita sering langsung pergi setelah selesai mengerjakan sholat fardu. Padahal, disitu terdapat banyak amalan Sunnah yang bisa dikerjakan, seperti dzikir dan doa. Lantas, bagaimana bacaannya? Yuk, simak pembahasan bacaan setelah sholat fardhu latin, dzikir dan doa lengkap.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Jama Takhir Dhuhur dan Ashar Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Bacaan Setelah Sholat Fardhu

Bacaan Setelah Sholat Fardhu

Dengan adanya pembahasan bacaan setelah sholat fardhu tentu sangat membantu bagi umat muslim yang belum hafal bacaan dzikir dan doa tersebut. Sehingga, ketika sudah hafal maka dapat diamalkan dengan mudah dan tidak melakukan langsung pergi ketika selesai mengerjakan sholat 5 waktu.

Bagi kalian yang suka langsung pergi setelah habis mengerjakan sholat di masjid, mulai dari sekarang kalian jangan melakukan hal itu lagi. Dan kalian harus membaca dzikir dan doa terlebih dahulu apabila telah selesai mengerjakan sholat wajib. Sehingga, anda akan mendapat pahala yang berlipat atas apa yang telah diamalkannya.

Rangkaian Bacaan Setelah Sholat Fardhu

Bacaan Setelah Sholat Fardhu Latin, Dzikir dan Doa Lengkap

Berikut ini, beberapa rangkaian bacaan setelah sholat fardhu yang bisa kalian bacakan, diantaranya:

Membaca Istigfar

Bacaan setelah sholat fardhu yang pertama adalah dzikir membaca istigfar sebanyak 3 kali,

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: “Astaghfirullah Hal’adzim, Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih

Membaca Doa

Bacaan setelah sholat fardhu kedua yaitu membaca doa dibawah ini sebanyak 3 kali,

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Latin: “Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai’innqodiir

Doa Memuji Allah SWT

Adapun, bacaan setelah sholat fardhu selanjutnya adalah membaca doa memuji Allah SWT,

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

Latin: “Allahumma Angtassalam, Wamingkassalam, Wa Ilayka Ya’uudussalam Fakhayyina Rabbanaa Bissalaam Wa-Adkhilnaljannata Darossalaam Tabarokta Rabbanaa Wata’alayta Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam

Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir

Bacaan setelah sholat fardhu berikutnya adalah membaca tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing sebanyak 33 kli

Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

Latin: “Subhanallah

Kalimat Tahmid

الْحَمْدُلِلهِ

Latin: “Alhamdulillah

Kalimat Takbir

اللهُ اَكْبَرُ

Latin: “Allahu Akbar

Selanjut membaca istigfar, shalawat nabi dan tahlil, masing-masing dilakukan sebanyak 33 kali

Baca Juga: Cara Mengqodho Sholat Ashar Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Doa Setelah Sholat Fardhu

Doa Setelah Sholat Fardhu

Adapun, bacaan doa setelah sholat fardhu yang dapat dibacakan sesuai keinginan yang sedang kalian butuhkan, seperti contoh dibawah ini.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Latin: “Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Hamdayyu-waafii ni’amahuuwayukaafi’u maziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdu wa lakasy syukruka-maa yambaghiilijalaaliwajhika wa ‘azhiimisul-thaanik.”

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ

.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ

اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

 “Allaahumma shalliwasallim ’ala sayyidinaa muhammadiw wa ‘ala aali sayyidinaa muhammad shalaatan tun jihnaa bihatsa min jamii’il ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al hajaat. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamits sayyi’aat. Wa atarfa ‘unaabihaa ‘indaka ‘aladdarajaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati minjamii’il khairaatifil hayaati wa ba’dal mamaat. Innahu samii’un qariibum mujiibudda’awaat wayaa qaadhiyal hajaat

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ

وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

 Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wa aakhirah. Wa ‘aafiyatan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil’ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan ‘indalmaut wa maghfiratan ba’dal maut. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut wan najaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

 “Rabbanagh firlanaa dzunuubanaa wa liwaalidiinaa walimasyaayikhinaa wa limu’alli-miinaa wa liman lahuu haqqun ‘alainaa wa liman ahabba wa ahsana ilainaa wa likaaffatil mus limiin ajma’iin

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ’aliim, wa tub’alainaa innaka antat tawwabur rahiim

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiduunnyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa ban naar

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 Washallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihiwa shahbihiiwa sallam, wal hamdu lillaahirabbil ‘aalamiin

Nah, itulah pembahasan bacaan setelah sholat fardu latin, dzikir dan doa lengkap yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Daripada Sendiri

 

Keutamaan Shalat Berjamaah – Menunaikan ibadah sholat 5 waktu merupakan kewajiban umat muslim yang harus dilaksanalam dalam mengerjakan rukun islam yang ke dua atas perintah Allah SWT. Melakukan ibadah sholat fardu tentu harus dilakukan secara berjamaah. Akan tetapi, ketika ada halangan maka boleh dilakukan sendiri baik di masjid maupun rumah. Namun, mengerjakan sholat 5 waktu secara berjamaah menjadi hal yang paling utama ketimbang sendiri. Karena, orang yang melaksanakan sholat berjamaah akan mendapatkan 27 derajat pahala. Lantas, apa saja keutamaannya? Yuk, simak pembahasan 10 keutamaan shalat berjamaah di masjid daripada sendiri yang patut diketahui.

Shalat berjamaah adalah melaksanakan ibadah sholat wajib secara bersama-sama di masjid yang paling utama daripada sendiri. Orang yang mengerjakan sholat 5 waktu berjamaah maka Allah SWT akan beri pahala sebanyak 27 derajat untuk bekal di akhirat. Sedangkan, mengerjakan sholat dengan sendiri maka pahalanya 1 derajat, itupun kalau bacaan surah Al-fatihahnya benar.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhri dan Muslim,

 “Sholat berjamaah lebih afdhal daripada sholat sendirian sebanyak 27 kali lipat.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Keutamaan Sholat Dhuha 2 Rakaat, Bacaan Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Keutamaan Shalat Berjamaah

Keutamaan Shalat Berjamaah

Banyak sekali keutamaan shalat berjamaah yang bisa didapatkan bagi orang yang mengamalkannya. Begitupun dengan laki-laki yang beragama islam tentu diwajibkan untuk mengerjakan sholat fardu di masjid lebih baik daripada di rumah. Setiap kali kita pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat 5 waktu maka Allah SWT akan memberikan pahala dalam setiap langkah kakinya.

Adapun, hadist yang menjelaskan tentang pahala bagi orang yang pergi ke masjid untuk mengerjakan sholat berjamaah.

“Barangsiapa yang berangkat menuju masjid untuk shalat berjamaah, maka satu langkah akan menghapus dosa dan langkah berikutnya dicatat sebagai amal kebaikan, baik pada saat berangkat maupun kembali.” (H.R Ahmad).

Maka dari itu, jika anda diberi kesehatan oleh Allah SWT maka manfaatkan waktu untuk mengerjakan sholat 5 waktu secara berjamaah di masjid agar mendapat pahala yang tak terhingga. Sehingga, masjid akan lebih makmur dan sejarahtera.

10 Keutamaan Shalat Berjamaah

10 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Daripada Sendiri

Berikut ini, 10 keutamaah shalat berjamaah yang wajib dikerjakan bagi umat muslim, diantaranya:

Mendapatkan Pahala yang Berlipat

Keutamaan shalat berjamaah yang pertama adalah akan mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah SWT kepada umat muslim yang menjalankannya. Setiap kali kita mengerjakan sholat fardhu maka pahala yang akan didapatkan sebanyak 27 derajat. Belum lagi, dengan amalam ibadah Sunnah yang telah dikerjakan, maka akan semakin banyak pula pahala yang didapatkannya.

Begitupun dengan melaksanakan shalat subuh di masjid secara berjamaah, maka pahala yang dapatkan semakin banyak pula. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,

 “Seseorang yang melaksanakan shalat shubuh berjamaah, maka orang itu akan mendapatakan pahala 119 kali dibandingkan dengan shalat sendiri.” (H.R Muslim).

Didoakan Oleh Para Malaikat

Siapa sih yang tidak mau didoakan oleh para malaikat, semua umat muslim pasti menginginkannya. Oleh karena itu, jika anda ingin didoakan oleh para malaikat maka kalian harus mengerjakan sholat 5 waktu di masjid secara berjamaah. Pasalnya, Ini termasuk salah satu keutamaan shalat berjamaah yang didapat bagi umat muslim yang menjalankannya.

Apalagi jika anda menunaikan shalat berjamaah berada di barisan shaf pertama. Maka pahala yang akan didapatkan sangat berlipat ganda. Untuk itu, kita sebagai umat muslim mari kita sama-sama makmurkan masjid dengan cara shalat berjamaah.

Mendapat Perlindungan Allah di Hari Kiamat

Adapun, keutamaan shalat berjamaah berikutnya adalah mendapat perlindungan Allah di hari kiamat nanti. Kemantapan hati beriman kepada Allah SWT dan selalu bershawalat kepada Rasulullah SAW serta mengutamakan shalat berjamaah di masjid maka akan termasuk pada golongan yang mendapat syafaat dari Allah SAWT. Hal ini tentunya manfaat dan keutamaan sholat secara berjamaah sangat membantu untuk mendapat bekal diakhirat nanti.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam hadist,

 “Ada tujuh golongan yang dinaungi kelak di hari kiamat, salah satunya adalah orang yang  hatinya terpaut dengan masjid. Seorang pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, orang-orang itulah yang akan mendapat perlindungan Allah saat hari Kiamat kelak.” (HR. Al Bukhori)

Baca Juga: Keutamaan Sholat Tahajud 40 Hari Berturut-turut

Terhindar dari Sifat Munafik

Keutamaan shalat berjamaah selanjutnya adalah akan terhindar dari sifat munafik. Seperi yang telah ketahui bahwa sifat ini merupakan salah satu sifat yang paling tidak disukai oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai hamba yang lemah tentu harus ikhlas dalam mengerjakan kewajiban shalat agar dapat terhindar dari sifat munafik tersebut.

Diampuni Dosa

Selain terhindar dari sifat munafik, keutamaan shalat berjamaah yaitu diampuni dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Selama hidup ini tentu kita banyak sekali melakukan perbuatan yang salah baik disengaja maupun tidak yang bisa menimbulkan dosa sangat besar. Oleh sebab itu, untuk menghindari keselahan perbuatan yang dilakukan dan ingin diampuni dosa maka segera bangkit untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat seperti mengerjakan shalat berjamaah dengan ikhlas.

Nah, itulah pembahasan 10 keutamaan shalat berjamaah di masjid daripada sendiri yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Cara Mengqodho Sholat Ashar Beserta Bacaan Niat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

 

Banyak sekali amalan ibadah shalat Sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat muslim untuk menambah pahala dan amal untuk bekal di akhirat. Salah satu sholat Sunnah yang bisa kita lakukan adalah ibadah shalat Sunnah tahiyatul masjid. Lantas, bagaimana pelaksanaannya? Yuk, simak pembahasan tata cara shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara? Ini jawabannya.

Shalat tahiyatul masjid adalah salah satu sholat Sunnah yang dapat dilakukan sebanyak 2 rakaat. Waktu pelaksanaaan sholat tahiyatul masjid ini hanya dikerjakan pada saat pertama kali masuk masjid. Shalat ini hanya dikerjakan secara munfarid tidak berjamaah. Ketika seseorang selalu mengerjakan shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara munfarid, makka Allah SWT akan memberikan ganjaran lebih besar.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Sesudah Subuh

Shalat Tahiyatul Masjid Dilaksanakan Secara

Shalat Tahyatul Masjid Dilaksanakan Secara

Seperti yang telah sampaikan diatas, bahwa shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara munfarid alias sendiri tidak boleh secara berjamaah. Ketika mau mengerjakan sholat 5 waktu di masjid, maka sebelum melaksanakan sholat fardu, dan sudah masuk ke masjid maka kalian bisa melakukan sholat tahyatul masjid terlebih dahulu.

Dimana, shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara ini merupakan amal ibadah untuk mendapatkan penambah ganjaran untuk bekal diakhirat nanti. Disamping itu, kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberi segala keselamatan dan dilimpahkan rezeki dan dikabulkan doa yang dipanjatkan. Apabila kita sudah selesai mengerjakan sholat tahyatul masjid, maka kita bisa melanjutkan menunaikan ibadah sholat fardu.

Bacaan Niat Shalat Tahiyatul Masjid

Bacaan Niat Shalat Tahyatul Masjid

Setelah membaca pembahasan shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sendiri, tentu kita haru hafal bacaan niatnya. berikut ini, bacaan niat shalat tahiyatul masjid, yaitu:

أُصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: “Ushallî tahiyatal masjidi rak’ataini sunnatan lillîhi ta’âla.”

Artinya: Saya shalat Tahiyatul Masjid dua rakaat sunnah karena Allah ta’ala.

Tata Cara Shalat Tahiyatul Masjid

Tata Cara Shalat Tahiyatul Masjid Dilaksanakan Secara Ini Jawabannya

Apabila kita sudah mengetahui tentang shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sendiri, kita bisa coba langsung praktek didalam tata cara shalat tahiyatul masjid, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surah dalam Al-quran

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud Akhir

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

Latin: “At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.”

Atau,

لتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ

جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Latin: ”Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.”

Membaca Salam

Nah, itulah pembahasan tata cara shalat tahiyatul masjid dilaksanakan secara? Ini jawabannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Shalat Sunnah Rawatib Lebih Utama Dikerjakan Secara Sendiri atau Berjamaah

 

Dalam mengerjakan ibadah sholat Sunnah tarawih terdapat banyak sekali keutamaan yang didapatkan bagi seseorang yang menjalankannya. Apalagi ketika pada 10 malam terakhir terdapat keutamaan yang sangat berharga Allah SWT memberikannya. Lantas, apa saja keutamaannya? Yuk, simak pembahasan 10 keutamaan shalat tarawih adalah, ini jawabannya.

Keutamaan Shalat Tarawih

Keutamaan Shalat Tarawih

Sebelum membahas tentang keutamaan shalat tarawih, tentu kita harus pahami arti dari shalat tarawih tersebut. Ini merupakan salah satu amalan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan bagi umat muslim di bulan Ramadhan.

Setiap hari di bulan Ramadhan terdapat banyak keutamaan yang pastinya diperoleh. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist riwayat Bukhari dan Muslim,:

 “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR al-Bukhari, Muslim)

10 Keutamaan Shalat Tarawih

10 Keutamaan Shalat Tarawih Adalah, Ini Jawabannya

Berikut ini, 10 keutamaan shalat tarawih di 10 malam terakhir yang akan diperoleh bagi umat muslim yang telah menjalankannya, yaitu:

Malam Ke 20

Pada malam ke 20 bulan suci Ramadhan, Allah SWT akan memberikan pahala seperti pahala bagi orang yang mati syahid. Ini merupakan salah satu keutamaan shalat tawarih untuk orang-orang yang sholeh dan sholehah.

Malam Ke 21

Keutamaan shalat tawarih pada malam ke 21 bulan Ramadhan yaitu Allah SWT akan memberikan sebuah bangunan rumah di surga.

Malam Ke 22

Adapun, keutamaan shalat tawarih untuk malam ke 22 yaitu Allah SWT akan memberikan keselamatan dari kesedihan dan kesusahan pada hari kiamat. Oleh karena itu, apabila seseorang mengerjakan sholat tarawih di malam ke 22, maka mereka akan selamat dari kebingungan.

Malam Ke 23

Malam ke 23 saat bulan Ramadhan bagi orang yang mengerjalan shalat tarawih memiliki banyak fadilah. Sebutkan keutamaan shalat tarawih di malam ke 23 bulan puasa (Ramadhan) ini yaitu Allah SWT tentunya akan membangun kota didalam surga.

Malam Ke 24

Di malam ke 24, keutamaan shalat tarawih bagi orang yang menjalankan akan mendapat doa yang manjur dan mustajab. Dengan doanya dikabulakan tentu kita harus memanfaatkan bulan Ramadhan agar mendapat banyak pahala.

Malam Ke 25

Sedangkan, keutamaan shalat tawarih pada malam ke 25, Allah SWT akan memberikan ganjaran dengan menghilangkan dari siksa kubur.

Malam Ke 26

Keutamaan shalat tarawih untuk malam ke 26, Allah SWT akan memberikan pahala selama empat puluh tahun bagi orang yang mengerjakannya.

Malam Ke 27

Keutamaan shalat tarawih selanjutnya di malam ke 27, Allah SWT memberikan jalan siratal mustaqiim pada hari kiamat yang begitu cepat.

Malam Ke 28

Pada malam ke 28, Allah SWT akan mengangkat seribu deraajat di dalam surga bagi umat muslim yang telah mengerjakan sholat Sunnah tarawih.

Malam Ke 29

Kemudian, keutamaan shalat tarawih di malam ke 29, Allah SWT akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima bagi orang yang mengerjakan sholat tarawih.

Malam Ke 30

Keutamaan sholat tarawih di malam ke 30, Allah SWT akan memberikan balasan di surge seperti makan buah-buahan, minum di telaga kautsar dan mandi dengan air salsabil, dll.

Bacaan Niat Sholat Tarawih

Bacaan Niat Sholat Tarawih

Bacaan Niat Sholat Tarawih Berjamaah Jadi Imam

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā

Artinya,”Aku berniat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah SWT.”

Bacaan Niat Sholat Tarawih Berjamaah Jadi Makmum

Latin: “Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā

Artinya, “Aku berniat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah SWT.”

Tata Cara Sholat Tarawih

Tata Cara Sholat Tarawih

Beriktu ini, beginilah tata cara sholat tarawih berjamaah atau sendiri di masjid maupun rumah, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam al-quran

Rukuk

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga,

Tasyahud akhir,

Salam

Nah, itulah pembahasan 10 keutamaan shalat tarawih adalah, ini jawabannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat dan Bacaan Niatnya

 

Dalam setiap mengerjakan salah satu sholat 5 waktu (sholat fardu) terdapat tasyahud awal yang dapat dilakukan sebagai rukun sholat. Dimana, ketika kita melaksanakan tasyahud awal ada bacaan yang harus dibacakan agar pengerjaan tasyahud tersebut tumaninah. Lantas, bagaimana doa dalam melakukan tasyahud awal tersebut? Yuk, simak pembahasan bacaan tasyahud awal dan akhir versi muhammadiyah dan NU dibawah ini.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Sesudah Subuh

Bacaan Tasyahud Awal

Bacaan Tasyahud Awal

Bacaan tasyahud awal terdapat bacaan mengagungkan pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW yang akan dibacakan. Setiap umat muslim akan membacakan doa tasyahud awal terdapat 2 versi antara NU dan Muhammadiyah. Walaupun, bacaan tasyahud awal sedikit berbeda tetapi tujuannya sama kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Posisi Tasyahud Awal

Posisi Tasyahud Awal

Setelah membaca pembahasan bacaan tasyahud awal, tentu kita bisa mempraktekan bagaimana posisi tasyahud awal yang harus dilakukan dengan benar yaitu duduk diantara dua sujud dengan posisi jari telunjuk menunjuk kearah depan.

Sedangkan, posisi tasyahud akhir dilakukan dengan duduk tawarruk yaitu menempelkan bagian isi dari pantat ke bagian lantai. Sedangkan kaki kiri ditempatkan area bawah serta ujung kaki keluar bagian arah kanan. Bagian pangkal paha, seperti dua mata kaki di atas dua otot. Jari-jari kaki kanan menekan ke tanah.

Baca Juga: Bacaan Sholat Subuh dari Niat Sampai Salam Beserta Artinya

Bacaan Tasyahud Awal Versi Muhammadiyah

Bacaan Tasyahud Awal dan Akhir versi Muhammadiyah dan NU

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ

اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ

، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: “Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”

Bacaan Tasyahud Awal Versi NU

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi [Muhammad]. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Bacaaan Tasyahud Akhir Versi Muhammadiyah

لتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ

جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya: “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah. Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya. Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Seperti rahmat yang tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.”

Bacaan Tasyahud Akhir Versi NU

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi [Muhammad]. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

Nah, itulah pembahasan bacaan tasyahud awal dan akhir versi muhammadiyah dan NU yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Sholat Subuh dan Bacaan Niat Beserta Gambarnya