Shalat tasbih merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim. Dimana, sholat ini terdapat banyak bacaan tasbih disetiap pergerakan shalatnya. Shalat tasbih ini sering dilakukan oleh umat muslim di Indonesia pada waktu malam lailatul qadr di bulan Ramadhan. Ini adalah malam yang paling mulia dimana Allah SWT akan mengampuni segala dosa-dosa umatnya bagi yang menjalankan ibadah wajib dan sunnah. Penasaran? Yuk, simak pembahasan shalat tasbih NU, bacaan niat, waktu pelaksanaan dan tata caranya.

Baca Juga: Niat Sholat Istighosah dan Bacaan Doanya untuk Meminta Pertolongan Allah SWT

Shalat Tasbih NU

Shalat Tasbih NU, Bacaan Niat, Waktu Pelaksanaan dan Tata Caranya

Shalat tasbih NU adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada siang atau malam hari dilakukan sebanyak 4 rakaat. Dimana, Rasulullah SAW telah menyampaikan keutamaan shalat tasbih kepada pamannya yang bernama Abbas didalam sebuah hadits riwayat Abu Rafi’. Dalam berbagai buku kitab fiqh banyak sekali penjelasan-penjelasan tentang shalat tasbih. Bahkan para ulama syafi’iyah berpandang bahwa shalat tasbih ini adalah sunnah.

Keutamaan shalat tasbih NU tentu memiliki keistimewaan dan manfaat yang sangat besar. Bahkan dari berbagai macam kitab lain menyatakan bahwa Imam As-Subki pernah berkata:” tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama.

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang dan malam hari. Bagi beliau bila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam. Dalam kitab Al-Adzkâr-nya beliau menyatakan:

فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

Artinya: “Bila shalat dilakukan di malam hari maka lebih kusukai bila bersalam dalam dua rakaat. Namun bila di siang hari maka bila mau bersalam (pada dua rakaat) dan bila mau maka tidak bersalam (di dua rakaat).”

Bacaan Niat Shalat Tasbih

Bacaan Niat Shalat Tasbih

Berikut ini, lafadz doa bacaan niat shalat tasbih NU, yaitu:

Empat Rakaat Dengan Satu Kali Salam

Bacaan niat shalat tasbih NU sebanyak empat rakaat dengan satu kali salam,:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnat tasbīhi arba‘a rak‘ātin lillāhi ta‘ālā.”

Artinya, ” saya niat shalat sunah tasbih empat rakaat menghadap ke kiblat karena Allah Ta’ala.”

Empat Rakaat Dengan Dua Kali Salam

Bacaan niat shalat tasbih NU sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnat tasbīhi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.”

Artinya, “Saya niat shalat sunnah tasbih dua rakaat menghadap ke kiblat karena Allah SWT.”

Baca Juga: Sholat Sunnah Awwabin: Niat, Bacaan, dan Tata Caranya

Waktu Pelaksanaan Shalat Tasbih

Waktu Pelaksanaan Shalat Tasbih

Waktu pelaksanaan shalat tasbih NU bisa dilakukan atau dikerjakan pada siang atau malam hari yang tidak dilaksanakan pada waktu yang dilarang untuk shalat. Namun, hal yang paling baik mengerjakan shalat tasbih NU itu dilakukan pada malam hari sebanyak 4 rakaat dengan dua kali salam.

Begitupun pada siang hari, umat muslim boleh mengerjakan shalat tasbih ini sebanyak 2 rakaat satu kali salam dan dilanjutkan mengerjakan shalat  2 rakaat satu kali salam.

Tata Cara Shalat Tasbih

Tata Cara Shalat Tasbih

Sebagai berikut, urutan tata cara shalat tasbih NU, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran. Akan tetapi, sebelum menggerakan ruku’ dianjurkan membaca tasbih dengan kalimat “subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar” sebanyak 15 kali. Setelah itu baru melakukan ruku.
  • Ruku, sebelum melanjutkan gerakan I’tidal membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu, baru lanjut gerakan I’tidal
  • I’tidal. Pada saat itidal dan belum gerakan menuju sujud, harus membaca tasbih terlebih dahulu sebanyak 10 kali. Selanjutnya lanjut melakukan gerakan sujud.
  • Sujud. Begitupun saat sujud pertama sebelum menuju duduk harus membaca tasbih 10 kali dan dilanjut duduk.
  • Duduk di antara dua sujud. Sebelum dilanjutkan sujud kedua, pada saat duduh ini harus membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  • Sujud kedua. Membaca tasbih 10 kali sebelum melanjutkan rakaat kedua.
  • Berdiri kembali untuk melanjutkan rakaat kedua, caranya sama seperti rakaat pertama hingga
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Jadi, total membaca tasbih dalam  2 rakaat ini yang harus dibacakan sebanyak 75 kali. Disamping itu, setiap gerakan ruku dan lainnya harus dilakukan secara tuma’ninah dan fokus terhadap bacaan doa sholat yang wajib dibacakan.

Nah, itulah pembahasan shalat tasbih NU, bacaan niat, waktu pelaksanaan dan tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin dan Artinya

 

Mengerjakan shalat sunnah fajar tentu memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang akan didapatkan bagi seseorang yang telah menjalankannya. Dimana, setiap semua orang dapat mengerjakan shalat fajar dikarenakan rasa ngantuk yang menyelimutinya. Lantas, apa saja manfaat dan keistimewaan shalat sunnah fajat tersebut? Yuk, simak pembahasan 5 keutamaan shalat fajar, beserta bacaan niat dan tata caranya.

Baca Juga: 5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh Beserta Niatnya, Ibadah Sunnah yang Mulia

Keutamaan Shalat Fajar

Keutamaan Shalat Fajar

Keutamaan shalat fajar memilimi keistimewaan tersendiri. Dimana, waktu pelaksanaan shalat sunnah fajar ini dilakukan sebelum subuh sebanyak 2 rakaat. Shalat sunnah tersebut dalam istilah lain sering dikaitkan sebagai sholat sunnah qobliyah subuh. Dimana, umat islam dianjurkan untuk mengerjakan shalat fajar sebelum menunaikan shalat subuh.

Walaupun sebetulnya, mengerjakan shalat fajar tentu memiliki banyak keutamaan yang sangat baik dan juga lebih istimewa, seperti dimudahkan rezeki, mendapat pahala dan dibuatkan rumah di surga. Namun tak jarang banyak sekali orang yang mengatakan perbedaan sholat fajar dan juga shalat sunnah qobliyah subuh.

Shalat fajar dilaksanakan ketika sudah terjagi pergeseran waktu malam dan pagi hari. Sedangkan shalat qobliyah subuh dilakukan sebelum sholat subuh. secara umum, waktu fajar itu pada saat matahari akan terbi disisi timur terlihat cahaya kemerah-merahan dilangit.

Baca Juga: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

5 Keutamaan Shalat Fajar

5 Keutamaan Shalat Fajar, Beserta Bacaan Niat dan Tata Caranya

Beriktu ini, 5 keutamaan shalat Fajar yang memiliki banyak sekali keistimewaan, yaitu:

Mendapat Pahala dan Sangat Baik dari Dunia dan Seisinya

Keutamaan shalat fajar yang dapat diperoleh bagi orang yang melaksanakan, yaitu mendapat pahala dan sangat dari dunia dan seisinya. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Musim dan AT-Tirmidzi, yaitu:

“Dua rakaat (sebelum) fajar (salat Subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Ini maksudnya bagi umat islam yang selalu melaksanakan ibadah sholat Sunnah qobliyah subuh secara rutin tanpa putus. Selain itu, hadist lain yang memberikan penjelasan tentang keutamaan mengerjakan shalat qobliyah subuh, yaitu:

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada salat Isya dan salat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

Mengikuti teladan Rasulullah SAW termasuk salah satu keutamaan shalat fajar. Dimana, Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Sunnah ringan sebelum melaksanakan shalat wajib (shalat subuh).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga salat Subuh. Sebelum salat Subuh dimulai, beliau dahului dengan 2 rakaat ringan,” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

Menutup Kekurangan Shalat Wajib

Adapun, keutamaan shalat fajar yang didapatkan kepada orang yang menunaikan, yaitu dapat menutup kekurangan shalat. Dimana, kita sebagai hamba Allah pastinya memiliki banyak kesalahan yang sering dilakukan ketika sedang mengerjakan shalat lima waktu tersebut. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,:

Artinya “Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat.

Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu.

Lihatlah kalian pada sholat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna.

Namun, jika sholatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan sholat sunah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan sholat sunah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu Daud).

Balasan Rumah di Surga

Selain itu, keutamaan shalat fajar yaitu Allah akan memberi balasan rumah di surga. Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadits dari Ummu Habibah RA,:

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Seorang hamba yang muslim melakukan sholat sunah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan sholat-sholat tersebut.” (HR. Muslim).

Pahala Tak Terbatas

Pahala Tak Terbatas, Keutamaan Shalat Fajar

Selanjutnya, keutamaan shalat fajar berikutnya yaitu mendapatkan pahala tak terbatas. Jika seorang umat muslim tidak pernah meninggalkan shalat fajar secara rutin, maka Allah SWT akan memberikan pahala dengan jumlah yang tidak terbatas. Seperti Nabi Muhammad SAW telah pernah meninggalkan shalat sunnah sebelum subuh yang dilakukan sebanyak 2 rakaat.

“Aisyah RA berkata, “Nabi SAW tidaklah menjaga sholat sunnah yang lebih daripada menjaga sholat sunah dua rakaat sebelum subuh.” (HR Muslim).

Tata Cara Shalat Fajar

Tata Cara Shalat Fajar

Sebagai berikut, urutan tata ara shalat fajar secara singkat yang sesuai sunnah Rasulullah SAW, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca surah al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur’an
  • Rukuk
  • I`tidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua rakaat pertama
  • Berdiri dan mengulang urutan di atas sejak membaca Surah al-Fatihah hingga sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir
  • Mengucapkan salam, sambil menoleh ke kanan dan kiri

Nah, itulah pembahasan 5 keutamaan shalat fajar, beserta bacaan niat dan tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 7 Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib Muakkad dan Ghairu Muakkad, Qobliyah dan Ba’diyah

 

Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang didapatkan ketika menjalankan ibadah shalat sunnah yang dilakukan secara terus-menerus. Dimana, mengerjakan shalat sunnah menjadikan amal ibadah untuk bekal diakhirat nanti. Disamping itu, menunaikan sholat sunnah tentu akan mendapatkan perlindungan dan dilimpahkan rezeki yang secara tidak disangka-sangka oleh Oleh Allah SWT. Penasaran? Mari kita simak pembahasan 7 keutamaan shalat sunnah rawatib muakkad dan ghairu muakkad, qobliyah dan ba’diyah.

Baca Juga: Contoh Shalat Sunnah Ghairu Muakkad, Beserta Perbedaan Shalat Sunnah Muakkad

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Sebelum membahas keutamaan shalat sunnah rawatib, tentu kita sebagai umat muslim harus tahu jumlah rakaat dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib tersebut. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist. telah bersabda,

‏ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ ‏

“Jika seorang hamba Allah SWT salat 12 rakaat (sunah) setiap hari, sebelum dan setelah salat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga.” (HR Muslim).

Adapun, keutamaan yang mengerjakan 12 rakaat shalat Sunnah rawatib dan tidak pernah ketinggalan sudah dijelaskan dalam sebuah hadist,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ

وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Tirmidzi).

Hukum mengerjakan shalat Sunnah rawatib adalah Sunnah muakkad. Artinya sangat baik dan dianjurkan bagi umat muslim untuk mengerjakannya. Bahkan salah satu imam hanafiyah berpendapat bahwa melaksanakan sholat Sunnah rawatib memiliki makna seperti wajib.

7 Keutamaan Shalat Sunah Rawatib

7 Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib Muakkad dan Ghairu Muakkad, Qobliyah dan Ba’diyah

Berikut ini, 7 keutamaan shalat sunnah rawatib yang akan didapatkan bagi seseorang yang menjalankan, shalat sunnah muakkad dan ghairu muakkad ( sholat qobliyah dan ba’diyah) yaitu:

Dijauhkan dari Siksa Api Neraka

Keutamaan shalat Sunnah rawatib yang pertama akan dijauhkan dari siksa api neraka. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,

“Barangsiapa yang senantiasa menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, niscaya Allah mengharamkan dirinya dari api neraka.” (HR.Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah).

Membangunkan Rumah di Surga

Selain mendapat pahala, keutamaan shalat Sunnah rawatib yaitu Allah SWT akan membangunkan rumah di surga. Dimana, ketika seseorang melaksanakan ibadah shalat Sunnah dengan rutin maka akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim mari sama-sama untuk mengerjakan sholat Sunnah rawatib sebagai bekal amal ibadah.

Mendapat Rahmat Yang Melimpah

Adapun, keutamaan shalat Sunnah rawajib yang akan diberikan oleh Allah SWT yaitu mendapat rahmat yang melimpah. Dimana, kata dari rahmat yang melimpah tersebut sangat beragam baik dari mendapat orang-orang yang baik disekitar hingga dalam bentuk rezeki.

Dijauhkan Dari Sifat Sombong dan Riya

Selanjutnya, keutamaan shalat Sunnah rawatib bagi orang yang melaksanakannya akan dijauhkan dari sifat sombong dan riya. Dimana, kita akan berserah diri kepada Allah SWT dengan bersujud didalam melaksanakan sholat untuk mendapat perlindungan dan menjauhkan dari sifat yang kurang baik dan menjadi orang yang sholeh dan sholehah.

Diangkat Derajatnya

Keutamaan shalat Sunnah rawatib akan mendapat ganjaran dengan diangkat derajatnya oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim,

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena tidaklah engkau bersujud pada-Nya dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan satu derajatmu dan menghapuskan satu kesalahanmu.” (HR. Muslim).

Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Rawatib

Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Rawatib

Sebagai berikut, jumlah rakaat shalat sunnah rawatib qobliyah dan ba’diyah dan hafal tentang keutamaan shalat sunnah rawatib, yaitu:

Muakkad

12 rakaat shalat Sunnah rawatib muakkad, diantaranya:

  • 2  rakaat sebelum salat subuh
  • 2 rakaat sebelum salat dzuhur
  • 2 rakaat sesudah salat dzuhur
  • 2 rakaat sesudah sholat maghrib
  • 2 rakaat sesudah sholat isya
  • 2 rakaat sebelum sholat subuh

Ghairu Muakkad

Selain 12 rakaat shalat Sunnah rawatib muakkad, terdapat pula yang ghairu muakkad, yaitu:

  • 4 atau 2 rakaat sebelum sholat ashar
  • 2 rakaat sebelum sholat maghrib
  • 2 rakaatsebelum sholat isya

Baca Juga: 5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh Beserta Niatnya, Ibadah Sunnah yang Mulia

Niat Shalat Sunah Rawatib

Adapun, lafadz doa bacaan niat sholat sunnah rawatib, seperti dibawah ini:

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “ushalli sunnatadh dhuhri kok’ataini ba’diyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sesudah dzuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib

Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib

Sedangkan, tata cara shalat sunnah rawatib dengan jumlah rakaat tertentu dan mendapatkan keutamaan shalat sunnah rawatib, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratur ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah didalam Al-Quran

Rukuk tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal tuma’ninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali menunaikan rakaat kedua dilakukan sama seperti pada raakat pertama sampai,

Tasyahud akhir

Salam

Nah, itulah pembahasan 7 keutamaan shalat sunnah rawatib muakkad dan ghairu muakkad, qobliyah dan ba’diyah yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

 

Menunaikan ibadah sholat tentu harus disertai dengan bacaan-bacaannya. Dimana, setiap gerakan yang ada didalam sholat memiliki makna tersendiri. Sehingga orang yang melaksanakan sholat fardu maupun Sunnah mendapat amal untuk bekal diakhir. Adapun, bacaan ruku muhammadiyah, beserta doa sholat lainnya.

Selain kewajiban, mengerjakan sholat wajib maupun Sunnah bukan semata-mata tidak artinya, tetapi kita sedang mencari ridha dari Allah SWT agar hidup dialam dunia dan akhirat nanti mendapat kebaikan dan perlindungan serta dijauhkan dari sifat yang kurang baik. Setiap mengerjakan sholat tentu harus disertai dengan wudhu, niat, takbiratul ihram hingga sampai salam secara ikhlas. Begitupun dengan bacaan ruku muhammadiyah dilakukan dengan tumaninah

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Bayyinah ayat 5,:

Artinya: Dan tidaklah mereka diperintah melainkan supaya menyembah kepada Allah dengan ikhlas kepada-Nya dalam menjalan agama. QS. Al-Bayinnah:5

Baca Juga: Bacaan Sholat Duduk Antara Dua Sujud Muhammadiyah dan NU

Bacaan Ruku Muhammdiyah

Bacaan Ruku Muhammdiyah

Sebelum membaca badaan ruku muhammadiyah, ada berapa hal yang harus kita ketahui tentang shalat. Sholat adalah tiang agama. Dimana, sholat merupakan amal ibadah paling utama untuk menjaga serta meningkatkan dalam keimanan dan juga ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai pencipta alam serta isi didalamnya. Disamping itu, melakukan ibadah sholat menjadi bekal diakhirat nanti ketika kita sudah kembali kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim harus menjaga sholat 5 waktu (sholat fardu) jangan sampai ditinggalkan agar tidak mendapat siksa dari Allah SWT.

Rasululah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist dari Malik bin Huwairis ra,:

قَا لَ رَسُولٌ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : صَلٌّوْا كَمَا رَأَيْتٌمٌوْنِي أٌصَلِّيْ

Rasulullah  saw bersabda, “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat”

Didalam pelajaran ilmu fiqh bahwanya shalat adalah doa. Ini maksudnya adalah setiap pergerakan sholat doa-doa yang tersusun secara lengkap mulai dari niat, takbir hingga berakhir dengan salam. Oleh karena itu, tujuan tersebut merupakan bagian dari syarat dan rukun sholat yang wajib dibaca oleh umat muslim ketika sedang melaksanakannya.

Dengan melaksanakan sholat dan bacaan ruku muhammadiyah yang lebih sempurna, tentu harus dipahami dalam syarat sah sholat, yaitu beragama islam, baligh, berakal dan bersih dari najis serta suci dari haid dan nifas. Selain itu, tak lupa juga mempelajari dalam rukun sholat yang harus dilakukan.

Tata Cara Bacaan Ruku Muhammadiyah

Bacaan Ruku Muhammadiyah, Beserta Doa Sholat Lainnya

Berikut ini, lafadz doa bacaan ruku muhammadiyah yang dapat dibacakan ketika sholat, yaitu:

سُبْحَانَكَ اللّهم رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللّهم اغْفِرْلِيْ

Latin:”Subhaanakallaahumma rabbanaa wabihamdika Allaahummagh firlii

Artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah. Dan dengan memuji Engkau, ya Allah, aku memohon ampun.

Bacaan Sholat Muhammadiyah Lainnya

Bacaan Sholat Muhammadiyah Lainnya

Berikut ini, bacaan sholat muhammadiyah secara lengkap diserta bacaan ruku muhammadiyah, yaitu:

Niat

Bacaan sholat muhammadiyah yang pertama adalah membaca niat didalam hati ikhas karena Allah ta’ala dengan berdiri tegak menghadap kiblat setelah hafal bacaan ruku muhammadiyah.

Membaca Takbiratul Ikhram

Kedua, bacaan sholat muhammadiyah yang termasuk rukun sholat yaitu membaca takbiratul ihram dengan أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan.

Membaca Doa Iftitah

Adapun, bacaan sholat muhamadiyah selanjutnya adalah membaca doa iftitah yang bisa dibacakan dan tahu doa bacaan ruku muhammadiyah, yaitu:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ

خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ

Latin: “Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod.”

Baca Juga: Bacaan Sholat Jenazah Muhammadiyah Lengkap

Membaca Al-Fatihah

Selain itu, bacaan sholat muhammadiyah setelah doa ifititah yaitu membaca Al-Fatihah,:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ

عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Ruku’

Bacan sholat muhammadiyah setelah membaca Al-fatihah yaitu rukuk’ dengan Tuma’ninah sambil membaca,:

سُبْحَانَكَ اللّهم رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللّهم اغْفِرْلِيْ

Latin:”Subhaanakallaahumma rabbanaa wabihamdika Allaahummagh firlii

Artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah. Dan dengan memuji Engkau, ya Allah, aku memohon ampun.

I’tidal

Berikutnya, bacaan sholat muhammadiyah setelah ruku adalah I’tidal dengan Thuma’ninah sambil baca:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Latin: “Sami’allaahu liman hamidah. Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiran thayyiban mubaarokan fiih.”

Artinya: Allah mendengar orang yang memujinya. Ya Tuhanku, bagi Mulah segala puji, pujian yang banyak, baik dan memberkati.

Sujud

Sambil membaca:

سُبْحَانَكَ اللهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللهُمَّ اغْفِرْلِيْ

Latin: “Subhaanakallah humma rabbanaa wa bihamdikallahummaghfirlii.”

Artinya: Maha suci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji kepada Engkau, Ya Allah, aku memohon ampun”

Duduk di antara dua sujud

Bacaan doa ketika duduk diantara dua sujud, setelah hafal bacaan ruku muhammadiyah, yaitu:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Latin: “Rabbighfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii.”

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, cukupilah aku, tunjukilah aku dan berikanlah rezeki kepadaku.

Sujud Kedua

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Latin: “Subhaanakallah humma rabbanaa wa bihamdikallahummaghfirlii.”

Artinya: Maha suci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji kepada Engkau, Ya Allah, aku memohon ampun”

Berdiri, apabila untuk melanjutkan rakaat kedua dan memahami lafadz bacaan ruku muhammadiyah.

Tasyahud awal

Sedangkan untuk bacaan doa tasyahud awal, yaitu:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ،

كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: “Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”

Tasyahud akhir

Adapun, bacaan doa tasyahud akhir yaitu:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا

عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى

آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا

وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Salam

Bacaan salam pada sholat yaitu:

Ke kanan : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ke kiri : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Nah, itulah pembahasan bacaan ruku muhammadiyah, beserta doa sholat lainnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Iftitah Muhammadiyah, Doa Lengkap Beserta Tata Caranya

 

Di musim kemarau yang berkepanjangan tentu dapat menimbulkan kebutuhan air pasti akan semakin berkurang. Hal ini membuat semua orang akan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, kita sebagai umat muslim disunnahkan bisa melaksanakan shalat istisqa untuk meminta hujan agar segera turun. Lantas, bagaimana cara mengerjakan sholat istisqa? Yuk, simak pembahasan tata cara shalat istisqa legkap bacaan niat arab, latin dan artinya.

Kekeringan tentu dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan baik manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Yang mana, air merupakan sumber kebutuhan yang sangat dibutuhkan bagi makhluk hidup didalam kehidupannya.

Seperti yang telah ketahui tata cara shalat istisqa, bahwa kekeringan air bisa menyebabkan pasokan air dari tanah akan hilang atau berkurang. Sehingga, tak heran jika masyarakat selalu membuat bendungan atau sumur dalam mengatasi kekeringan air disaat musim kemarau.

Kondisi kekeringan air, umat muslim sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT untuk segera turun hujan dengan cara melaksanakan shalat Sunnah istisqa. Cara melakukan atau mengerjakan tata cara shalat istisqa ini dapat dilakukan secara berjamaah baik di masjid maupun lapangan. Ini merupakan salah satu jalan terbaik dalam meminta hujan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Perbedaan Shalat Fajar dan Sholat Qobliyah Subuh, Beserta Bacaan Niatnya

Tata Cara Shalat Istisqa

Tata Cara Shalat Istisqa

Setiap mengerjakan ibadah wajib maupun Sunnah tentu harus diserta dengan niat dan tata cara. Seperti halnya kita akan mengerjakan shalat Sunnah maka harus membaca niat, seperti niat dan tata cara shalat istisqa. Cara pelaksanaan shalat istisqa tentu hampir sama seperti shalat idul fitri maupun idul adha. Akan tetapi, perbedaannya adalah terletak pada pembacaan takbir, khutbah dan lainnya.

Hukum shalat istisqa adalah sunnah muakkad. Ibadah Sunnah ini tentunya sangat dianjurkan ketika terjadi kekeringan air akibat kemarau yang berkepanjangan.

Allah SWT telah berfirman dalam surah HUD ayat 52,

Artinya: ” Wahai kaumku, mohon ampunlah kepada Tuhan kalian, kemudian taubatlah kalian kepada-Nya, pasti Dia akan menurunkan hujan yang sangat lebat atas kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan pada kekuatan kalian. Dan janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud: 52).

Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim tentunya harus hafal bacaan niat dan tata cara pelaksanaan agar lebih mudah ketika mengerjakannya. Selain itu, jangan lupa membaca doa-doa, istigfar dan juga memperbanyak sedekah.

Uruatan Tata Cara Shalat Istisqa

Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini, urutan tata cara shalat istiqa secara berjamaah dan disertai bacaan niat shalat istisqa, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul ihram

Membaca Takbir Sebanyak 7 Kali pada rakaat pertama

Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah pendek

Ruku dengan tumaninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca didalam tata cara shalat istisqa:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal dengan tumaninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud dengan tumaninah

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca dari tata cara shalat istisqa:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat yang kedua

Pada saat rakaat kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali dan dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah serta membaca surah dalam Al-Quran.

Ruku hingga sampai diakhir dengan

Salam

Setelah selesai mengerjakan shalat istisqa, dilanjutkan khutbah pertama dan membaca istigfar sebanyak Sembilan kali,

Latin: “Astaghfirullaahal ‘adhiimal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyumu wa atuubu ilaihi.

Artinya: ” Saya mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepada-Nya.”

Kemudian, melanjutkan khutbah kedua. Namun sebelumnya, membaca istigfar sebanyak tujuh kali serta harus penuh dengan keyakinan merendahkan diri kepada Allah SWT untuk meminta turun hujan. Setelah itu dilanjutkan membaca doa bersama.

Baca Juga: Bacaan Niat Tahiyatul Masjid Jumat Beserta Tata Caranya

Bacaan Niat Shalat Istisqa

Bacaan Niat Shalat Istisqa

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat shalat istisqa untuk imam dan makmum untuk meminta turun hujan dan memahami tata cara shalat istisqa:

Bacaan Lafal Niat Shalat Istisqa Bagi Imam

Latin: “Ushollii sunnatal istisqa’i rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa, allaahu akbar.”

Artinya: ” Saya berniat sholat sunnah Istisqo dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala. Allaahu Akbar.”

Bacaan Lafal Niat Shalat Istisqa Bagi Makmum

Latin” Ushollii sunnatal istisqa’i rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa, allaahu akbar.”

Bacaan Doa Setelah Shalat Istisqa

Bacaan Doa Setelah Shalat Istisqa

Bacaan doa setelah shalat istisqa yang bisa dibacakan ketika berdoa bersama dalam meminta hujan dan setelah hafal niat shalat istisqa, yaitu:

Latin: “Allaahummaj’al suqyaa rahmatin wa laa taj’alhaa suqyaa ‘adzaabin wa laa muhqin wa laa balaa’in wa laa hadamin wa laa gharaqin.”

Artinya: ” Wahai Allah, Jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat, janganlah Engkau jadikan sebagai siraman siksa, memusnahkan harta, bencana, menghancurkan dan menenggelamkan.”

Latin: “Allahumma inna bil ‘ibadi wal biladi wal baha-imi wal khalqi minal bala-i wal juhdi wad dhanki maa la nasyku illa ilaika.”

Artinya:“ Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu.”

Latin: “Allahumma ‘alath-thiroobi wal akaami wa manaabitisy-syajari wa buthuunil audiyati allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allaahumma asqinal ghoitsa wa laa taj’alnaa minal qoonithiina.”

Artinya:” Ya Allah, curahkanlah hujan di atas gundukan tanah, bukit-bukit, tempat tumbuh-tumbuhan pohon, dan pada waduk-waduk lembah. Ya Allah curahkanlah hujan di sekitar kami dan jangan di atas kami. Ya Allah, curahkanlah hujan pada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa.”

Nah, itulah pembahasan tata cara shalat istisqa legkap bacaan niat arab, latin dan artinya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Shalat Istisqa yang Benar Adalah, Beserta Tata Caranya

 

Didalam melaksanakan shalat subuh terdapat pula shalat Sunnah yang bisa diamalkan. Salah satu yaitu sholat qobliyah subuh. Dimana, umat islam dianjurkan mengerjakan shalat tersebut sebelum melakukan shalat subuh. Lantas, bagaimana dengan bacaan sholatnya? Yuk, simak pembahasan bacaan sholat Sunnah sebelum subuh, beserta niat dan tata caranya secara lengkap.

Baca Juga: Bacaan Dan Niat 2 Rakaat Sebelum Subuh Sesudah Adzan Dan Tata Caranya

Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

Membaca bacaan sholat Sunnah sebelum subuh atau lebih dikenal dan sering disebut sholat qobliyah subuh bisa dibacakan dalam hati. Waktu pelaksanaan sholat qobliyah dilakukan pada saat sebelum menjelang sholat subuh dengan mengerjakan sebanyak atau berjumlah 2 rakaat. Shalat fajar ini maksudnya adalah jamaah bisa menunaikan ibadah shalat qobliyah subuh ketika waktu fajar telah tiba.

Lebih jelasnya, tentang sholat qobliyah yaitu melaksanakan shalat Sunnah 2 rakaat dikerjakan pada waktu saat fajar tiba atau dikenal sebelum mau menunaikan ibadah shalat subuh.

Tata Cara Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Tata Cara Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Tata cara bacaan sholat Sunnah sebelum subuh memang hampir sama dengan shalat wajib atau Sunnah lainnya. Tetapi, shalat qobliah ini bisa dilakukan dengan waktu yang lebih singkat dan membaca surah pendek. Jangan lupa harus disertai dengan lafad doa niat bacaan sholat Sunnah sebelum subuh. Berikut ini, tata caranya:

Membaca Niat

Takbiratul ihram

Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ اِھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ

عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ

Rukuk

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal dengan tumaninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud dengan tumaninah

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat yang kedua

Diakhiri dengan membaca salam

Baca Juga: Contoh Shalat Sunnah Ghairu Muakkad, Beserta Perbedaan Shalat Sunnah Muakkad

Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Berikut ini, bacaan niat sholat sunnah sebelum subuh dan hafal juga lafadz doa bacaan sholat sunnah sebelum subuh, yaitu:

Latin: “Ushalli sunnatas shubhi rak’ataini lillahi ta’ala”.

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah sebelum subuh 2 rakaat menghadap ke qiblat karena Allah SWT.”

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Adapun, bacaan dzikir dan doa setelah sholat sunnah sebelum subuh yang bisa dibacakan ketika sudah hafal bacaan sholat sunnah sebelum subuh, yaitu:

Membaca Istigfar

Dzikir dan doa setelah sholat Sunnah sebelum subuh yang pertama membaca istigfar sebanyak 33 kali. Rasulullah SWT telah bersabda didalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibu Majah:

“Barang siapa membiasakan diri untuk senantiasa beristigfar, Allah akan memberikan jalan keluar di setiap kesulitan, kebahagian dari setiap kesusahan, dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka,” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Doa

Selain itu, dzikir dan doa setelah sholat Sunnah sebelum subuh bisa membaca doa apa saja yang ingin diamalkan seperti membaca doa dibawah ini:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabarakta yaa dzal jalaali wal ikram

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah,”. “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan dan darimu-Mu keselamatan. Maha suci Engkau, wahai tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan.”

Setelah itu, juga ada waktu sebelum shalat subuh tiba maka bisa dilanjutkan membaca tahmid, tasbih, takbir hingga membaca alquran.

Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Selain bacaan sholat Sunnah sebelum subuh, banyak sekali keistimewaan dalam melaksanakan shalat qobliyah subuh tersebut. Berikut ini keutamaan sholat Sunnah sebelum subuh bagi orang yang menjalankannya, yaitu:

Mendapat Pahala dan Sangat Baik dari Dunia dan Seisinya

Keutamaan sholat Sunnah sebelum subuh yang dapat diperoleh bagi orang yang melaksanakan, yaitu mendapat pahala dan sangat dari dunia dan seisinya. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Musim dan AT-Tirmidzi, yaitu:

“Dua rakaat (sebelum) fajar (salat Subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Ini maksudnya bagi umat islam yang selalu melaksanakan ibadah sholat Sunnah qobliyah subuh secara rutin tanpa putus. Selain itu, hadist lain yang memberikan penjelasan tentang keutamaan mengerjakan shalat qobliyah subuh, yaitu:

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada salat Isya dan salat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

Mengikuti teladan Rasulullah SAW termasuk salah satu keutamaan sholat Sunnah sebelum subuh. Dimana, Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Sunnah ringan sebelum melaksanakan shalat wajib (shalat subuh).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga salat Subuh. Sebelum salat Subuh dimulai, beliau dahului dengan 2 rakaat ringan,” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

Menutup Kekurangan Shalat

Adapun, keutamaan sholat Sunnah sebelum subuh yang didapatkan kepada orang yang menunaikan, yaitu dapat menutup kekurangan shalat.

Balasan Rumah di Surga

Selain itu, keutamaan sholat Sunnah sebelum subuh yaitu Allah akan memberi balasan rumah di surga.

Nah, itulah pembahasan bacaan sholat Sunnah sebelum subuh, beserta niat dan tata caranya secara lengkap yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh Beserta Niatnya, Ibadah Sunnah yang Mulia

 

Sholat adalah tiang agama. Selain itu, sholat merupakan salah satu rukun islam yang ke 2 wajib atau harus ditunaikan bagi umat muslim. Dimana, umat islam diwajibkan untuk mengerjakan sholat lima waktu yang dapat dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan. Apabila, seseorang lupa belum sholat atau sedang dalam perjalanan, maka mereka bisa melaksanakan sholat dengan cara di jamak. Lantas, bagaimana cara menjamak sholat tersebut? Yuk, simak pembahasan sholat yang bisa di jamak, beserta niat dan tata caranya.

Baca Juga: Tata Cara Menjamak Shalat Dhuhur Diwaktu Ashar Karena Ketiduran

Sholat yang Bisa di Jamak

Sholat yang Bisa di Jamak

Sebelum membahas tentang sholat yang bisa di jamak, ada beberapa hal yang diketahui oleh umat muslim tentang sholat tersebut. Sholat jamak adalah pelaksanakan mengerjakan 2 sholat wajib yang dapat dilakukan dalam satu waktu tertentu. Sholat jamak terbagi menjadi 2 bagian, diantaranya jamak takdim dan jamak takhir.

Jadi, arti sholat yang bisa di jamak adalah menggabungkan antara kedua sholat yang jumlah rakaat itu dalam satu waktu. Dimana, dalam penggabungan kedua sholat tersebut tidak diselingi dengan bacaan dzikir melainkan melangsungkan mengerjakan sholat berikutnya. Umat islam dapat menggabungkan (jamak) shalat fardhu pada saat kondisi tertentu. Hal ini bertujuan untuk selalu tetap menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 286,

Artinya: “Allah tidak membebani satu jiwa kecuali sebatas kemampuannya”.

Sholat yang bisa di jamak diantaranya sholat dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Waktu pelaksanaan sholat jamak dilakukan ketika sedang bepergian jarak jauh yang dapat melewati waktu sholat tertentu.

Jenis Sholat Jamak

Sholat yang Bisa di Jamak, Beserta Niat dan Tata Caranya

Ada 2 jenis sholat jamak yang dapat dilakukan umat muslim pada waktu yang telah ditentukan, yaitu:

Jamak Taqdim

Sholat yang bisa di jamak taqdim dilaksanakan pada awal waktu sholat fardhu. Dimana, seseorang akan menggabungkan dua sholat fardhu dalam satu waktu. Adapun, contoh sholat yang bisa di jamak taqdim yaitu sholat dhuhur dan ashar dilakukan pada waktu dhuhur. Maka caranya harus mengerjakan sholat dhuhur terlebih dahulu sebanyak empat rakaat hingga diakhiri dengan salam. Kemudian dilanjutnya mengerjakan sholat ashar dilakukan sebanyak empat rakaat.

Sedangkan cara mengerjakan sholat jamak dan qashar, maka proses pelaksanaan sholat dilakukan secara ringkas sebanyak 2 rakaat terlebih dahulu sampai salam. Lalu, melanjutkan sholat kedua dengan jumah 2 rakaat juga.

Jamak Takhir

Sholat yang bisa di jamak takhir adalah menggabungkan dua sholat dengan waktu yang telah ditentukan pada waktu sholat fardhu. Contoh sholat jamak takhir dhuhur dan ashar dilakukan pada waktu ashar. Caranya pun sama, dimana anda harus mengerjakan sholat ashar terlebih dahulu sebanyak empat rakaat dan dilanjutkan mengerjakan sholat dhuhur sebanyak 4 rakaat. Begitupun dengan jamak dan qashar pelaksanannya pun sama meringkas dari jumlah rakaat.

Selain itu, contoh shalat jamak takhir maghrib dan isya dikerjakan pada waktu isya. Maka proses dalam pengerjaannya yaitu melaksanakan sholat isya sebanyak empat rakaat hingga salam dan dilanjutkan melakukan sholat maghrib 3 rakaat.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya Lengkap Bacaan Niatnya

Niat Sholat yang Bisa di Jamak Taqdim

Niat Sholat yang Bisa di Jamak Taqdim

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat sholat yang bisa di jamak taqdim, yaitu:

Niat Sholat Jamak Taqdim Dhuhur dan Ashar di Waktu Dhuhur

Latin: “ Ushollii fardlozh zhuhri araba rakaatin majmuuanmaalashri jama taqdiimin adaa-an lillahi ta’ala

Artinya, saya niat sholat fardhu dhuhur 4 rakaat yang dijama dengan Ashar, dengan jamak taqdim, fardu karena Allah Ta’ala.”

Ketika sholat dhuhur telah selesai, maka dilanjutkan mengejarkan sholat ashar.

Niat Sholat Jamak Taqdim Maghrib dan Isya di Waktu Maghrib

Latin: “ Ushollii fardlozh maghribi thalaatha rakaatin majmuuan maal isyaa jama tawdiimin adaan lillahi ta’ala”.

Artinya: “niat sholat maghrib 3 rakaat yang dijama dengan isyak, dengan jamak taqdim, fardu karena Allah Taaala.”

Setelah selesai salat maghrib, langsung dilanjut salat isya dengan bacaan niat:

Latin: “ Usholli fardlozh isyaa araba rakaatin majmuuan maal maghribi jama taqdiimin adaan lillahi ta’ala”.

Artinya: “niat sholat isya rakaat dijamak dengan Magrib, dengan jamak taqdim, fardhu karena Allah Taaala.”

Niat Sholat yang Bisa Di Jamak Takhir

Sedangkan, bacaan niat sholat yang bisa di jamak takhir, yaitu:

Niat Sholat Jamak Takhir Ashar dan Zuhur di waktu Ashar

Latin: “Ushollii fardlozh ashri araba rakaatin majmuuan bi ashri jama takhiirin lillahi ta’ala

Artinya: niat sholat fardhu dhuhur empat rakaat di jamak bersama ashar dengan jama takhir karena Allah ta’ala.

Niat Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya

Latin: “ Ushollii fardlozh maghribi tsalaasa rakaatin majmuuan bi isyaa jama takhiirin lillahi ta’ala.

Artinya : “niat sholat fardlu Maghrib tiga rakaat dijama bersama Isya dengan jama takhir karena Allah Taala.”

Nah, itulah pembahasan sholat yang bisa di jamak, beserta niat dan tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Perbedaan Jamak dan Qashar, Lengkap Bacaan Doa Niatnya

 

Melaksanakan sholat lima waktu merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh umat muslim selama hidup di dunia. Ibadah sholat adalah tiang agama dan termasuk dari salah satu rukun islam yang ke 2. Disamping itu, terdapat pula sholat yang sangat dianjurkan bagi umat muslim yaitu shalat sunnah. Penasaran? Yuk, simak pembahasan 5 keutamaan sholat qobliyah subuh beserta niatnya, ibadah sunnah yang mulia.

Baca Juga: Shalat Sunnah Muakkad, Bacaan Niat, Tata Cara Lengkap Beserta Contohnya

Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh

Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh

Banyak sekali keutamaan sholat qobliyah subuh yang akan didapatkan bagi seseorang yang sering menjalankannya. Walaupun sholat 5 waktu sangat penting, tetapi shalat sunnah rawatib pun sangat dianjurkan untuk mendapatkan pahala bekal kelak diakhirat nanti.

Salah satu sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat muslim adalah sholat sunnah sebelum subuh alias qobliyah subuh. Ini termasuk salah satu shalat sunnah rawatib yang dapat dilakukan sebelum melaksanakan shalat fardhu subuh. Dalam mengerjakan shalat sunnah qobliyah subuh tentu memiliki manfaat dan keistimewaan tersebut seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist dibawah ini.

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh” (HR. Muslim).

5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh

5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh Beserta Niatnya, Ibadah Sunnah yang Mulia

Berikut ini, 5 keutamaan sholat qobliyah subuh bagi orang yang menjalankan, yaitu:

Mendapat Pahala dan Sangat Baik dari Dunia dan Seisinya

Keutamaan sholat qobliyah subuh yang dapat diperoleh bagi orang yang melaksanakan, yaitu mendapat pahala dan sangat dari dunia dan seisinya. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Musim dan AT-Tirmidzi, yaitu:

“Dua rakaat (sebelum) fajar (salat Subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Ini maksudnya bagi umat islam yang selalu melaksanakan ibadah sholat Sunnah qobliyah subuh secara rutin tanpa putus. Selain itu, hadist lain yang memberikan penjelasan tentang keutamaan mengerjakan shalat qobliyah subuh, yaitu:

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada salat Isya dan salat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

Mengikuti teladan Rasulullah SAW termasuk salah satu keutamaan sholat qobliyah subuh. Dimana, Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Sunnah ringan sebelum melaksanakan shalat wajib (shalat subuh).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga salat Subuh. Sebelum salat Subuh dimulai, beliau dahului dengan 2 rakaat ringan,” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

Menutup Kekurangan Shalat

Adapun, keutamaan sholat qobliyah subuh yang didapatkan kepada orang yang menunaikan, yaitu dapat menutup kekurangan shalat.

Balasan Rumah di Surga

Selain itu, keutamaan sholat qobliyah subuh yaitu Allah akan memberi balasan rumah di surga.

Baca Juga: Bacaan Dan Niat 2 Rakaat Sebelum Subuh Sesudah Adzan Dan Tata Caranya

Bacaan Niat Sholat Qobliyah Subuh

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat sholat qobloyah subuh yang dapat dibacakan setelah tahu semua keutamaan sholat qobliyah subuh, yaitu:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin“Ushalli sunnatas shubhi rak’ataini lillahi ta’ala”.

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunah subuh 2 rakaat karena Allah SWT.”

Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Tata cara sholat qobliyah subuh memang hampir sama dengan shalat wajib atau Sunnah lainnya. Tetapi, shalat qobliah ini bisa dilakukan dengan waktu yang lebih singkat dan membaca surah pendek. Jangan lupa harus disertai dengan keutamaan sholat qobliyah subuh. Berikut ini, tata caranyanya:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua rakaat pertama
  • Berdiri dan mengerjakan rakaat kedua caranya sama seperti rakaat pertama hingga sujud kedua
  • Duduk tasyahud
  • Mengucapkan salam

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Qobliyah Subuh

Adapun, bacaan dzikir dan doa setelah sholat qobliyah subuh yang dapat dibacakan ketika mengetahui segala keutamaan sholat qobliyah subuh, yaitu:

Membaca Istigfar

Dzikir dan doa setelah sholat qobliyah subuh yang pertama membaca istigfar sebanyak 33 kali. Rasulullah SWT telah bersabda didalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibu Majah:

“Barang siapa membiasakan diri untuk senantiasa beristigfar, Allah akan memberikan jalan keluar di setiap kesulitan, kebahagian dari setiap kesusahan, dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka,” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Doa

Selain itu, dzikir dan doa setelah sholat qobliyah subuh bisa membaca doa apa saja yang ingin diamalkan seperti membaca doa dibawah ini:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Latin”Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabarakta yaa dzal jalaali wal ikram

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah,”. “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan dan darimu-Mu keselamatan. Maha suci Engkau, wahai tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan.”

Setelah itu, juga ada waktu sebelum shalat subuh tiba maka bisa dilanjutkan membaca tahmid, tasbih, takbir hingga membaca alquran.

Nah, itulah pembahasan 5 keutamaan sholat qobliyah subuh beserta niatnya, ibadah sunnah yang mulia yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Contoh Shalat Sunnah Ghairu Muakkad, Beserta Perbedaan Shalat Sunnah Muakkad

 

Sholat isya merupakan salah satu shalat wajib yang memiliki waktu sangat panjang. Terkadang, banyak sekali orang yang mengerjakan sholat isya pada pertengahan malam akibat ada halangan tertentu. Hal ini membuat umat muslim yang awam sering memiliki pertanyaan persoalan tentang mengerjakan sholat isya ketika dilakukan pada pertengahan malam tersebut. Maka dari itu, pembahasan kali ini yaitu bolehkah sholat isya jam 3 pagi karena ketiduran? Ini penjelasannya.

Baca Juga: Sholat Sunnah Sebelum Subuh Dilakukan Sebelum Adzan atau Selepas Azan

Bolehkah Sholat Isya Jam 3 Pagi

Bolehkah Sholat Isya Jam 3 Pagi Karena Ketiduran Ini Penjelasannya

Menjawab pertanyaan seputar bolehkah sholat isya jam 3 pagi tentu harus didasari dengan pemahaman dalam batas waktu shalat isya tersebut. Sehingga, akan lebih mudah untuk menjawab persoalan perihal sholat isya yang dilakukan pada jam 3 pagi ini. Apalagi, banyak sekali buku-buku panduan sholat yang telah menyediakan pembahasan sholat isya secara lengkap yang dapat dipelajari bagi umat muslim.

Melansir dari buku fiqh menyatakan bahwa batas waktu pelaksanaan sholat isya dilakukan setelah akhir dari waktu maghrib sampai terbit fajar shodiq. Dimana, waktu fajar ini ketika sudah terlihat cahaya yang menyebar seluruh alam yang menjadi tanda akan masuknya waktu subuh.

Namun, beberapa pendapat dari para ulama batasan akhir sholat isya yaitu di sepertiga malam karena waktu mukhtar, bolehkah sholat isya jam 3 pagi. Di dalam sebuah hadist yang diriwiyatkan oleh Aisyah ra penjelasan batasan sholat isya,

“ Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW menunda sholat Isya hingga lewat tengah malam. Kemudian beliau keluar dan melakukan sholat. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya itu adalah waktunya, seandainya aku tidak memberatkan umatku.” (HR. Muslim).

Ketika seseorang yang melaksanakan sholat tahajud secara rutin, mungkin mereka sudah terbiasa selalu melakukan sholat isya di pertengahan malam demi bisa mengerjakan shalat tahajud. Jadi, pada saat seseorang ingin sholat tahajud, tiba-tiba dimalam hari ketiduran dan belum sholat isya, maka setelah waktu sepertiga malam mereka bangungmengerjakan sholat isya dan dilanjutkan shalat tahajud.

Bacaan Niat Sholat Isya

Bacaan Niat Sholat Isya

Setelah mengetahui jawaban bolehkah sholat isya jam 3 pagi, tentu anda harus hafal bacaan niat sholat isya,:

Sendiri

Bacaan niat sholat isya sendiri (munfarid) baik di rumah maupun masjid ketika telah memahami sebuah penjelasan bolehkah sholat isya jam 3 pagi:

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.

Latin: “Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lilaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardhu Isya sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Berjamaah

Sedangkan, bacaan niat sholat isya berjamaah baik jadi imam atau makmum, bolehkah sholat isya jam 3 pagi, yaitu:

Imam

Bacaan niat sholat isya jadi imam, bolehkah sholat isya jam 3 pagi, yaitu:

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَ

Latin: “Ushalliy fardhal-isyaa-I arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati adaa-an imaman lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Makmum

Adapun, bacaan niat sholat isya untuk makmum, bolehkah sholat isya jam 3 pagi, yaitu:

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalliy fardhal-isyaa-I arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati adaa-an ma’muman lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Jama Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya Berapa Rakaat

Tata Cara Sholat Isya

Tata Cara Sholat Tarawih

Setelah membaca pembahasan bolehkan sholat isya jam 3 pagi, tak salahnya kita sebagai umat muslim belajar juga tatacaranya. Sebagai berikut, tata cara sholat isya, yaitu:

Membaca niat seperti diatas

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي

مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud awal

Bacaan doa tasyahud awal dibaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ

. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد

Atau:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ

اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Berdiri kembali mengerjakaan rakaat ketiga dan keempat caranya sama seperti diatas, hingga

Tasyahud Akhir dengan membaca sama seperti di tasyahud pertama

Membaca Salam

Nah, itulah pembahasan bolehkan sholat isya jam 3 pagi karena ketiduran? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Sholat Qobliyah Isya dan Ba’diyah Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

 

Shalat sunnah rawatib terbagi menjadi 2 bagian, diantaranya shalat sunnah muakkad dan juga shalat sunnah ghairu muakkad. Dalam kesempatan kali ini akan memberikan sedikit pembahasan contoh shalat sunnah ghairu muakkad, beserta perbedaan shalat sunnah muakkad yang menjadi pengetahuan bagi umat muslim.

Penjelasan shalat sunnah rawatib ini pernah dijelaskan dalam sebuah hadist dari ummu habibah ra,:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا

بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ

Artinya: “Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.”

Dengan apa yang disampaikan dalam sebuah hadist tersebut yang berarti terdapat sebuah keutamaan shalat sunnah rawatib yang akan didapatkan bagi umat muslim ketika dijalankan secara terus menerus selama hidupnya.

Baca Juga: Sholat Sunnah yang Dilakukan Sebelum Shalat Fardhu Disebut Sholat? Ini Penjelasannya

Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Shalat sunnah ghairu muakkad adalah ibadah sholat sunnah yang dapat dikerjakan dengan jumlah rakaat tertentu sebelum menunaikan shalat fardhu. Shalat yang dikerjakan sebelum sholat lima waktu adalah shalat qobliyah. Sedangkan shalat yang dikerjakan sesuah mengerjakan shalat wajib yaitu shalat ba’diyah.

Shalat sunnah rawatib baik muakkad maupun ghairu muakkad memiliki arti berbeda tetapi tujuannya sama beribadah kepada Allah SWT. Dimana, umat islam dapat mengerjakan shalat sunnah tersebut pada saat sebelum atau sesudah melaksanakan ibadah 5 waktu.

Jumlah rakaat dalam mengerjakan shalat sunnah rawatib ini tentu sangat berbeda tergantung dari waktu pelaksanaannya, diantaranya:

  • 2 raka’at sebelum Shubuh
  • 4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Dhuhur
  • 4 raka’at atau 2 raka’at sesudah Dhuhur
  • 4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Ashar
  • 2 raka’at sebelum Magrib
  • 2 raka’at sesudah Magrib
  • 2 raka’at sebelum Isya’
  • 2 raka’at sesudah Isya’.

Total dari 22 rakaat shalat sunnah rawatib ini terdapat 10 rakaat shalat sunnah muakkad yang selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, membaca niat mengerjakan shalat sunnah rawatib dapat dibacakan dalam hati maupun diucapkan.

Jumah Rakaat Shalat Sunnah Ghairu Muakkad

Contoh Shalat Sunnah Ghairu Muakkad, Beserta Perbedaan Shalat Sunnah Muakkad

Berikut ini, beberapa jumah shalat sunnah ghairu muakkad yang dapat dilaksanakan bagi umat muslim untuk mengerjakannya.

  • 2 rakaat sebelum Sholat Zuhur
  • 2 rakaat sesudah Sholat Zuhur
  • 4 rakaat sebelum Sholat Ashar
  • 2 rakaat sebelum Sholat Magrib
  • 2 rakaat sebelum Sholat Isya

Adapun, hadist lain yang menjelaskan 12 rakaat shalat sunnah rawatib dan termasuk bagian dari shalat sunnah ghairu muakkad, yaitu:

Artinya “Barangsiapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dhuhur dan 4 raka’at sesudahnya maka Allah mengharamkan baginya api neraka”(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Artinya: “Allah mengasihi orang yang melakukakn shalat emapat raka’at sebelum shalat Ashar (HR Imam Ahmad,Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Huzaimah)

Shalat sunnah sebelum shalat ashar boleh dilakukan dua raka’at berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW,

“Di antara dua adzan(adzan dan iqamah) terdapat shalat”(HR Imam Bazzar)

Rasulullah SAW bersabda,“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Magrib,dua raka’at” (HR Imam Bukhari dan Muslim).

Sahabat Nabi SAW Sayyidina Anas RA berkata:

“Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Magrib”(HR Imam Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Shalat Sunnah Muakkad, Bacaan Niat, Tata Cara Lengkap Beserta Contohnya

Bacaan Niat Shalat Sunnah Rawatib

Bacaan Niat Shalat Sunnah Rawatib

Sebagai berikut, bacaan niat shalat sunnah rawatib muakkad maupun shalat sunnah ghairu muakkad, yaitu:

Qobliyah Subuh

Bacaan niat shalat sunnah rawatib qobliyah subuh (sebelum sholat subuh)

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah”

Qobliyah Dhuhur

Bacaan niat Sholat sunah rawatib qobliyah dhuhur (sebelum sholat Zuhur)

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum zuhur dua rakaat karena Allah”

Ba’diyah Dhuhur

Bacaan niat Sholat sunah rawatib ba’diyah dhuhur (sesudah sholat Zuhur)

اُصَلِّى سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Zuhur dua rakaat karena Allah”

Qobliyah Ashar

Bacaan niat Sholat sunah rawatib qobliyah Asar (sebelum sholat Asar)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum asar dua rakaat karena Allah”

Qobliyah Maghrib

Bacaan niat Sholat rawatib qobliyah Magrib (sebelum sholat Magrib)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Magrib dua rakaat karena Allah”

Ba’diyah Maghrib

Bacaan niat Sholat sunah rawatib ba’diyah Magrib (sesudah sholat Magrib)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Magrib dua rakaat karena Allah”

Qobliyah Isya

Bacan niat Sholat rawatib qobliyah Isya’ (sebelum sholat Isya’)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sebelum Isya’ dua rakaat karena Allah”

Ba’diyah Isya

Bacaan niat Sholat rawatib ba’diyah Isya’ (sesudah sholat Isya’)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah sesudah Isya’ dua rakaat karena Allah”

Nah, itulah pembahasan contoh shalat sunnah ghairu muakkad, beserta perbedaan shalat sunnah muakkad yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Dan Niat 2 Rakaat Sebelum Subuh Sesudah Adzan Dan Tata Caranya