Didalam melaksanakan shalat subuh terdapat pula shalat Sunnah yang bisa diamalkan. Salah satu yaitu sholat qobliyah subuh. Dimana, umat islam dianjurkan mengerjakan shalat tersebut sebelum melakukan shalat subuh. Lantas, bagaimana dengan niatnya? Yuk, simak pembahasan niat sholat sunnah sesudah subuh, berikut bacaan dan tata cara sholat qobliyah subuh.

Baca Juga: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh atau Qobliyah Subuh

Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh, Berikut Bacaan dan Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Membaca niat sholat sunnah sesudahsubuh atau qobliyah subuh bisa dibacakan dalam hati. Waktu pelaksanaan sholat sunnah qobliyah subuh dapat dilakukan pada saat sebelum menjelang sholat subuh dengan mengerjakan sebanyak atau berjumlah 2 rakaat. Shalat fajar ini maksudnya adalah jamaah bisa menunaikan ibadah shalat qobliyah subuh ketika waktu fajar telah tiba.

Lebih jelasnya, tentang sholat qobliyah yaitu melaksanakan shalat Sunnah 2 rakaat dikerjakan pada waktu saat fajar tiba atau dikenal sebelum mau menunaikan ibadah shalat subuh.

Bacaan Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh Qobliyah Subuh

Bacaan Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh Qobliyah Subuh

Berikut ini, lafadz doa bacaan niat sholat sunnah sesusah subuh qobliyah subuh yang dapat dibacakan:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatas shubhi rak’ataini lillahi ta’ala”.

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunah subuh 2 rakaat karena Allah SWT.”

Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Tata cara sholat qobliyah subuh memang hampir sama dengan shalat wajib atau Sunnah lainnya. Tetapi, shalat qobliah ini bisa dilakukan dengan waktu yang lebih singkat dan membaca surah pendek. Jangan lupa harus disertai dengan bacaan niat sholat sunnah sesudah subuh qobliyah subuh. Berikut ini, tata caranyanya:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran
  • Rukuk
  • Iktidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua rakaat pertama
  • Berdiri dan mengerjakan rakaat kedua caranya sama seperti rakaat pertama hingga sujud kedua
  • Duduk tasyahud
  • Mengucapkan salam

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Qobliyah Subuh

Sebagai berikut, bacaan dzikir dan doa setelah sholat subuh qobliyah subuh dan hafal bacaan niat sholat sunnah sesudah subuh, yaitu:

Membaca Istigfar

Bacaan dzikir dan doa setelah sholat qobliyah subuh dan sudah belajar doa niat sholat sunnah sesudah subuh yang pertama membaca istigfar sebanyak 33 kali. Rasulullah SWT telah bersabda didalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibu Majah:

“Barang siapa membiasakan diri untuk senantiasa beristigfar, Allah akan memberikan jalan keluar di setiap kesulitan, kebahagian dari setiap kesusahan, dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka,” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Doa

Selain itu, dzikir dan doa setelah sholat qobliyah subuh bisa membaca doa apa saja yang ingin diamalkan seperti membaca doa dibawah ini:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabarakta yaa dzal jalaali wal ikram

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah,”. “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan dan darimu-Mu keselamatan. Maha suci Engkau, wahai tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan.”

Setelah itu, juga ada waktu membaca niat sholat sunnah sesudah subuh dan bacaan dzikir lainnya yang bisa dilanjutkan seperti membaca tahmid, tasbih, takbir hingga membaca alquran.

Baca Juga: 7 Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib Muakkad dan Ghairu Muakkad, Qobliyah dan Ba’diyah

Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh

Adapun, keutamaan sholat qobliyah subuh untuk umat muslim yang menjalankan yang disertai dengan sholat sunnah sesudah subuh, yaitu:

Mendapat Pahala dan Sangat Baik dari Dunia dan Seisinya

Keutamaan sholat qobliyah subuh yang dapat diperoleh bagi orang yang melaksanakan, yaitu mendapat pahala dan sangat dari dunia dan seisinya. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Musim dan AT-Tirmidzi, yaitu:

“Dua rakaat (sebelum) fajar (salat Subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Ini maksudnya bagi umat islam yang selalu melaksanakan ibadah sholat Sunnah qobliyah subuh secara rutin tanpa putus. Selain itu, hadist lain yang memberikan penjelasan tentang keutamaan mengerjakan shalat qobliyah subuh, yaitu:

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada salat Isya dan salat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

Mengikuti teladan Rasulullah SAW termasuk salah satu keutamaan sholat qobliyah subuh. Dimana, Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Sunnah ringan sebelum melaksanakan shalat wajib (shalat subuh).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga salat Subuh. Sebelum salat Subuh dimulai, beliau dahului dengan 2 rakaat ringan,” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

Menutup Kekurangan Shalat

Adapun, keutamaan sholat qobliyah subuh yang didapatkan kepada orang yang menunaikan, yaitu dapat menutup kekurangan shalat.

Balasan Rumah di Surga

Selain itu, keutamaan sholat qobliyah subuh yaitu Allah akan memberi balasan rumah di surga.

Nah, itulah pembahasan niat sholat sunnah sesudah subuh, berikut bacaan dan tata cara sholat qobliyah subuh yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Contoh Shalat Sunnah Munfarid Beserta Tata Caranya

 

Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur – Sholat tahajud merupakan salah satu salat sunnah qiyamul lail atau shalat malam yang dianjurkan bagi umat muslim atas perintah Allah SWT dan telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Waktu pelaksanaan sholat tahajud dilakukan pada sepertiga malam sampai menjelang waktu subuh sebanyak paling sedikit 2 rakaat. Disamping itu, banyak sekali umat muslim yang bertanya perihal dalam mengerjakan sholat tahajud apakah boleh dilakukan sebelum tidur atau sesudah tidur. Maka dari itu, pembahasan kali ini akan memberikan sedikit pedoman yang menjadikan bahan referensi bagi umat muslim dalam mengerjakan sholat sunnah tahajud. Yuk, simak pembahasan bolehkah sholat tahajud sebelum tidur? Ini penjelasannya.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 79 menjelaskan tentang anjuran melaksanakan sholat tahajud,:

Artinya: “Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra 79).

Sholat tahajud adalah ibadah sholat sunnah yang dapat dilakukan setelah tidur dan dikerjakan di malam hari atau pada waktu sepertiga malam. Lantas, bagaimana tidak dilakukan tidur terlebih dahulu? Tentu ini akan menjadi sebuah pertanyaan bolehkah sholat tahajud sebelum tidur yang masih menjadi suatu hal memiliki perbedaan dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Waktu Terbaik Sholat Tahajud Jam Berapa? Ini Penjelasannya

Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur?

Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur Ini Penjelasannya

Sebelum membahas bolehkah sholat tahajud sebelum tidur, ada beberapa hal yang harus kita ketahui tentang sholat tahajud. Ini merupakan ibadah sholat sunnah yang dapat dilaksanakan pada malam hari setelah bangun tidur. Menurut pendapat yang kuat menyatakan bahwa seseorang mengerjakan sholat tahajud di sepertiga malam dan tidak disertai tidur sama sekali maka itu tidak disebut sholat tahajud.

Oleh karena itu, apabila bila anda ingin mengerjakan sholat tahajud maka harus tidur terlebih dahulu walaupun hanya sebentar. Pembahasan bolehkah sholat tahajud sebelum tidur ini tentu telah disampaikan dalam beberapa hadits, Al-quran dan pandangan para ulama.

Keutamaan Sholat Tahajud

Keutamaan Sholat Tahajud

Berikut ini, beberapa keutamaan sholat tahajud yang harus diketahui setelah mendapatkan jawaban bolehkah sholat tahajud sebelum tidur, yaitu:

Memberikan Tempat Yang Mulia

Allah SWT akan memberikan tempat tempat yang mulia bagi orang yang melaksanakan sholat Sunnah tahajud secara rutin. Tentu, ini menjadi sebuah keutamaan sholat tahajud yang paling terpuji untuk umat muslim yang selalu menjalankan ibadah bolehkah sholat tahajud sebelum tidur secara ikhas dan mencari ridha Allah SWT.

Allah SWT telah berfirman dalam suarah Adh-Dhariyat ayat 15 sampai 18,:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”  (Adh-Dhariyat 51: 15-18)

Dikabulkan Doanya

Keutamaan sholat tahajud berikutnya yaitu dikabukan doanya. Apabila seseorang mengerjakan sholat tahajud sebelum tidur di sepertiga malam dengan rutin maka Allah SWT akan mengabulkan semua doa-doa yang telah dipanjatkannya.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim.

“Pada malam hari, ada satu saat ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah SWT memberinya. Itu berlangsung pada setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Jabir).

Dihapus Dosa-Dosa

dihapus dosa-dosa, Keutamaan Sholat Tahajud

Selain dikabulkan doanya, keutamaan sholat tahajud memiliki manfaat bagi orang yang menjalankan sholat tahajud sebelum tidur yaitu dihapus dosa-dosa atas segala kesalahannya yang telah diperbuat hingga bertaubat ingin belajar berbuat baik secara bertahap.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,”

“Lakukan kiyamullail. Karena itu kebiasaan orang shaleh sebelum kalian, bentuk tajarrub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).

Baca Juga: Amalan Setelah Sholat Tahajud, Bacaan Dzikir dan Doa Arab

Rendah Hati

Mengerjakan sholat tahajud sebelum tidur dapat merubah sifat menjadi rendah hati. Sehingga dengan keutamaan sholat tahajud ini dapat mencerminkan suatu ketenangan jiwa dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari dilingkungan masyarakat.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Furqon ayat 63 sampai 64,:

Artinya: “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,” dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.”  (Al-Furqan 63-64).

Mendapat Pahala

Adapun, keutamaan sholat tahajud selanjutnya adalah mendapat pahala. Bagi umat muslim yang selalu menjaga dan rutin mengerjakan ibadah sholat tahajud sebelum tidur dimalam hari maka akan memberikan pahala dan juga amal untuk bekal diakhirtan nanti.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Az-Zariyat ayat 15 sampai 18,:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah SWT berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka telah berbuat baik (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Az Zariyat: 15-18).

Ingat Allah SWT

Keutamaan sholat tahajud yang dikerjakan banyak minimal 2 rakaat, maka mereka akan selalu ingat Allah SWT dan selalu takut ketika ingin melakukan sesuatu yang telah dilarangannya. Hal ini, mereka akan menjadi orang yang paling disukai oleh Allah SWT.

Nah, itulah pembahasan bolehkah sholat tahajud sebelum tidur? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 7 Keajaiban Sholat Tahajud 7 hari 7 Malam Berturut-turut

 

Manusia tentu diharuskan untuk bangun tidur di pagi hari. Dimana, waktu tersebut terdapat banyak manfaat dan keutamaan yang akan didapatkan selain dari dimudahkan rezeki dan dilancarkan usahanya. Selain itu, bagi umat muslim diwajibkan bangun subuh agar bisa menjalankan shalat subuh berjamaah maupun munfarid. Namun, setelah terbangun subuh atau terbiasa begadang maka kita tidak boleh tidur pada pagi hari. Mengapa? Yuk, simak penjelasannya kenapa ada larangan tidur setelah subuh? ini alasannya.

Baca Juga: 5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh Beserta Niatnya, Ibadah Sunnah yang Mulia

Larangan Tidur Setelah Subuh

Larangan Tidur Setelah Subuh

Waktu subuh memang menjadikan waktu yang paling sulit untuk bangun tidur. Dimana, waktu tersebut kondisi tubuh masih terasa ngantuk hingga terlihat tidur dengan nyenyak. Namun demikian, tentu kita wajib menunaikan ibadah sholat subuh diawal waktu walaupun dalam keadaan ngantuk. Jadi, kita harus membiasakan diri untuk memaksakan mengatasi masalah ngantuk agar bisa menjalankan sholat subuh berjamaah dan mengikuti anjuran larangan tidur setelah subuh.

Selain itu, terdapat pula seseorang yang telah melaksanakan sholat subuh dan langsung tidur kembali. Maka perilaku tersebut tentu tidak baik untuk dilakukan walaupun kondisi tubuh masih ngantuk yang sangat berat. Mungkin anda adalah salah satu orang yang sering melakukan tidur kembali setelah sholat subuh. Nah, ternyata tidur dipagi hari itu tidak baik untuk kesehatan maupun kehidupannya.

Alasan Larangan Tidur Setelah Subuh

Kenapa Ada Larangan Tidur Setelah Subuh Ini Alasannya

Berikut ini, beberapa alasan larangan tidur setelah subuh atau habis melaksanakan ibadah sholat subuh yang harus diketahui, diantaranya:

Tidak Mendapatkan Keberkahan

Alasan lrangan tidur setelah subuh yang pertama adalah tidak mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Dimana, pagi hari menjadi awal waktu yang sangat baik dalam menjemput rezeki dan melakukan segala aktivitas sehari-hari. Selain itu, waktu pagi hari tubuh kita masih dalam keadaan segar, sehat dan kuat. Sehingga kita bisa beraktivitas dengan baik seperti berusaha, belajar, bekerja, dan sebagainya.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT maka kita harus bangun pagi dan tidak boleh tidur setelah subuh. Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadist tentang Rasulullah SAW selalu berdoa dipagi hari.

“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi.)

Menghambat Datangnya Rezeki

Menghambat datangnya rezeki menjadi salah satu alasan larangan tidur setelah subuh. walaupun, kita dapat merasakan tidur yang nyenyak di pagi hari, tentu perilaku tersebut sangat tidak baik karena akan berdampak pada kebutuhan yang didapatkan. Mengapa? Sebab, kurang maksimal dalam melalukan aktivitas sehari-hari yang dijalankannya.

Sebagaimana Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

“Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.”

Baca Juga: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

Tidak Akan Memperoleh Kebaikan

tidak akan memperoleh kebaikan, Larangan Tidur Setelah Subuh

Adapun, larangan tidur setelah subuh yaitu tidak akan memperoleh kebaikan. Pagi hari menjadi waktu paling baik untuk melakukan kegiatan yang berpositif untuk mendapatkan ide yang cemerlang dalam melakukan kegiatan tertentu. Seperti kita sedang berwirausaha maka pikiran akan memberikan suatu ide yang positif dengan tertata lebih rapih. Sehingga, usaha yang sedang dijalankan dapat berjalan dengan lancar.

Disamping itu, mengisi waktu dipagi hari dengan positif tentu akan mendapatkan kebaikan dan suatu keberkahan dari Allah SWT. Seperti yang telah dijelaskan dari para ulama,:

“Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah sholat subuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak.”

Malas Untuk Beraktivitas

Alasan larangan tidur setelah subuh yang selanjutnya adalah akan menimbulkan rasa malas untuk beraktivitas yang diakibatkan oleh kondisi tubuh kurang feat. Dimana, pada saat bangun disiang hari, maka tubuh akan terasa lebih lesu, lemas dan sangat berat. Sehingga segala aktvitas di pagi hari tentu tidak akan maksimal dengan sepenuhnya.

Apalagi, terlalu banyak tidur tentu dapat menimbulkan rasa malas-malasan dan lalai. Walaupun, tidur sangat dbutuhkan tetapi waktu tidur tidak beraturan tentu dapat menyebabkan tubuh merasa terkuras dengan rasa malas tersebut.

Menimbulkan Banyak Macam Penyakit

Selain dari malas untuk beraktivitas, larangan tidur setelah subuh dapat menimbulkan banyak macam penyakit yang akan menyerang. Beberapa penyakit yang akan timbul ketika sering tidur habis subuh salah satunya adalah lemah syahwat. Jadi, selain dilarang, terlalu banyak tidur juga dapat menyebabkan bahaya pada tubuh.

Maka dari itu, mulai dari sekarang kita harus membiasakan diri untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara tidak tidur setelah subuh dan harus mengatur waktu kapan untuk tidur supaya kesehatan tubuh dapat terjaga dengan baik.

Tidak Baik Bagi Kesehatan

Larangan tidur setelah subuh yang berikutnya yaitu tidak baik bagi kesehatan. Dimana, metabolisme tubuh pada waktu pagi hari tentu akan berkerja dengan penuh. Sehingga, ketika tubuh mengalami kurang sehat, maka sistem kerja metabolisme tersebut menjadi terhambat dan menimbukan datang penyakit.

Nah, itulah pembahasan kenapa ada larangan tidur setelah subuh? ini alasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Sholat Subuh Kesiangan, Bagaimana Hukumnya

 

Sholat Subuh Kesiangan – Sholat subuh merupakan salah satu shalat fardu atas perintah Allah SWT yang wajib dikerjakan untuk umat muslim. Waktu subuh menjadi moment dimana kita dalam kondisi tidur yang sangat nyenyak. Dan pada waktu subuh itu mata masih terasa ngantuk, sehingga merasa malas untuk bangun tidur. Hal ini yang membuat tidur menjadi kebablasan sampai siang. Sehingga dengan kejadian seperti ini menjadi kita belum sholat subuh. Lantas, bagaimana hukumnya ketika waktu sholat subuhnya berada dalam kesiangan? Yuk, simak pembahasan sholat subuh kesiangan, bagaimana hukumnya.

Mengerjakan sholat limat waktu tentu kita dapat melaksanakannya dengan waktu yang telah ditentukan seperti, waktu dhuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh. Dimana, umat islam diwajibkan melaksanakan ibadah sholat 5 waktu atau sholat fardhu diawal waktu agar mendapat keberhakan dan keutamaan dari Allah SWT. Disamping itu, menunaikan ibadah sholat wajib tentu tidak membutuhkan waktu yang lebih lama.

Baca Juga: 5 Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh Beserta Niatnya, Ibadah Sunnah yang Mulia

Sholat Subuh Kesiangan

Sholat Subuh Kesiangan, Bagaimana Hukumnya

Waktu pelaksanaan sholat subuh dapat dikerjakan pada waktu yang telah ditentukan. Sholat subuh kesiangan tentu dapat dialami oleh sebagian orang. Dimana, ketika kita tidur tengah malam sehabis begadang maka diwaktu shubuh kondisi tubuh masih dalam keadaan tidur yang nyenyak. Sehingga, terasa lebih sulit untuk bangun tidur maupun terkadang tidak terdengar suara adzan subuh. Hal inilah yang menyebabkan sholat subuh kesiangan dipagi hari.

Kita sebagai umat muslim tentu wajib dan harus mengerjakan sholat lima waktu. Apabila tidak dilakukan sholat fardhu, maka orang tersebut akan berdosa. Oleh sebab itu, pada saat waktu subuh anda masih berada dalam keadaan tidur hingga sampai pagi hari, maka tetap harus mengerjakan sholat subuh.

Mengenal Waktu Subuh

Setelah mengetahui penjelasan tentang sholat subuh kesiangan, tentu kita sebagai umat muslim pasti sudah tahu waktu sholat lima waktu tersebut. Seperti waktu pelaksanaan sholat subuh yang dikerjakan pada waktu terbit fajar hingga terbit matahari. Walaupun, sebetulnya umat islam harus menunaikan ibadah sholat subuh di awal waktu.

Dimana, kita dapat mengerjakan sholat subuh pada saat terlihat tanda terbit matahari dengan disertai tanda warna kekuningan dilangit bagian timur. Sedangkan, waktu habis subuh ketika sudah memasuki waktu jawa hingga matahari telah terbit dari ufuk timur. Hal ini, umat muslim yang masih keadaan tidur maka sholat subuhnya kesiangan.

Dengan demikian, umat muslim sangat dianjurkan bangun tidur pada waktu subuh agar bisa melakukan sholat subuh diawal waktu. Dimana, waktu pelaksanaan sholat subuh ini sangat singkat dibandingkan dengan sholat wajib lainnya. Disamping itu, tentu kita tidak akan mengerjakan sholat subuh kesiangan hingga siang hari.

Baca Juga: Sholat yang Bisa di Jamak, Beserta Niat dan Tata Caranya

Hukum Sholat Subuh Kesiangan

Hukum Sholat Subuh Kesiangan

Setelah mengetahui waktu sholat subuh, berikutnya perlu dipahami bagaimana hukum melaksanakan sholat subuh kesiangan. Seperti disebutkan sebelumnya, umat muslim dianjurkan untuk bangun pagi supaya bisa melaksanakan sholat subuh tepat waktu untuk mendapatkan keutamaan dan kebaikan dari Allah.

Meskipun begitu, dalam kondisi tertentu, di mana sebagian orang terbiasa tidur malam hampir menjelang subuh tiba, kemudian bangun ketika matahari telat terbit. Akibatnya, waktu sholat subuh terlewatkan begitu saja. Dalam hal ini, orang yang bangun kesiangan dan melewatkan sholat subuh maka wajib baginya untuk melakukan qadla.

Qadla yang dimaksud adalah tetap harus menjalankan sholat subuh meski waktunya sudah terlewat. Ketika melewatkan sholat subuh karena tertidur atau lupa, maka ini dianggap sebagai unsur ketidaksengajaan dan masih diperbolehkan.

Artinya, orang tersebut tidak berdosa namun tetap harus menunaikan sholat subuh dengan mengqadla. Sementara, bagi orang yang sengaja melalaikan atau meninggalkan sholat subuh, maka baginya adalah hukum dosa dan dituntut untuk segera melakukan qadla sholat subuh.

Hukum Jika Terbiasa Bangun Kesiangan

Hukum Jika Terbiasa Bangun Kesiangan

Banyak sekali muncul pertanyaan di media sosial maupun plaftrom lainnya yang sering dilontarkan oleh umat muslim yang sedang belajar atau ingin mengetahui hukum jika terbiasa bangun kesiangan. Yang mana, sholat subuh kesiangan tentu akan merusak perilaku kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Dimana, orang akan terbangun siang hari itu biasanya disebabkan oleh sering begadang hingga larut malam maupun sampai subuh.

Namun, sangat berbeda dengan orang yang tidak biasa begadang tetapi tidurnya sangat lama akibat kondisi rasa ngantuk yang masih menyelimuti. Dengan begitu, tentu mereka akan tidur dengan nyenyak sampai pagi hari yang menyebabkan tidak bisa melaksanakan sholat subuh diawal waktu seperti pada umumnya.

Walaupun tubuh masih terasa ngantuk, tetap kewajiban mengerjakan sholat subuh tidak boleh kalian tinggalkan karena berdosa. Oleh sebab itu, kurangi kebiasaan begadang atau tidur larut malam supaya tidak terjadi sholat subuh kesiangan. Disamping itu, tubuh tentu harus mendapatkan waktu istirahat yang sangat cukup supaya mendapatkan energi dan tenaga yang lebih fres. Sehingga, pada waktu pagi hari, tubuh kita terasa lebih segar dan kuat serta dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Nah, itulah pembahasan sholat subuh kesiangan, bagaimana hukumnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

 

Jawaban Shalat Istikharah – Sholat adalah tiang agama dan menjadikan suatu kewajiban yang harus dijalani oleh umat muslim untuk beribadah kepada Allah SWT. Menunaikan shalat merupakan salah satu perintah Allah SWT yang harus dikerjakan bagi mat muslim. Namun, disamping itu terdapat pula shalat sunnah yang bisa dilaksanakan untuk beribadah kepada Allah SWT dalam meminta petunjuk yang harus dipilih. Dimana, nama sholat tersebut adalah shalat istikharah. Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui petunjuk jawatab tersebut? Mari kita simak pembahasan cara mengetahui jawaban shalat istikharah disertai dengan tanda-tanda.

Baca Juga: Bacaan Sholat Tahajud Lengkap dari Awal Sampai Akhir

Jawaban Shalat Istikharah

Cara Mengetahui Jawaban Shalat Istikharah Disertai Dengan Tanda-Tanda

Jawaban shalat istikharah adalah salah satu petunjuk yang telah didapatkan dari Allah SWT pada saat mengambil keputusan dalam mengahadapi suatu persoalan yang harus dipilih. Sholat istikharah ini tentu sangat dianjurkan bagi umat muslim yang telah diajarkan oleh Baginda Rasululllah SAW semasa hidup dan dapat dilakukan oleh umat-Nya.

Anjuran mengerjakan shalat istikharah dapat membantu kita untuk mengetahui ciri-ciri maupun tanda jawaban shalat istikharah ketika sedang mengalami kebingungan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menentukan pilihan tertentu, seperti jodoh, karir, pindidikan dan sebagainya.

Dengan melaksanakan shalat istikharah ini tentu kita meminta pertolongan Allah SWT untuk mendapat jawaban shalat istikharah yang paling tepat. Sehingga kita tidak akan menyesal pada saat memberikan pilihan yang akan diputuskan. Oleh sebab itu, dalam melakukan shalat istikharah tentu kita harus ikhlas dan memiliki niat yang tulus agar Allah SWT akan memberikan jawaban shalat istikharah dengan tepat.

Selama menunaikan ibadah shalat istikharah biasanya orang akan berfikir bagaimana mengetahui dalam mendapatkan jawaban shalat istikharah tersebut. Dan apa saja ciri atau tanda-tanda dibalik jawaban yang akan didapatkan tersebut.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Istikhoroh yang Benar dan Mustajab

Tanda-Tanda Jawaban Shalat Istikharah

Tanda-Tanda Jawaban Shalat Istikharah

Beberapa ciri atau tanda-tanda jawaban shalat istikharah yang dapat diketahui ketika Allah SWT telah memberikan petunjuk tersebut. Dimana, kita bisa merasakan jawaban yang telah Allah berikan melalui berbagai macam tertentu yang tidak bisa kita ketahui. Walaupun, tidak ada dalil yang menjelaskan arti dari jawaban shalat istikharah, tetapi kita bisa merasakan petunjuk tersebut.

Sebagian orang mengatakan bahwa untuk mengetahui jawaban shalat istikharah itu bisa didapatkan lewat mimpi maupun ayat Al-Quran. Tetapi, kedua tanda tersebut tidak memiliki hadits dan juga dalil yang sangat kuat dengan kebenarannya.

Namun, menurut pandangan para ulama menyatakan bahwa jawaban shalat istikharah ini didapatkan lewat suatu keyakinan sendiri dalam mengambil keputusan untuk memilih salah satu diantara pilihan tersebut. Setelah mengerjakan shalat istikharah maka seseorang mulai mendapatkan pertimbangan dengan analisa yang kuat dalam menentukan pilihannya.

Oleh karena itu, sebelum menunaikan ibadah shalat istikharah, anda harus mempersiapkan informasi, data, analisis dan mempertimbangkan kerugian dan kelebihan disetiap pilihan yang sedang dituju. Maka dengan terkumpulnya data tersebut dapat memudahkan kita untuk menentukan dalam mengambil salah satu pilihan tersebut setelah melakukan shalat istikharah.

Disamping itu, tentu kita harus bertawakal kepada Allah SWT atas apa yang telah diberikan dalam suatu keputusan yang telah diambil. Karena, dengan shalat istkharah maka jawaban shalat istikharah ini yaitu keputusan paling tepat dan berada dalam ridho Allah SWT.

Mengenal Shalat Istikharah

Mengenal Shalat Istikharah

Setelah mengetahui penjelasan tanda maupun ciri jawaban shalat istikharah, umat islam tentu harus mengenal shalat istikharah lebih jauh dari segi pengertian maupun lainnya. Dimana, shalat istikharah adalah sholat sunnah yang dapat dikerjakan ketika sedang kebimbangan dalam mengambil keputusan paling tepat dari berbagai macam pilihan.

Shalat istikharah dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Waktu pelaksanaan shalat istikharah memang tidak ada anjuran waktu paling tepat. Namun, untuk mengerjakan sholat istikharah dapat dilakukan pada saat anda sedang mengalami masalah untuk menentukan pilihan terbaik. Adapun, bacaan shalat istikharah yang dapat dibacakan membaca suarah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah Al-ikhlas dirakaat ke dua.

Penjelasan Siapa yang Memilih

Ketika kita sudah memahami jawaban shalat istikharah, tentu kita harus mengetahui pula penjelasan atau dalil tentang anjuran menunaikan shalat istikharah tersebut. Dimana, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh bukhari, ahmad dan ashabussunan dari Jabir binAbdullah R.A menceritakan bahwa Baginda Rasulullah SAW telah menganjurkan shalat istikharah kepada umat-Nya dalam menentukan pilihan yang harus dipilih ketika pada saat mengalami persoalan.

Dimana, Rasulullah SAW selalu melakukan shalat dua rakaat selain shalat lima waktu dan dilanjutkan membaca doa memohon petunjuk dari Allah SWT. Maka didalam dalil tersebut terdapat doa yang telah dipanjatkan ketika sedang menghadapi masalah dan harus mengambil keputusan yang tepat.

Oleh karena itu, jawaban shalat istikharah dapat diketahui ketika sudah mengerjakan shalat istikharah dan juga mengumpulkan data secara lengkap. Sehingga, kita dapat memudahkan menentukan pilihan dengan diiringi ridha Allah SWT.

Nah, itulah pembahasan cara mengetahui jawaban shalat istikharah disertai dengan tanda-tanda yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Waktu yang Dilarang Untuk Shalat Istikharah, Bacaan Niat, Tata Cara dan Waktu Terbaik

 

Donor darah merupakan salah satu cara terbaik untuk memberikan darah bagi orang yang sedang membutuhkan. Dimana, manusia yang memiliki darah banyak dan kualitasnya bagus, maka tentu bisa dilakukan donor darah melalui PMI atau lainnya supaya dapat membantu orang yang membutuhkannya. Lantas, bagaimana jika melakukan donor darah ketika bulan puasa? Yuk, simak pembahasan bolehkah donor darah saat puasa? Ini penjelasannya.

Baca Juga: Kapan Puasa Sebelum Hari Raya Idul Adha 2023, Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Donor Darah Saat Puasa

Donor Darah Saat Puasa

Banyak sekali yang memberikan sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh umat muslim tentang bolehkah donor darah saat puasa? Hal itu tentu sangat penting sekali jawaban yang sangat tepat untuk pengetahuan dalam ajaran islam. Dimana, menjalankan ibadah puasa tentu kondisi fisik harus kuat agar tidak menimbulkan rasa lapar dan harus yang bisa menyebabkan membatalkan puasa.

Donor darah merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk memberikan darah kepada orang yang membutuhkan. Syarat melakukan donor darah tentu harus dalam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit. Sedangkan, waktu pelaksanaan donor darah bisa dilakukan kapan dan dimana saja.

Secara umum, donor darah akan diberikan kepada pasien yang sedang membutuhkan tambahan darah akibat mengalami kekurangan darah pada saat kondisi tertentu. Akan tetapi, dalam melakukan donor darah memang tidak boleh sembarangan dan harus dilakukan sesuai persyaratan. Sehingga, proses dalam pelaksanaan donor darah dapat berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Bulan Syaban 2023 dan Keutamaannya

Bolehkah Donor Darah Saat Puasa?

Bolehkah Donor Darah Saat Puasa Ini Penjelasannya

Jawaban pertanyaan bolehkah donor darah saat puasa tentu sangat diperbolehkan tetapi harus sesuai dengan syarat yang telah ditentukan. Dimana, melakukan donor darah saat puasa terkadang bisa dapat menimbulkan resiko bagi si pendonor, seperti mengalami pingsang akibat kekurangan tenaga karena perut dalam keadaan kosong.

Selain itu, seseorang yang akan melakukan donor darah saat puasa bisa menyebabkan dehidrasi akibat kekurangan cairan dalam tubuhnya. Dimana, ketika seseorang melakukan donor darah saat puasa tentu tubuhnya akan mengeluarkan darah dan kehilangan cairan mulai ketika berkeringat, buang air besar maupun kecil. Terkadang bisa menimbulkan gangguan pada sirkulasi darah akibat kehilangan pembuluh darah didalam tubuhnya.

Dengan kondisi tersebut tentu sangat berpengaruh pada tubuh, seperti mengalami pusing, tenaga jadi berkurang hingga pingsan. Mengapa bisa terjadi? Sebab, kandungan zat besi dalam tubuh akan hilang ketika dilakukan donor darah saat puasa. Hal ini tentu dapat menyebabkan kekurangan zat besi didalam tubuh dan juga akan mengganggu pada kadar hemoglobin.

Apabila tubuh mengalami kekurangan kadar hemoglobin maka dapat menyebabkan peredaraan darah didalam tubuh menjadi terganggu dan menimbulkan tidak mendapatkan asupan oksigen pada organ otak yang cukup.

Cara Melakukan Donor Darah Saat Puasa

Cara Melakukan Donor Darah Saat Puasa

Berikut ini, beberapa langkah cara melakukan donor darah saat puasa yang wajib diketahui agar tidak menimbulkan pingsan, diantaranya:

Simpanan Gizi dan Cairan yang Cukup

Cara melakukan donor darah saat puasa yang pertama adalah simpanan gizi dan cairan yang cukup. Bagi pendonor tentu telah memiliki simpanan gizi dan cairan yang cukup didalam tubuhnya. Cara menyimpan gizi dan cairan tersebut bisa dilakukan mengkonsumi makanan dan minumaan yang sehat pada waktu sahur.

Disamping itu, ketika waktu buka puasa telah tiba, maka pendonor harus cepat-cepat mengkonsumsi makanan dan minuman untuk mengembalikan tenaga agar menjadi kuat kembali. Sehingga, tubuh tidak akan menimbulkan lemas maupun lelah yang bisa menimbulkan pingsan.

Kesehatan Tubuh Sangat Kuat

Cara melakukan donor darah saat puasa yang selanjutnya adalah kondisi kesehatan tubuh sangat kuat. Kenapa harus kuat? Karena, pada saat dilakukan donor darah, maka cairan darah didalam tubuh akan berkurang sehingga tidak menyebabkan lemas. Oleh karena itu, tubuh pendonor harus betul-betul dalam keadaan prima.

Apabila anda ingin melakukan donor darah saat puasa, maka saat sahur, anda bisa mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging ayam, daging merah, kacang-kacangan, ikan, biji-bijian dan minum susu. Selain itu, jangan lupa memperbanyak minum air putih saat sahur agar kandungan zat besi akan semakin bertambah didalam tubuh.

Konsumsi Makanan Yang Sehat

Sebelum melakukan donor darah saat puasa, pendonor tentu harus mengkonsumsi makanan yang sehat pada saat makan sahur. Dengan makanan yang akan dikonsumsi tentu sangat berpengaruh pada cairan darah didalam tubuh. Maka dari itu, ketika makan sahur jangan mengkonsumsi makanan atau minuman sembarangan yang tidak memiliki kandungan zat besi karena akan berpengaruh pada kesehatan saat donor darah saat puasa tersebut.

Seperti yang telah sampaikan diatas, anda bisa konsumsi makanan yang mengandung zat besi banyak, mulai dari biji-bijian, kacang-kacang maupun daging dan susu. Sehingga, ketika pada siang hari dalam persiapakan donor darah saat puasa tersebut tidak terjadi pingsan maupun resiko lain yang akan dialaminya.

Nah, itulah pembahasan bolehkah donor darah saat puasa? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Apakah Berbohong saat Berpuasa Mengakibatkan Puasa? Ini Penjelasannya

 

Hari jumat merupakan hari dimana umat muslim khususnya laki-laki diwajibkan mengerjakan sholat jumat di masjid secara berjamaah. Apabila seseorang tidak menunaikan shalat jumat selama tiga kali berturut-turut maka mereka berdosa dan termasuk orang kafir. Lantas bagaimana dengan orang yang sakit atau masih diperjalanan jauh? Maka itu boleh diganti dengan shalat dzuhur. Lalu, bagaimana cara pelaksanaannya? Yuk, simak pembahasan tata cara shalat dhuhur pengganti sholat jumat bagi laki-laki.

Baca Juga: 10 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Daripada Sendiri

Pengganti Sholat Jumat

Pengganti Sholat Jumat

Pengganti sholat jumat merupakan salah satu rangkaian pelaksanaan mengerjakan ibadah sholat jumat diganti menjadi sholat dhuhur untuk khususnya bagi laki-laki yang sedang sakit atau perjalanan jauh. Hari jumat memiliki keistimewaan dan hari yang sangat baik. Apalagi, menjalankan ibadah shalat jumat, hukumnya adalah wajib alias fardhu’ain untuk laki-laki. Waktu pelaksanaan shalat jumat dilakukan sesuai ketentuan atau waktu saat menunaikan ibadah shalat dhuhur.

Sedangkan bagi perempuan umat islam tidak diharuskan mengerjakan salat jumat, tetapi diwajibkan menunaikan ibadah shalat dhuhur. Biasanya, pada hari jumat terdapat pula acara pengajian ibu-ibu atau bapak-bapak, pada waktu satu jam setelah selesai mengerjakan shalat jumat. Hal ini tentu masijid akan semakin ramai dikunjungi oleh umat islam untuk melakukan ibadah.

Jika seorang umat muslim selalu meninggalkan salat jumat secara sengaja lebih dari 3 kali maka mereka termasuk golongan kafir. Untuk itu, kita sebagai umat muslim tentu harus menjaga dan taat serta patuh selalu melaksanakan sholat jumat agar tidak tidak termasuk pada golongan tersebut.

من ترك ثلاث جمع تهاونا بها طبع الله على قلبه

Artinya: “Siapa pun yang meninggalkan sholat Jumat tiga kali karena meremehkannya, maka Allah taala akan menutup hatinya sehingga tak mampu menerima hidayah.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).

Baca Juga: Bacaan Niat Mandi Jumat Laki-Laki dan Tata Cara Pelaksanaannya

Tata Cara Shalat Dhuhur Pengganti Sholat Jumat

Tata Cara Shalat Dhuhur Pengganti Sholat Jumat Bagi Laki laki

Berikut ini, tata cara shalat dhuhur pengganti sholat jumat, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratul Ihram sambil mengangkat keduat tangan

Membaca doa ifitah

Membaca doa iftitah.

Latin: “Allaahu Akbaru kabiiraw walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.”

Atau,

Allaahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. allaahummaghsil khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad.”

Membaca surah Al Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran

Latin: “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.”

ruku’ tuma’ninah sambil membaca:

Latin: “Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih.”

Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”

I’tidal dengan tuma’ninah sambil membaca:

Latin: “Sami’alloohu liman hamidah.Rabbanaa Lakal Hamdu Mil’us Samaawati Wa Mil’ul Ardhi Wa Mil ‘Umaasyi’ta Min Syai’in Ba’du.”

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Sujud dengan tuma’ninah sambil membaca:

Latin: “Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih” dibaca 3 kali

Artinya:”Mahasuci Tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Latin: “Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Sujud kedua dengan tuma’ninah. Bacaannya sama dengan sujud pertama.

Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua hingga

Tasyahud awal sambil membaca;

Latin: “At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assa’aamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad.”

Berdiri kembali mengerjakan rakaat ketiga dan keempat hingga

Tasyahud akhir

Latin: “At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah. Allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad. Kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik’alaa muhammad wa alaa aali muhammad. Kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal.”

Mengucapkan salam.

Bacaan Niat Sholat Dhuhur Pengganti Sholat Jumat

Bacaan Niat Sholat Dhuhur Pengganti Sholat Jumat

Adapun, bacaan niatsholat dhuhur pengganti sholat jumat, yaitu:

Latin: “Ushalli fardhodl dhuhri arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’aala.”

Artinya: “Aku berniat shalat fardhu Dhuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Nah, itulah pembahasan tata cara shalat dhuhur pengganti sholat jumat bagi laki-laki yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Salat Jumat dari Awal sampai Akhir Beserta Bacaan Doa Niatnya

 

Banyak sekali amalan shalat sunnah yang dapat dikerjakan sebagai tambahan amal ibadah untuk bekal kelak diakhirat nanti. Setiap kali mengerjakan shalat wajib dan sunnah maka Allah SWT akan memberi pahala yang tak terhingga. Disamping itu, mendapat perlindungan dan juga keberhan dalam kehidupan baik dari segi materi maupun lainnya. Lantas, apa saja shalat munfarid yang bisa dikerjakan? Mari kita simak pembahasan contoh shalat sunnah munfarid beserta tata caranya.

Baca Juga: Sholat yang Bisa di Jamak, Beserta Niat dan Tata Caranya

Shalat Sunnah Munfarid

Shalat Sunnah Munfarid

Shalat sunnah munfarid adalah sholat sunnah yang dikerjakan secara sendiri yang sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk penambal amal ibadah. Hukum mengerjakan shalat sunnah rawatib adalah sunnah muakkad. Apabila seseorang tidak mengerjakan shalat sunnah maka tidak berdosa. Akan tetapi, sholat sunnah tentu memiliki banyak keutamaan yang sangat luar biasa. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, :

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah salat fardu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, ‘Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan [salat] sunah?’ Jika memiliki amalan salat sunah, sempurnakan amalan salat fardu dengan amal salat sunahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardu lainnya seperti tadi,” (H.R. Ibnu Majah).

Contoh Shalat Sunnah Munfarid

Contoh Shalat Sunnah Munfarid Beserta Tata Caranya

Berikut ini, beberapa contoh shalat sunnah munfarid dilakukan sendiri atau bisas berjamaah, yaitu:

  • Idul Fitri
  • Idul Adha
  • Istisqa
  • Istikharah
  • Sholat Gerhana
  • Shalat rawatib
  • Shalat tahiyatul masjid
  • Tarawih
  • Witir
  • Dhuha
  • Tahajud
  • Shalat tasbih
  • Dll

Tata Cara Shalat Sunnah Munfarid

Tata Cara Shalat Sunnah Munfarid

Sebagai berikut, tata cara shalat sunnah munfarid mengerjakan salat rawatib yaitu:

  • Niat
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah pendek dalam Al-Quran
  • Rukuk tuma’ninah
  • I’tidal tuma’ninah
  • Sujud Pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali menunaikan rakaat kedua dilakukan sama seperti pada raakat pertama sampai,
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Baca Juga: Bacaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh, Beserta Niat dan Tata Caranya

Bacaan Niat Shalat Sunnah Munfarid

Bacaan Niat Shalat Sunnah Munfarid

Adapun, lafadz doa bacaan niat shalat sunnah munfarid pada saat menunaikan shalat rawatib, yaitu:

Qobliyah Subuh

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib qobliyah subuh atau sebelum subuh, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala“.

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Qobliyah Dhuhur

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib qobliyah dhuhur atau sebelum dhuhur, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sebelum Zuhur dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Ba’diyah Dhuhur

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib ba’diyah dhuhur atau sesudah dhuhur, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan latinnya: “Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala”.

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sesudah Zuhur dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Qobliyah Maghrib

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib qobliyah maghrib atau sebelum maghrib, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala“.

Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah Magrib dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Ba’diyah Isya

Bacaan niat shalat sunnah munfarid rawatib ba’diyah isya atau sesudah isya, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala“,

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunah sesudah Isya dua rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”

Lainnya

Bacaan niat shalat sunnah munfarid lainnya, seperti sholat istikharah dan shalat tahiyatul masjid, yaitu:

Bacaan niat shalat sunnah istikharah:

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

Latin: “Ushalli Sunnatal Istikharati Rak’ataini Lillahi Ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat salat istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat shalat sunnah tahiyatul masjid:

أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى

Latin: “Ushalli Tahiyyatal Masjid Rak’ataini Sunnatan Lillâhi Ta’ala.”

Artinya: “Saya berniat salat Tahiyatul Masjid dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Munfarid

Berikut ini, rincian jumlah rakaat shalat sunnah munfarid rawatib muakkad dan ghairu muakkad, yaitu:

  • Dua rakaat sebelum śalat Zuhur
  • Dua rakaat sesudah śalat Zuhur
  • Dua rakaat sesudah śalat Magrib
  • Dua rakaat sesudah śalat Isya
  • Dua rakaat sebelum śalat Subuh
  • Dua rakaat sebelum Zuhur, selain dua rakaat yang muakkadah
  • Dua rakaat sesudah Zuhur, selain dua rakaat yang muakkadah
  • Empat rakaat sebelum Asar
  • Dua rakaat sebelum Magrib

Mengerjakan shalat sunnah rawatib secara munfarid dapat dilakukan sama seperti sholat pada umumnya yang diakhiri dengan salam. Namun, perbedaannya dapat dilihat dari bacaan niat yang akan dibacakan.

Nah, itulah pembahasan contoh shalat sunnah munfarid beserta tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap Bacaan Niat Arab, Latin dan Artinya

 

Selesai menjalankan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh, maka umat muslim akan mengadakan hari kemenangan yang disebut hari raya idul fitri. Dihari raya lebaran ini, seluruh umat muslim di dunia akan menunaikan ibadah shalat sunnah idul fitri yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan. Namun, sebelum mengerjakan sholat idul fitri, ada beberapa amalan yang dapat diamalkan untuk mendapatkan kebaikan dari Allah SWT. Apa saja itu? Yuk, simak pembahasan 6 amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang dianjurkan sunnah nabi.

Baca Juga: Bacaan Sholat Idul Fitri Saat Takbir 7 Kali Beserta Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

Sebelum membahas amalan sunnah sebelum shalat idul fitri, umat muslim akan merasa bahagia dan juga senang ketika hari raya lebaran idul fitri telah tiba. Waktu pelaksanakan sholat idul fitri dilakukan pada tanggal 1 syawal dan dikerjakan dipagi hari. Seluruh umat islam akan menunaikan ibadah shalat sunnah idul fitri secara serentak berjamaah di masjid maupun lapangan.

Setiap kali merayakan hari raya lebaran idul fitri, umat muslim di seluruh dunia yang sedang merantau ke berbagai kota maupun negeri, tentu mereka akan melakukan mudik ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, sahabat dan lainnya. Selain itu, di hari lebaran idul fitri ini akan menjadikan sebuah moment kebahagian bagi seseorang karena dihari tersebut menjadi hari paling istimewa berkumpulnya keluarga yang sangat menyenangkan.

Mengamalkan amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tentu dapat menjadikan sebuah pedoman agar kepribadian diri kita menjadi lebih baik setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh.

6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

6 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri yang Dianjurkan Sunnah Nabi

Berikut ini, 6 amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang dapat dilakukan, diantaranya:

Perbanyak Mengucapkan Takbir

Perbanyak Mengucapkan Takbir, Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri

Amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang pertama adalah memperbanyak mengucapkan takbir. Dimana, kita bisa mengucapkan takbir di malam takbiran hingga menjelang sebelum sholat idul fitri baik dilakukan di rumah, masjid maupun lapangan.

Seperti yang telah ketahui bahwa setiap malam takbiran, banyak sekali umat muslim dari kalangan anak muda maupun kecil sering mengadakan acara pawai takbiran dilingkungan kampung bersama teman-temannya sambil membawa bedug.

Mandi Sebelum Sholat Idul Fitri

Mandi sebelum sholat idul fitri merupakan salah satu amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits,:

Artinya: “Dan dari Amdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, ‘Bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”  (HR. Ibnu Majah)

Sedangkan, bacaan niat mandi sholat idul fitri yang dapat dibacakan yaitu “Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat mandi sunah untuk Idul Fitri karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: Bacaan Niat Mandi Sholat Idul Fitri Dalam Bahasa Arab Beserta Tata Caranya

Menggunakan Pakaian Terbaik

Adapun, amalan sunnah sebelum shalat idul fitri selanjutnya adalah menggunakan pakaian terbaik, rapih, bersih dan tidak berantakan. Seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits:

“Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)

Selain itu, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata yang artinya:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Makan Terlebih Dahulu

Amalan sunnah sebelum sholat idul fitri yang berikutnya adalah makan terlebih dahulu. Jadi, sebelum berangkat ke masjid atau lapangan untuk menunaikan sholat idul fitri, sebaiknya anda makan terlebih dahulu. Adapun, hadist yang menjelaskan tentang amalan ini yaitu:

“Janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia sholat dulu.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad)

Saling Mengucapkan Selamat

Selain itu, amalan sunnah sebelum shalat idul fitri lainnya adalah saling mengucapkan selamat hari raya lebaran kepada orangtua, keluarga, sahabat dan saudara lainnya. Seperti mengucapkan doa “Taqabbalallahu minna wa minkum” artinya semoga Allah menerima amalan kami dan kalian.

Maka dari itu, selama berada di masjid untuk mengerjakan sholat idul fitri, tentu anda harus membaca takbir sebanyak-banyaknya dan tak lupa memba doa tersebut kepada sudara dan lainnya.

Mengambil Jalan Berbeda Saat Berangkat Maupun Pulang

Yang terakhir, amalan sunnah sebelum shalat idul fitri adalah mengambil jalan berbeda saat berangkat maupun pulang. Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadist,:

“Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya).” (HR. Bukhari)

Nah, itulah pembahasan 6 amalan sunnah sebelum shalat idul fitri yang dianjurkan sunnah nabi dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

Baca Selanjutnya: Bacaan Takbir 7x Sholat Idul fitri Wajib Diketahui Umat Islam

 

Dalam mengerjakan sholat sunnah witir baik setelah tahajud maupun tarawih tentu harus dilakukan dengan tertib agar mendapatkan manfaat yang tak terhingga. Shola witir dikerjakan sebanyak 3 rakaat dalam satu kali salam. Kemudian, harus disertai dengan niat dan juga tata cara pelaksanaannya harus fokus agar lebih afdhal. Lantas apa keutamaan dalam mengerjakan shalat witir tersebut? Penasaran? Yuk, simak pembahasan 10 keutamaan sholat witir sebelum tidur, beserta bacaan niat dan tata caranya.

Sholat witir adalah ibadah shalat Sunnah yang dianjutkan setelah menyelesaikan sholat Sunnah lainya pada malam hari. Dimana, umat islam dapat menunaikan sholat witir yang dilakukan ketika selesai sholat tarawih pada bulan Ramadhan alias bulan puasa maupun tahajub sebanyak 1 atau 3 rakaat. Waktu pelaksanaan sholat witir bisa dikerjakan habis isya, pertiga malam hingga mau menjelang waktu subuh.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat Sendiri Setelah Tahajud

Keutamaan Sholat Witir

Keutamaan Sholat Witir

Dalam melaksanakan shalat witir tentu memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Dimana, nia sholat witir menjadi awal ketika akan menunaikan shalat yang lebih afdhal. Sholat witir pada tarawih di bulan Ramadhan dapat dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri. Sedangkan, shalat witir pada tahajud bisa dilakukan sendiri pada waktu malam hari setelah tidur.

Rasulullah SAW telah bersabda didalam sebuah hadist,:

“Barang siapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena bacaan di akhir malam dihadiri (para Malaikat) dan hal itu adalah lebih utama,” (HR. Muslim).

Setiap bulan puasa (bulan Ramadhan) umat muslim akan melaksanakan shalat tawarih dan witir secara berjamaah di masjid maupun rumah pada waktu habis isya maupun pertengahan malam sebelum menjelang subuh. mengerjakan shalat witir dilakukan 1 atau 3 rakaat yang diawali dengan niat hingga diakhiri dengan salam.

10 Keutamaan Sholat Witir

10 Keutamaan Sholat Witir Sebelum Tidur, Beserta Bacaan Niat dan Tata Caranya

Berikut ini, 10 keutamaan sholat witir sebelum tidur maupun sesudah tidur setelah selesai mengerjakan sholat tarawih maupun tahajud, yaitu:

Tambahaan Sholat

Keutamaan sholat witir yang pertama adalah dapat dijadikan sebagai tambahan sholat. Dimana, umat muslim sangat dianjurkan mengerjakan shala sunnah sebelum tidur setelah sholat isya dan dilakukan sebelum sholat subuh. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits:

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan sholat, yaitu sholat Witir, maka sholat Witirlah kalian antara waktu sholat ‘Isya’ hingga sholat Subuh.” [HR. Ahmad]

نَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، فَحَافِظُوْا عَلَيْهَا، وَهِيَ اَلْوِتْرُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’al telah memberi kalian tambahan sholat, maka peliharalah dia, yaitu sholat Witir.”

Menyempurnakan Sholat Malam

Mengerjakan sholat witir dapat menyempurnakan sholat malam. Ini termasuk bagian dari keutamaan sholat witir yang dapat dilakukan sebelum atau sesudah tidur. Dimana, ketika seseorang mengerjakan sholat malam tanpa sholat witir, maka sholat qiyamul lailnya tidak sempurna.

Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadits dibawah ini:

جْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Artinya: “Jadikanlah akhir sholat kalian di malam hari dengan sholat Witir”

Dicintai Allah SWT

Adapun, keutamaan sholat witir yang selanjutnya adalah dicinta Allah SWT. Apabila ada seseorang rajin menunaikan sholat qiyamul lain dan dilanjutkan melakukan sholat witir, maka orang tersebut akan di cintai oleh Allah SWT. Maka dari itu, jika anda ingin dekat dan dicintai Allah SWT tentu harus rajin sholat lima waktu dan sholat malam

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadIts Rasulullah SAW berikut ini:

نَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan sholat Witir, maka sholat Witirlah, wahai para ahli Al-Quran.”

Lebih Baik dari Unta Merah

Keutamaan sholat witir berikutnya yaitu lebih baik dari unta merah. Artinya mengerjakan shalat sunnah witir memiliki nilai yang sangat besar dibandingan harga seekor unta merah. Ini sudah dijelaskan dalam sebuah hadits:

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَاشِدٍ الزَّوْفِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُرَّةَ الزَّوْفِيِّ

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ قَالَ أَبُو الْوَلِيدِ الْعَدَوِيُّ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ وَهِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

وَهِيَ الْوِتْرُ فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ

Telah menceritakan kepada Kami [Abul Walid Ath Thayalisi] dan [Qutaibah bin Sa’id] dari [Kharijah bin Hudzafah], Abu Al Walid Al Adawi berkata: Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam keluar menemui Kami dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah sholat yang dia lebih baik bagi kalian dari pada unta merah, yaitu sholat witir, dan telah menjadikannya berada di antara sholat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu dawud)

Dikabulkan Doanya

Selain lebih baik dari unta merah, keutamaan sholat witir yaitu dapat dikabulkan doanya yang telah dipanjatkan selama mengerjakan sholat witir. Dimana, waktu pelaksanaan sholat witir merupakan waktu paling tepat untuk memanjatkan doa agar dikabulkan. Anda bisa membaca doa apa saja sesuai apa yang dihafalkan ketika berdoa kepada Allah SWT.

Lainnya

Keutamaan sholat witir lainnya yang akan didapatkan bagi seseorang mengerjakannya, yaitu:

  • Disaksikan oleh para malaikat
  • Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
  • Diberi Petunjuk dan Kekuatan Allah SWT
  • Amalan Ahli Al-Qur’an
  • Diwasiatkan Dikerjakan Setiap Hari

Baca Juga: Tata Cara Sholat Witir Setelah Tahajud Beserta Bacaan Niatnya

Bacaan Niat Sholat Witir

Bacaan Niat Sholat Witir

Sebagai berikut, bacaan niat sholat witir dikerjakan sebanyak 3 rakaat satu kali salam setelah memahami keutamaan sholat witir, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Witir

Tata Cara Sholat Witir

Urutan tata cara sholat witir dilakukan banyak 3 rakaat dan mengetahui keutamaan sholat witir, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul Ihram اللهُ أكْبَرُ sambil mengangkat kedua tangan
  • Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam alquran.
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di Antara Dua Sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali mengerjakan rakaat kedua dan ketiga hingga sampai
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Nah, pembahasan 10 keutamaan sholat witir sebelum tidur, beserta bacaan niat dan tata caranya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Setelah Sholat Witir, Arab, Latin, Dzikir dan Doa Sesuai Sunnah