Memiliki wudhu dapat menjaga tubuh tetap bersih dan dalam keadaan suci. Seseorang yang berwudhu jika bersentukan dengan bukan mahram maka wudhunya batal. Begitupun, jika laki-laki atau perempuan yang sudah menikah, mereka akan batal wudhu jika bersentuhan kulit. Lantas, bagaimana hukum jika seorang ibu yang menyusui telah berwudhu apakah batal? Yuk, simak pembahasan apakah menyusui membatalkan wudhu? Ini penjelasan para ulama.

Baca Juga: Shalat Jumat Hukumnya Apa? Ini Penjelasannya

Menyusui Membatalkan Wudhu

Menyusui Membatalkan Wudhu

Sebelum membahas menyusui membatalkan wudhu, ada beberapa hal yang harus kita ketahui tentang wudhu itu sendiri. Dimana, ini merupakan salah satu untuk membersihkan diri dari najis atau kotoran yang harus dilakukan bagi umat muslim ketika ingin mengerjakan ibadah sholat maupun lainnya. Dengan demikian, pelaksanakan ibadah yang akan dijalaninya dalam keadaan bersih alias suci.

Melaksanakan wudhu dilakukan harus disertai dengan niat. Tujuannya untuk menyempurnakan wudhu yang lebih sempurna. Selain itu, wudhu juga bisa dilakukan sebelum menunaikan ibadah sholat fardhu, sunnah, membaca al-quran maupun ingin bepergian dan sebagainya. Dimana, memiliki wudhu dapat menjaga diri dari najis dan kotoran yang menempel pada kulit. Sehingga kita bisa mengamalkan ibadah wajib maupun sunnah. Begitupun pada saat ingin berdzikir, tentu lebih afdhal harus berwudhu terlebih dahulu.

Allah SWT telah berfirman dalam surah A-Maidah ayat 6,:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم

مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ

عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ (المائدة : 6)

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Maidah : 6)

Apakah Menyusui Membatalkan Wudhu?

Apakah Menyusui Membatalkan Wudhu Ini Penjelasan Para Ulama

Menjawab pertanyaan apakah menyusui membatalkan wudhu maka jawabannya telah diketahui dalam sebuah hadist. Seorang ibu menyusui bayi tentu bisa dilakukan baik dalam keadaan suci maupun tidak. Maka seorang ibu yang telah memiliki wudhu boleh menyusui bayi dan tidak membatalkan wudhu yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist:

لخارج من غير السبيلين إذا لم يكن نجسا لا يعتبر حدثا باتفاق الفقهاء واختلفوا فيما إذا كان نج سا

Artinya: “Sesuatu yang keluar selain dari dua jalan, apabila bukan benda najis, tidak dianggap sebagai hadas (membatalkan wudhu) dengan kesepakatan para ulama. Hanya saja mereka mempunyai perbedaan pendapat, apabila benda yang keluar itu adalah benda najis.” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah)

Penjelasan dari sebuah hadits diatas, bahwa air susu bukanlah najis melainkan air susu adalah suci yang bukan dikeluarkan dari kubul dan dubul. Maka, tidak akan membatalkan wudhu bagi seorang ibu yang menyusui.

Baca Juga: Bolehkah Membaca Alquran tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Hukumnya

Hal yang Membatalkan Wudhu

Hal yang Membatalkan Wudhu

Berikut ini, beberapa hal yang membatalkan wudhu setelah mengetahui jawaban apakah menyusui membatalkan wudhu, yaitu:

  • Hilang akal
  • Buang gas dari dubur
  • Kencing
  • Bersentukan kulit dengan seseorang yang bukan mahramnya
  • Menyentuh pada bagian lubang bubur atau kelamin dengan menggunakan jari atau telapak tangan
  • Tidur bukan dalam posisi tamakkun atau tetap berada di tempat.
  • Terkena hadats kecil
  • Dll

Rukun Wudhu

Sebagai berikut, ada beberapa rukun wudhu yang harus dilakukan bagi umat muslim pada saat mau melakukan wudhu dan telah mengetahui penjelasan apakah menyusui membatalkan wudhu, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Membasuh Wajah
  • Membasuh Kedua Tangan Hingga Siku
  • Mengusap Sebagian rambut Kepala
  • Bahkan menurut mazhab Imam Syafi’i dijelaskan minimal tiga helai rambut yang terbasuh sudah sah.
  • Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki
  • Tertib

Doa Setelah Wudhu

Sedangkan, lafadz bacaan doa setelah wudhu yang dapat dibacakan ketika sudah tahu apakah menyusui membatalkan wudhu, yaitu:

اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: “Asyhadu allaa ilaahah illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rosuuluh. Allaahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiin”.

Artinya: “Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shalih.”

Nah, itulah pembahasan apakah menyusui membatalkan wudhu? Ini penjelasan para ulama yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Batalkah Wudhu Jika Bersentuhan Dengan Istri? Ini Penjelasannya

 

Sebelum menunaikan ibadah sholat lima waktu maupun sunnah tentu diwajibkan untuk mengerjakan wudhu terlebih dahulu. Dimana, tujuan wudhu sendiri yaitu membersihkan diri dari hadist kecil ataupun besar dan najis hingga kotoran yang menempel pada kulit. Sehingga proses pelaksanakan ibadah sholat dapat berjalan dengan sempurna. Lantas, bagaimana ketika suami yang sudah mempunyai wudhu dan bersentuhan dengan istri apakah batal? Yuk, simak pembahasan batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri? Ini penjelasannya.

Mengingat banyak pendapat tentang batalnya wudhu ketika bersentukan antara suami istri tentu dapat diketahui sesuai dengan situasi dan kondisi. Dimana, beberapa pendapat lain ada yang mengatakan jika suami akan batal wudhu ketika bersentuhan dengan istri dan sebaliknya demikian. Hal ini membuat para jamaah yang masih pemula atau sedang belajar agama islam masih kebingunan untuk mengetahui soal jawaban batal wudhu tersebut.

Namun, secara umum umat islam yang telah memiliki atau sudah berwudhu tentu akan batal apabila bersentuhan dengan seseorang yang bukan mahramnya. Dengan begitu, seseorang yang sudah rumah tangga atau lebih dikenal dengan sebutan status suami istri menjadi pasangan mahramnya.

Baca Juga: 3 Tantangan Sholat Tahajud yang Sering Terjadi

Batalkah Wudhu Jika Bersentuhan Dengan Istri

Batalkah Wudhu Jika Bersentuhan Dengan Istri Ini Penjelasannya

Hukum batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri memang sudah pernah dijelaskan oleh para kiai, ustadz maupun lainnya didalam ceramahnya. Dimana, pembahasan batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri menjadikan sebuah pedoman agar kita bisa mengetahui hukum batal atau tidaknya wudhu ketika terkena kulit maupun bersentuhan dengan suami atau istri.

Penting sekali bagi umat islam harus mengetahui tentang wudhu supaya pelaksanaan ibadah sholat atau lainnya dalam keadaan suci. Selain itu, pengetahuan batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri tentu sangat bermanfaat bagi seseorang agar dapat diajarkan kepada anak maupun keluarganya. Sehingga, kita sebagai umat muslim harus mempelajari pendidikan agama islam sampai akhir hayat.

Baca Juga: Shalat Jumat Hukumnya Apa? Ini Penjelasannya

Penjelasan Wudhu Jika Bersentuhan Dengan Istri

Penjelasan Wudhu Jika Bersentuhan Dengan Istri

Berikut ini, penjelasan wudhu jika bersentuhan dengan istri yang telah disampaikan oleh beberapa Dai kondang, diantaranya:

Ustadz Abdul Somad

Penjelasan batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri didalam ceramah Ustadz Abdul Somad pada saat mengadakan kajian yang telah diupload dalam salah satu akun youtube menyatakan bahwa ada beberapa pendapat para ulama besar menjawab kesimpulan hukum batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri atau sebaliknya.

Menurut Mazhab Hanafi mengatakan bahwa hukum bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang memiliki wudhu maka tidak batal wudhu. Dimana, makna ayat “aula mastum nisa dalam surah an-nisa ayat 43 yang dimaksud oleh Imam Hanafi yaitu bukanlah bersentuhan kulit, melainkan jima’.

Sehubung dengan pembahasan ayat didalam Al-quran tersebut tidak fulgar, maka tidak dia katakan jima’, dia katakan menyentuh. Tapi makna menyentuh disitu jima’,” jadi menurut madzhab Hanafi jika “Jima’ baru batal wudhu. Kalau sekedar menyentuh tak batal.

Sedangkan pendapat dari Madzhab Imam Mailiki menyatakan bahwa ketika seseorang bersentuhan dengan bukan mahramnya dalam keadaan wudhu, maka akan batal wudhunya dengan catatan yang dapat menimbulkan syahwat. Tetapi, ketika bersentuhan dengan pada seseorang bukan mahram dan tidak menyebabkan syahwat maka Maliki berpendapat tidak membatalkan wudhu.

Namun, pendapat lain dari Madzhab Imam Syafi’I hukum batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri atau penjelasannya laki-laki dan perempuan akan batal wudhu ketika bersentuhan kulit baik yang dapat menimbulkan nafsu atau tidak.

Buya Yahya

Buya Yahya, bersentuhan suami istri batal

Pembahasan hukum batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri didalam ceramah Buya Yahya yaitu penjelasannya sama seperti Ustadz Abdul Somad. Dimana, Buya Yahya merinci penjelasan tentang hukum batal wudhu ketika laki-laki atau perempuan atau suami istri dengan ketiga madzhab tersebut.

Pendapat Imam Syafi’I tentang aula mastum nisa yang ada didalam Al-quran surah An-Nisa ayat 43 bahwa bersentukan bukan bersenggama. Jadi, menurut madzhab imam syafi’I seseorang yang telah bersentukan kulit dengan istri maupun bukan mahram tetap batal.

Seorang wanita yang sudah menikah atau telah menjadi bagian dari mahram perempuan maka status mahramnya sanga berbeda dengan mahram nasab (hubungan keluarga). Maksudnya, istri tidak mahram karena nasab tetapi mahram karena nikah. Maka, ketika suami atau istri telah berwudhu dan terkena atau bersentuhan kulit, maka hukumnya batal.

Oleh karena itu, batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri, maka jawabannya adalah batal bagi seorang suami telah memiliki wudhu ketika bersentukan kulit dengan istrinya. Tetapi, jika bersentuhan dengan anak maka tidak batal.

Nah, itulah pembahasan batalkah wudhu jika bersentuhan dengan istri? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bolehkah Membaca Alquran tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Hukumnya

 

Setiap kali kita akan mengerjakan sholat lima waktu maupun sunnah tentu diwajibkan untuk melakukan wudhu terlebih dahulu. Dimana, wudhu merupakan salah satu cara untuk membersihkan hadats dan juga najis yang menempel pada kulit. Apabila seseorang mengerjakan sholat tanpa wudhu terlebih dahulu maka sholatnya tidak sah. Lantas, bolehkah membaca Alquran tanpa wudhu? Ini penjelasan hukumnya dibawah ini.

Baca Juga: Niat Sholat di Sepertiga Malam, Lengkap Beserta Arti, Tata Cara dan Keutamaannya

Bolehkah Membaca Alquran Tanpa Wudhu

Bolehkah Membaca Alquran tanpa Wudhu Ini Penjelasan Hukumnya

Sebelum membahas tentang bolehkah membaca alquran tanpa wudhu, ada baiknya kita harus pahami tentang pengertian wudhu tersebut. Dimana, wudhu termasuk bagian dari syarat sah sholat dan juga sangat dianjurkan bagi umat muslim ketika mau mengerjakan sholat maupun membaca alquran. Wudhu menjadi salah satu keutamaan yang wajib dilakukan ketika ingin melakukan ibadah agar bersih dari hadats maupun najis.

Disamping itu terdapat pula pertanyaan bolehkah membaca alquran tanpa wudhu yang menjadi suatu persoalan harus diketahui supaya dapat dipahami. Apakah ibadah tersebut tetap sah atau tidak ketika dilakukan. Sehingga, umat muslim dapat mengetahui jawaban yang tepat tentang hukum membaca alquran tanpa melakukan wudhu terlebih dahulu.

Begitupun ketika ingin membaca dzikir di masjid, bagaimana hukumnya jika tanpa wudhu apakah sah atau tidak. Apabila jawaban dari persoalan tersebut sudah diketahui maka cara tersebut akan dilakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Didalam mengerjakan ibadah seperti sholat, membaca alquran, dzikir dan lainnya tentu umat muslim harus mengikuti anjuran Rasulullah SAW supaya ibadah yang telah di lakukannya lebih oftimal dan mendapatkan keutamaannya.

Hukum Memegang Alquran tanpa Wudhu

Hukum Memegang Alquran tanpa Wudhu

Setelah mengetahu pembahasan bolehkah membaca alquran tanpa wudhu, satu hal yang harus kita ketahui adalah bagaimana hukum memegang alquran tanpa wudhu. Mengapa? Pasalnya, setiap kali kita akan membaca Al-quran tentu tubuh kita harus dalam keadaan suci alias bersih dari najis. Begitupun, pada saat kita akan memegang al-quran sebaiknya harus wudhu terlebih dahulu.

Ada 162.671 huruf yang terdapat didalam Al-quran. Ketika anda membaca Al-quran yang ada tafsirannya maka tulisan tafsiran tersebut akan lebih banyak daripada jumlah huruf hijaiyah. Maka dari itu, kita boleh memegang atau menyentuh tafsiran Al-quran walaupun belum wudhu terlebih dahulu.

Yang dimaksud tafsiran al-quran itu adalah al-quran yang telah disediakan penjelasan kalam Allah secara menyeluruh isi dalam Al-quran dengan menggunakan bahasa asli maupun lainnya. Sedangkan Al-quran terjemahan merupakan pengartian dari kandungan setiap ayat dalam Al-quran. Maka dari itu, Al-quran terjemahan bukan termasuk bagian dari kategori tafsiran. Dengan demikian, tentu kita harus keadaan suci bila ingin memegang atau membaca Al-quran tersebut.

Baca Juga: 3 Tantangan Sholat Tahajud yang Sering Terjadi

Hukum Membaca Alquran

Hukum Membaca Alquran

Hukum membaca alquran dalam kondisi hadast memang tidak jauh beda dengan persoalan bolehkah membaca alquran tanpa wudhu. Dimana, persoalan kedua ini tentu sangat penting sekali bagi umat muslim untuk diketahui supaya mendapat pahala dalam melakukannya. Selain itu, dapat memahami mana al-quran terjemahan maupun tafsiran.

Namun yang terpenting adalah setiap kali ingin mengerjakan amal ibadah maka harus disertai dengan wudhu dan dalam keadaan suci. Anjuran seperti ini merupakan kewajiban umat islam ketika beribadah kepada Allah SWT yang harus dijalani.

Hukum Membaca Dzikir

Hukum membaca dzikir dalam kondisi hadast dan bolehkah membaca alquran tanpa wudhu menjadi suatu pembahasan didalam artikel ini. Seperti yang telah dijelaskan dalam surah Ali-Imrah ayat 190, dan memberi penjelasan anjuran untuk berdzikir bagi umat muslim ketika sedang berdiri, duduk, berbaring dan kondisi apapun.

Walaupun demikian, para ulama berpendapat bahwa membaca dzikir boleh dalam keadaan wudhu atau hadast sekalipun. Maksud arti dzikir ini yaitu membaca takbir, tasbih, sholawat nabi, dan bacaan dzikir lainnya dibaca dalam hati maupun lisan. Dimana, dzikir termasuk bagian dari amalan sunnah yang dapat dipraktekan kapan dan dimana saja.

Walaupun demikian, kita bisa beribadah kepada Allah SWT dengan membaca dzikir dalam keadaan suci alias wudhu. Tujuannya adalah agar mendapat keutamaan dan keistimewaan serta lebih sempurna dalam mengamalkannya.

Rajin berwudhu dapat mencerminkan kebaikan yang akan didapatkan. Dimana, hati dan pikiran akan lebih tenang dan bersih dari kotoran maupun najis yang menempel pada kulit. Selain itu, tubuh kita terlihat lebih segar dan bisa menjalankan berbagai macam aktivitas dengan penuh semangat.

Nah, itulah pembahasan bolehkah membaca Alquran tanpa wudhu? Ini penjelasan hukumnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Shalat Jumat Hukumnya Apa? Ini Penjelasannya

 

Setiap hari jumat, laki-laki yang beragama islam akan melaksanakan sholat jumat di masjid berjamaah. Dimana, pada saat menjelang waktu dhuhur, para jamaah ahli jumat akan bergegas ke masjid di dekat rumahnya untuk mempersiapkan menunaikan ibadah sholat jumat. Lantas, bagaimana dengan orang yang tidak pernah atau meninggalkan sholat jumat? Yuk, simak pembahasan shalat jumat hukumnya apa? Ini penjelasannya.

Penting sekali laki-laki muslim untuk mengerjakan ibadah sholat jumat. Dimana, sholat jumat tersebut memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan yang akan didapatkan bagi orang yang menjalankannya. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits yang menjelaskan kewajiban laki-laki umat untuk mengerjakan sholat jumat,:

“Sebaik-baiknya hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, masuk dan keluar dari surga dan hari kiamat hanya akan terjadi pada hari Jumat.” (HR. Muslim).

Lalu, apa hukumnya bagi orang yang mengerjakan sholat jumat? Dan bagaimana hukum bagi seseorang yang selalu meninggalkan sholat jumat secara berturut-turut? Mari kita bahas dibawah ini.

Baca Juga: 5 Keajaiban Sholat hajat 7 Hari Berturut-turut

Sholat Jumat Hukumnya

Shalat Jumat Hukumnya Apa Ini Penjelasannya

Dalam mengetahui pertanyaan sholat jumat hukumnya apa maka jawabannya adalah wajib bagi laki-laki yang beragama islam. Sedangkan, wanita beragama islam hanya bisa melaksanakan shalat dhuhur. Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Jumah ayat 9,:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk menunaikan sholat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumuah: 9).

Dalam al-quran terdapat pula pembahasan kewajiban ibadah sholat jumat yang harus dilaksanakan bagi laki-laki muslim. Selain itu, Baginda Nabi Muhammad SAW pun telah bersabda dalam sebuah hadits,:

“Sholat Jumat itu wajib bagi setiap muslim dengan berjamaah kecuali empat orang: budak, wanita, anak-anak atau orang yang sakit.” (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Baihaqi dan Hakim).

Syarat Sah Mendirikan Shalat Jumat

Syarat Sah Mendirikan Shalat Jumat

Berikut ini, beberapa syarat sah mendirikan sholat jumat yang harus diketahui bagi umat muslim dan memahami shalat jumat hukumnya, yaitu:

  • Sholat jumat dilaksanakan di masjid dekat rumah atau pemukiman penduduk
  • Jumlah mustauhtin minimal 40 orang
  • Dilaksanakan khutbah 2 kali
  • Beragama islam
  • Sudah baligh
  • Dll

Sedangkan mengerjakan sholat jumat di perusahaan maupun perkantoran hukumnya sah apabila telah memenuhi persyaratan. Selain itu, lokasinya jauh dari penduduk atau disekitar tempat tidak ada masjid yang menyelenggarakan shalat jumat. Terkecuali, apabila jika waktu pelaksanaan sholat jumat dalam satu tempat dilakukan secara bersamaan.

Hukum Meninggalkan Sholat Jumat

Hukum Meninggalkan Sholat Jumat

Adapun, hukum meninggalkan sholat jumat bagi seseorang yang tidak pernah sholat jumat sebanyak 3 kali berturut-turut maka berdosa. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh At-Turmudzi, At-Thabarani, Ad-Daruquthni.

من ترك الجمعة ثلاث مرات تهاونا بها طبع الله على قلبه

Artinya: “Siapa meninggalkan tiga kali shalat Jumat karena meremehkan, niscaya Allah menutup hatinya.”

Tidak hanya itu saja, terdapat sebuah hadist lainnya yang menyebutkan seseorang meninggalkan sholat Jumat hingga tiga kali berturut-turut dianggap sebagai orang lalai. Sebagaimana yang tertulis dalam hadist yang artinya,

“Barang siapa meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali karena menyepelekannya, maka Allah mengunci mata hatinya berhentilah orang-orang dari melalaikan shalat jumat, atau Allah mengunci mata hati mereka sehingga selamanya mereka menjadi orang yang lalai.” (H.R Muslim dan An-Nasai) (Al-Hasani: 1992: 64-65).

Baca Juga: Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke? Ini Jawabannya

Tata Cara Sholat Jumat

Tata Cara Sholat Jumat

Sebagai berikut, tata cara sholat jumat yang harus dipahami dan mengetahui shalat jumat hukumnya, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca doa iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ

اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah didalam alquran

Ruku dengan tumaninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal dengan tumaninah

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud dengan tumaninah

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat yang kedua, caranya seperti pada rakaat pertama hingga

Tasyahud Akhir

Salam

Nah, itulah pembahasan shalat jumat hukumnya apa? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Salat Jumat dari Awal sampai Akhir Beserta Bacaan Doa Niatnya

 

Memiliki keinginan untuk melaksanakan sholat tahajud memang tidaklah mudah. Banyak sekali cobaan atau rintangan yang harus dihadapati. Salah satu tantangan yang dapat menggangu untuk melakukan sholat tahajud adalah rasa ngantuk yang berat. Dan masih banyak lagi tantangan yang harus dihadapi bila ingin mengerjakan sholat tahajud. Penasaran? Yuk, simak pembahasan 3 tantangan sholat tahajud yang sering terjadi dibawah ini.

Baca Juga: Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur? Ini Penjelasannya

Tantangan Sholat Tahajud

Tantangan Sholat Tahajud

Sebelum membahas tantangan sholat tahajud, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang sholat tahajud. Di dalam Al-quran terdapat sholat Sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim untuk dikerjakan. Salah satu shalat Sunnah yang tertulis dalam Al-Quran tersebut yaitu sholat tahajud.

Waktu terbaik sholat tahajud tentu harus dilakukan pada pertengahan malam, yang membuat sebagian umat muslim sulit untuk mengerjakannya dikarenakan rasa ngantuk. Padahal, mengerjakan shalat tahajud tersebut tentu memiliki keutamaan yang sangat luar biasa seperti kita melaksanakan shalat dhuha.

Oleh karena itu, jika anda ingin melaksanakan shalat tahajud, maka anda bisa melakukannya pada waktu tertentu agar bisa mendapatkan kesempurnaan pahala. Jadi, menunaikan ibadah sholat Sunnah tahajud ini dikerjakan pada sepertiga malam terakhir

3 Tantangan Sholat Tahajud

3 Tantangan Sholat Tahajud yang Sering Terjadi

Berikut ini, 3 tantangan sholat tahajud bagi umat muslim yang masih pemula dalam mengerjakan sholat di sepertiga malam, diantaranya:

Susah Bangun Tidur

Tantangan sholat tahajud yang pertama adalah susah bangun tidur. Memiliki keinginan untuk sholat tahajud memang menjadi impian bagi semua orang. Namun, apa daya waktu mengerjakan sholat sunnah tahajud dilakukan sepertiga malam tepat jam 03 pagi tentu akan menjadi sebuah tantangan. Dimana, syarat agar bisa sholat tahajud yaitu harus tidur terlebih dahulu.

Dengan demikian, rasa ngantuk yang cukup berat membuat kita akan susah bangun tidur pada saat akan melaksanakan sholat tahajud. Oleh karena itu, kita harus memaksakan untuk bangun tidur tengah malam agar bisa melakukan sholat tahajud. Terlalu sering bangun tengah malam maka kita akan terbiasa mengerjakan sholat tahajud.

Malas Bangun Saat Jam 3 Pagi

Kedua, tantangan sholat tahajud adalah malasa bangun saat jam 3 pagi. Rasa malas ini memang hal wajar dan akan terjadi pada siapa saja. Solusi terbaik untuk menghilangkan rasa malan tersebut maka bisa dilakukan dengan cara dipaksa bangun tidur pada jam 3 pagi walaupun masih ngantuk berat yang membuat badan terasa lelah.

Memang untuk memaksakan sesuau tentu tidak enak. Akan tetapi, ketika mencoba memiliki keinginan untuk melakukan sholat tahajud, maka kita harus melawan rasa malam tersebut agar tubuh menjadi spontan bisa terbangun dari tidur dan dapat mengerjakan sholat tahajud. Apabila cara tersebut dapat dilakukan secara terus menerus, maka semuanya akan terbiasa dan tidak membuat rasa berat.

Takut Sholat di Malam Hari Sendirian

Adapun, tantangan sholat tahajud yang selanjutnya adalah takut sholat di malam hari sendirian. Untuk orang yang memiiki rasa takut pada sesuatu maka akan lebih sulit untuk mengerjakan sholat tahajud di tengah malam. Apalagi, jika kalian tinggal dirumah sendirian, tentu itu akan membuat kita akan malas bangun tidur tengah malam.

Maka dari itu, untuk menghindari rasa takut dan ingin mengerjakan sholat tahajud ada waktu malam hari, maka kalian bisa mengajak teman atau keluarga untuk tinggal di rumah bersama. Sehingga, rasa takut yang dimiliki akan hilang dan dapat melaksanakan sholat tahajud.

Baca Juga: 10 Keutamaan Sholat Tahajud 40 Hari Berturut-turut

Cara Mengatasi Tantangan Sholat Tahajud

Cara Mengatasi Tantangan Sholat Tahajud

Adapun, cara mengatasi tantangan sholat tahajud yang bisa dilakukan, diantaranya:

Tidur Tepat Waktu

Cara mengatasi tantangan sholat tahajud pertama yang bisa diperbuat yaitu tidur tepat waktu. Dengan melakukan tidur lebih awal akan memudahkan kita bisa mengerjakan shalat tahajud dan bisa mencegah ngantuk dengan mudah. Selain itu, kita bisa mengatur waktu dengan baik untuk memudahkan dalam melakukan berbagai macam aktivitas sehari-hari.

Hindari Tidur Siang

Selain itu, cara mengatasi tantangan sholat tahajud berikutnya adalah hindari tidur siang. Bagi anda yang suka tidur siang tentu malamnya terkadang akan susah tidur atau waktu tidur menjadi tengah malam yang dapat mengganggu untuk menunaikan ibadah shalat sunnah tahajud.

Membaca Doa

Adapun, cara mengatasi tantangan sholat tahajud selanjutnya yaitu membaca doa sebelum tidur dan juga baca doa lainnya seperti ayat kursi, Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falak dan sebagainya. Tujuan doa sebelum tidur dapat membantu kita bisa bangun disepertiga malam.

Pasang Alarm

Cara mengatasi tantangan sholat tahajud lainnya adalah pasang alarm. Untuk memudahkan bangun tengah malam dan ingin melaksanakan salat sunnah tahajud, sebaiknya anda pasang alarm pada waktu jam 3 pagi. Sehingga ketika alarm itu sudah berbunyi maka anda akan terbangun dan langsung bergegas mengerjakan salat tahajud.

Nah, itulah pembahasan 3 tantangan sholat tahajud yang sering terjadi dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Sholat di Sepertiga Malam, Lengkap Beserta Arti, Tata Cara dan Keutamaannya

 

Umat muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat di sepertiga malam atau lebih dikenal dan sering disebut sholat tahajud. Dimana, melakukan sholat tahajud tentu memiliki banyak keutamaan yang sangat besar bagi orang yang menjalankannya. Lantas, bagaiman dengan bacaan niatnya? Yuk, simak pembahasan niat sholat di sepertiga malam, lengkap beserta arti, tata cara dan keutamaannya.

Baca Juga: 7 Keajaiban Sholat Tahajud 7 hari 7 Malam Berturut-turut

Niat Sholat di Sepertiga Malam

Niat Sholat di Sepertiga Malam, Lengkap Beserta Arti, Tata Cara dan Keutamaannya

Niat sholat di sepertiga malam adalah bacaan amalan untuk melaksanakan shalat Sunnah tahajud yang dapat dilakukan pada waktu malam hari setelah bangun tidur. Jika Anda memiliki masalah dalam kehidupan maka bisa melaksaksanakan waktu sholat tahajud untuk berserah diri kepada Allah SWT agar semua permasalahan yang dialami dapat terkabul oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 79:

Artinya: “ Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu Mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” QS. Al-Isra:79

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,

“Sholat malam itu, dua-dua.”

“Yanzilu rabbuna illa samaa-id dun-ya hiina yabqq tsulutsul lailil akhiri, fayaquulu, hal min daa’in faastajiibu lahu hal min saa-ilin fa-a’tyhiyahu, hal min mustaghfirin fa-agh firu lahu, hatta yathlu’al fairu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya: “Perintah Allah turun ke langit dunia diwaktu tinggal sepertiga yang terakhir dari waktu malam, lalu berseru: adakah orang-orang yang memohon (Berdo’a), pastikan akan kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan-Ku beri dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan-Ku ampuni baginya. Sampai tiba waktu subuh”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacaan Niat Sholat di Sepertiga Malam

Bacaan Niat Sholat di Sepertiga Malam

Setiap mau melakukan sesuatu tentu harus disertai dengan niat. Begitupun dengan melaksanakan waktu sholat tahajud. Berikut ini, bacaan niat sholat di sepertiga malam 2 rakaat yang dapat dibacakan,

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatat tahajjudi rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat sholat tahajud dua rakaat menghadap ke kiblat karena Allah SWT.”

Baca Juga: Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur? Ini Penjelasannya

Tata Cara Sholat di Sepertiga Malam

Tata Cara Sholat di Sepertiga Malam

Berikut ini, tata cara sholat di seperti malam disebut shalat tahajud sebanyak 2 rakaat setelah hafal lafadz doa niat sholat di sepertiga malam, yaitu:

Membaca niat seperti diatas

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca  dan hafal niat sholat di sepertiga malam:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca dengan memahami niat sholat di sepertiga malam;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca dan pahami niat sholat di sepertiga malam:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga,

Tasyahud akhir

Salam

Doa Setelah Sholat di Sepertiga Malam

Doa Setelah Sholat di Sepertiga malam

Adapun, bacaan doa setelah sholat di sepertiga malam yang dapat dibacakan ketika sudah hafal bacaan niat sholat di seperti malam, yaitu:

اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ

وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ،

وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا

أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Latin: “Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa’dukal haqq. Wa liqa’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan naru haqq. Wan nabiyyuna haqq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haqq. Was sa’atu haqq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a’lantu, wa ma anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.

Keutamaan Sholat di Sepertiga Malam

Beberapa keutamaan sholat di sepertiga malam yang akan didapatkan dan sudah tahu niat sholat di sepertiga malam, yaitu:

  • Sangat dekat kepada Allah SWT
  • Mendapatkan Pahala tak terhingga
  • Shalat paling utama setelah sholat fardu
  • Dikabulkan doa-doanya
  • Diangkat derajatnya
  • Mendapat ampunan atas segala dosa-dosanya
  • Menambahkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT
  • Dijauhkan dari segala keburukan
  • Dilimpahkan rezeki
  • Dll

Nah, itulah pembahasan niat sholat di seperti malam, lengkap beserta arti, tata cara dan keutamaannya dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 10 Keutamaan Sholat Tahajud 40 Hari Berturut-turut

 

Apakah anda ingin mengerjakan sholat hajat tapi belum tahu waktu dan bacaan shalatnya? Nah, jika pertanyaan ini yang sedang anda cari, maka sangat tepat untuk dipelajari agar dapat terlaksana dalam melaksanakan sholat hajat tersebut. Penasaran? Yuk, simak pembahasan sholat hajat dilakukan sebelum atau sesudah tidur? Tata cara dan bacaan sholat hajat lengkap.

Baca Juga: Sholat Hajat Dulu atau Tahajud Dulu? Ini Jawabannya

Sholat Hajat Dilakukan Sebelum atau Sesudah Tidur

Sholat Hajat Dilakukan Sebelum atau Sesudah Tidur Tata Cara dan Bacaan Sholat Hajat Lengkap

Menjawab pertanyaan sholat hajat dilakukan sebelum atau sesudah tidur maka jawabannya adalah bisa dikerjakan sebelum atau sesudah tidur. Sedangkan waktu pelaksanaan sholat hajat dapat dikerjakan pada pagi, siang maupun malam hari. Namun, yang terpenting adalah tidak boleh mengerjakan sholat setelah sholat subuh maupun ashar.

Sholat hajat dilaksanakan sebanyak 2 rakaat hingga 12 rakaat yang dilakukan tiap dua rakaat satu kali salam. Selain itu, ayat-ayat yang akan dibacakan dalam melaksanakan sholat hajat dilakukan sebelum atau sesudah tidur tidak dikhususkan harus membaca surah apa saja seperti rakaat pertama membaca surah Al-Kafirun sebanyak 3 kali. Sedangkan, rakaat kedua membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 rakaat. Kemudian, dilanjutkan membaca doa yang akan dipanjatkan sesuai keinginan sedang menjadi hajatnya.

Tata Cara Sholat Hajat

Tata Cara Sholat Hajat

Berikut ini, tata cara sholat hajat sesuai anjuran Rasulullah SAW setelah mengetahui jawaban sholat hajat dilakukan sebelum atau sesudah tidur, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan membacara surah Al-Kafirun pada rakaat pertama sebanyak 3 kali
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara 2 sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri kembali melanjutkan rakaat kedua dan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali hingga
  • Tasyahud akhir
  • Membaca Salam

Baca Juga: 7 Keistimewaan Sholat Hajat, Dilengkapi Tata Cara, Doa, Bacaan Niat Dan Waktu Pelaksaannya

Niat Sholat Hajat

Niat Sholat Hajat

Sebagai berikut, bacaan doa niat sholat hajat yang dapat dibacakan apabila sudah hafal sholat hajat dilakukan sebelum atau sesudah tidur, yaitu:

Latin: “USHALLI SUNNATAL HAAJATI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA. ALLAHU AKBAR

Artinya : Aku niat shalat sunat hajat dua raka’at karena Allah ta’alaa. Allahu Akbar.

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Hajat

Sedangkan, bacaan dzikir dan doa setelah sholat hajat yang bisa dibacakan setelah memahami sholat hajat dilakukan sebelum atau sesudah tidur, yaitu:

Dzikir

Bacaan dzikir setelah sholat hajat yaitu:

Membaca Istigfar sebanyak 100 kali,:

Latin: “ASTAGHFIRULLAAHA RABBII MIN KULLI DZANBIN WAATUUBU ILAIHI

Artinya : “Aku memohon keampunan kepada Allah Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat kepadaMu”.

Selesai membaca istighfar dilanjutkan membaca shalawat seperti dibawah ini :

Latin: “ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN SHALAATAR RIDLAA WARDLA ‘AN ASH-HAABIHIR RIDLAA ARRIDLAA

Artinya : “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan ridh ailah dari pada sahabat sahabat sekalian”.

Doa

Doa setelah sholat hajat yang dapat dibacakan, yaitu:

Latin: “LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HAKIIMUL KARIIM, SUBHAANALLAAHI RABBIL ARSYIL ‘AZHHM, ALHAMDULILLAAHI RABBIL ‘AA LAMUN, AS-ALUKA MUUJIBAATI RAHMATIKA WA-AZAA-IMA MAGHFIRATIKA WAL GHANIIMATA MIN KULLI BIRRIN WAS SALAAMATA MIN KULLI ITSMIN LAA TADA’ LH DZANBANIL LAA GHAFARTAHU, WALAAHAMMAN ILLAA FARRAJTAHU WALAA HAAJATAN ILLAA HIYA LAKA RIDLAN ILLAA OADLAITAHAA YAA ARHAMAR RAAHIMBNA”.

Artinya : “Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha suci Allah, Tuhan pemelihara ‘arasy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. KepadaMulah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunanMu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang”.

Setelah itu, bisa dilanjutkan membaca ampunan kepada Allah SWT, seperti doa dibawah ini:

Latin: “LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIN

Artinya : “Tidak ada Tuhan melainkan Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan yang aniaya”.

Waktu terbaik untuk mengerjakan sholat hajat agar lebih khusus dan fokus maka bisa dilakukan pada malam hari. Dimana, waktu sepertiga malam ini memiliki keistimewaan yang sangat baik seperti panjat doa yang dibacakan akan terkabulkan oleh Allah SWT.

Nah, itulah pembahasan sholat hajat dilakukan sebelum atau sesudah tidur? Tata cara dan bacaan sholat hajat lengkap yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 5 Keajaiban Sholat hajat 7 Hari Berturut-turut

 

Banyak sekali manfaat dan keutamaan bila kita sering melaksanakan ibadah sholat sunnah tahajud yang dilakukan secara rutin. Yang mana, Allah SWT akan memberikan sesuatu kepada umat muslim yang selalu mengamalkan atau mengerjakan sholat tahajud pada waktu malam hari yang selalu membuat sebagian orang malas dalam menjalankannya. Lantas, apa saja keutamaan yang didapatkan jika kita suka mengamalkan ibadah sholat Sunnah tersebut? Yuk, simak pembahasan 10 keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut.

Baca Juga: Amalan Setelah Sholat Tahajud, Bacaan Dzikir dan Doa Arab

Keutamaan Sholat Tahajud 40 hari Berturut-turut

Keutamaan Sholat Tahajud 40 hari Berturut-turut

Sebelum membahas keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut, tak salahnya kita harus pahami juga tentang sholat tahajud itu. Sholat tahajud adalah amalan ibadah sholat Sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari dilakukan sebanyak minimal 2 rakaat. Waku pelaksanaan sholat tahajub bisa dikerjakan pada sepertiga malam atau sekitar dari jam 02.00 hingga menjelang sebelum sholat subuh. mengerjakan sholat Sunnah tahajud ini memang sangat memberatkan. Dimana, kita bekerja aktivitas sehari-hari pada waktu siang hari tentu akan merasa ngantuk di malam harinya. Sehingga agak lebih sulit untuk bangun tidur dalam persiapan mengerjakan sholat tahajud.

Akan tetapi, bagi orang yang terbiasa bangun tengah malam dan mengerjalan sholat tahajud, maka mereka pastinya akan lebih rutin dan rajin mengamalkan sholat Sunnah tersebut. Sehingga tak herak apabila mereka telah mendapatkan banyak manfaat dan keutamaan dari sholat tahajud tersebut.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 79:

“Dan pada sebagian malam hari sembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ : 79).

10 Keutamaan Sholat Tahajud 40 Hari Berturut-turut

10 Keutamaan Sholat Tahajud 40 Hari Berturut-turut

Berikut ini, 10 keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut, yaitu:

Memberikan Tempat Yang Mulia

Allah SWT akan memberikan tempat tempat yang mulia bagi orang yang melaksanakan sholat Sunnah tahajud secara rutin. Tentu, ini menjadi sebuah keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut yang paling terpuji untuk umat muslim yang selalu menjalankan ibadah sholat Sunnah tersebut secara ikhas dan mencari ridha Allah SWT.

Allah SWT telah berfirman dalam suarah Adh-Dhariyat ayat 15 sampai 18,:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”  (Adh-Dhariyat 51: 15-18)

Dikabulkan Doanya

Dikabulkan doanya, Keutamaan Sholat Tahajud 40 hari Berturut-turut

Keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut berikutnya yaitu dikabukan doanya. Apabila seseorang mengerjakan sholat tahajud di sepertiga malam dengan rutin maka Allah SWT akan mengabulkan semua doa-doa yang telah dipanjatkannya.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim.

“Pada malam hari, ada satu saat ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah SWT memberinya. Itu berlangsung pada setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Jabir).

Dihapus Dosa-Dosa

Selain dikabulkan doanya, keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut memiliki manfaat bagi orang yang menjalankannya yaitu dihapus dosa-dosa atas segala kesalahannya yang telah diperbuat hingga bertaubat ingin belajar berbuat baik secara bertahap.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,”

“Lakukan kiyamullail. Karena itu kebiasaan orang shaleh sebelum kalian, bentuk tajarrub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).

Baca Juga: 7 Keajaiban Sholat Tahajud 7 hari 7 Malam Berturut-turut

Rendah Hati

Mengerjakan sholat tahajud dapat merubah sifat menjadi rendah hati. Sehingga dengan keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut ini dapat mencerminkan suatu ketenangan jiwa dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari dilingkungan masyarakat.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Furqon ayat 63 sampai 64,:

Artinya: “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,” dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.”  (Al-Furqan 63-64).

Mendapat Pahala

Adapun, keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut selanjutnya adalah mendapat pahala. Bagi umat muslim yang selalu menjaga dan rutin mengerjakan ibadah sholat tahajud dimalam hari maka akan memberikan pahala dan juga amal untuk bekal diakhirtan nanti.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Az-Zariyat ayat 15 sampai 18,:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah SWT berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka telah berbuat baik (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Az Zariyat: 15-18).

Ingat Allah SWT

Keutamaan sholat tahajud 40 hari yang dikerjakan banyak minimal 2 rakaat, maka mereka akan selalu ingat Allah SWT dan selalu takut ketika ingin melakukan sesuatu yang telah dilarangannya. Hal ini, mereka akan menjadi orang yang paling disukai oleh Allah SWT.

Lainnya

Keutamaan sholat tahajud 40 hari diamalkan tiap hari, maka mereka akan mendapatkan kebaikan lainnya dari Allah SWT, seperti:

  • Jembatan Masuk Surga
  • Menjaga Kesehatan Fisik
  • Diakui sebagai Orang Istimewa
  • Mampu mengusir Setan

Nah, itulah pembahasan 10 keutamaan sholat tahajud 40 hari berturut-turut dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur? Ini Penjelasannya

 

Sebelum mengerjakan shalat 5 waktu, tentu akan dikumandangkan adzan dan iqomat terlebih dahulu. Dimana, kedua kumandang tersebut merupakan salah satu panggilan kepada umat muslim agar segera menunaikan ibadah sholat fardhu. Lantas, seperti apa bacaan adzan tersebut? Yuk, simak pembahasan bacaan lafadz adzan dan iqomah bahasa arab, latin dan artinya.

Adzan merupakan salah satu panggilan kepada umat muslim untuk segera melaksanakan ibadah shalat lima waktu. Dimana, waktu kumandang adzan dan iqomah ini dilakukan pada saat waktu sholat 5 waktu sudah tiba. Sehingga umat muslim segera mengumandangkan adzan untuk menyerukan panggilan sholat secara berjamaah di masjid.

Sejarah adanya adzan dan iqomah pada saat semasa Rasulullah SAW bersama para sahabatnya sedang berkumpul untuk menentukan dalam melakukan panggilan umat muslim agar dapat melaksanakan sholat wajib pada waktunya. Kemudian, usulan tersebut disampaikan kepada pamannya yaitu Umar bin Khattab hingga akhirnya disetujui.

Sedangkan lafadza adzan dan iqomah tersebut oleh Abdullah bin Zain yang dicerikan kepada Rasulullah SAW. Yang mana, Abdullah bermimpi bertemu seseorang dengan menyampaikan tata cara kumandang adzan dan iqomah yang benar. Sehingga, Baginda Nabi Muhammad SAW menyetujui lafadz tersebut dan diajarkan kepada seorang budak yang sudah merdeka yaitu Bilal bin Rabah.

Dengan demikian, lafadz adzan dan iqomah tersebut dapat dikumandangkan sampai sekarang untuk menyeruakan suara panggilan sholat agar umat muslim bisa melaksaakan sholat wajib secara berjamaah di masjid.

Baca Juga: Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh, Berikut Bacaan dan Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Lafadz Adzan dan Iqomah

Lafadz Adzan dan Iqomah

Lafadz adzan dan iqomah memiliki pengertian yang berbeda. Dimana, secara bahasa adzan adalah pemberitahuan. Sedangkan adzan menurut istilah, sebagai tanda atau isyarat untuk memamnggil waktu shalat fardhu yang 5 waktu. Sementara panggilan iqomah adalah untuk mempersiapkan melaksanakan sholat fardhu.

Hukum adzan dan iqomah adalah fardu kifayah yang diwajibkan pada kelompok. Ketika dari kelompok tersebut mengumandangkan lafadz adzan dan iqomah maka kewajiban tersebut menjadi gugur. Bila seseorang yang ada didalam kelompok tersetbut tidak mengumandangkan adzan pada waktunya, maka mereka akan berdosa.

Allah SWT telah berfirman dalam surah At-Taubah aya 3 yang menjelaskan tentang adzan, yaitu:

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ

Artinya: “Dan ini (adzan) adalah seruan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia,” (QS. At-Taubah: 3).

Bacaan Lafadz Adzan dan Iqomah

Bacaan Lafadz Adzan dan Iqomah Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini, bacaan lafadz adzan dan iqomah bahasa arab, latin dan terjemahannya,:

Lafadz Adzan

Sebagai berikut, lafadz adzan yang akan dikumandangkan,:

 (٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

Latin: “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar” (2x)

Artinya: Allah Maha Besar (2x)

(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

Latin: “Asyhadu allaa illaaha illallaah” (2x)

Latin: Allah Maha Besar Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah

(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Latin: “Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah” (2x)

Artinya: Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah (2x)

(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Latin: “Hayya ‘alashshalaah” (2x)

Artinya: Marilah mendirikan salat

(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Latin: “Hayya ‘alalfalaah” (2x)

Artinya: Marilah menuju kepada kejayaan

(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

Latin: “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar” (1x)

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Latin: “Laa ilaaha illallaah” (1x)

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah

Sedangkan waktu adzan subuh terdapat kalimat lafadz tambahan, yaitu:

اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

Latin: Ash-shalaatu khairum minan-nauum (2x)

Artinya: Salat itu lebih baik dari pada tidur

Baca Juga: Hadits Sholat Tiang Agama dan Keutamaannya bagi yang Mengamalkan

Lafadz Iqomah

Sedangkan, lafadz iqomah yang dapat dibacakan sebagai panggilan memasuki sholat fardhu, yaitu:

اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

Latin: “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ

Latin: “Asyhadu allaa illaaha illallaah

Artinya: Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Latin: “Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah

Artinya: Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ

Latin: “Hayya ‘alashshalaah

Artinya: Marilah menunaikan salat.

حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

Latin: ”Hayya ‘alalfalaah

Artinya: Marilah menuju kepada kejayaan.

قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ،قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ

Latin: “Qad qaamatish-shalaah tu Qad qaamatish-shalaah

Artinya: Sesungguhnya sudah hampir mengerjakan salat.

اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

Latin: “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

لَاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ

Latin: “Laa ilaaha illallaah

Artinya:Tiada Tuhan melainkan Allah.

Doa Setelah Adzan

Doa Setelah Adzan

Adapun, bacaan doa setealah adzan yang dapat dibacakan setelah hafal lafadz adzan dan iqomah, yaitu:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ رَبِّ اغْفِرْ

لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Latin: “Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā’imah, āti sayyidanā muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wab‘atshu maqāmam mahmūdanil ladzī wa‘attah, innaka lā tukhliful mī’ād. Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.”

Artinya, “Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna dan shalat yang berdiri, berikanlah wasilah [tempat di surga] dan keutamaan kepada Nabi Muhammad saw. Bangkitkan ia pada kedudukan terpuji [hak syafa’at] yang Kaujanjikan. Sungguh, Engkau tidak akan menyalahi janji. Tuhanku, ampunilah dosaku dan [dosa] kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.

Nah, itulah pembahasan bacaan lafadz adzan dan iqomah bahasa arab, latin dan artinya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 5 Waktu Dilarang Shalat yang Harus Diketahui

 

Waktu Dilarang Shalat – Shalat merupakan perintah Allah SWT kepada umat islam untuk mengerjakan rukun islam yang kedua tak boleh ditinggalkan. Begitupun, Rasulullah SAW telah menyampaikan bahwa sholat adalah tiang agama. Maka dari itu, barang siapa yang menunaikan ibadah sholat berarti mereka telah menegakkan agama islam. Namun, bagi siapa yang tidak mengerjakan sholat maka dia telah merobohkan islam. Tapi, dalam hal tersebut tentu ada waktu larangan dalam mengerjakan ibadah sholat. Penasaran? Mari kita simak pembahasan 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui.

Baca Juga: Bolehkah Sholat Tahajud Sebelum Tidur? Ini Penjelasannya

Waktu Dilarang Shalat

Waktu Dilarang Shalat

Waktu dilarang shalat maksudnya kita tidak boleh mengerjakan sholat yang bukan pada waktunya terkecuali ingin melaksanakan sholat tertentu. Selain daripada rukun dan syarat sah sholat, terdapat pula waktu sholat yang patut diketahui agar tidak salah dalam menunaikan ibadah sholat tersebut. Yang mana, dalam islam sudah terdapat waktu sholat yang telah ditentukan supaya umat islam melakukan sholat wajib diawal waktu.

Salah satu contoh waktu sholat yang harus dilaksanakan, waktu subuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan juga isya. Begitupun dengan shola sunnah, seperti tahajud, dhuha, tarawih, shalat sunnah rawatib dan sebagainya.

Selain itu, hadist lain yang menjelaskan waktu laranganshalat dari Anas bin Malik,:

“ Barangsiapa lupa shalat atau tertidur darinya, maka kaffaratnya (tebusannya) ialah hendaknya ia mendirikan salat tersebut apabila ia mengingatnya (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadits lain dari Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh Bukhari,:

Rasulullah SAW bersabda: Orang-orang dari (kabilah) Abdul Qais telah menyibukkanku dari shalat dua rakaat tersebut setelah Zhuhur [HR. al-Bukhari].

5 Waktu Dilarang Shalat

5 Waktu Dilarang Shalat yang Harus Diketahui

Berikut ini, 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui supaya mendapakan pahala, yaitu:

  • Waktu dilarang shalat setelah subuh sampai terbit matahari
  • Waktu dilarang shalat dari terbit matahari sampai naik sekitar satu anak panah
  • Waktu dilarang shalat ketika matahari di atas kepala sampai waktu shalat Dzuhur
  • Waktu dilarang shalat pada saat matahari sudah berwarna kekuningan hingga terbenamnya matahari
  • Waktu setelah shalat Ashar sampai terbenamnya matahari.

Adapun, hadits yang melarang sholat pada waktu tertentu, diantaranya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak boleh shalat setelah subuh sampai matahari naik (sedikit), dan tidak boleh shalat setelah Ashar sampai matahari menghilang (tidak tampak/terbenam) (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu, penjelasan melarang shola di waktu lainnya, yaitu:

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani [diriwayatkan] ia berkata: Tiga waktu yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami untuk shalat dan menguburkan orang yang mati di kalangan kami pada waktu-waktu tersebut: Ketika matahari terbit sampai naik (sedikit), ketika matahari berada di kulminasi (titik tertinggi) sampai tergelincir, dan ketika matahari condong untuk terbenam sampai terbenam [HR. Muslim].

Baca Juga: Niat Sholat Sunnah Sesudah Subuh, Berikut Bacaan dan Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh

Dalil Membolehkan Sholat Pada Waktu Terlarang

Dalil Membolehkan Sholat Pada Waktu Terlarang

Sebagai berikut, dalil membolehkan sholat pada waktu terlarang setelah pahami pembahasan waktu dilarang shalat, yaitu:

Hadits dari Jubair bin Muth’im yang diriwayatkan oleh AT Tirmidzi,:

Rasulullah SAW telah bersabda: Hai Bani Abdu Manaf, janganlah kalian melarang seseorang tawaf di Ka’bah ini dan shalat waktu kapanpun ia berkehendak, baik malam atau siang [HR. para pengarang Sunan dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan at-Tirmidzi).

Dalil lainnya:

Hadits dari AbuHurairah yang diriwayatkan oleh Ibu Khuzaimah, yaitu:

Rasulullah SAW bersabda: kepada Bilal tatkala shalat Subuh: Hai Bilal ceritakan kepadaku amalan yang telah kamu kerjakan yang paling kamu harapkan manfaatnya di dalam Islam, karena sungguh akumendengar suara kedua sandalmu malam ini di hadapanku di dalam surga. Bilal menjawab: Wahai Rasulullah, saya tidak mengetahui amalan di dalam Islam yang lebih saya harapkan lebih dari bahwa saya tidak bersuci dengan sempurna baik pada waktu malam maupun siang melainkan saya shalat karenanya untuk Tuhanku seberapa banyak yang telah ditentukan untukku bershalat [HR. Ibnu Khuzaimah].

Keterangan didalam hadits ini menjelaskan bahwa umat muslim boleh melaksanakan shalat sunnah pada waktu tertentu yang telarang maupun tidak. Selain itu, untuk melaksanakan shalat jenazah yang tidak terlarang bisa dilakukan pada waktu tersebut. Maksud dari hadits tersebut menyatakan bahwa jika ada seseorang yang melakukan mengakhiri waktu pemakaman secara sengaja sampai waktu terlarang tersebut. Seperti melaksanakan sholat ashar hingga matahari sudah terbenam.

Dalil Larangan Sholat di 5 Waktu

Adapun, dalil larangan sholat di 5 waktu yang tidak boleh dilakukan ketika mengetahui waktu dilarang shalat, yaitu:

Hadist yang menjelaskan larangan sholat di 5 waktu, diantaranya:

“Barangsiapa lupa shalat atau tertidur darinya, maka kaffaratnya (tebusannya) ialah hendaknya ia mendirikan salat tersebut apabila ia mengingatnya (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Nah, itulah pembahasan pembahasan 5 waktu dilarang shalat yang harus diketahui yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Hadits Sholat Tiang Agama dan Keutamaannya bagi yang Mengamalkan