Rajin melaksanakan sholat hajat setiap hari tentu akan mendapatkan keajaiban yang tak disangka-sangka. Allah SWT akan memberikan pertolongan dalam segala hal apapun bagi seseorang yang telah mengerjakan sholat hajat yang dilakukan sebelum tidur. Lantas, apa saja keutamaan dan manfaat sholat hajat tersebut? Yuk, simak pembahasan 5 keajaiban sholat hajat 7 hari berturut-turut.

Baca Juga: Amalan Setelah Sholat Tahajud, Bacaan Dzikir dan Doa Arab

Keajaiban Sholat Hajat 7 Hari

Keajaiban Sholat Hajat 7 Hari

Banyak sekali keajaiban sholat hajat 7 hari yang telah dilakukan secara berturut-turut dapat terkabulkan atas doanya. Mengerjakan sholat hajat dilakukan sebanyak paling sedikit 2 rakaat hingga 12 rakaat pada siang maupun malam hari. Dimana, melaksanakan sholat hajat merupakan ibadah sholat sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim atas apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,:

Artinya: “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian sholat dua rakaat (shalat hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah akan berikan apa yang ia minta cepat atau lambat.” (HR. Ahmad).

5 Keajaiban Sholat Hajat 7 Hari

5 Keajaiban Sholat hajat 7 Hari Berturut-turut

Berikut ini, 5 keajaiban sholat hajat 7 hari yang dilakukan secara terus menerus, yaitu:

Terkabulkan Doa

Keajaiban sholat hajat 7 hari yang pertama adalah terkabulkan doa. Apabila seseorang memiliki suatu keinginan dalam duniawi maupun lainnya dan melakukan sholat hajat maka segala doa-doa yang telah dipanjatkan akan terkabulkan oleh Allah SWT.

Bahkan, Rasulullah SAW telah menganjurkan sholat hajat kepada umat islam untuk mengerjakan sholat sunnah tersebut ketika sedang memiliki keinginan. Dimana, melaksanakan sholat sunnah hajat dapat mengabulkan segala doa yang telah dipanjatkan. Seperti yang telah disampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ustman bin Hunaif.

Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Mendekatkan diri kepada Allah SWT termasuk salah satu keajaiban sholat hajat 7 hari yang dilakukan secara terus menerus. Ketika seorang umat muslim memiliki persoalan dalam kehidupannya maka dari itu segera laksanakan sholat sunnah hajat untuk meminta pertolongan dan ampunan kepada Allah SWT agar semua persoalan tersebut dapat terselesaikan dengan mudah.

Mengerjakan sholat sunnah hajat merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk berdoa kepada Allah SWT yang dapat dilakukan untuk mendapatkan diri pada sangat pencipta. Dengan demikian, semoga harapan yang sedang diinginkan dapat tercapai.

Ketenangan Hati dan Pikiran

Adapun, keajaiban sholat hajat 7 hari yang selanjutnya adalah ketenangan hati dan pikiran. Selain dari terkabulkan doa, mengerjakan sholat hajat mampu memberi dampak yang sangat positif bagi tubuh yaitu hati dan pikiran akan lebih tenang. Hal ini dikarenakan doa yang telah dipanjatkan terkabulkan oleh Allah SWT.

Disamping itu, tentu kita harus rajin beribadah kepada Allah SWT dengan mengerjakan segala perintah dan menjauhi larangannya. Seperti halnya kita harus patuh untuk menunaikan sholat lima waktu dan sholat sunnah tahajud, dhula dan lainnya.

Mendapatkan Keselamatan

Keajaiban sholat hajat 7 hari berikutnya yaitu akan mendapatkan keselamatan duni dan akhirat. Selain itu, Allah SWT akan melindungi seseorang yang rajin beribadah dari segara marabahaya. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim tidak boleh meninggalkan segala perintah-Nya dan selalu mengerjakan suatu amalan sunnah sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Ditinggikan Derajatnya

Keajaiban sholat hajat 7 hari yang terakhir adalah ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT kepada umat muslim yang selalu menjaga sholat lima waktu maupun sunnah. Walaupun, banyak sekali sholat sunnah yang bisa dikerjakan, seperti sholat tahajud, dhuha, dan rawatib. Sholat hajat pun memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,:

Artinya: “Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu” (HR. Muslim).

Baca Juga: 7 Keistimewaan Sholat Hajat, Dilengkapi Tata Cara, Doa, Bacaan Niat Dan Waktu Pelaksaannya

Niat Sholat Hajat

Niat Sholat Hajat

Berikut ini, lafadz doa bacaan niat sholat hajat 2 rakaat yang dapat dibacakan saat melaksanakannya, dan memahami keajaiban sholat hajat 7 hari, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Lain: “Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat sholat hajat sunnah hajat dua raka’at menghadap ke kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Hajat

Sedangkan, tata cara sholat hajat sesuai sunnah agar mendapat keajaiban sholat hajat 7 hari, yaitu:

  • Membaca Niat
  • Takbiratur ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran
  • Ruku dengan tuma’ninah
  • I’tidal secara tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di Antara Dua Sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,
  • Tasyahud Akhir
  • Membaca Salam

Doa Setelah Sholat Hajat

Sebagai berikut, bacaan doa setelah sholat hajat yang dapat dibacakan seperti dibawah ini:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Latin: Astaghfirullohal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih

Kemudian, dilanjutkan bisa membaca doa dibawah ini:

Laa ilaaha illalloohul haliimul kariim. Subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. As aluka muujibaari rohmatika wa ‘aazaaima maghfirotika wal ghoniimata min kulli birri wassalaamata min kulli itsmin laa tada’ lii dzamban illa ghofartah walaa hamman illaa farojtah walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitah yaa arhamar roohimiin.

Nah, itulah pembahasan 5 keajaiban sholat hajat 7 hari berturut-turut yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Sholat Istighosah dan Bacaan Doanya untuk Meminta Pertolongan Allah SWT

 

Mengerjakan shalat istikharah merupakan salah satu cara memohon pertolongan kepada Allah SWT untuk memberikan jalan yang terbaik disetiap mengambil keputusan dalam segala persoalan. Dengan begitu, ketika sudah ada jawabannya maka kita akan memberikan kebutuhan yang tepat dan berada didalam ridha Allah SWT. Namun, ternyata ada waktu tertentu yang tidak boleh mengerjakan sholat istikhoroh. Penasaran? Yuk, simak pembahasan waktu yang dilarang untuk shalat istikharah, bacaan niat, tata cara dan waktu terbaik.

Shalat istikharah adalah ibadah shalat sunnah yang dapat dikerjakan pada malam hari sebanyak paling sedikir 2 rakaat. Tujuan mengerjakan sholat istikharah ini adalah meminta pertolongan Allah SWT untuk memberikan jawaban didalam mengambil keputusan didalam 2 pilihan yang sedang dihadapinya agar lebih tepat dalam menjalankannya.

Rasulullah SAW telah bersabda salam sebuah hadist,

“Rasulullah SAW mengajari para sahabatnya untuk sholat istikharah dalam setiap urusan sebagaimana beliau mengajari surat dari Al-Qur’an. Beliau berkata: “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah,” (HR Bukhari)

Waktu pelaksanakan sholat istikharah bisa dilakukan kapan saja seperti pagi, siang hingga malam hari. Akan tetapi, ada beberapa waktu yang dilarang untuk shalat istikharah.

Baca Juga: Bacaan Niat Mandi Taubat Nasuha dan Tata caranya

Waktu yang Dilarang Untuk Shalat Istikharah

Waktu yang Dilarang Untuk Shalat Istikharah, Bacaan Niat, Tata Cara dan Waktu Terbaik

Melansir dari berbagai sumber menyatakan bahwa terdapat beberapa waktu yang dilarang untuk shalat istikharah yaitu setelah sholat subuh hingga menjelang terbit matahari, ketika matahari sudah berada ditengah, waktu ashar sampai menjelang waktu terbenam matahari.

Sedangkan, waktu terbaik untuk sholat istikharah yang sangat dianjurkan adalah dilakukan pada waktu sepertiga malam hingga menjelang waktu subuh, antara adzan dan iqomah, pada akhir shalat fardhu, ketika malam lailatul qadar dan turun hujan.

Niat Shalat Istikharah

Niat Shalat Istikharah

Berikut ini, lafadz bacaan niat shalat istikharah setelah mengetahui waktu yang dilarang untuk shalat istikharah, yaitu:

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

Latin: “Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Hajat 2 Rakaat Sendiri di Rumah

Tata Cara Shalat Istikharah

Tata Cara Shalat Istikharah

Sebagai berikut, urutan didalam tata cara shalat istikharah pada saat mengetahui waktu yang dilarang untuk shalat istikharah,

Membaca Niat

Takbiratul ihram اللهُ أكْبَرُ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca doa iftitah

Membaca Alfatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran. Surah yang bisa dibaca para rakaat pertama mengerjakan sholat tahajud yaitu Al-kafirun. Sedangkan, pada rakaat kedua bisa membaca surah Al-Ikhlas.

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud Akhir

Salam

Doa Setelah Shalat Istikharah

Adapun, bacaan doa setelah shalat istikharah yang dapat dibacakan ketika mengerjakan sholat sunnah istikharah di waktu yang dilarang untuk shalat istikharah seperti dibawah ini.

Latin: “ Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Artinya:

” Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Tahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebutkan persoalannya) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.

Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.”

Nah, itulah pembahasan waktu yang dilarang untuk shalat istikharah, bacaan niat, tata cara dan waktu terbaik yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Sholat Istikhoroh yang Benar dan Mustajab

 

Apakan anda sedang mencari informasi tentang sholat awwabin? Nah, jika anda saat ini lagi belajar atau mencari informasi pembahasan apa itu sholat awwabin untuk tugas sekolah maupun kampus kuliah, atau ingin mengamalkannya, maka anda sangat tepat datang ke pembahasan ini. Mari kita simak info atau pembahasan sholat sunnah awwabin, niat, bacaan dan tata caranya.

Baca Juga: Tata Cara Salat Jumat dari Awal sampai Akhir Beserta Bacaan Doa Niatnya

Sholat Sunnah Awwabin

Sholat Sunnah Awwabin Niat, Bacaan, dan Tata Caranya

Sholat sunnah awwabin adalah salah satu sholat sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat islam dengan tujuan untuk memperbaiki dalam perilaku dan kehidupan serta bertaubat kepada Allah SWT.  Sholat sunnah ini lebih dikenal atau sering disebut sholat ghaflah. Nama sholat sunnah ini memang jarang diketahui oleh sebagian umat muslim. Dikarenakan alaman sholat sunnah tersebut terdengarnya sangat asing, tetapi sholat awwabin memang ada.

Waktu Sholat Sunnah Awwabin

Waktu sholat sunnah awwabin atau sholat ghaflah dilaksanakan selesai habis sholat maghrib hingga sampai isya. Selain itu, sholat sunnah awwabin dikerjakan atau dilakukan sebanyak 2 rakaat. Namun, apabila ingin mendapatkan pahala, maka bisa dikerjakan sebanyak 20 rakaat. Sehingga, anda akan mendapatkan keutamaan sholat awwabin tersebut.

Niat Sholat Sunnah Awwabin

Niat Sholat Sunnah Awwabin

Adapun, lafadz bacaan niat sholat sunnah awwabin yang dapat diamalkan, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الأَوَّابِينَ رَكَعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli sunnatal awwabiina rak’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya : “Aku niat shalat sunah awwabin dua rakaat karena Allah ta’ala”.

Baca Juga: Berzinah Tapi Sholat, Apakah Diampuni Allah SWT? Ini Penjelasannya

Tata Cara Sholat Sunnah Awwabin

Tata Cara Sholat Sunnah Awwabin

Berikut ini, urutan tata cara sholat sunnah awwabin yang dilakukan sebanyak 2 rakaat, yaitu:

Membaca Niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ

وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Sedangkan doa iftitah dibaca oleh Muhammadiyah:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ

بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Membaca Surah Al Fatihah dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ

عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga..

Tasyahud Akhir

لتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا

عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى

آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا

وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Latin: “Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.”

Atau:

Latin: “At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.”

Salam

Anjuran Sholat Sunnah Awwabin

Walaupun dikerjakan hanya 2 rakaat, ada bagus apabila anda mengerjakan sholat awwabin sebanyak 6 rakaat. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,

Artinya: “Barangsiapa melakukan shalat sunnah enam rakaat setelah shalat Maghrib dan di antara shalat-shalat itu tidak berkata dengan kata-kata yang buruk, maka shalatnya sebanding ibadah dua belas tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan sholat sunnah awwabin memiliki banyak manfaatnya. Dimana, anda bisa membaca amalan lain untuk bertaubat kepada Allah SWT, seperti mengerjakan sholat, membaca istighfar dan membaca doa lainnya.

Nah, itulah pembahasan sholat sunnah awwabin, niat, bacaan dan tata caranya dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 7 Keajaiban Sholat Tahajud 7 hari 7 Malam Berturut-turut

 

Mengerjakan sholat sunnah tahajud tentu memiliki banyak keutamaan yang didapatkan. Terlebih dari itu, sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sholat sunnah yang paling dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat islam seperti yang telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW. Lantas, apa keajaiban jika melakukan sholat tahajud? Yuk, simak 7 pembahasan keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam berturut-turut yang tak disangka-sangka.

Baca Juga: Sholat Hajat Dulu atau Tahajud Dulu? Ini Jawabannya

Keajaiban Sholat Tahajud 7 Hari 7 Malam

Keajaiban Sholat Tahajud 7 Hari 7 Malam

Melaksanakan sholat tahajud memang dilakukan secara ikhlas karena Allah Ta’ala jangan ingin diketahui banyak orang dalam artian bersifat riya. Mengapa? Sebab, ketika ingin melakukan ibadah secara ikhlas maka Allah SWT akan memberikan ganjaran yang tak disangka-sangka. Seperti halnya keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam tersebut.

Disamping, sholat tahajud tentu kita harus melakukan ibadah sunnah lainnya, seperti berdzikir, berdoa, membaca Al-Quran dan bersedekah. Sehingga hidup kita akan lebih tenang, nyaman dan bahagia serta rezeki sangat lancar.

7 Keajaiban Sholat Tahajud 7 Hari 7 Malam

7 Keajaiban Sholat Tahajud 7 hari 7 Malam Berturut-turut

Berikut ini, beberapa keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam yang dilakukan secara terus menerus, yaitu:

Sholat Sunnah Paling Utama

Keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam yang pertama adalah sholat sunnah paling utama yang dapat di kerjakan pada waktu sepertiga malam. Walaupun, sebetulnya banyak sekali sholat sunnah yang bisa kita lakukan, namun sholat tahajud memiliki banyak keutamaan yang sangat besar. Sehingga tak heran jika banyak sekali umat muslim yang mengerjakan sholat tahajud tiap hari.

Sholat tahajud adalah ibadah sholat sunnah yang dapat dilakukan pada waktu sepertiga malam didirikan sebanyak 11 rakaat maupun 23 rakaat. Banyak sekali umat muslim yang telah merasakan keajaiban telah didapatkan setelah mengerjakan sholat tahajud terus menerus, seperti hajatnya terkabulkan, rezeki lancar, hidup lebih nyaman dan mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat dan sebagainya.

Mendapatkan Kemuliaan Di Dunia Dan Akhirat

Mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat merupakan salah satu keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam yang dilakukan berturut-turut. Melakukan sholat sunnah tahajud secara ikhlas maka Allah SWT akan melindungi dan memberikan kebahagiaan duni dan akhirat. Oleh sebab itu, jika anda sering gelisah atau hidup tidak tenang, maka segera lakukan mengerjakan sholat tahajud walaupun hanya 2 rakaat saja.

Disamping itu, tentu kita akan terbiasa melaksanakan sholat tahajud setiap hari tanpa rasa lelah maupun malas. Bahkan, ketika kita ketiduran hingga tidak melakukan sholat tahajud, terkadang hati kita menjadi resah dan merasa menyesal. Mengapa? Karena kita sudah terbiasa selalu mengerjakan sholat tahajud setiap hari yang menjadi kebiasaan.

Terkabulkan Doa

Adapun, keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam yang berikutnya adalah mudah terkabulkan doa-doa yang telah dipanjatkan. Penjelasan tersebut tentunya sudah disampaikan dalam sebuah hadist maupun Al-Quran. Dengan demikian, apabila kita memiliki banyak dosa atau sedang memiliki keinginan, maka segera lakukan mengerjakan sholat tahajud secara terus menerus.

Dengan menjalankan ibadah sholat sunnah tahajud tentu dapat membersihkan dan memperbaiki diri atas apa yang telah dibuatnya. Selain itu, melakukan sholat tahajud dapat mencegah perbuatan dosa dan maksiat seperti mengasah limu ma’rifat.

Mencegah Perbuatan Dosa

Mencegah Perbuatan Dosa, keajaiban sholat tahajud

Keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam selanjutnya yaitu dapat mencegah perbuatan dosa agar tidak terulang kembali. Sholat tahajud mampu memberikan dampak pada tubuh dan kehidupan sehari- hari dengan muhasabah yang telah dilakukan untuk mencegah melakukan perbuatan yang menimbulkan dosa besar.

Biasanya, orang yang selalu rajin mengerjakan sholat tahajud maka akan selalu berhati-hati dalam segala perbuatan dikarenakan selalu ingat kepada Allah SWT. Selain itu, akan terlindungi dari orang yang jahat dan marabahaya lainnya.

Baca Juga: Waktu Terbaik Sholat Tahajud Jam Berapa? Ini Penjelasannya

Mencegah Penyakit

Melakukan ibadah sholat tahajud pastinya dapat menyehatkan tubuh seperti menghilangkan stress dan sebagainya. Dengan demikian, mencegah penyakit seperti ini merupakan bagian dari keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam. Maka dari itu, apabila anda sedang memiliki penyakit akibat stress, maka sholat tahajud dapat membantu mengurangi rasa stress tersebut.

Menurut seorang ilmu kedokteran menyatakan bahwa orang yang selalu mengerjakan sholat tahajud setiap hari maka dapat menurunkan respon sekresi hormone kortisol. Dimana, orang tersebut sedang berada dalam kondisi lebih tenang, pikiran lebih jernih serta dapat mengumpulkan energy positif.

Diselamatkan Dari Marabahaya

Keajaiban Shalat tahajud 7 hari 7 malam lainnya yaitu diselamatkan dari marabahaya. Rasulullah SAW telah bersabda dalam hadist,:

Artinya: “Barang siapa melaksanakan shalat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka allah swt akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

Dilancarkan Rezekinya

Keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam yang terakhir adalah dilancarkan rezekinya. Seseorang yang selalu rajin mengamalkan sholat tahajud maka Allah SWT akan memudahkan rezeki dan dilancarkan dari segala usahanya.

Nah, itulah 7 pembahasan keajaiban sholat tahajud 7 hari 7 malam berturut-turut yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Amalan Setelah Sholat Tahajud, Bacaan Dzikir dan Doa Arab

 

Banyak sekali pertanyaan yang sering terjadi di media sosial maupun platform lainnya perihal seseorang yang melakukan zina tetapi sering mengerjakan sholat. Maka dari itu, pembahasan kali ini akan memberi sedikit rangkuman atau pencerahaan sebagai bahan rekomendasi tentang hal tersebut. Yuk, mari kita simak pembahasan berzinah tapi sholat, apakah diampini Allah SWT? Ini penjelasannya.

Baca Juga: 5 Keajaiban Sholat hajat 7 Hari Berturut-turut

Berzinah Tapi Sholat

Berzinah Tapi Sholat, Apakah Diampuni Allah SWT Ini Penjelasannya

Sebelum membahas lebih lanjut tentang berzinah tapi sholat, ada baiknya kita harus mengetahui arti dari pada zinah tersebut. Ini merupakan salah satu perbuatan dosa yang sangat besar hingga menimbul perkara azab dan kemurkaan dari Allah SWT. Pasalnya, sudah dijelaskan dalam sebuah hadist maupun Al-Quran bahwa berzinah adalah dosa besar yang harus dihindari.

Melakukan zinah adalah hal yang diharamkan. Seperti halnya dengan syirik. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim tentu harus mencegah sifat tersebut agar Allah SWT tidak akan memberikan azab yang sangat pedih.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist menjelaskan tentang zinah,:

مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ أعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِي رَحِمٍ لاَ يَحِلُّ لَهُ

Latin: “Maamin danbin ba’dasirki a’damu indallahi minnutfatin wada’aha rozulun fii rohimin laa yahilullahu

Artinya: “Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, kecuali dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya pada rahim wanita yang tidak halal baginya.”

Allah SWT pun telah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 32 yang menjelaskan tentang perbuatan zinah,:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Latin: “Wala taqrabuuzzinna innahu kana faahisyatan wasaa sabilan

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”

5 Hal Awal Mula Berzinah Tapi Sholat

5 Hal Awal Mula Berzinah Tapi Sholat

Melansir dari sebuah situs menyatakan ada 5 hal awal mula berzinah tapi sholat, diantaranya:

Pandangan Mata Lawan Jenis

Awal mula berzinah tapi sholat yang pertama berawal karena zina mata yaitu saling pandang mata lawan jenis. Ini akan menjadi sebuah dampak bisa menimbulkan seseorang pertama kali mulai merasa suka-sama suka.

Dengan begitu, tentu kita sebagai umat islam harus menghindari hal tersebut agar tidak terjerumus pada perkara yang menimbulkan zinah. Untuk mengatasi hal tersebut, lebih baik kita harus menjauhkan pandangan pada dengan lawan jenis supaya hati dan pikiran tidak merasuk pada perbuatan dosa besar.

Melempar Senyuman

Melempar Senyuman, berzinah tapi sholat

Awal mula berzinah tapi sholat yang kedua yaitu melempar senyuman. Maksudnya adalah, apabila ada seseorang melihat wanita cantik kemudian saling tatap pandangan mata, maka keduanya akan selalu melempar senyuman yang menjadi tanda ketertarikan.

Dengan senyuman inilah kedua orang tersebut memiliki rasa ingin dekat hingga terjadi saling berbagai nomor kontak yang bisa melanjutkan komunikasi selanjutnya.

Baca Juga: Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke? Ini Jawabannya

Komunikasi

Mendapat nomor kontak yang bisa dihubungi akan menjadi langkah awal komunikasi yang menimbulkan awal berzinah tapi sholat. Bahkan, orang yang tidak pernah atau sering bolong sholatnya pun tentu akan melakukan hal tersebut.

Komunikasi lewat handphone bisa jadi keduanya akan merasa nyaman seakan-akan dunia menjadi milik berdua. Sehingga, lama-kelamaan yang terjadi saling bertemu dan bisa mengarah pada perbuatan zinah yang tak disangka-sangka.

Merasakan Kenyamanan

Adapun, awal berzinah tapi sholat setelah berkomunasi atau ngobrol dengan lancar tentu keduanya akan merasakan kenyamanan setiap saat. Inilah yang menjadi langkah berikutnya dalam timbul rasa sayang hingga bisa mengarah pada perbuahtan zinah.

Ketertarikan

Awal berzinah tapi sholat yang selanjutnya adalah memiliki rasa ketertarikan lawan jenis untuk terus melakukan pertemuan setiap waktu yang telah ditentukan. Mulai detik seperti ini, sebagai tanda awal untuk melangkah dalam melakukan zinah. Hal ini tentunya bagi umat islam tentu harus dihindari agar menjerumus pada perbuatan tersebut.

Dengan begitu, kita sebagai umat muslim harus menjaga dan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT supaya terhindar dari perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Salah satu cara terbaik untuk menghapus atau ingin diampuni oleh Allah SWT atas apa yang telah kalian perbuat (berzinah) maka segera lakukan bertaubat. Mengapa? Karena Allah SWT akan mengampuni hamba-Nya yang telah bertaubat dengan sungguh-sungguh. Tak terkecuali bagi orang yang melakukan zinah hingga diceritakan secara terang-terangan kepada semua orang.

Hal itulah yang paling dibenci oleh Allah SWT. Dengan begitu, kita harus melakukan sholat taubat untuk meminta ampunan kepada Allah SWT atas apa yang telah kita lakukan. Selain itu, kita harus rajin dalam mengerjakan sholat lima waktu tanpa berhenti sampai sepanjang hidup.

Kemudian, lakukan mengerjakan amalan-amalan sunnah seperti sholat tahajud, sholat dhuha, puasa sunnah, bersedekat, berbuat baik dan sebaiknya. Dan tak lupa, kita akan berjanti tidak akan melakukan hal terebut kembali.

Nah, itulah pembahasan berzinah tapi sholat, apakah diampini Allah SWT? Ini penjelasannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Tata Cara Salat Jumat dari Awal sampai Akhir Beserta Bacaan Doa Niatnya

 

Tata Cara Salat Jumat – Hari jumat adalah hari dimana laki-laki berbagama islam akan melaksanakan sholat jumat 2 rakaat pada waktu dhuhur di masjid secara berjamaah. Mungkin, sudah tidak asing lagi jikat setiap hari jumat banyak laki-laki dari berbagai kalangan pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah sholat jumat. Hal itu adalah perintah dari Allah SWT. Apabila seorang muslim (laki-laki sudah baligh) tidak mengerjakan sholat jumat maka hukumnya berdosa. Lantas, bagaimana cara sholat jumat tersebut? Yuk, simak pembahasan tata cara salat jumat dari awal sampai akhir beserta bacaan doa niatnya.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Dalam Bahasa Arab dan Artinya

Tata Cara Salat Jumat

Tata Cara Salat Jumat dari Awal sampai Akhir Beserta Bacaan Doa Niatnya

Tata cara salat jumat merupakan salah satu rangkaian pelaksanaan mengerjakan ibadah sholat jumat atas perintah Allah SWT kepada umat islam khususnya bagi laki-laki secara berjamaah di masjid. Hari jumat memiliki keistimewaan dan hari yang sangat baik. Apalagi, menjalankan ibadah shalat jumat, hukumnya adalah wajib alias fardhu’ain untuk laki-laki. Waktu pelaksanaan shalat jumat dilakukan sesuai ketentuan atau waktu saat menunaikan ibadah shalat dhuhur.

Sedangkan bagi perempuan umat islam tidak diharuskan mengerjakan salat jumat, tetapi diwajibkan menunaikan ibadah shalat dhuhur. Biasanya, pada hari jumat terdapat pula acara pengajian ibu-ibu atau bapak-bapak, pada waktu satu jam setelah selesai mengerjakan shalat jumat. Hal ini tentu masijid akan semakin ramai dikunjungi oleh umat islam untuk melakukan ibadah.

Jika seorang umat muslim selalu meninggalkan salat jumat secara sengaja lebih dari 3 kali maka mereka termasuk golongan kafir. Untuk itu, kita sebagai umat muslim tentu harus menjaga dan taat serta patuh selalu melaksanakan sholat jumat agar tidak tidak termasuk pada golongan tersebut.

من ترك ثلاث جمع تهاونا بها طبع الله على قلبه

Artinya: “Siapa pun yang meninggalkan sholat Jumat tiga kali karena meremehkannya, maka Allah taala akan menutup hatinya sehingga tak mampu menerima hidayah.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Dhuhur Bahasa Arab, Latin, Artinya dan Tata Cara Pelaksanaan

Urutan Tata Cara Salat Jumat

Urutan Tata Cara Salat Jumat

Berikut ini, beberapa urutan tata cara salat jumat dari awal sampai akhir yang dapat dilakukan, yaitu:

Berwudhu

Tata cara salat jumat yang pertama diawali berwudhu terlebih dahulu untuk membersihkan hadas kecil maupun besar serta menghilangkan kotoran maupun najis yang menempel pada kulit. Sebelum pergi berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat jumat diusahakan mandi terlebih dahulu. Kemudian, seperti biasa langsung berwudhu. Selanjutnya, menggunakan pakaian yang bersih dan sopan serta memakai wewangian non alkohol.

Setelah itu, pergi jkeluar rumah sambil membaca doa dan jangan lupa ketika memasuki masjid harus berdoa terlebih dahulu dengan melangkahkan kaki kanan.

Mengerjakan Sholat Tahiyatul Masjid

Mengerjakan Sholat Tahiyatul Masjid, tata cara sholat jumat

Sebelum duduk untuk menunggu waktu sholat jumat, jangan lupa mengerjakan sholat tahiyatul masjid sebanyak 2 rakaat yang merupakan bagian dari tata cara salat jumat. Selesai melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid, dilanjutkan berdzikir seperti membaca tasbih, tahmid, takbir, berdoa, sholawat nabi dan membaca Al-Quran.

Hari jumat merupakan hari yang paling istimewa dikarenakan Allah SWT akan mengabulkan segala doa-doa bagi orang yang memanjatkannya.

Mendengarkan Khutbah

Adapun, tata cara salat jumat yang selanjutnya adalah mendengarkan khutbah. Ketika waktu adzan dhuhur sudah tiba, maka muadzin akan mengumandangkan adzan. Setelah itu, khatib akan berdiri menuju mimbar untuk menyampaikan khotbah. Kemudian, para ahli jumat akan mendengarkan khutbah apa yang disampaikan oleh khatib tersebut.

Didalam sholat jumat ini, terdapat 2 khutbah. Biasanya khutbah pertama akan menyampaikan suatu pembahasan yang akan disampaikan dan diakhiri dengan khutbak kedua membaca doa hingga selesai. Setelah itu, muadzin akan mengumandangkan iqamah sebagai tanda waktu pelaksanaan sholat jumat akan segera di mulai.

Melaksanakan Sholat Jumat

Tata cara salat jumat yang berikutnya adalah melaksanakan sholat jumat dimulai dari niat dan diakhiri dengan salam, yaitu:

Membaca Niat

Bacaan niat sholat jumat untuk makmum, yaitu:

أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمْعَةِ مَأْمُومًا لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Ushalli fardha jumu’ati ma’muman lillahi ta’ala

Artinya: “Saya sholat Jumat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

Sedangkan, bacaan niat sholat jumat untuk imam, yaitu:

Bacaan niat sholat jumat bagi imam

Ushalli fardal jum’ati ada’an mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta’ala”.

Artinya:

“Aku niat melakukan sholat Jumat dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Takbiratul ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membacara surah pendek mengikuti imam.

Rukuk tuma’ninah

Itidal tuma’ninah

Sujud tuma’ninah

Duduk di antara dua sujud tuma’ninah

Berdiri kembali untuk mengerjakan rakaat kedua, cara sama seperti rakaat pertama hingga..

Tasyahud Akhir

Membaca Salam

Nah, itulah pembahasan tata cara salat jumat dari awal sampai akhir beserta bacaan doa niatnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Mandi Jumat Laki-Laki dan Tata Cara Pelaksanaannya

 

Sebagai umat muslim tentu harus memahami atau mempelajari tentang rukum islam. Sebagaimana yang telah ketahui bahwa pada saat kita belajar agama islam sejak dini diajarkan oleh guru ngaji tentang rukun islam tersebut. Karena itu merupakan salah satu syarat menjadi umat islam yang harus dilakukan selama hidupnya. Lantas, apa saja rukum islam tersebut? Yuk, simak pembahasan shalat merupakan rukun islam yang ke? Ini jawabannya.

Baca Juga: Waktu Sholat Ashar Hari Ini Sampai Jam Berapa

Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke

Shalat Merupakan Rukun Islam yang Ke Ini Jawabannya

Shalat merupakan rukun islam yang ke 2 dari urutan rangkaian rukun tersebut. Dimana, rukun islam ada 5 perkara, yang pertama membaca syahadat, mendirikan shalat, puasa, menunaikan zakat, dan pergi haji. Penjelasan rukum islam ini telah telah tersampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Oleh karena itu, penting sekali kita sebagai umat muslim wajib mengerjakan sholat lima waktu yang harus ditunaikan atas perintah Allah SWT sebagai shalat merupakan rukun islam yang ke dua. Jangan sampai ditinggalkan karena akan berdosa dan pasti mendapatkan siksaan dari Allah SWT.

Rukun Islam Ada 5 Perkara

Rukun Islam Ada 5 Perkara

Berikut ini, rukun islam ada 5 perkara yang salah satunya shalat merupakan rukun islam yang ke dua, yaitu:

Syahadat

Rukun islam yang pertama yaitu membaca dua kalimat syahadat. Shalat merupakan rukun islam yang ke dua itu, bacaan kalimat syahadat bahasa arab, yaitu:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Latin “Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadarrasuulullahi“.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Shalat

Shalat merupakan rukun islam yang ke dua wajib dikerjakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Shalat lima waktu atau lebih dikenal dengan sebutan sholat fardhu (wajib) diantaranya:

  • Shalat subuh, dikerjakan sebelum terbit fajar dilakukan sebanyak 2 rakaat
  • Shalat Dzuhur, dikerjakan pada waktu siang hari dilakukan sebanyak 4 rakaat
  • Shalat Ashar, dikerjakan pada sore hari dilakukan sebanyak 4 raka’at.
  • Shalat Maghrib, dikerjakan pada matahari terbenam dilakukan sebanyak 3 rakaat
  • Shalat Isya, dikerjakan pada waktu malam hari yang telah ditentukan dengan jumah 4 rakaat

Puasa Ramadhan

Puasa, Rukun Islam yang ke

Adapun, rukun islam yang ketiga setelah mengetahui shalat merupakan rukun islam yang ke 2 adalah diwajibkan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Umat islam diwajibkan puasa di bulan Ramadhan full 1 bulan penuh untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Mengerjakan puasa Ramadhan tentu memiliki banyak hikmah dan keutamaan yang akan didapatkan. Selain itu, dapat melatih kesabaran, menjalin tali silaturahmi dan saling memberi sedekah dengan cara memberi makanan kepada saudara maupun tetangga yang kurang mampu.

Disamping itu, berpuasa di bulan Ramadhan dapat membantu menahan hawa nafsu dari rasa lapar atau amarah yang bisa menimbulkan dosa. Mengajarkan puasa bulan Ramadhan pada anak-anak sebagai bentuk untuk mengamalkan rukun islam yang ketiga ini. Mungkin, anak bisa belajar untuk puasa selama waktu sampai siang, sore hingga full. Dengan begitu, tentu anak tersebut akan terbiasa menunaikan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh.

Menunaikan Zakat

Rukun islam yang keempat adalah menunaikan zakat. Sebagai umat muslim diwajibkan mengeluarkan zakat untuk membersihkan harta, hati dan memahami shalat merupakan rukun islam yang ke dua. Tujuan menunaikan zakat ini tak lain memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain.

Beberapa jenis zakat dalam islam, yaitu:

Zakat Fitrah

Menunaikan zakat fitrah merupakan kewajiban umat muslim untuk mengeluarkan zakat sebanyak 2,5 kg beras yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Atau bisa diganti dengan uang yang sesuai ukuran beras 2,5 kg.

Zakat Mal

Zakat mal adalah salah satu zakat yang harus dikeluarkan bagi umat muslim dari penghasilan yang telah didapatkan atau hasil niaga. Jumlah zakat mal yang wajib dikeluarkan hampir sama dengan zakat fitrah yaitu 2,5 kg dari hasil perhasilan yang telah didapatkan.

Disini kita bisa mengajarkan pada anak-anak untuk belajar bagaimana cara mengeluarkan zakat fitrah maupun mal yang harus dikeluarkan sebagai bentuk amal yang harus dikerjakan suatu saat nanti ketika sudah besar.

Baca Juga: Bacaan Sholat Subuh dari Niat Sampai Salam Beserta Artinya

Pergi Haji

Rukun islam yang kelima adalah pergi haji bagi umat muslim yang sudah mampu. Seseorang yang telah mampu dalam segi finansial maupun fisik maka diwajibkan untuk menunaikan haji. Karena itu, hukum mengerjakan haji adalah wajib.

Allah SWT telah befirman dalam surah Ali-Imrah ayat: 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: “…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali-Imran: 97)

Dalam menunaikan ibadah haji ini dimana kita akan melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah di batullah seperti wukuf, tawaf, sa’i, tahallul dan sebagainya.

Nah, itulah pembahasan shalat merupakan rukun silam yang ke? Ini jawabannya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Lirik Pujian Sebelum Sholat, Maghrib, Subuh dan Fardhu Lainnya

 

Melantunkan pujian di masjid maupun mushola sebelum sholat 5 waktu memang sering dilakukan oleh umat muslim. Tujuan melanjutkan pujian tersebut sangat berguna agar kita selalu ingat mendekatkan diri kepada Allah AWT dengan cara melaksanakan sholat fardhu secara berjamaah. Bacaan pujian yang akan dilanjutkan bisa menggunakan bahasa arab, Indonesia maupun daerah tergantung seseorang yang ingin melantunkannya. Lantas, bagaimana lirik pujian tersebut? Yuk, simak pembahasan beberapa lirik pujian sebelum sholat, maghrib, subuh dan fardhu lainnya.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Sesudah Subuh

Pujian Sebelum Sholat

Pujian Sebelum Sholat

Melantunkan pujian sebelum sholat memang menjadi sebuah kebiasaan umat muslim di Indonesia agar dapat melaksnakan sholat fardhu secara berjamaah di masjid. Apalagi, sebelum melantunkan pujian tersebut selalu membaca sholawat nabi terlebih dahulu. Pasalnya, sering membaca sholawat nabi ini memiliki banyak keutamaan yang sangat besar.

Dalam sebuah hadist yang menjelaskan membaca sholawat nabi,:

Artinya “Bacalah shalawat untukku, sebab bacaan shalawat itu membersihkan kekotoranmu (dosa-dosamu) dan mintalah kepada Allah untukku wasilah. Apakah wasilah itu ya Rasulullah? Jawabnya: Satu derajat yang tertinggi dalam surga yang tidak akan dicapai kecuali oleh seorang, dan saya berharap semoga sayalah orangnya”.

Bahkan para wali jaman dahulu sering menciptakan sebuah syair pujian anak-anak maupun dewasa dalam bahasa arab maupun daerah. Sehingga, tak heran jika umat islam pada jaman dahulu, pada saat waktu memasuki sholat wajib, mereka berbondong-bondong datang ke masjid untuk mengerjakan sholat secara berjamaah.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Subuh dan Bacaan Niat Beserta Gambarnya

Lirik Pujian Sebelum Sholat

Lirik Pujian Sebelum Sholat, Maghrib, Subuh dan Fardhu Lainnya

Berikut ini, beberapa lirik pujian sebelum sholat yang dapat dilantunkan, yaitu:

Pujian Sebelum Sholat Bahasa Jawa

Sebagai berikut, lirik pujian sebelum sholat bahasa jawa yang sering dilantunkan, yaitu:

Astaghfirulloh Robbal baroyaah

Astaghfirulloh Minal Khothoyah

Robbi zithni ‘ilmannafii’aa

Wawaffiqni ‘Amalaan sholikha

Ya roshulalloh salam mun’alaika

Ya rofi’asyaaniwaddaarojii

‘Athfataiyajii rotal’alaami

Ya Uuhailaljudiwalkaromi

Ya Uuhailaljudiwalkaromi

 

Ngawiti ingsun nglara syi’iran

Kelawan muji pareng pengeran

Kang paring rohmat lan kenikmatan

Rino wengine tanpo pitungan

Rino wengine tanpo pitungan

 

Duh bolo konco prio wanito

Ojo mung ngaji syare’at bloko

Gur pinter dongeng nulis lan moco

Tembe mburine bakal sangsoro

Tembe mburine bakal sangsoro

 

Akeh kang apal Qur’an Hadis e

Seneng Ngafirkeh marang liyane

Kafir e dewe Ga’ di gatekke

Yen isih kotor ati akale

Yen isih kotor ati akale

 

Gampang kabujuk Nafsu angkoro

Ing pepaese Gebyare ndunyo

Iri lan meri sugi e tonggo

Mulo atine peteng lan Nisto

Mulo atine peteng lan Nisto

 

Ayo sedulur Jo nglale ake

Wajib e ngaji sak pranatane

Nggo ngandelake iman Tauhid e

Baguse sangu mulyo matine

Baguse sangu mulyo matine

 

Kang aran sholeh bagus atine

Kerono mapan sari ilmune

Laku torekot lan ma’rifate

Ugo hakekot manjing rasane

Ugo hakekot manjing rasane

 

Alqur’an kodhim wahyu minulyo

Tanpo tinulis iso diwoco

Iku wejangan guru waskito

Den tancep ake ing njero dodo

Den tancep ake ing njero dodo

 

Kumantel ati lan pikiran

Mrasuk ing badan kabeh njeroan

Mukjizat rosul dadi pedoman

Minongko dalan manjing e iman

Minongko dalan manjing e iman

 

Kelawan Alloh Kang maha Suci

Kuduh rangkulan rino lan wengi

Di tirakati di riadhoi

Dzikir lan suluk jo nganti lali

Dzikir lan suluk jo nganti lali

 

Urip e ayem rumongso aman

Dununge roso tondo yen iman

Sabar nerimo snajan paspasan

Kabeh tinakdir saking pengeran

Kabeh tinakdir saking pengeran

 

Kelawan konco dulur lan tonggo

Kang podo rukun ojo daksio

Iku sunnah e rosul kang mulyo

Nabi muhammad panutan kito

Nabi muhammad panutan kito

 

Ayo nglakoni sekabeane

Alloh kang bakal ngangkat drajate

Senajan ashor toto dhohire

Ananging mulyo makom drajat e

Ananging mulyo makom drajat e

 

Lamun palastro ing pungkasane

Ora kesasar roh lan sukmane

Den gadang Alloh syuargo manggone

Utuh mayite ugo ules

Utuh mayite ugo ules

 

Ya roshulalloh salam mun’alaika

Ya rofi’asyaaniwaddaarojii

‘Athfataiyajii rotal’alaami

Ya Uuhailaljudiwalkaromi

Ya Uuhailaljudiwalkaromi

Bertaubat dan Mohon Ampunan

Bertaubat dan Mohon Ampunan, pujian sebelum sholat

Selain itu, lirik pujian sebelum sholat yang bersyair memohon ampunan dan bertaubat, yaitu:

“Astaghfirullahal’adzim

Alladzii Laailaha Illa huwalhayyul Qoyyumu

Wa Atubu Ilaihi Taubatan ‘Abdin Dzolimi

Laa Yamliku Linafsihi Dhoro Wa La Naf’a

Wa La Mauta wa La Hayaata wa La Nushura”

Pujian sebelum sholat di atas mengandung syair pengakuan seorang hamba yang penuh dosa dengan memohon kepada Allah SWT

“Yaa Allah, sungguh tidak ada Tuhan selain engkau. Dan saya bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada-Mu dengan sebenar-benar taubat, taubat seorang hamba yang penuh dengan kedzaliman, hamba yang bahkan tidak memiliki dirinya sendiri, yang tidak mampu membuat mudharat atau manfaat untuk hidup, mati, bahkan hingga bangkit kembali”.

Nah, itulah pembahasan beberapa lirik pujian sebelum sholat, maghrib, subuh dan fardhu lainnya yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Niat Sholat Qobliyah Isya dan Ba’diyah Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

 

Memanjatkan doa setiap sholat merupakan salah satu cara untuk memohon pertolongan dan ampunan kepada Allah SWT. Selain dari sholat lima waktu, banyak sekali cara yang dapat lakukan untuk meminta pertolongan Allah SWT seperti melaksanakan sholat istighosah. Mendengar nama sholat sunnah satu ini memang sudah tidak asing lagi bagi umat muslim. Namun, sebagian umat muslim yang sedang belajar pendidikan ilmu agama islam, tentu baru mengenal nama tersebut. Penasaran? Yuk, simak pembahasan niat sholat istighosah dan bacaan doanya untuk meminta pertolongan Allah SWT.

Baca Juga: Waktu yang Dilarang Untuk Shalat Istikharah, Bacaan Niat, Tata Cara dan Waktu Terbaik

Sholat Istighosah

Sholat Istighosah

Sholat istighosah adalah ibadah sholat sunnah yang dilakukan sebanyak paling sedikit dua rakaat untuk meminta pertolongan Allah SWT atas apa yang sedang diinginkan. Dimana, kita bisa memanjatkan doa-doa sesuai keinginan permohohan kepada Allah SWT agar semua hajat terkabulkan. Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Anfal ayat 9:

Artinya: “(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, diperkenankan-Nya bagimu: ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. An-Anfal: 9).

Didalam ayat tersebut, telah dijelaskan bahwa Rasulullah SAW  berdoa meminta pertolongan Allah SWT pada masa ditengah perang badar yang harus dihadapati melawan seribu kekuatan lebih dari pasukan umat islam. Kemudian, Allah SWT mengabulkan doa Rasulullah SAW dengan memberikan bantuan pasukan dari para malaikat.

Niat Sholat Istighosah

Niat Sholat Istighosah dan Bacaan Doanya untuk Meminta Pertolongan Allah SWT

Berikut ini, bacaan lafadz doa niat sholat istighosah yang dapat dibacakan,:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: “Usalli sunnatal hajati rak’ataini ada’an lillahi ta’ala

Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah karena hajat tertentu dua rakaat tunai karena Allah ta’ala.”

Bacaan Cara Sholat Istighosah

Bacaan Cara Sholat Istighosah

Adapun, bacaan cara sholat istighosah yang dapat dilakukan sebanyak 2 rakaat,:

Membaca niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Membaca Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah dalam Al-Quran

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri melakukan rakaat kedua, caranya sama seperti diatas hingga tasyahud,

Tasyahud Akhir

لتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا

عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى

آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Atau,:

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Membaca Salam

Baca Juga: Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Sendiri, Lengkap Beserta Bacaan Doa, Niatnya

Bacaan Doa Setelah Sholat Istighosah

Sedangkan, bacaan doa setelah sholat istighosah yang dapat dibacakan,:

Membaca Basmallah

Membaca Surah AlFatihah sebanyak 1 kali

Membaca Tasbih sebanyak 3 kali

Membaca Sholawat Nabi sebanyak 3 kali

أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

“Allahumma sholli alaa sayyidinaa Muhammad wa alaa ali sayyidinaa Muhammad.” 3x

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya.”

لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

“Laillaha illa anta subhanaka inni kuntu minadhalimin.” 40x

يَا اَللهُ يَا قَدِيْمُ

“Ya Allahu ya Qadiim.” 33x

يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ

“Ya mubdi’u yaa kholiq.” 33x

يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ اللهُ

“Yaa hafiizhu yaa nashiiru yaa wakiilu ya Allah.” 33x

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أسْتَغِيْثُ

“Yaa hayyu ya qayyum birahmatika astaghits.” 33x

يَا لَطِيْفُ

“Yaa lathiif.” 41x

أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Astagfirullahalazhiima innahu kaana ghaffaraa.” 33x

أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أدْرِكْنِي يَا اَللهُ

“Allahumma sholli alaa sayyidinaa Muhammadin qad dhaaqat hiilatii adriknii ya Allah.” 3x

أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ

وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

“Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salamaatan taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadilladzii tanhaalu bihil ‘uqadu wa tanfariju bihilkurabu wa tuqdhaa bihilhawaa-iju wa tunaalu bihirraghaa ibu wa husnulkhawaatimi wa yustasqalghamaamu bi wajhihilkariimi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’luumin laka.”

Nah, itulah pembahasan niat sholat istighosah dan bacaan doanya untuk meminta pertolongan Allah SWT yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: 7 Keistimewaan Sholat Hajat, Dilengkapi Tata Cara, Doa, Bacaan Niat Dan Waktu Pelaksaannya

 

Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal – Mengerjakan sholat 5 waktu atau lebih dikenal dengan sebutan sholat fardhu (wajib) merupakan salah satu kewajiban umat muslim yang harus ditegakan untuk menunaikan rukun islam yang kedua. Tentu ini wajib dikerjakan dalam lima waktu mulai dari subuh sampai isya. Akan tetapi, jika ada salah satu sholat fardhu yang tertinggal maka harus dilakukan menggantinya dengan cara di qodho. Bagaimana caranya? Yuk, simak pembahasan cara mengganti shalat yang tertinggal karena tidur atau perjalanan beserta doa niatnya.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Subuh dan Bacaan Niat Beserta Gambarnya

Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal Karena Tidur Atau Perjalanan

Cara mengganti shalat yang tertinggal merupakan salah satu cara untuk mengerjakan sholat fardhu yang terlewat waktunya. Dimana, dalam mengganti sholat tertinggal ini bisa dilakukan dengan cara sholat qodho. Ini merupakan mengerjakan sholat ketika waktu sholat tersebut telah berakhir.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadist,:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

Artinya: ”Siapa yang terlupa shalat, maka lakukan shalat ketika ia ingat dan tidak ada tebusan kecuali melaksanakan shalat tersebut, dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” – HR Bukhari.

Masih banyak lagi hadist-hadist yang menjelaskan tentang shalat qodho atau cara mengganti shalat yang tertinggal agar dapat dikerjakan pada waktu tertentu.

Tata Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Tata Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Berikut ini, urutan tata cara mengganti shalat yang tertinggal atau lebih dikenal mengqodho, yaitu:

Membaca niat

Takbiratul Ihram أللهُ أَكْبَرْ sambil mengangkat kedua tangan

Membaca Doa Iftitah

Didalam membaca doa iftitah yang biasa dibaca:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلاَتِيْ

وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Atau:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ

بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surah dalam Al-quran

Ruku dengan tuma’ninah

Bacaan rukun didalam sholat yang biasa dibaca, cara mengganti shalat yang tertinggal:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

I’tidal

Membaca doa I’tidal yang dibaca;

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Atau:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًافِيْهِ

Sujud

Bacaan doa sujud dibaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Atau:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Duduk di Antara Dua Sujud

Bacaan doa duduk diantara dua sujud dibaca:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Atau:

اغْفِرْلِيْ وارْحَمنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

Sujud kedua sambil membaca doa sama seperti sujud pertama

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Berdiri kembali untuk mengerjakan rakaat berikutnya, hingga sampai…

Tasyahud Akhir

لتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّوَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَأَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا

عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى

آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا

وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid. Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Atau,

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Membaca Salam

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Dalam Bahasa Arab dan Artinya

Niat Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Niat Cara Mengganti Shalat yang Tertinggal

Sebagai berikut, lafadz doa bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal atau mengqodho, yaitu:

Dhuhur

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat dhuhur yaitu:

Latin: “Ushallii fardhazh-Dhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dhuhur sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”’

Ashar

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat ashar yaitu:

Latin: “Ushallii fardhal ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.

Maghrib

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat maghrib yaitu:

Latin: “Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga raka’at dengan menghadap kiblat, serta qodho karena allah ta’aalaa.”

Isya

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat isya yaitu:

Latin: “Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Isya’ sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

Subuh

Bacaan niat cara mengganti shalat yang teringgal sholat subuh yaitu:

Latin: “Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati qodho’an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

Nah, itulah pembahasan cara mengganti shalat yang tertinggal karena tidur atau perjalanan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Selanjutnya: Bacaan Niat Sholat Dhuhur Bahasa Arab, Latin, Artinya dan Tata Cara Pelaksanaan